Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 53


[Chapter 53.]


[Gadis Hantu.]


[Silahkan Dibaca.]


Toko pandai besi, Desa Teng.


Pria tua dan Ning Shui memandang ke arah Xiao Fan dengan terkejut. Mereka benar-benar tidak menyangka akan jumlah pedang yang ingin di beli oleh Xiao Fan tersebut.


“Kau yakin, Nak?” Xiao Fan mendengar pertanyaan dari pria tua tersebut mengangguk. Dirinya memang memerlukan pedang sebanyak itu.


“Huff, aku akan mempersiapkan, total keseluruhan 10.000 koin emas karena kau membeli dalam jumlah besar maka kupotong menjadi 6.000 koin emas.”


Xiao Fan kemudian mengeluarkan koin miliknya tersebut. Dia berikan koin itu kepada pria tua itu. Kemudian, pria itu mengecek koin dan mengangguk paham.


Pria tua kemudian masuk ke dalam ruangan sebelah dan mengambil sebuah cincin ruang. Kemudian, keluar dan memberikan cincin tersebut kepada Xiao Fan.


“Di dalam cincin itu terdapat pedang biasa berjumlah 1500. Aku memberikan lima ratus pedang untuk tambahan karena menurutku kau, pemuda yang menarik.”


Pria itu menyeringai, Xiao Fan paham maksud seringai tersebut. Dirinya mengangguk dengan ringan, bagaimanapun juga ia berterima kasih pada pria tua tersebut karena menambahkan barang mentah.


“Jadi, gadis sebelahmu ingin senjata apa?” Pria tua itu bertanya dengan ringan. Ning Shui yang sekarang jadi topik pembicaraan menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak ingin apapun, Paman. Aku hanya menemani Kakak saja pergi ke sini.” Ning Shui menjawab dengan halus, dirinya masih memiliki sifat sopan kepada yang lebih tua.


“Baiklah, kami pergi dulu, Pak Tua.” Xiao Fan berbalik diikuti oleh Ning Shui. Pria tua menatap ke arah kedua orang itu, dirinya tersenyum dan kembali menuju ke bengkel miknya.


“Bocah yang menarik.”


***


Xiao Fan dan Ning Shui berjalan-jalan di sekitar desa. Mereka tidak menyangka bahwa desa tersebut benar-benar luas. Berbeda dari desa biasanya.


“Kukira tadi kecil, ternyata seluas ini.” Xiao Fan sedikit terkejut, dari jauh memang terlihat kecil. Namun, ketika dirinya menjelajah, desa itu benar-benar besar dan luas.


“Aku juga sependapat denganmu, Kakak.” Ning Shui juga berpikir sama dengan Xiao Fan, ia juga tidak pernah keluar dari Istana dulu.


Keduanya berjalan, kemudian melihat terdapat sebuah taman yang indah. Mereka berjalan ke arah taman tersebut, entah kenapa sore hari ditambah dengan taman menjadi lebih enak di pandang.


Namun, di saat berjalan. Xiao Fan berpapasan kembali dengan gadis berpakaian putih polos dengan sebuah bunga melati pada tangannya. Dia terkejut ketika menyadari gadis tersebut.


Xiao Fan berhenti dan berbalik menatap ke arah jalan perginya gadis berbaju putih. Ning Shui yang melihat Xiao Fan berhenti, ia juga ikut berhenti. Dirinya menatap Xiao Fan dengan bingung.


“Ada apa, Kak?” Xiao Fan yang melihat bahwa gadis tersebut menghilang, ia mendengar suara Ning Shui yang berada di sebelahnya. Dengan ringan, dirinya menatap ke arah Ning Shui.


Xiao Fan kemudian berkata dengan serius. “Shui’er ikut denganku sebentar.”


Ning Shui sedikit mengerutkan keningnya. Akan tetapi, dia mengangguk setuju. Keduanya berjalan balik menuju ke sebuah gang kosong tanpa ada seseorang.


Xiao Fan kemudian melihat seorang gadis kecil berpakaian putih polos tengah berdiri di depannya secara tiba-tiba. Dia terkejut dan ekspresinya menjadi serius.


Ning Shui juga terkejut akan kehadiran gadis tersebut. Dia benar-benar yakin bahwa di depannya tidak ada seseorang sama sekali, lalu sekarang muncul seorang gadis.


“Siapa kau?” Xiao Fan bertanya dengan serius. Dia meningkatkan kewaspadaan miliknya. Ning Shui juga mengikuti hal tersebut, ia juga mengeluarkan kartu air miliknya.


Gadis itu menatap ke arah Xiao Fan dan perlahan-lahan tubuhnya menghilang dari kehampaan. Xiao Fan dan Ning Shui terkejur, mereka tidak mengendurkan kewaspadaan sama sekali.


Namun, keduanya merasa bahwa gadis tersebut sudah pergi. Mereka seketika saling memandang. Xiao berkata terlebih dahulu. “Sepertinya ada sesuatu yang menarik di sini. Kita akan selidiki besok saja.”


Ning Shui mendengar itu mengangguk, bagaimanapun juga dirinya lelah karena belum istirahat sama sekali. Keduanya berbalik dan pergi menuju ke arah penginapan.


***


Penginapan Bulan.


Xiao Fan dan Ning Shui tiba di penginapan bulan. Mereka masuk ke dalam dan di sambut oleh mata tajam Lin Hua. Keduanya sedikit terkejut dan lupa bahwa mereka salah.


“Jadi, kalian pergi ke mana saja?” Lin Hua bertanya dengan salah satu alis terangkat. Xiao Fan menatapnya sambil tersenyum, kemudian ia berubah menjadi serius.


“Kita bahas di kamarku, Kakak.” Lin Hua yang mendengar itu, seketika menjadi serius. Bagaimanapun juga, dia tahu bahwa Xiao Fan sekarang benar-benar memiliki informasi yang penting.


Lin Hua mengangguk, kemudian ketiga orang itu berjalan menuju ke arah kamar dari Xiao Fan.


***


Kamar Xiao Fan.


Xiao Fan menggunakan benang miliknya dan menciptakan tiga buah kursi. Lin Hua dan Ning Shui duduk di salah satu kursi tersebut.


Xiao Fan sendiri juga duduk di sana dan memandang ke arah Lin Hua dan Ning Shui. Ketiganya mulai melakukan rapat tertutup karena Xiao Fan menggunakan benang untuk menutupi seluruh lubang di kamar tersebut.


“Apakah Kakak mengetahui tentang Gadis berpakaian putih polos?” Xiao Fan bertanya dengan penuh penasaran sekarang. Lin Hua yang mendengar itu melebarkan matanya, ekspresinya menjadi serius.


“Kau bertemu dengan Gadis itu?” Xiao Fan mengangguk, ia benar-benar bertemu dan dirinya tidak akan berbohong. Bagaimanapun juga, dia perlu sebuah informasi.


Lin Hua kemudian menghela nafas panjang. Dirinya menatap ke arah Xiao Fan dan berkata, “Gadis itu ialah hantu dari Desa ini, juga pelindung bagi Desa ini.”


“Kenapa aku bilang, ia menjadi pelindung Desa ini, itu akan terjawab malam ini.” Lin Hua mengakhiri perkataannya. Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya, ia hanya menemukan sedikit informasi saja.


Xiao Fan memandang ke arah luar, ia hanya berharap malam ini, dirinya mendapatkan informasi yang benar-benar membantunya.


Lin Hua kemudian berdiri dan berkata, “Nanti kita akan berkumpul di kamarmu... Lalu, menyaksikan apa yang terjadi ketika malam hari.” Lalu, Lin Hua pergi dari kamar Xiao Fan.


Ning Shui yang berada di dekat Lin Hua juga ikut berdiri, ia tidak pergi keluar namun dirinya mendekat ke arah Xiao Fan. Dirinya duduk di dekat pemuda itu dengan tenang.


“Shui’er, sepertinya informasi akan terungkap nanti malam. Apakah kau akan kembali terlebih dahulu?” Ning Shui mendengar hal itu, menggelengkan kepalanya.


“Aku akan menemani Kakak di sini. Sebentar lagi juga malam, maka dari itu aku di sini sambil menunggu malam.” Xiao Fan menepuk dan mengusap rambut Ning Shui.


Xiao Fan kemudian memandang ke arah luar jendela. Dimana matahari mulai perlahan-lahan turun ke bawah, menandakan malam akan segera tiba.


“Sebentar.” Xiao Fan berkata kepada Ning Shui dan berdiri menuju ke arah jendela. Dirinya menatap ke arah jalan dan menemukan hal yang aneh, yaitu seluruh warga maupun orang sama sekali tidak ada di jalan.


“Sepi, apakah setiap malam akan seperti ini?” pikir Xiao Fan, dia terus menatap dan tidak menemukan sama sekali orang yang keluar dari rumah.


Namun, hal selanjutnya membuat Xiao Fan melebarkan matanya, ia melihat seorang gadis kecil berpakaian putih polos muncul tiba-tiba di tengah jalan. Tatapannya tertuju ke arah depan, hal itu membuat Xiao Fan penasaran.


“Apa yang dia tatap?” Xiao Fan mengalihkan perhatian ke arah apa yang ditatap oleh gadis kecil itu. Seketika, ia mengerutkan keningnya.


“Kenapa, makhluk itu...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.