Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 187 - Akhir Pulau Luner


Silakan Dibaca.


Pulau Luner.


Xiao Fan memandang ke arah Ketua Iblis dengan liar. Tawa mengerikan terdengar di seluruh pulau Luner. Tawa itu membuat berbagai makhluk di pulau merinding dan penuh akan takut.


Ketua Iblis benar-benar gemetar. Ia memandang ke arah Xiao Fan, dan melihat sosok bayangan hitam dengan mata merah. Bayangan itu menyeringai menampilkan deretan giginya yang tajam.


“Si-Siapa kamu sebenarnya!” Teriak putus asa dari Ketua Iblis. Ia merasa bahwa perannya kini terbalik. Dirinya menjadi sosok manusia, sementara orang di depannya adalah Iblis sejati.


‘Apa-apaan manusia ini.. bayangan hitam dan mata merah, entah kenapa merasa familiar.’ Batin Ketua Iblis sambil memikirkan hal lain.


Xiao Fan tidak tahu pikiran dari Ketua Iblis tersebut, ia berhenti tertawa beberapa detik kemudian. Selepas itu, ia bertanya dengan dingin. “Apa tujuanmu di sini?”


Ketua Iblis segera sadar dari berpikirnya. Mendengar pertanyaan Xiao Fan, ia diam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.


“Sepertinya kau perlu diberi lambang budak agar paham posisimu.” Kata Xiao Fan pelan, namun Ketua Iblis mendengar perkataan tersebut dan ia melebarkan matanya seketika.


“Tidak.. Tidak, jangan pasang budak ke dalam diriku.” Teriak ketakutan Ketua Iblis. Ia ingin mundur dan terbang, namun tekanan Xiao Fan membuatnya tersungkur ke tanah terus menerus.


Ketua Iblis dengan sekuat tenaga ingin membebaskan diri dari tekanan tersebut. Namun, seberapa kuat ia berjuang, ia tidak akan bisa lepas dari tekanan milik Xiao Fan itu.


Semakin Xiao Fan mendekat, semakin membesar tekanan yang diterima oleh Ketua Iblis. Ia bahkan mulai berbaring di tanah dengan raut wajah tak berdaya.


Xiao Fan tiba di dekat Ketua Iblis. Kemudian ia melemparkan jarum yang terlapisi dengan cairan berwarna merah. Jarum itu melesat dan akhirnya mengenai tepat punggung Ketua Iblis.


Jleb!


Jarum masuk dan cairan merah seketika mengalir di dalam tubuh Ketua Iblis. Dalam sekejap, Ketua Iblis melebarkan matanya dan ia merasakan sesuatu telah terjadi dalam tubuhnya.


“Katakan apa tujuanmu di sini?” tanya Xiao Fan dengan tatapan tajam. Ketua Iblis itu tidak bisa menolak, melainkan ia memberitahu secara sukarela.


“Kami diperintahkan Raja Iblis untuk memicu perang dengan Benua Shansu.”


“Target kami adalah pulau Luner. Pulau ini juga menyimpan sesuatu yang paling diinginkan oleh Ketua Iblis. Harta Luner yang diinginkan Raja Iblis ialah Kristal Abadi.” Jelas Ketua Iblis.


Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia segera memahami niat dari para Iblis. Luner sendiri memang memiliki harta tersebut, namun harta itu akan muncul ketika inti Luner digabungkan menjadi satu.


Xiao Fan sama sekali tidak tertarik, ia tahu bahwa Kristal Abadi memiliki efek keabadian dan pemulihan. Namun, untuk efek pemulihan sendiri hanya ada sepuluh kali. Sedangkan untuk keabadian, hanya umur saja yang panjang.


Harta Luner tersebut sama sekali tidak berguna bagi Xiao Fan yang telah mengetahui dunia luar. Namun, untuk makhluk awam seperti Raja Iblis, harta tersebut sangatlah berharga.


“Hanya itu..” ucap Xiao Fan sambil memiringkan kepalanya. Ia sudah melepaskan tekanan sejak segel budak ditanamkan dalam tubuh Ketua Iblis.


Ketua Iblis tertegun, ia tidak menyangka tuannya sama sekali tidak tertarik akan keabadian. Bukan Ketua Iblis saja, melainkan para pengikutnya.


Para pengikutnya sedikit terkejut melihat reaksi Xiao Fan biasa saja ketika mendengar kata keabadian. Entah kenapa, mereka merasa bahwa tuannya tidak terlalu tertarik akan keabadian.


Xiao Fan memandang ke arah sekitar, ia mengerutkan keningnya dan bertanya kepada para pengikutnya. “Ada apa dengan kalian?”


“Tuan, apakah Anda benar-benar tidak peduli akan keabadian tersebut?” tanya Xian Nan dengan jelas. Ia mewakili seluruh saudara saudari lainnya.


Xiao Fan menggelengkan kepalanya, kemudian ia berbalik dan berjalan menuju ke arah para Luner yang terkena luka akibat para Iblis.


“Aku tidak terlalu peduli akan keabadian. Jika kamu ingin abadi, tingkatkan kekuatanmu ke tingkat yang lebih tinggi dari biasanya.” Ucap Xiao Fan kepada seluruh pengikutnya.


Kemudian, ia tiba di dekat Luner. Xiao Fan mengarahkan tangannya ke arah para monster itu. Para Luner sedikit takut dan waspada, namun Xiao Fan sama sekali tidak peduli.


“Gru.” Ucap para Luner, mereka tertegun ketika tidak merasakan adanya rasa sakit dalam tubuh mereka masing-masing.


Para Luner kemudian memandang ke arah Xiao Fan, lalu mereka menunduk dan berterima kasih kepada Xiao Fan sepenuhnya.


Xiao Fan hanya mengangguk, kemudian ia merasakan dua nafas di belakangnya. Namun, Xiao Fan sudah mengetahui nafas siapa itu.


Xiao Jun dan Xiao Jian seketika muncul di belakang Xiao Fan, keduanya muncul dan menunduk kepada Xiao Fan sambil berkata. “Kami kembali, Yang Mulia.”


Xiao Fan mengangguk dengan senang. “Apa yang kalian temukan?”


Xiao Jun dan Xiao Jian saling memandang kemudian, keduanya menyerahkan cincin ruang kepada Xiao Fan segera.


Xiao Fan menerima kedua cincin tersebut, kemudian ia memeriksa cincin itu dan matanya seketika menyala terang.


Berbagai herbal dan hal yang belum ditemukan, namun bersifat rendah banyak. Ada teknik, namun itu bukan teknik khusus untuk orang bahkan iblis


Teknik itu dikhususkan untuk Luner agar mencapai peningkatan baru. Namun, saat Xiao Fan melihat teknik lainnya, ia tidak bisa untuk tertegun.


‘Mereka benar-benar memiliki teknik pengendali racun dalam tubuh. Juga teknik memadatkan cairan tubuh mereka.’ Batin Xiao Fan.


Ia sebenarnya ingin memberikan kedua teknik tersebut kepada Luner sebelumnya. Xiao Fan sendiri sudah menghafal teknik itu, saat berada di kehidupan sebelumnya.


Xiao Fan kemudian mengeluarkan kedua teknik tersebut, dan ia memberikan kepada para Luner tersebut.


“Latih ini, begitu juga untuk saudara kalian lainnya.” Kata Xiao Fan kepada para Luner. Sementara para Luner sendiri, tengah menatap teknik tersebut.


Mereka sama sekali belum mengetahui tentang teknik itu. Mereka telah berkeliling di setiap sisi pulau, namun baru kali ini mereka mendapatkan kedua teknik itu.


“Gru.” Para Luner berterima kasih dan mengangguk setuju. Salah satu dari mereka menelan kedua teknik tersebut, kemudian ia mengeluarkan keduanya dan ditelan lagi oleh Luner lainnya.


Xiao Fan tidak peduli akan pengaturan Luner. Ia sekarang memandang ke arah Ketua Iblis tersebut. Jujur ia sendiri tidak ingin membudak Iblis.


“Sekarang kamu mengikutiku, namun aku bingung harus menyebut namamu apa?” tanya Xiao Fan terhadap Ketua Iblis yang tengah berdiri tak jauh darinya.


“Panggil saja saya Si Han, Tuan.” Kata Ketua Iblis memperkenalkan dirinya. Xiao Fan mengangguk, ia kemudian memberi perintah kepada Si Han tersebut.


“Kalau begitu, tugasmu adalah kembali ke Benuamu. Kemudian, jadilah mata-mata untukku.” Perintah Xiao Fan, Si Han mengangguk setuju.


“Baik, Tuan.” Si Han mengeluarkan sayap kelelawar yang begitu besar. Kemudian sayapnya mengepak dan ia pergi dari Pulau Luner.


Xiao Fan dan para pengikutnya memandang kepergian Si Han tersebut, sudut mulut Xiao Fan naik sedikit ketika melihat sosok Si Han sudah menghilang dari pandangannya.


Kemudian, ia berbalik dan memandang ke arah para Luner yang sudah selesai mempelajari kedua teknik yang diberikan olehnya.


“Karena kalian sudah mempelajarinya, pulihkan kembali pulau kalian. Aku akan pergi ke pesisir pantai.” Ucap Xiao Fan, kemudian menghilang dari tempat, begitu juga pengikutnya.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.