Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 225 - Cawan Emas


Silakan Dibaca.


Xiao Fan dan Lan Yansho mulai merobohkan berbagai rumah di Desa Kembang Api. Mereka tidak memerlukan tenaga banyak, hal ini karena mereka berdua berada di Alam Elementasi. Di mana Alam ini dapat membuat pengguna memiliki kemampuan pengendali elemen secara bebas.


Angin besar diciptakan oleh Xiao Fan, membuat berbagai rumah terangkat dan hancur di udara. Sementara itu, Lan Yansho ialah seorang pengguna api. Dirinya dengan cepat menggabungkan api miliknya dengan angin milik Xiao Fan.


Pusaran api besar tercipta dan seluruh puing-puing rumah berubah menjadi abu. Inilah kekuatan nyata dari dua Alam Elementasi.


Para penonton yang melihat dari kejauhan terpana dengan bencana tersebut. Mereka benar-benar kagum sekaligus takut dengan kekuatan besar tersebut.


“Jadi, inikah Alam Elemen... Terlalu kuat!!” seru Yun Shie.


“Alam Elementasi benar-benar tidak bisa di lawan untuk sekarang.” Yun Lan Ran menghela nafas panjang, dia paham akan kekuatan Alam Elementasi. Bagaimanapun juga, dirinya sudah mengikuti Xiao Fan selama ini dan ayahnya sendiri sudah berada di Alam Elementasi.


Xiao Xia, Xiao Mei, dan Xian Nan memandang dengan ekspresi terkejut. Mereka tahu kekuatan tuannya namun yang ditampilkan kali ini melebihi dari sebelum-sebelumnya. Mereka hanya bisa memikirkan satu hal yaitu. ‘Tuan semakin kuat kembali!’


Xiao Fan tidak mengetahui pemikiran para penonton, dirinya terus menajamkan matanya ke arah tanah di balik tumpukan abu bangunan. Dia dapat melihat sinar emas di tanah tersebut. Hal ini membuat sudut mulutnya naik seketika.


“Paman Lan, cawan emas sudah terlihat.” Xiao Fan berkata sambil memandang ke arah bawah. Dia memikirkan bagaimana mengeluarkan cawan emas tersebut dan memindahkannya di dekat batu permintaan roh.


Lan Yansho yang mendengar perkataan Xiao Fan dengan cepat menatap ke bawah dan dia melihat kilauan emas di sana. Matanya sedikit menyipit dan dia benar-benar terkejut akan keberadaan cawan emas itu.


Permaisuri Qian yang melihat cawan emas seketika menjadi cerah. Harapan semua orang terhadapnya akan segera terpenuhi. Dengan begitu, dirinya dapat lepas dari beban yang dia pikul sendirian.


Xiao Fan yang masih berpikir, dalam sekejap melintas kilat di pikirannya. Xiao Fan segera sadar dan menatap ke arah tangan kanannya. Kali ini terdapat simbol hitam dengan titik emas di tengahnya. Sebelumnya, Xiao Fan tidak menyadari namun sekarang dia akhirnya menyadarinya.


“Roh Elemen pertamaku kembali, artinya benang anginku dapat digunakan...” Xiao Fan bergumam pelan dan ekspresi terkejutnya berubah menjadi ekspresi senang. Dia dengan cepat menatap ke arah langit, apa yang dirinya cari akhirnya ketemu.


“Nak, bagaimana... Oh sepertinya kamu mengerti caranya.” Lan Yansho yang ingin bertanya cara menaikkan cawan emas, seketika berhenti ketika melihat Xiao Fan dengan ekspresi senang sambil memandang ke arah langit.


“Serahkan kepadaku, Paman Lan!” Xiao Fan merentangkan kedua tangannya dan jarinya bergerak dengan cepat. Berbagai benang emas tipis melesat ke arah langit, kemudian turun mengikat cawan emas yang berada di bawah.


Lan Yansho dan permaisuri Qian menatap Xiao Fan dengan terkejut, terutama Lan Yansho. Hal ini karena dirinya mendapatkan sedikit penjelasan tentang Roh Elemen Xiao Fan dari putrinya. Dia tahu bahwa Xiao Fan memiliki Roh Elemen Tulang. Namun, kali ini yang ditampilkan ialah benang.


‘Bukankah benang termasuk kategori terlemah, dulu ada yang memilikinya dan hanya berguna untuk membuat kerajinan biasa. Namun, kali ini benang benar-benar mendominasi.’ Lan Yansho berpikir sambil memandang ke arah Xiao Fan.


Kagum, terkejut, dan banyak hal emosi yang ditampilkan Lan Yansho. Dalam pikirannya kembali hanya ada satu julukan untuk orang seperti Xiao Fan tersebut.


‘Monster!’


Bukan hanya Lan Yansho, melainkan permaisuri Qian benar-benar terkejut. Dirinya juga pengguna benang, apalagi seluruh perempuan Kerajaan Qian membangkitkan Roh Elemen benang. Dia tidak menyangka benang sebenarnya sangat kuat.


‘Andaikan Xiao Fan datang terlebih dahulu ke Kerajaan Qian...” hanya penyesalan yang mendalam di hati permaisuri Qian. Namun, dia tidak bisa mengubah takdir, hal ini karena dia tidak ingin menghancurkan tatanan Benua Shansu yang sudah membaik.


Xiao Fan tidak mengetahui pemikiran Lan Yansho dan permaisuri Qian. Kali ini dirinya, hanya menarik perlahan-lahan benang miliknya. Cawan emas mulai terangkat dan gerakan naik cawan emas membuat tanah di sekitarnya bergetar hebat.


Getaran dari cawan emas dapat dirasakan oleh orang-orang yang tinggal di Desa Kembang Ungu. Banyak penduduk keluar dari rumah menatap ke arah tempat getaran berasal. Namun, saat melihat arah tersebut, beberapa penduduk terkejut.


“Arah ini ...” para penduduk melebarkan matanya ketika menyadari asal getaran tersebut. Mereka ingin melihat apa yang tengah terjadi di sana. Namun, hati mereka gemetar dan niat para penduduk seketika menciut dan takut jika getaran itu ialah monster.


Dekat Desa Kembang Api...


Ada banyak orang tengah keluar dari gua dan rumah besar. Mereka memandang ke arah asal getaran namun yang mereka lihat adalah kilauan emas yang begitu besar. Mata mereka melebar dan hati mereka dalam sekejap berubah menjadi serakah.


“Jelas itu emas, Bos!” kata seorang laki-laki yang menggunakan syal di kepalanya.


“Aku tahu, bodoh... Selama ini, kita bandit serigala belum pernah menemukan emas sebesar itu. Kali ini tepat di depan mata kita ...” bos dari bandit serigala menyeringai, dia sendiri sudah berfantasi duduk di banyak emas dan perempuan cantik tidur di dekatnya.


“Semuanya, rampas emas besar itu!” bos bandit serigala berteriak dengan keras. Seluruh bandit serigala menyeringai dan mereka mulai bergerak menuju ke arah emas berkilau muncul, tepatnya di Desa Kembang Api.


Keserakahan dan ketamakan manusia dalam sekejap muncul, mata semuanya berubah. Inilah manusia, makhluk yang tidak pernah puas dengan hasil yang dirinya dapatkan. Mereka ingin layaknya dewa yang duduk sambil di temani berbagai bidadari.


Kembali ke Desa Kembang Api...


Xiao Fan yang sudah mengeluarkan cawan emas benar-benar terkejut dengan penampakannya. Cawan emas struktur keseluruhannya benar-benar terbuat dari emas dan ukurannya bukanlah main-main. Cawan itu seluas desa dan hampir mendekati setengah kota.


Xiao Fan menghela nafasnya, dia kemudian menggerakkan cawan emas secara perlahan-lahan menuju ke arah batu permintaan roh. Dirinya hanya dapat menyeret cawan emas sedikit demi sedikit.


Lan Yansho linglung melihat penampilan cawan emas. Dia tidak menyangka cawan emas sangatlah besar dan strukturnya terbuat dari emas. Dirinya juga berpikir bahwa emas sebesar itu dapat membeli satu kota penuh.


Namun, Lan Yansho menggelengkan kepalanya. Meski dirinya ingin memilikinya namun cawan emas adalah tempat pembunuhan bayi yang tidak bersalah. Dia jelas tahu bahwa cawan emas berbahaya dibandingkan seperti yang dilihat.


“Apakah ada jebakan jika cawan emas menjauh dari batu permintaan roh atau merasakan kejahatan seseorang?” tanya Lan Yansho kepada permaisuri Qian.


“Sebenarnya ...” belum sempat permaisuri Qian mengungkapkan apa yang akan terjadi. Terdengar teriakan keras dari hutan di dekat Desa Kembang Api.


“Serahkan emas itu kepada kakak ini, Hahahaha!”


To be Continued.


Note : Lebih enak begini kan tulisannya?


Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.