
Silakan Dibaca.
Catatan perang, ialah sebuah tugu monumen yang terbuat dari batu hitam luar angkasa. Monumen itu muncul dalam diri seseorang yang kuat dalam satu planet. Kemunculan monumen tersebut ialah sebagai pengingat bahwa perang akan segera terlaksana.
Hal inilah penyebab mengapa Xiao Fan dan Shan Yuan terkejut melihat monumen hitam tersebut. Perang yang memunculkan monumen hitam bukanlah perang biasa, melainkan perang yang dapat meruntuhkan satu alam rendah.
“Catatan perang muncul artinya beberapa hari kemudian, perang besar akan pecah.” Melihat monumen hitam, Xiao Fan tidak bisa untuk tenang.
“Skala perang kali ini melibatkan empat benua. Bukankah kekasih kecilmu mengatakan dua tahun kemudian akan terjadinya perburuan benua?” Shan Yuan memandang ke arah Xiao Fan sambil mengingat Yun Shie yang sebelumnya mengirim surat saat berada di Benua Yuansu.
Xiao Fan sekilas mengingat hal itu. Yun Shie sebelumnya pernah mengirim surat tersebut melalui pasukan Dong dan diteruskan kepada Xiao Jun.
“Sepertinya kita perlu bertanya kepada dirinya.” Xiao Fan segera keluar dari alam bawah sadarnya, selepas itu memandang ke arah semua orang yang berada di kereta.
Kemudian, Xiao Fan mengirimkan transmisi pikiran ke arah Yun Shie yang tengah berbicara dengan perempuan lainnya.
‘Shie’er, temui aku segera. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu, hal ini sangatlah penting!’
Yun Shie terkejut dengan transmisi pikiran tersebut. Pandangannya segera beralih ke arah Xiao Fan dan menemukan bahwa Xiao Fan mengangguk tanda transmisi berasal darinya.
Yun Shie turun dari kereta dan bergerak cepat ke arah Xiao Fan. Tiba di depan Xiao Fan, Yun Shie mulai mengangkat suaranya.
“Kakak, ada apa?” tanya Yun Shie dengan bingung. Yun Shie sama sekali tidak tahu apa yang sedang dipikirkan kakaknya tersebut.
“Apakah benar, dirimulah yang mengirim surat terkait perburuan benua sebelumnya?” Xiao Fan memandang ke arah Yun Shie dan bertanya keaslian orang yang mengirimnya.
Yun Shie memiringkan kepalanya, jelas dia bingung. Yun Shie mengingat bahwa dirinya tidak pernah mengirim surat kepada Xiao Fan, hal ini karena fokusnya berlatih setiap hari.
“Aku tidak pernah mengirim surat untukmu, kakak. Juga perburuan benua? Apa ini?” tanya Yun Shie dengan bingung. Dalam ingatannya sama sekali tidak menemukan apapun terkait perburuan benua.
Xiao Fan menghela nafas dalam-dalam. Sesuai dengan pemikirannya, Yun Shie bukanlah pengirim surat tersebut. Namun, bagaimana seseorang mengetahui hubungannya dengan Yun Shie, hal inilah yang menjadi pikiran Xiao Fan sekarang.
“Kakak, Apakah kamu tidak apa-apa?” Yun Shie bertanya dengan khawatir melihat Xiao Fan yang berpikir keras.
Xiao Fan segera sadar dan dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Aku tidak apa-apa, hanya saja jika bukan kamu pasti ada seseorang yang mengirim surat ini atas namamu.”
Yun Shie terkejut ketika mendengar bahwa Xiao Fan menerima surat atas nama dirinya. Hal ini membuat Yun Shie bingung dengan seseorang yang menggunakan namanya itu.
Yun Shie juga tahu hubungan dirinya dengan Xiao Fan tidak semuanya tahu. Hanya ada beberapa orang yang mengetahui hubungannya tersebut.
Xiao Fan memikirkan kembali dan memilah ingatan sebelumnya. Ayah dan Ibunya, Xiao Fan kesampingkan terlebih dahulu. Hal ini tidak mungkin karena keduanya telah meninggalkan Alam Bawah. Sementara untuk keluarga Xiao lainnya juga tidak mungkin.
Xiao Fan memikirkan kembali Xiao Ren yang sekarang entah berada di mana. Xiao Fan ingat bahwa terakhir melihat temannya tersebut, tepat saat di akademi Yuen.
‘Apakah mungkin Xiao Ren? Namun bukankah klan Xiao dihancurkan, apakah dirinya selamat?’ Xiao Fan terus memutar otaknya mulai memikirkan rangkaian kejadian sebelum-sebelumnya.
Sampai akhirnya Xiao Fan mengingat tentang Lin Hua. Namun, ketika dirinya segera menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin untuk Lin Hua yang sudah meninggal dapat mengirimkan surat.
‘Namun, entah mengapa ketika mengingat Kak Hua. Aku merasakan keanehan sebelumnya ...,' batin Xiao Fan. Namun seketika kilatan cahaya melintas di pikirannya.
Xiao Fan akhirnya mengingat bahwa Lin Hua ialah junior dari ibunya. Kemudian merangkai kejadian sebelumnya, Xiao Fan menemukan kejanggalan yang tengah terjadi.
‘Lin Hua bukanlah perempuan lemah, jika digabungkan dari kematian sebelumnya. Lin Hua kemungkinan besar masih hidup dan sekarang bersembunyi di benua lain.’
Xiao Fan berpikir dengan jernih, kilasan cahaya melintas di matanya dan Xiao Fan yakin bahwa surat atas nama Yun Shie tersebut. Dikirim oleh Lin Hua, serta pernyataan pasukan Dong telah diselamatkan oleh perempuan. Hal ini menguatkan tebakannya.
Mendengar tebakan Yun Shie, Xiao Fan menggelengkan kepalanya dan berdiri dari duduknya.
“Xiao Ren tidak mungkin mengirimkan surat. Juga, Xiao Ren kemungkinan besar meninggal ketika membela klan Xiao melawan kerajaan Ning dulu.”
Yun Shie sedikit terkejut, kemudian dirinya ingat bahwa Xiao Fan menunjukkan bahwa kerajaan menghancurkan klan Xiao.
Namun, sebelum Yun Shie berpikir lebih jauh. Suara Xiao Fan mulai terdengar di telinganya.
“Nah, Shie’er ... Bagaimana kalau seseorang yang telah terbunuh, ternyata masihlah hidup?” tanya Xiao Fan sambil menunjukkan senyum penuh arti.
Yun Shie sedikit bingung ditambah senyuman Xiao Fan, membuat dirinya yakin bahwa ada sesuatu yang menarik nantinya.
Bagaimana Yun Shie bisa melupakan senyuman tersebut. Semenjak kecil, senyum itulah yang mengisyaratkan bahwa Xiao Fan menemukan masalah besar yang paling sering dihindari oleh kebanyakan orang.
Yun Shie juga mengingat bahwa Xiao Fan bukanlah orang yang selalu menghindari masalah. Melainkan menambah masalah lebih besar, kemudian langsung menghancurkan dalam sekali jalan.
“Jadi, kakak ... Kamu mengetahui sesuatu?” tanya Yun Shie, hal ini mengingatkan dirinya saat kecil dulu yang selalu bertanya ketika melihat Xiao Fan menemukan hal besar.
Xiao Fan mendengar pertanyaan Yun Shie tidak menjawab, melainkan mendekat dan membisikkan sesuatu yang membuat Yun Shie melebarkan matanya dan gemetar.
“Ap-apakah itu nyata?” tanya Yun Shie penuh dengan keterkejutan. Apa yang dibisikkan Xiao Fan ialah Lin Hua masihlah hidup. Bagaimana Yun Shie bisa melupakan guru baik yang selalu bersamanya.
Guru yang terbunuh oleh kakaknya sendiri tepat di depan matanya. Yun Shie sama sekali tidak bisa percaya dengan ucapan tersebut. Namun, kali ini yang mengatakan adalah Xiao Fan. Jelas apa yang dikatakannya pasti akan terjadi.
“Semua masih spekulasi. Adapun itu nyata atau tidak, kita memerlukan bukti dengan cara menyelidikinya.” Xiao Fan berkata dengan nada ringan, akan tetapi jauh di dalam perkataannya sangatlah serius.
“Baik, kak.” Yun Shie mengangguk, meski ucapan Xiao Fan masihlah spekulasi. Namun, jauh dalam hati Yun Shie, berharap Lin Hua tetaplah hidup.
***
Di sisi lain, tepatnya pelabuhan Longling, Kerajaan Tian. Terlihat kapal pedagang yang besar tengah berlabuh di daratan.
“Terima kasih, Nona Pendekar.” Seorang pria menundukkan kepalanya kepada sosok perempuan di depannya.
Perempuan itu memiliki hanfu biru dengan lambang kristal es. Kulitnya halus dan sangat indah. Matanya coklat dan jauh di dalam mata terlukis kerinduan yang mendalam.
“Tidak masalah, aku akan turun terlebih dahulu.” Perempuan itu membalas dengan halus. Kemudian, tanpa menunggu jawaban dari pria di depannya. Perempuan tersebut turun dan mulai berjalan cepat.
Perempuan itu menatap lurus ke arah jalan menuju kediaman Lan. Rute yang akan dirinya ambil tidaklah lama karena hanya memakan dua belas jam untuk sampai di tempat tanpa istirahat.
“Dengan Makam Kuno tersebut, aku dapat meningkatkan kekuatanku sebelum perang pecah nantinya.” Perempuan itu berkata dengan serius.
Kemudian, dirinya menghela nafas dan tersenyum memikirkan seseorang dalam hatinya.
“Xiao Fan, kuharap pertemuan kita nanti. Kau tetaplah sama dan menjadi lebih kuat lagi.”
Kilasan ingatan terkait dirinya dengan Xiao Fan perlahan-lahan muncul. Mulai perjalanan membawa putra seniornya, menghadapi lawan yang sama dan berujung mati bersama.
Perempuan itu sedikit mengeluarkan air mata, selepas itu dia mengusap air matanya tersebut dan berikutnya, dirinya melintas cepat menuju ke kediaman Lan dengan tujuan Makam Kuno.
To be Continued.