
[Chapter 78.]
[Kematian Xiao Fan.]
[Silahkan Dibaca.]
Hutan Clover.
Xiao Fan terkejut, dia melebarkan matanya ketika melihat sebuah cakar memasuki dadanya dan mengeluarkan jantung miliknya. Begitu juga, dia melihat ada tangan keluar membawa jantung Lin Hua.
“Que...er, kena..pa?” Xiao Fan benar-benar lemah seketika, dia bingung dan tangan Ning Que keluar dari tubuhnya dan Lin Hua.
“Maaf, Adik Fan. Jika, kamu tidak kubunuh. Kamu akan menjadi ancaman bagi kami.” Ning Que berkata dengan dingin, dia akhirnya menunjukkan sifat aslinya.
Lin Hua sendiri tidak bisa berkata apapun, dia terjatuh dan terbaring di tanah. Xiao Fan juga terjatuh, matanya perlahan-lahan memutih. Dia benar-benar berada di ambang kematian.
Ning Shui melihat hal itu dengan cepat melebarkan matanya, dia melemparkan kartu miliknya ke arah Ning Que agar menjauh dari Xiao Fan.
“Menyingkir!” teriak Ning Shui dengan marah melemparkan berbagai kartu miliknya. Ning Que dengan senyum sinis melakukan backflip menghindari kartu tersebut.
“Wush..” Ning Shui dengan cepat tiba di dekat Xiao Fan yang tengah berada di ambang kematian.
“Kakak Fan, bangun kak. Jangan tinggalkan Shui’er sendirian.” Ning Shui menitikkan air mata miliknya.
Xiao Fan tidak merespons, dia perlahan-lahan menutup matanya. Ning Shui terus menggoyangkan tubuh dari Xiao Fan tersebut.
Namun, usaha Ning Shui tidak membuahkan hasil. Dia lemas seketika, tetapi dalam sekejap sesuatu dalam tubuhnya meronta-ronta ingin keluar.
Ning Shui meletakkan Xiao Fan di tanah, dia tersenyum dan berkata, “Beristirahatlah dengan tenang, Kakak Fan.”
Ning Shui menutup matanya, dia mengeluarkan air mata dan jatuh ke arah Xiao Fan. Dia bangkit dan menatap dingin ke arah Ning Que.
“Ada apa dengan tatapanmu itu, wahai adikku?” Ning Que menatap tajam sambil tersenyum sinis kepada Ning Shui.
“Kenapa kamu membunuhnya? Bukankah kita sudah hidup bersama dengannya?” Ning Shui bertanya dengan nada berat. Roh Elemen miliknya keluar dengan sendirinya.
Ning Que mendengar dan melihat Ning Shui mengeluarkan Roh Elemen, dia muram dan menggelap. “Jadi, begitu... Kamu terlalu mencintainya, padahal Ayah dan Ibu memerintahkan kita untuk mengawasi Xiao Fan, tetapi kamu ternyata jatuh cinta kepadanya.”
Ning Shui ingat akan hal itu, tetapi dia tidak peduli. Cinta miliknya terlalu besar, dia dengan ringan mengeluarkan dua puluh kartu di sekelilingnya.
“Nyawa di balas Nyawa.” Ning Shui melesatkan dua puluh kartu tersebut ke arah Ning Que dengan cepat.
Melihat serangan tersebut, Ning Que berubah menjadi Rubah Api. Dia menatap tajam ke arah Ning Shui. “Jadi, itu pilihanmu... Maka kamu juga mati!”
Ning Que melesat ke arah Ning Shui, dia menghindari seluruh kartu yang dilemparkan oleh Ning Shui tersebut.
Ning Shui melihat Ning Que sudah dekat dengan dirinya, dia mengarahkan kartu di depannya dan membuat sebuah dinding tak kasat mata.
Ning Que yang melihat hal itu, mengeluarkan sembilan bola api. Dia melesatkan bola api tersebut ke arah pelindung Ning Shui.
“Boom..” Ning Shui dengan cepat keluar dari pertahanan miliknya. Dia melompat ke arah pohon dan mengeluarkan pedang miliknya.
“Tringg...” Ning Shui menyadari kehadiran dari Ning Que tersebut, dia menggunakan pedang miliknya menangkis berbagai serangan cakar milik Ning Que.
“Dasar adik tidak berguna, ikatan keluargamu hancur karena memilih orang yang baru bersamamu.” Ning Que berkata dengan nada tinggi, dia ingin menggoyahkan tekad dari Ning Shui.
Namun, hal itu percuma. Sekarang Ning Shui terlihat menganggap Ning Que adalah orang yang harus dirinya bunuh.
“Cih,” dengus Ning Que, dia tidak menyangka bahwa caranya tidak efektif kepada Ning Shui.
Ning Shui melihat Ning Que yang lengah. Dengan cepat, dia mengayunkan pedang miliknya ke arah tepat leher Ning Que.
Menyadari akan serangan tersebut, Ning Que tidak diam. Dia menahan pedang tersebut dengan cakar miliknya. Kemudian, dia memasuki bentuk keduanya.
Seluruh tubuh Ning Que terlapisi oleh api. Kemudian, dia mengayunkan cakar ke arah Ning Shui.
Tiga siluet cakar melesat ke arah Ning Shui. Namun, Ning Shui sudah mengambil langkah pertama, yaitu membuat dinding air di depannya.
Ning Que melihat hal itu, terus mengayunkan cakarnya. Berbagai siluet cakar melesat ke arah Ning Shui.
Ning Shui sedikit tidak tahan akan hal itu, dia menghilangkan dinding air miliknya dan melesat ke arah Ning Que.
Ning Shui tidak peduli akan rasa sakit yang timbul dari tebasan-tebasan cakar dari Ning Que tersebut.
Melihat Ning Shui tidak stabil, Ning Que dengan ringan menendang perut Ning Shui yang telah banyak menerima luka tebasan cakar miliknya.
“Boomm...” Ning Shui jatuh ke tanah dan membuat tanah sekitarnya terbentuk jaring laba-laba.
“Guahh..” Ning Shui mengeluarkan banyak darah. Ning Que tiba di tanah, dia berjalan mendekat ke arah Ning Shui.
“Dasar adik bodoh,” hina Ning Que terhadap Ning Shui. Dia tiba di dekat Ning Shui dan menginjak luka milik perempuan tersebut.
Ning Shui berteriak kesakitan, dia benar-benar tidak berdaya sekarang. ‘Aku benar-benar lemah, sangat lemah. Bahkan tidak bisa membalaskan dendam untuk Kakak Fan.’
Ning Shui terbaring di tanah, matanya tertuju ke arah Xiao Fan yang terbaring mati di kejauhan.
‘Aku akan menyusulmu, Kakak.’
***
Di suatu tempat.
Lautan hitam yang membentang jauh dan tidak ada batasan sama sekali. Terlihat sosok pemuda tengah mengambang di lautan tersebut.
“Apakah ini Alam setelah kematian?” pemuda itu bertanya dengan penasaran kepada dirinya sendiri.
“Kenapa, kenapa dia mengkhianati diriku?” pemuda itu lagi-lagi bertanya kepada dirinya sendiri.
“Aku seorang Dewa, tetapi kenapa mudahnya di bunuh oleh seorang Fana. Apakah karena rasa kebaikanku kepada perempuan?”
“Apakah karena aku terlalu naif kembali?”
“Apakah ini hukuman melakukan Reinkarnasi?”
“Gelap sekali, tenang dan sunyi di tempat ini, mirip di tempat itu.”
Pemuda itu tidak lain ialah Xiao Fan. Dia tengah termenung tidak jelas di lautan hitam tersebut.
Xiao Fan benar-benar tidak menyangka dirinya dikhianati oleh orang yang dipercaya. Bahkan, dia akan mengklaim orang tersebut.
“Apakah Ning Shui juga mengkhianati diriku?”
Xiao Fan mengingat perempuan manis tersebut, dia bingung apakah Ning Shui juga akan mengkhianati nantinya.
“Jadi ini yang dimaksud Kak Hua?”
Xiao Fan mengingat ucapan dari perempuan yang menjadi junior dari Ibunya tersebut. Lalu, dia mengingat Ayah dan Ibunya.
Namun, sebuah suara tawa hina terdengar oleh Xiao Fan, tawa itu benar-benar keras sampai-sampai lautan bergetar terus-menerus.
“Hahahahaha,” tawa liar yang penuh akan teror dan ancaman terdengar oleh Xiao Fan. Dia bingung tawa siapa tersebut.
“Siapa di sana?” Xiao Fan seketika duduk di atas lautan, dia terkejut di saat tubuhnya di kendalikan oleh seseorang.
Tepat di depan Xiao Fan, muncul sebuah cahaya hitam yang perlahan-lahan membesar dan membentuk sebuah lubang hitam.
Sebuah sosok hitam keluar dari lubang tersebut, ketika Xiao Fan melihat hal itu. Dia melebarkan matanya dan berkata dengan ekspresi terkejut.
“Bagaimana bisa...” Terlihat sosok orang sama persis dengan Xiao Fan. Namun, pakaian yang dikenakan orang itu adalah serba hitam, rambut hitam dengan mata berwarna merah.
“Yo... Akhirnya kita bertemu, diriku yang lain.”
[Ilustrasi Karakter.]
Zhu Lin
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.