
Silakan Dibaca.
Hutan barat kediaman Lan...
Berbagai pepohonan rindang menutupi satu bangunan kuno. Bangunan itu memiliki jalan masuk tanpa pintu, seluruh bangunan terbuat dari batu berbentuk persegi emas.
Meski itu sangat tersembunyi, banyak orang yang telah masuk ke dalam. Bahkan binatang buas pun juga masuk ke tempat tersebut.
Namun, alhasil mereka tidak kembali dan mati di dalam. Inilah kengerian dari bangunan kuno tersebut. Nama bangunan itu ialah Makam Pemberantasan.
Makam kuno yang memiliki kesadarannya sendiri. Setiap makhluk yang masuk, akan diuji terlebih dahulu sebelum melangkah menjelajahi seluruh makam.
Siapa yang dapat menaklukkannya akan mendapatkan harta makam. Namun, jika makhluk itu tidak bisa menaklukkan makam tersebur. Mereka akan mati dan kekuatannya diserap tanpa tersisa.
Di depan makam kuno, terlihat tiga orang yang siap untuk memasuki makam tersebut. Satu laki dengan dua perempuan, ketiganya memiliki tampang yang sangat percaya diri bahwa dapat menaklukkan makam kuno.
Mereka ialah, Xiao Fan, Yun Shie dan Lin Hua. Tiga orang ini memiliki tujuan tertentu memasuki makam kuno. Namun, tujuan utama mereka tetaplah satu, yaitu menjadi kuat.
"Apakah tidak masalah bagi kita memasuki makam ini?"
Yun Shie memandang makam kuno dengan perasaan kurang nyaman. Bukan karena perasaan mengerikan, melainkan nafas membunuh yang dihasilkan makam kuno sangatlah kental.
"Tenanglah Adik Shie, ada adik Fan disini, jadi jangan terlalu khawatir." Lin Hua menenangkan Yun Shie dari aura membunuh kental tersebut.
Xiao Fan sendiri hanya memandang sebentar, memang aura membunuh bangunan kuno sangatlah kental. Namun, hal ini sama sekali bukan masalah baginya.
"Aku akan menyegelnya, mundurlah!" Xiao Fan bergerak selangkah lebih maju. Tangannya melambai dan berbagai kertas dengan huruf aneh keluar, bergerak menuju ke masing-masing tempat yang telah ditentukan.
Selepas itu, lapisan biru tipis muncul menutupi seluruh bangunan kuno. Hal ini membuat Yun Shie dan Lin Hua tertegun, sebelum merasakan bahwa niat membunuh sudah menghilang.
"Dengan begini, niat membunuh bangunan sudah dibersihkan." Xiao Fan berkata sambil melirik keduanya sebentar, kemudian beranjak pergi masuk ke dalam makam kuno.
Yun Shie dan Lin Hua segera sadar kembali dan mengikuti langkah kaki Xiao Fan. Keduanya tahu bahwa niat membunuh hanyalah hal kecil, selanjutnya kemungkinan sesuatu yang berbahaya di dalam.
Ketiganya memasuki makam kuno, perlahan-lahan bayangan mereka mulai menghilang diiringi pintu batu yang perlahan jatuh ke bawah, menutup jalan masuk makam kuno.
Di dalam makam kuno, Xiao Fan dan kedua perempuan lainnya mengamati sekitar. Mereka sudah menyadari bahwa pintu sudah tertutup, cara untuk keluar hanya ada satu.
Menaklukkan makam kuno tersebut.
Ketiganya tiba di tangga menuju ke arah bawah. Tepat saat mereka menginjakkan kaki disana, api seketika menyala di sisi kanan dan kiri dinding.
Api menyala menuju ke bawah, seolah-olah menuntun seseorang.
"Mari kita turun," kata Xiao Fan, dia melangkah terlebih dahulu menuruni tangga.
Yun Shie dan Lin Hua tidak mengucapkan sepatah kata apapun. Keduanya hanya mengikuti Xiao Fan menuruni tangga. Mereka tidak ingin tertinggal dan menghadapi hal yang menakutkan lainnya.
Langkah demi langkah, butuh beberapa menit untuk tiba di dasar tangga. Sorot mata Xiao Fan menyapu ke arah ruangan di depannya.
Empat guci menyalakan api, gambar orang-orang kuno tercetak di dinding, tepat di tengah ruangan sosok besar dengan tubuh raksasa dan kepala banteng terlihat.
Namun, Xiao Fan menaikkan alisnya karena sosok itu hanyalah sebuah batu yang sudah dipahat.
Xiao Fan sendiri masih menduga bahwa tempat di ruangan tersebut penuh dengan teka-teki. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi makam kuno untuk mengeluarkan sebuah teka-teki yang rumit.
"Ruangan apa ini, Kakak Fan?"
"Aku kurang tahu, hanya saja disinilah teka-teki pertama di mulai." Xiao Fan memandang sekitar, kemudian dia beralih ke arah Yun Shie dan Lin Hua.
"Bantu aku menguraikannya, kemungkinan besar tempat ini juga menjadi kunci nantinya!"
Yun Shie dan Lin Hua saling memandang dan mengangguk setuju, ketiganya dengan cermat mengamati seluruh isi yang berada di ruangan tersebut.
Bukan hanya isi saja melainkan ukiran yang berada di dinding, juga mereka pahami.
Selang beberapa menit, Xiao Fan menemukan kalimat yang sedikit mencolok.
"Makam Pejuang Si Mo."
Xiao Fan memandang dan mencoba mengingat nama Si Mo. Dia sendiri sudah membaca banyak sejarah tentang Alam yang dirinya tempati tersebut. Untuk nama-nama pejuang, Xiao Fan sempat ingat beberapa.
Yun Shie dan Lin Hua tidak menemukan apapun, mereka kembali menuju ke Xiao Fan. Namun, saat melihat nama makam tersebut. Lin Hua sedikit mengerutkan keningnya.
"Si Mo ...." Lin Hua memutar otaknya kembali, mencoba mengingat nama pejuang yang tertera di makam. Entah mengapa dirinya pernah mendengarnya.
[Aku pernah kemari, tanah hitam akan mulai kembali lagi!]
Kalimat tersebut ialah baris kata selepas pengenalan makam, Xiao Fan sendiri fokus ke arah tanah hitam. Dia kurang lebih mengetahui maksud tanah hitam.
"Tanah hitam ... Bukankah ini akibat kutukan ataupun pembakaran? Namun, apa maksudnya dia pernah datang? Juga untuk siapa pesan tersebut?"
Tanpa mereka bertiga sadari, patung yang berdiri diam di tengah ruangan. Seketika matanya memancarkan cahaya merah.
Berikutnya, patung bergetar dan mulai hancur menjadi berkeping-keping. Menampilkan sosok monster yang kuat, aura menindasnya keluar, menyebar ke seluruh ruangan.
Xiao Fan, Yun Shie dan Lin Hua segera berbalik dan melihat sosok monster tersebut. Xiao Fan seketika menyusutkan matanya dan mengamati tingkah monster itu.
"Ruangan ini benar-benar tidak sederhana!"
Xiao Fan sedikit tenggelam dalam pikirannya, dia belum bergerak karena monster itu sama sekali tidak bergerak.
Yun Shie dan Lin Hua tetap diam mengikuti Xiao Fan. Namun, perasaan waspada keduanya meningkat. Bagaimanapun juga, mereka berdua merasakan niat membunuh dari monster tersebut.
Udara di depan monster, seketika terhirup penuh ke dalam hidungnya, paru-parunya sedikit menonjol. Berikutnya, dia mengeluarkan udara itu secara kasar.
Angin berhembus dengan kencang, menerpa keseluruhan udara di dalam ruangan.
Xiao Fan segera merespons, dia mengaktifkan pelindung melingkar. Selanjutnya, Xiao Fan memandang dengan tajam ke arah monster tersebut.
Lin Hua dan Yun Shie tidak bergerak, mereka benar-benar beruntung ketika berada di dalam pelindung yang sudah dibuat oleh Xiao Fan.
Monster itu selesai menyebabkan kekacauan sebentar. Berikutnya, tatapan monster tersebut beralih ke arah Xiao Fan dan yang lainnya.
Dia membusungkan dadanya dan memukulnya berkali-kali. Nafas, aura dan kondisi tubuh monster itu terus meningkat, sampai akhirnya memerah.
Xiao Fan memandang perubahan tersebut dengan tajam. Pedang pendek hitamnya keluar dan terarah ke depan.
"Mulailah!"
To be Continued.