Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 252 - Firasat Zhou Dan


Silakan Dibaca.


Benteng Perbatasan bagian Timur.


Terlihat Chu Tianheng tengah memandang ke arah Iblis yang berlutut di tanah kematian. Ia memandang dengan tatapan tidak senang. Hal ini karena iblis- iblis tersebut menyerang wilayahnya.


"Hahaha, aku tidak menyangka ada manusia yang begitu sombong di depanku! Manusia lemah berani sekali menghina kami iblis yang agung!"


Iblis yang memiliki kulit merah meraung dengan penuh amarah. Bahunya yang tertebas oleh Tianheng, membuatnya merasakan perasaan yang amat sakit.


Meski begitu ia tetap tertawa mengejek kepada Tianheng. Rasa harga dirinya sangatlah tinggi, hanya karena terkena sekali pukulan. Iblis tidak akan menganggap manusia itu kuat.


Tianheng menggelengkan kepalanya, ia merasakan bahaya dalam sekejap. Salah satu Iblis menghilang dari tempatnya, kini tiba di depannya sambil mengayunkan trisula ke arahnya.


Tianheng tetaplah tenang, trisula menembus tubuhnya. Namun, darah yang seharusnya keluar, sama sekali tidak terlihat. Hal ini membuat Iblis mengerutkan keningnya.


"Kalian hanya tingkat setengah pejuang berani melawan seorang yang sudah berada di elementasi."


Tianheng mendengus ringan. Iblis A yang mendengar kalimat Tianheng seketika merasa dingin. Entah mengapa perasaan bahaya terus menyala di hatinya.


Tianheng mendekat dengan santai, Iblis A sama sekali tidak bisa bergerak. Tangan kanan Tianheng menyentuh kepala Iblis A, selanjutnya Tianheng berkata dengan nada rendah.


"Terbakarlah!"


Kobaran api seketika menyala melahap habis Iblis A tersebut. Empat Iblis yang berada di tanah kematian memandang kosong ke arah rekannya yang terbunuh tersebut.


Iblis A dalam sekejap berubah menjadi abu dan terbang diterpa oleh angin. Tianheng sendiri tidak menunggu keempatnya kembali sadar, ia menyarungkan kembali pedangnya.


"Kubus Penyucian!"


Seketika penghalang transparan berwarna merah menutupi ruang tempat keempat Iblis itu berada. Cacing hitam yang berada di tanah dalam penghalang seketika menghilang.


Keempat Iblis terkejut, mereka segera tersadar dan salah satu dari Iblis itu meraung dengan keras. "Bajingan! Beraninya membunuh salah satu rekan kami!"


Dua Iblis berkulit hitam melesat ke arah Tianheng yang terjun ke dalam penghalang. Dua Iblis lainnya mencibir karena beraninya melawan mereka berempat seorang diri.


Tianheng yang sudah berada di dalam, menarik pedangnya dan mengayunkan ke arah depan dengan cepat.


Dentang!


Serangan cakar dua Iblis tertahan oleh pedang Tianheng. Selanjutnya, Iblis D muncul di belakang Tianheng dengan tangan kanan yang terbalut oleh listrik biru cerah.


Zizizi.


Tianheng menyadari hal itu, ia dengan cepat merunduk dan serangan Iblis D mengenai udara yang menjadi tempat Tianheng sebelumnya.


Iblis B dan Iblis C segera menghilang. Pedang yang menahan keduanya lepas landas ke tanah, Tianheng segera meraihnya. Ia menendang sekilas perut dari Iblis D ke atas.


Bugh!


Iblis D terlonjak, ia terkejut dan dikirim ke atas oleh tendangan Tianheng tersebut. Iblis B dan Iblis C muncul di kedua sisi Tianheng, mereka menebas tubuh Tianheng dengan kuat.


Tianheng tidak menghindar dan serangan Iblis B dan Iblis C melewati tubuh Tianheng. Meski tertebas namun terlihat nyala api berada di kedua sisi tubuh yang tertebas tersebut.


Darah sama sekali tidak keluar, Iblis B dan Iblis C terkejut. Mereka akhirnya paham, bahwa lawannya kini bukanlah sembarangan.


"Berkumpul!"


Raungan Iblis C membuat dua Iblis lainnya bergerak mundur ke belakang. Namun, apakah Tianheng berdiam saja? Tentu tidak, ia mengumpulkan kekuatan api di pedangnya.


Nyala api kuat membuat pedang tersebut memerah, mata Tianheng menajam ke arah Iblis C. "Selepas menyerang diriku, apakah ada ruang untuk kalian kabur?"


Tianheng seketika menghilang dari tempat, ia muncul tepat di depan Iblis C. Hal ini membuat Iblis C mengecilkan pupil matanya seketika, ia terkejut namun rasa sakit yang ia derita lebih kuat daripada rasa terkejutnya.


Slash!


Iblis C tertebas tepat bahu kiri ke perut bagian kanan. Ia terpental ke belakang tepat dua Iblis muncul di tempat. Keduanya terkejut, akan tetapi mereka di sambut oleh tendangan Tianheng.


Tendangan keras tepat mengenai kedua perut mereka. Keduanya terbang ke belakang dan tepat mengenai Iblis E yang tidak dapat bergerak karena serangan Tianheng sebelumnya.


"Kita tidak bisa terus begini."


"Kebanggaan Iblis berada di pundak kita!"


Keempat Iblis saling memandang dan mengangguk bersama. Mereka mengarahkan telapak tangan ke arah dada kanannya. Kemudian, muncullah kertas dengan huruf yang aneh.


Ketika kertas tersebut dihancurkan. Tubuh mereka berempat, mulai bersinar gelap. Perlahan-lahan kabut hitam menyelimuti tubuh mereka, lalu kabut mulai menyatu dan membesar terus-menerus.


Tianheng memandang ke arah kabut hitam itu dengan waspada. Entah mengapa, perasaan tidak nyaman menyelimuti hatinya.


"Apa yang dilakukan mereka berempat?"


Tianheng bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Namun, semua pertanyaan akhirnya terjawab. Kabut hitam perlahan terhisap, kemudian Tianheng melihat sesuatu yang membuat dirinya tertegun.


Terlihat monster setinggi dua meter. Sayapnya terbentang luas. Matanya menyala merah. Kukunya panjang layaknya pedang. Seringai di wajahnya membuat para makhluk ketakutan.


Tianheng benar-benar terkejut dengan ukuran monster di depannya, ia kemudian berkata dengan nada rendah. "Ini ... Wujud asli Iblis!"


Itu benar, lawan yang Tianheng hadapi sekarang ialah Iblis tingkat kedua. Iblis ini memiliki kekuatan pada tahap Alam Elementasi. Kekuatan ini sudah setara dengan Tianheng. Entah kurang atau lebih.


Tianheng segera sadar dan berubah menjadi serius. Lawan kali ini bukanlah sembarangan. Ia mulai memasang sikap pertarungan, aura miliknya keluar dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Kahaha, aku tidak menyangka bahwa musuhku ialah manusia yang kecil ini!"


Iblis tersebut menyeringai dan tertawa kecil, ia tidak menempatkan Tianheng di matanya. Meski tahapnya sama namun pengalaman dan hal lainnya, ia lebih unggul.


Tianheng tidak senang dengan pernyataan Iblis itu. Ia mendengus dingin, lalu berkata, "jangan meremehkan kekuatanku, Iblis!"


Tianheng seketika menghilang dan muncul tepat di kepala dari Iblis besar itu. Namun, Iblis sudah menyadari kedatangan Tianheng. Ia mundur selangkah dan tangan kanannya berayun cepat ke arah Tianheng.


Kuku panjang bergerak sangat cepat dan terbentur dengan pedang Tianheng.


Bang!


***


Di tengah Kerajaan Dou, tepatnya aula istana kerajaan.


Sosok pria dengan empat tanduk terpasang di kepalanya. Wajahnya tampan, dengan tato naga di wajah sebelah kanan. Pria itu memakai jubah hitam dan pakaian armor ungu.


Itu benar, ia adalah Raja Iblis Zhou Dan. Sosok Raja Iblis yang mengirim Si Han ke pulau Luner sebelumnya. Namun, ternyata tugas tersebut gagal dan saudaranya, yaitu Si Dan tidak bisa menghancurkan penghalang yang melindungi pulau tersebut.


"Apakah ada informasi dari Benteng Timur?"


"Belum ada, Yang Mulia."


Zhou Dan berdiri, ia memandang jauh ke arah Kerajaan Tian. Entah mengapa firasatnya selalu merasa tidak nyaman. Seolah-olah sesuatu yang ia rencanakan bisa runtuh kapan saja.


"Bagaimana dengan Si Han, apakah ia mengungkapkan siapa yang memberikan simbol budak kepadanya?"


"Belum, Yang Mulia. Si Han tertutup rapat seolah-olah ia tidak akan memberikan informasi apapun."


Zhou Dan menggelap, ekspresinya menjadi jelek. Ia kemudian memandang ke arah saudara Si Han tersebut, yang tak lain Si Dan.


"Jika tidak mengungkapkannya lagi, bunuh dirinya!"


Si Dan terkejut, ia segera sadar dan menunduk dengan hormat. Selanjutnya, ia menghilang dari aula istana kerajaan, untuk melakukan tugas yang diberikan tuannya itu.


Zhou Dan memasang wajah dingin, ia memandang ke arah luar jendela dan berkata dengan samar.


"Siapapun kamu, aku tidak akan menyerah terhadapmu!"


Perkataan samar tersebut, Zhou Dan tujukan kepada seseorang.


Selepas mengatakan hal itu, ia berbalik dan pergi dari aula istana kerajaan.


To be Continued.