
Silakan Dibaca.
Duel antara Xiao Fan dan Yun Shie telah usai. Keputusan akhir Xiao Fan ialah, memberikan izin kepada Yun Shie untuk mengikutinya menuju ke kediaman Lan. Hal ini tentu membuat Yun Shie senang.
Saat ini di gerbang kediaman Yun, berdiri beberapa orang yang mengantarkan kepergian Xiao Fan dan rombongan menuju ke kediaman Lan.
“Nak, jaga mereka semua! Makam Kuno bukanlah hal biasa,” kata Yun Shi Han terhadap Xiao Fan.
Dia sebenarnya sedikit enggan untuk membiarkan anak dan cucunya pergi bersama dengan Xiao Fan menuju ke Makam Kuno.
Namun, dirinya bukanlah orang tua yang suka mengengkang anak maupun cucunya sendiri. Dia hanya bisa berdoa untuk keselamatan mereka semua.
Xiao Fan yang mendengar penuturan Yun Shi Han hanya bisa mengangguk. Baginya melindungi orang lain sedikit sulit, lebih baik melatih orang tersebut agar tidak terlibat hal yang merepotkan.
Pikiran semacam itu hanya dimiliki oleh dirinya. Kesadaran akan lingkungan dan keselamatan kelompok, ini sangatlah penting.
Xiao Fan menghela nafas panjang, sebelum cahaya melintas di matanya. Hal ini menandakan bahwa dirinya sudah siap untuk hal-hal yang akan terjadi nantinya.
Sementara rombongan kecuali keluarga Lan, menatap Xiao Fan dengan penuh semangat. Tangan mereka terkepal dan dalam hatinya, hanya satu pemikiran.
‘Harus menjadi kuat!’
Xiao Fan tidak tahu pemikiran para pengikutnya. Kali ini dia memandang ke arah kediaman Yun, lalu beralih menatap satu persatu keluarga Yun.
“Kami berangkat,” ucap Xiao Fan sambil menundukkan kepalanya, kemudian berbalik masuk ke dalam kereta yang sudah disiapkan.
Pengikut yang tampil di luar hanyalah Xiao Xia, Xian Nan, dan Yu Lin. Adapun tambahannya ialah Yun Shie dan Yun Lan Ran. Sementara lainnya masuk ke dalam dunia kecil Xiao Fan.
“Kami pergi dulu, teman lama!” Lan Yansho melambaikan tangannya kepada Yun Shi Han dan di balas dengan anggukan.
“Jaga mereka, Yansho!” tegas Yun Shi Han.
Lan Yansho hanya mengacungkan jempolnya saja. Kemudian, kereta rombongan yang menuju ke kediaman Lan mulailah bergerak.
Yun Shi Han dan keluarga Yun lainnya memandang kepergian rombongan keluarga Lan. Sampai akhirnya rombongan menghilang, baru mereka berbalik masuk ke dalam.
Di dalam kereta...
“Kita akan mengambil jalan memutar. Hal ini karena kita akan berhenti ke Desa Kembang Api.”
Lan Yansho mengatakan tujuan selanjutnya sambil memandang ke arah delapan orang di depannya.
Tentu kedelapan orang itu paham dan mengangguk. Xiao Fan mengangkat tangan kanannya untuk mengajukan pertanyaan.
Lan Yansho melihat Xiao Fan dan menganggukkan kepalanya.
“Apa yang terjadi di desa yang akan kita kunjungi kali ini?” tanya Xiao Fan, dia merasa bahwa desa yang dituju tidaklah normal dan pasti akan menjadi masalah baru.
Lan Yansho mendengar pertanyaan Xiao Fan, tidak bisa untuk tidak tersenyum.
“Kamu benar, di desa tersebut memang tengah terjadi masalah yang begitu merepotkan,” jawab Lan Yansho sambil mengeluarkan gulungan terkait Desa Kembang Api.
Kemudian, Lan Yansho menyerahkan gulungan tersebut kepada Xiao Fan dan Xiao Fan dengan cepat menerimanya.
Xiao Fan membuka gulungan dan matanya menyipit. Informasi gulungan sangatlah rapi dan detail. Informasi itu menunjukkan masalah yang tengah terjadi di Desa Kembang Api.
Tepatnya setiap hari akan terdengar tangisan bayi di setiap rumah desa tersebut. Hal ini membuat para warga bingung dan mengecek ke dalam rumah mereka masing-masing.
Namun, mereka tidak menemukan bayi sama sekali. Hal inilah yang membuat para warga mulai ketakutan.
Tangisan bayi akan berhenti setiap matahari akan berada di atas kepala. Kepala desa dengan cepat menuliskan laporan itu dan mengirimkan kepada kediaman Lan.
Mereka tidak melapor ke kerajaan karena ada tingkatan tersendiri dalam melapor. Mulai dari terendah, yaitu desa. Kemudian desa melapor ke kota dan kota baru melapor ke kerajaan.
Sementara Desa Kembang Api sendiri berada di wilayah kediaman Lan. Maka dari itu mereka melaporkan keadaan desa kepada keluarga Lan.
Kembali sekarang, Xiao Fan telah selesai membaca keseluruhan informasi tersebut. Masalahnya hanya tangisan bayi yang sangat misterius.
Xiao Fan tidak bisa untuk tidak berpikir. Hanya ada dua kemungkinan dari masalah yang terjadi di Desa Kembang Api tersebut.
Entah mengapa semakin Xiao Fan memikirkannya semakin dirinya tertarik akan masalah itu.
“Di sana tidak ada angin yang kencang, bahkan saat malam... Angin juga tidak menderu besar seperti tempat lainnya. Medan di Desa Kembang Api memanglah unik, dikelilingi hutan dan tebing yang tinggi.” Lan Yansho menjelaskan Desa Kembang Api.
Xiao Fan mengangguk dalam-dalam. Sementara para perempuan merasakan rasa sakit dalam hati mereka, terutama Yun Lan Ran.
Mereka sendiri tidak tahu mengapa, selepas mendengar masalah yang terjadi di Desa Kembang Api. Mereka segera merasakan rasa sakit tersebut.
“Apakah ada keanehan lainnya?” tanya Xiao Fan, dia tidak terlalu memperhatikan perubahan suasana hati para perempuan tersebut.
“Tidak ada... Sebentar, kemarin ada yang melaporkan kembali. Setiap malam hari tiba, mereka mendengar suara wanita tengah menyanyikan sebuah lagu.”
Xiao Fan mengangkat alisnya, dirinya benar-benar tidak menduga akan ada kejadian tersebut. Pikirannya terus berputar, mencoba mencari tahu informasi dari masa lalunya.
Namun sayang sekali, Xiao Fan tidak menemukan jejak informasi yang berguna.
“Apakah ini semacam hantu?” tanya Xiao Fan dalam dirinya sendiri.
Lan Yansho mengangkat bahunya dan membiarkan Xiao Fan berpikir keras. Dirinya sendiri sudah lelah untuk memikirkan masalah tersebut dan hanya bisa mencari tahu langsung ke lokasi.
Perjalanan mereka membutuhkan empat jam untuk sampai di Desa Kembang Api. Meski di jalan ada halangan seperti bandit dan beberapa monster, hal ini dapat diatasi dalam sekejap mata.
Saat pertama kali memasuki area Desa Kembang Api. Suasana berubah dalam sekejap. Para rombongan keluarga Lan merasakan hal itu, terutama Xiao Fan.
Saat pertama kali merasakan suasana aneh dalam hati, Xiao Fan terkejut. Apa yang dirinya rasakan sangatlah akrab di masa lalu.
Xiao Fan memandang ke arah Desa Kembang Api melalui jendela di kereta. Matanya seketika melebar dan akhirnya ingat situasi yang dia rasakan.
Shan Yuan yang berada di dalam alam bawah sadar juga merasakan hal itu. Dia sendiri terkejut merasakan perasaan tersebut.
Xiao Fan akhirnya memahami arti tangisan bayi dalam Desa Kembang Api. Ini bukanlah situasi yang berbahaya, namun sangatlah sensitif untuk roh.
Lan Yansho juga memandang ke arah Desa Kembang Api. Desa itu terlihat sama dengan desa lainnya. Susunan rumah dan hal-hal desa masihlah sama.
Lan Yansho mengangguk sedikit, namun matanya menyipit ketika melihat Xiao Fan yang berpikir sambil memandang desa dengan linglung.
“Nak, apakah kamu tahu apa masalah di desa ini?”
Xiao Fan segera tersadar ketika mendengar pertanyaan dari Lan Yansho. Lalu, Xiao Fan menarik sudut mulutnya naik membentuk sebuah senyuman penuh kerinduan.
“Aku mengetahuinya...”
Dua kata Xiao Fan menarik minat para rombongan yang berada di kereta.
Namun, Xiao Fan tidak langsung mengungkapkannya. Melainkan dia memandang ke arah para perempuan.
“Kalian pasti merasakan sakit di hati dan seakan-akan hati kalian ingin menangis...”
Para perempuan terkejut mendengar perkataan Xiao Fan. Apa yang dikatakan Xiao Fan sangatlah benar, jadi mereka mengangguk.
Xiao Fan akhirnya menambahkan bukti kembali. Sekarang apa yang dipikirkannya ternyata betul.
“Paman Lan, ini bukanlah masalah. Melainkan sebuah permintaan kepada para warga di desa...”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.