
Silahkan Dibaca.
Lautan.
Terlihat ada berbagai kapal tengah bergerak dengan cepat menuju ke suatu tempat. Kapal itu besar dan dapat menampung ratusan orang.
Berbagai orang dengan pakaian berwarna hitam keunguan terlihat memandang ke arah depan. Tatapan mereka ganas seperti Singa yang sedang memfokuskan targetnya.
Seorang pria dengan kumis tebal, wajah garang terlihat berjalan ke arah dek depan. Dia menyeringai ketika melihat bayangan hitam yang sangat luas.
“Akhirnya kita akan tiba di Benua Yuansu,” ucap pria tersebut dengan nada tajam, siluet terlihat di iris matanya.
“Kerajaan Du, akan menguasai Benua lemah ini.” Pria tersebut mengeluarkan aura miliknya. Kemudian menyebar ke segala arah.
Lautan seketika menjadi tenang, seperti kata pepatah. Laut yang tenang, itu sangat berbahaya.
Lautan kemudian perlahan-lahan menjadi merendah, hal itu tidak bisa dilihat oleh orang-orang tersebut. Namun, selepas itu getaran kuat terasa oleh mereka.
Di kapal lain, beberapa orang menyeringai dan salah satu dari mereka berkata dengan nada ringan. “Akhirnya mulai, kekuatan asli dari Jendral Duan Shikong.”
Dari bawah laut seketika air naik dan mendorong berbagai kapal tersebut naik ke atas. Air seketika berubah menjadi Tsunami yang memiliki tinggi sekitar 10KM.
Pria itu menatap tajam ke arah Benua Yuansu, dia tersenyum menghina dan berkata dengan meriah.
“Kami datang Benua Yuansu!”
***
Kota Linkuen.
Xiao Fan berhasil memasuki Kota tersebut, dia tengah berjalan menyusuri jalan-jalan. Dia mencari sebuah rumah yang berada di dekat tempat Tuan Kota Linkuen.
Hal itu, agar dia semakin mudah mendapatkan informasi terkait susunan Kota dan Kerajaan di Benua Yuansu.
Xiao Fan berjalan dan menemukan sebuah penginapan dekat dengan kediaman Tuan Kota Linkuen.
Xiao Fan meski memiliki kekuatan besar, dia tidak ingin menggunakan cara barbar. Ketika dia menggunakan pengamatan seluruh Benua, dia menemukan bahwa ada sebuah batu yang misterius.
Batu itu dapat menyegel dan menghancurkan kekuatan yang dimiliki oleh orang yang masih berada di Benua Yuansu.
Xiao Fan baru menyadari akan batu tersebut. Dia benar-benar tidak menyangka ada batu tersebut.
‘Sial, sebenarnya ini Dunia berjalan seperti apa?’ Xiao Fan mengutuk, dia benar-benar tidak paham bagaimana sebenarnya Dunia miliknya berjalan.
Xiao Fan memasuki penginapan, dia menyewa kamar termahal dengan jangka enam hari. Selesai itu, dia pergi berjalan menuju ke arah kamar yang dia sewa.
Xiao Fan memasuki kamarnya, dia mulai duduk posisi lotus, kemudian merasakan keadaan Benua Yuansu.
Namun, belum beberapa menit, Xiao Fan segera melebarkan matanya. Dia benar-benar terkejut ketika merasakan berbagai nafas yang sangat kuat tengah berada di Benua Yuansu.
“Apa yang sebenarnya terjadi, di Benua Yuansu. Nafas itu sangat kuat, bahkan melebihi dari kekuatanku.”
Xiao Fan menjadi serius, musuh kuat menginvasi Benua miliknya. Dia ingin mengetahui kekuatan apa yang di bawa oleh para musuh tersebut.
“Juga, kekuatanku menjadi menurun seketika. Apalagi yang terjadi?”
Xiao Fan merasakan sesuatu dalam tubuhnya, dia merasa bahwa kekuatan miliknya menghilang dan melemah seketika. Hal itu membuat dirinya terkejut.
Bukan hanya Xiao Fan seorang, tetapi seluruh orang yang berada di Benua Yuansu merasakan hal itu. Mereka benar-benar terkejut dengan fenomena aneh tersebut.
***
Kerajaan Zhou, Kota Pelabuhan Veast.
Terlihat Tsunami yang besar tengah menuju ke arah pelabuhan Veast. Banyak warga yang melihat hal itu panik dan takut.
Seluruh warga berhamburan, mereka benar-benar tidak bisa melawan apapun sekarang karena kekuatan tengah melemah ke tingkat fatal.
***
Di atas Tsunami, terlihat berbagai kapal tengah menunggu Tsunami tersebut turun dan menghantam permukaan Kota pelabuhan tersebut.
“Dinding kekuatan Benua Yuansu telah kita hancurkan. Mereka pasti akan terkejut, ketika merasakan tubuh yang melemah.”
“Mau bagaimana lagi, seluruh orang yang berada di dinding Yuansu, masih bermain-main, dengan yang namanya Roh Elemen.”
“Mereka terikat dengan Roh Elemen, dengan menghancurkan dinding ini. Mereka akan kehilangan yang namanya Roh Elemen.”
Dinding Qiana, sebuah dinding yang tipis dan tidak bisa disentuh. Dinding ini menyegel kekuatan nyata Dunia. Di mana seharusnya Roh Elemen tersebut tidak ada, yang ada hanya Elemen nyata.
Dinding Qiana memiliki manfaat dan kerugian itu sendiri. Manfaat dari Dinding tersebut, berbagai orang dapat mengolah elemen mereka.
***
Seluruh penghuni Benua Yuansu bertanya-tanya, kenapa kekuatan mereka menghilang? Mereka masih terkejut akan kenyataan tersebut.
***
Xiao Fan sendiri segera merasakan keadaan tubuhnya. Dia melihat bahwa aliran Roh Elemen menghilang seketika. Dia mengerutkan keningnya dan hanya menemukan jejak Elemen normal.
“Sebenarnya apa yang terjadi? Roh Elemen menghilang... Kekuatan besar yang sedang menginvasi Benua... Sial, ini di luar dugaanku.”
Xiao Fan duduk dan mulai melatih kekuatan yang berada di Alam sekarang. Dia menyerap dan merasakan bahwa Energi Roh menghilang digantikan sesuatu yang tipis.
‘Apakah ini Elemen?’ Xiao Fan mengumpulkan energi tersebut. Dia memasuki Alam Bawah Sadarnya.
Dengan segel ruang dan waktu, dia dapat memperkaya energi baru tersebut. Xiao Fan dengan cepat menyerap energi tersebut.
Dia merasakan energi baru menggantikan tempat Roh Elemen sebelumnya. Energi itu, melesat dengan cepat dan menyatu dengan Energi Qi.
Xiao Fan mengarahkan energi tersebut ke pusat energi dengan lancar, seolah-olah energi tersebut adalah bagian lain dari energi Qi.
“Wushhh...” Xiao Fan seketika merasakan perasaan ringan. Dia menyadari bahwa sudah naik tingkat, tetapi dia tidak tahu tingkat apa sekarang.
Sampai akhirnya, Xiao Fan terseret ke sebuah tempat. Hal pertama yang dia lihat adalah Luar Angkasa.
“Apa ini? Alam Bawah Sadarku kenapa berubah menjadi Luar Angkasa?”
Xiao Fan bingung, tetapi dia segera menenangkan diri dengan cepat.
Xiao Fan melihat sekeliling tempat tersebut. Namun, tubuhnya tidak bisa digerakkan, sama sekali.
Luar Angkasa yang dilihat oleh Xiao Fan, sangat indah dan membuatnya tertarik ingin menjelajah.
Berbagai Planet kecil, Bintang baru yang berbeda, dan Planet yang lepas dari Sistem Tata Surya, semuanya ada.
Xiao Fan juga menemukan hanya kegelapan dengan monster panjang yang memiliki bentuk aneh sedang memakan sebuah Planet.
Xiao Fan berkeringat deras, ketika melihat makhluk tersebut. Dia sebelumnya belum pernah menjumpai makhluk besar tersebut.
“Apa sebenarnya Ma—Arghhh.” Xiao Fan belum menyelesaikan kalimatnya, dia merasakan kesakitan dan ditarik kembali ke tubuh aslinya.
Xiao Fan melebarkan matanya dan terengah-engah sambil memegang kepalanya. Keringat dingin terus menetes dari tubuhnya.
“Bayangan apa itu? Juga, Makhluk apa itu? Memakan setiap Planet dengan santai.”
Xiao Fan duduk dan menenangkan dirinya. Dia benar-benar tidak menduga akan melihat bidang yang seharusnya belum dia lihat.
“Hufff... Aku naik tingkat, tetapi tingkat apa ini? Sepertinya aku memahami situasi asli di Benua Yuansu ini.”
Xiao Fan benar-benar bisa menebak, situasi yang dia alami tersebut. Namun, dia perlu memastikan kebenaran tersebut.
“Orang-orang kuat itu, kemungkinan berasal dari Benua kedua. Sepertinya rencanaku menghancurkan Kerajaan tertunda dan gagal.”
Xiao Fan berdiri, dia menatap ke arah luar, dan berkata dengan nada misterius.
“Benua Yuansu, kemungkinan besar akan mengalami perubahan.”
***
Di dasar lautan, Benua Yuansu.
Terlihat gelembung-gelembung kecil tengah bermunculan dan naik keatas.
Selepas itu, debu yang berada di kegelapan dasar laut muncul. Kemudian, sosok mata tunggal terlihat melebar.
Mata tersebut unik, iris mata berwarna merah dengan pola segitiga emas terlihat. Sosok yang memiliki mata tersebut bergerak-gerak seakan-akan sudah waktunya dirinya tampil dan mengamuk di daratan.
"Akhirnya, setelah di kurung selama 10 juta tahun yang lalu. Aku akhirnya bebas dari kurungan ini."
Sosok itu kemudian perlahan-lahan menghilang, mengikuti arus air menuju ke arah kedalaman lautan yang semakin gelap.
"Aku datang, Para Iblis. Kita akan menghancurkan, Umat Manusia."
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.