
Silakan Dibaca.
Komandan Long melebarkan matanya ketika merasakan rasa sakit di bagian punggungnya. Ia ingin berbalik dan melihat siapa yang menyerang dari belakang.
Tebasan!
Namun, sebelum ia berbalik. A Lin berhasil menebas tubuh depan Komandan Long dengan cepat. Darah segar menyembur keluar dengan deras.
Komandan Long terhuyung-huyung ke samping, ia sekarang melihat siapa yang menyerangnya dari belakang.
Namun, melihat orang yang menyerang. Ia tercengang dan tatapannya menjadi horor. Apa yang ia lihat adalah sesuatu yang seharusnya tidak bisa terjadi.
A Lin yang selesai menebas, ia memandang ke arah depannya. Tubuhnya seketika membeku dan air matanya tumpah seketika.
“A Lan...”
A Lan, ia menebas punggung Komandan Long dengan penuh kebencian. Tatapannya sekarang bertemu dengan Kakaknya.
“Kakak...”
A Lin sedikit terguncang, ia dengan cepat sadar dan menghampiri adiknya. “Kamu masih hidup? Apakah ada luka di tubuhmu?”
A Lan menggelengkan kepalanya, kemudian memandang ke arah Xiao Jian, selepas itu menunduk sebentar, lalu tatapannya beralih kembali ke arah Komandan Long dengan penuh amarah.
A Lin menyadari tatapan adiknya sebelumnya, ia menatap ke arah Xiao Jian. Selepas itu, menatap ke arah Komandan Long dengan penuh amarah.
‘Apa yang sebenarnya terjadi, meskipun aku rela untuk menjadi budak Tuan itu. Namun, aku perlu tahu, apa yang sebenarnya terjadi...’
A Lin sedikit kebingungan, sampai akhirnya adiknya berkata dengan nada serius.
“Kakak, kita harus membunuh Pria Tua busuk ini. Ia sebenarnya ingin melakukan hal buruk kepada kakak sebelumnya. Juga, ia memang sengaja membunuhku.”
A Lin terkejut dengan fakta itu, ia kemudian memandang ke arah Komandan Long. Jejak kemarahan miliknya masih ada dan pandangannya menajam kembali.
“Kalau begitu, setelah ini. Jelaskan apa yang terjadi!”
A Lan mengangguk, kemudian keduanya melintas dengan cepat menuju ke arah Komandan Long.
Melihat kecepatan bergerak kedua anak didiknya, Komandan Long melebarkan matanya dan mulai melakukan posisi bertahan.
Namun, rasa sakit di bagian depan dan belakang tubuhnya benar-benar mengerikan. Ia berkeringat deras untuk menahan rasa sakit itu.
A Lin dan A Lan tiba di depan Komandan Long, keduanya mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah Komandan Long.
Merasakan dua bahaya di depannya, Komandan Long menahan pedang A Lin dan A Lan.
Tabrakan! Tabrakan!
Ketiganya saling bertukar serangan terus menerus. Komandan Long perlahan-lahan mulai tertekan dengan kekuatan A Lin dan A Lan. Ia terus mundur dan darah segar terus mengalir deras.
A Lin dan A Lan terus mengayunkan pedangnya, ia tidak peduli akan kondisi Komandan Long yang perlahan-lahan mulai pucat.
“Matilah!”
Tebasan! Tebasan!
“Urgh...” Komandan Long mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan terduduk lemas di tanah. Ia gemetar, kemudian terbaring lemas dengan darah yang terus menyembur dari berbagai tubuhnya.
A Lin dan A Lan memandang dengan dingin. Keduanya sama sekali tidak peduli akan kematian Komandan Long yang pernah menjadi Gurunya itu.
Xiao Jian muncul di belakang keduanya, ia tersenyum kemudian berkata, “Kita akan memusnahkan hama di depan.”
A Lin dan A Lan memandang ke arah Xiao Jian, kemudian mengangguk sambil berkata, “Baik, Tuan.”
Xiao Jian senang dengan tanggapan kedua pengikutnya itu. Ia mengambil keduanya karena melihat bahwa keduanya memiliki sesuatu dalam tubuh.
Namun, pelatihan yang diberikan oleh Komandan Long akan membunuh keduanya perlahan-lahan. Xiao Jian mengetahui hal itu, karena kedua anak buahnya itu memiliki sesuatu yang menarik.
Tulang Iblis Hitam Malam.
Tulang Iblis Senja Darah.
Kedua tulang itu harus memiliki pelatihan Iblis seperti dirinya. Xiao Jian mengetahui hal itu ketika melihat keduanya kesakitan hanya beberapa dorongan darinya.
‘Beruntung aku memberikan Qi milikku. Jika tidak, mereka akan meletus karena terlalu memaksakan diri untuk menyerang.’
Xiao Jian mengepakkan sayapnya, ia juga melihat bahwa berbagai saudaranya sudah selesai membunuh para prajurit bahkan Jendral hanya tersisa beberapa saja.
“Sepertinya tidak perlu, ikut campur... Tinggal menunggu Yang Mulia membunuh sampah itu.”
***
Ruang Bawah Tanah Istana Ning.
Xiao Fan membuka pintu dan memasuki tempat di balik pintu tersebut. Ia memandang ke sekelilingnya dan hanya menemukan dinding yang kuno.
“Lorong?”
Xiao Fan mengikuti kedelapan orang itu dengan berjalan lambat. Ia sebenarnya bisa mengeluarkan mereka dan mengambil harta yang diincar orang berjubah hitam.
Namun, Xiao Fan tidak ingin melakukan hal itu. Ia sadar bahwa membiarkan musuh di depannya keluar sama saja mengundang orang besar lainnya.
Xiao Fan senang sebenarnya, ia memang senang akan masalah nantinya. Namun, kekuatan yang ia miliki menekan keinginannya untuk memiliki masalah yang besar.
Shan Yuan mengamati dinding kuno itu, ia merasa bahwa dinding itu tidak pernah ia temukan sejak ia berkeliling setiap Galaksi.
“Nak, sepertinya dinding ini sangat kuno. Bahkan melebihi dari umurku mungkin, juga sebentar... Aku mengingat pernah menjelajahi bangunan kuno dulu. Namun, hanya mendapatkan satu pecahan lingkaran yang aneh.”
Xiao Fan menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan Shan Yuan, ia memandang ke arah Shan Yuan dan mendengarkan kelanjutannya.
“Pecahan itu kugabungkan dengan milikmu, sama sekali tidak cocok. Awalnya aku berpikir satu kesamaan. Namun, ternyata itu berbeda.”
Xiao Fan sedikit terkejut, ia merasa bahwa ada misteri yang menakjubkan di balik pecahan-pecahan lingkaran tersebut.
“Menarik, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang besar di balik pecahan itu...”
Shan Yuan juga bersemangat, ini adalah momen yang belum pernah ia temukan. Ia hanya menjelajah, mempelajari, dan bertarung.
“Namun, kita selesaikan akun kita di sini...”
Shan Yuan kembali serius dan mengangguk, Xiao Fan kemudian berjalan maju menuju tempat kedelapan orang yang ia ikuti sebelumnya.
***
Di depan Xiao Fan.
Ning Zhingren yang dipaksa berjalan, melirik ke arah tujuh orang berjubah hitam itu. Ia sebenarnya memiliki rencana untuk membuat suara keras, agar para prajuritnya mengetahui tempatnya.
Namun, sayang... Semua prajurit miliknya dibunuh tanpa sepengetahuan dirinya.
“Apakah di sini?”
Ning Zhingren menatap ke depan, ia melihat pintu yang sebelumnya ia lihat.
Salah satu orang berjubah hitam maju, ia memegang pintu yang tertutup dengan rapat bahkan tidak ada celah sama sekali.
“Bagaimana membukanya?” Orang berjubah hitam yang membawa Ning Zhingren, berkata dengan dingin.
“Ada di mata ukiran... Jika, kalian amati ada kristal merah di sana. Gunakan telapak tangan kalian dan pintu akan terbuka.”
‘Yah, selepas kalian memegang kristal itu, kalian akan mengaktifkan berbagai panah yang berada di tempat ini’
Ning Zhingren menjelaskan sambil berpikir dengan licik, ia ingin membunuh ketujuh orang berjubah hitam itu di tempat.
“Lemparkan dia ke atas!”
Ning Zhingren melebarkan matanya, ia terkejut dan terlempar ke atas. Kemudian, tangannya tanpa sadar memegang kristal merah di pintu.
Berderak!
Pintu perlahan-lahan terbuka, salah satu orang berjubah hitam masuk terlebih dahulu. Namun, ia berhenti dan melirik dengan dingin ke arah Ning Zhingren.
“Awasi tanganmu...”
Peringatan orang berjubah hitam, membuat Ning Zhingren bergetar tanpa sadar. Ia benar-benar ketakutan sekarang dan mengangguk dengan patuh.
“Ayo masuk, bawa dia sekalian... Juga, awasi dia!”
Salah satu orang berjubah hitam menarik Ning Zhingren berdiri dan mengunci tangannya ke belakang, kemudian mendorongnya masuk bersama-sama.
Kedelapan orang itu, akhirnya masuk ke dalam sebuah ruangan yang luas. Pintu yang terbuka lebar, perlahan-lahan menutup.
***
Xiao Fan mendengar suara pintu tertutup, ia mengetahui bahwa pintu di depan memiliki semacam kunci sendiri. Namun, saat akan melesat maju, ia dihentikan oleh Shan Yuan.
“Tunggu, Bocah...”
“Jangan lupakan apa yang kau perbuat sebelum memasuki tempat ini...”
Xiao Fan berhenti, ia tanpa sadar menaikkan sudut mulutnya dan mengangguk dengan ringan.
“Kau benar, Pak Tua. Tempat ini semuanya berada di kendaliku...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan, tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.