
Silakan Dibaca.
Xiao Fan dan Yan Han selesai mengambil jarahan para prajurit yang telah mereka bantai sebelumnya.
Hanya ada beberapa koin emas dan teknik serangan biasa. Xiao Fan mengambil semuanya dan untuk Yan Han, ia berikan manual teknik yang sudah ia kembangkan sendiri.
“Terima kasih, Yang Mulia.” Ungkap Yan Han dengan senang, ia sangat senang ketika mendapatkan teknik tingkat tinggi.
Xiao Fan mengibaskan tangannya, tanda tidak masalah. Ia sendiri juga sedikit senang ketika mendapatkan teknik normal.
Xiao Fan menyimpan teknik tersebut, ia memandang ke arah Kerajaan Dong dengan tajam. Entah kenapa, ia memiliki firasat akan banyak orang yang datang ke pelabuhan.
Yan Han yang melihat tuannya fokus ke arah Kerajaan Dong, ia segera menyimpan teknik yang diberikan tuannya dan menatap ke arah depan.
“Yan Han, sepertinya kita tidak perlu ke sana..” ucap Xiao Fan dengan senyum kecil, ia kemudian melihat ke depan dan mengeluarkan pedangnya kembali.
Yan Han yang mendengar hal itu, sedikit tertegun. Namun, kemudian ia mendengar suara derap langkah kaki dari arah Kerajaan Dong.
Yan Han segera menatap ke arah tempat tersebut, ia melihat berbagai sosok hitam dan debu memenuhi sosok hitam tersebut.
Perlahan-lahan sosok hitam itu, melebar dan terus melebar. Suara langkah kaki kuda bahkan manusia terdengar di telinga Yan Han.
“Tuan, ada berapa mereka?” tanya Yan Han, ia sebenarnya terkejut ketika melihat berbagai pasukan tengah bergerak menuju ke pelabuhan.
“Ada sekitar tiga puluh juta prajurit yang berjalan ke arah kita. Namun, rata-rata berada pada Alam kebangkitan.” Jawab Xiao Fan sambil menunjukkan seringai kesenangan.
Yan Han yang mendengar hal itu kagum, kemudian ia melihat tuannya sudah bersiap untuk berperang melawan pasukan di depannya.
Ia juga tidak bisa ketinggalan untuk acara besar tersebut, di saat ia memikirkan betapa kasihannya Ni Shan Jian. Sosok orang itu seketika muncul di sebelahnya.
“Oh, kau akhirnya tiba.. kukira kau tidak akan mengikuti acara pesta besar ini.” Canda Yan Han terhadap Ni Shan Jian yang baru tiba.
“Salam, Yang Mulia..” Ni Shan Jian menyapa Xiao Fan terlebih dahulu, kemudian memalingkan wajahnya ke arah bayangan yang tak lain ialah para pasukan Kerajaan Dong.
“Mana mungkin, aku tidak ikut dalam acara yang begitu megah.” Ucap Ni Shan Jian dengan senyum penuh makna.
Ia segera bergabung dengan Roh Elemen miliknya. Begitu juga dengan Yan Han, keduanya selesai melakukan transformasi, sementara Xiao Fan tetap hanya menggunakan pedang pendeknya.
“Yan Han, gunakan kemampuan areamu.” Titah Xiao Fan segera, Yan Han yang mendengar hal itu menyeringai.
“Dimengerti, Yang Mulia.” Jawab Yan Han, kemudian ia maju beberapa meter dari Xiao Fan dan Ni Shan Jian.
Tatapan Yan Han berubah menjadi liar, kemudian ia menghentakkan kakinya ke tanah dengan keras. Berbagai batu melayang ke udara.
Yan Han tidak berhenti, ia terus menggetarkan tanah di bawahnya, banyak prajurit yang berasal dari Kerajaan Dong melihat hal tersebut.
“Segera lapor kepada Raja.” Teriak prajurit yang berada di barisan depan, kemudian ia menghentikan pergerakan para prajurit lainnya.
Raja yang berada di belakang, mendengar laporan dari prajurit baris depan. Ia mengerutkan keningnya ketika mengatakan seseorang menghentakkan kakinya terus menerus.
“Prajurit yang di pelabuhan, apakah di serang? Sial, apakah sinyal untuk pergi ke pelabuhan adalah rencana dari para bangsawan baji*ngan itu!” raung Raja Dong.
Ia sebenarnya terkejut ketika mendengar Kerajaan Angin Barat yang telah mengalahkan Kerajaan Ning, mulai bergerak menginvasi seluruh Kerajaan.
Awalnya sedikit tak percaya, namun karena putranya yang bodoh. Seenaknya mengatakan bahwa perempuan dan wanita akan menjadi budaknya, ia yang baru menjabat mendapatkan masalah.
Kemudian, sekarang ia mendengar bahwa Kerajaan Angin Barat sudah menghancurkan Kota Perbatasan dan tiba di pelabuhan.
Bagaimana ia bisa tenang, sampai akhirnya ia tiba di medan perang dan laporan prajurit depan mengatakan hanya ada enam orang.
Tiga prajurit, dua orang dewasa, dan satu pemuda. Namun, ketika informasi ketiga di berikan kepadanya, ia melebarkan matanya.
“Apa katamu, pemuda yang menyerang adalah Raja Angin Barat?” tanya Raja Dong sambil melotot tak percaya.
“Itu benar, Yang Mulia. Di sekitarnya adalah prajurit Kerajaan Dong yang berjaga di pelabuhan, namun semuanya tewas.” Jawab prajurit dengan gugup.
“Jadi, berita bahwa dia ingin menguasai seluruh Kerajaan di Benua ini ternyata benar. Kalau begitu, luncurkan seluruh pasukan, serang dan bunuh mereka.” Titah Raja Dong.
***
Barisan Depan.
Panglima memandang ke arah musuh yang berada di depan, ia bingung dengan tindakan dari seseorang yang terus-menerus menggetarkan tanah.
“Panglima, luncurkan seluruh pasukan. Itu adalah titah dari, Yang Mulia.” Ucap Prajurit yang baru saja tiba dari barisan belakang.
Panglima perang menatap ke arah prajurit itu, kemudian ia mengangkat pedangnya dan berteriak dengan keras.
“Semua—“ namun, sebelumnya suaranya terdengar. Banyak prajurit menyela ucapan dari Panglima Perang.
“Apa itu!” teriak salah satu prajurit, ia berteriak dengan gugup dan penuh akan rasa takut.
“Ya Tuhan, lari! Semuanya lari!” teriak prajurit lainnya, ia ketakutan melihat ke depan. Berbagai prajurit lainnya juga bereaksi sama.
Panglima perang yang mendengar kericuhan prajurit tidak bisa untuk tidak menatap ke depan, di saat ia melihat ke depan matanya melebar.
Terlihat tanah yang telah digetarkan oleh Yan Han perlahan-lahan naik dan membentuk bola tanah yang begitu besar.
Panglima perang yang melihat hal itu benar-benar gemetar, ia terkejut melihat bola yang menutupi langit-langit medan Perang.
Yan Han sendiri menyeringai, ia menekuk kakinya dan melompat ke atas. Bola yang besar sendiri terbentuk karena, batu-batu kecil saling berdekatan satu sama lain.
Yan Han tiba di puncak bola besar tersebut, ia mengarahkan tangannya ke depan. Kemudian, Qi miliknya terjalin dengan Qi yang tergabung dengan batu-batu tersebut.
“Matilah kalian, para prajurit.. Jatuhnya Meteor!!” raung keras Yan Han, bertepatan dengan nyala api di berbagai batu-batu kecil tersebut.
Batu-batu menyala, kemudian satu persatu melesat secara acak menuju ke arah para prajurit yang tengah berdiam diri di tempat.
Para prajurit menatap hujan meteor yang melesat ke arah mereka, tatapan mereka ngeri dan ketakutan. Nafas mereka tidak beraturan dan satu kata dalam pikiran mereka masing-masing.
“Lari!”
Para prajurit berbalik, ingin melarikan diri. Namun, dua puluh juta prajurit bukanlah sedikit, tempat tersebut berubah tidak terkendali.
Kericuhan para prajurit membuat berbagai formasi hancur dalam sekejap, batu-batu meteor akhirnya tiba di atas mereka masing-masing.
Boom! Boom! Boom!
“Arhhh!!” teriakan-teriakan para prajurit bergema di seluruh penjuru medan perang.
Tanah yang menjadi area sasaran batu meteor, sudah berubah menjadi hitam, api dengan nyala kuat menyebar di mana-mana.
Ada juga Komandan Prajurit juga terkena serangan tersebut, meski begitu ia masih hidup dan berhasil menangkis beberapa batu meteor.
Prajurit yang terkena serangan meteor, semuanya mati tanpa tersisa. Ada sekitar 200.000 prajurit terkena dampak meteor tersebut.
Raja yang berada di kejauhan, benar-benar menunjukkan ekspresi serius kali ini, ia tidak menyangka lawan akan memiliki kemampuan Area yang begitu luas.
“Bunuh mereka!” Raja meraung dengan keras, 19 Juta prajurit berteriak marah dan bergerak cepat melesat ke arah Xiao Fan dan lainnya.
Yan Han turun di dekat Xiao Fan dan Ni Shan Jian, ia memandang ke depan dan sedikit menunduk. “Perintah sudah terlaksana, Yang Mulia.”
“Kerja bagus..” jawab Xiao Fan, kemudian Shen Yu Ling muncul dari dalam tubuhnya. Ia tidak mengatakan apa pun, namun Xiao Fan paham.
“Semuanya, mari kita berpesta!!”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.