Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 41


[Chapter 41.]


[Melawan Birda.]


[Silahkan Dibaca.]


Birda, monster roh berelemen angin dan daun. Mereka memiliki wilayah khusus masing-masing. Antara lain, lembah, pegunungan, tempat-tempat yang memiliki udara yang tinggi dan rerumputan yang banyak.


Birda memiliki tingkat rata-rata yaitu adalah biru. Mereka juga bisa naik tingkat seperti monster pada umumnya. Jadi, pasti para Birda bisa bersaing dengan monster kuat lainnya.


Sekarang, di lembah Fengjian. Terlihat Xiao Fan dan kelompoknya, berhadapan dengan Birda. Mereka berhadapan dengan 12 Birda yang masing-masing terpisah menjadi satu orang mengatasi dua Birda.


***


Liu Kai menatap ke arah dua Birda di depannya. Pedang api keluar dari tangan kanan miliknya. Dengan ayunan cepat, pedang menebas ke arah depan.


Wushhhh.


Birda melihat serangan tersebut, mereka dengan cepat membalas dengan kepakan sayap berkali-kali.


Wushhhh.


Angin topan menerpa serangan tersebut. Kedua serangan bertemu dan terjadilah ledakan yang kuat.


Booommm.


Liu Kai tidak tinggal diam. Kaki mengeras dan melesat ke arah kedua Birda tersebut. Pedang miliknya bersinar dengan merah.


Tiba di dekat Birda, Liu Kai dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arah salah satu Birda tersebut.


Merasakan bahaya dari atas, salah satu Birda terkejut dan tidak sempat menahan serangan dari Liu Kai.


Slashhhhh.


“Kyyaaakk,” teriak Birda1 kesakitan, karena serangan dari Liu Kai tersebut. Birda2 terkejut dan dengan cepat berteriak keras.


“Krayyy.” Rumput mulai bergerak menuju Birda1. Rumput itu menutupi seluruh luka yang di derita Birda1.


Liu Kai yang tiba di belakang Birda1 terkejut akan tindakan cepat Birda2. Dia tidak bisa membiarkan Birda2 menyembuhkan Birda1. Dengan cepat, Qi memasuki pedang api miliknya.


Wushhhhh.


Liu Kai muncul tepat di dekat Birda2, dengan ayunan tajam dan cepat, Liu Kai menebas leher dari Birda2 tersebut.


Slashhhh.


Kepala Birda2 berputar dan jatuh ke tanah. Tubuh Birda2 juga perlahan jatuh dan terbaring tak bernyawa.


Birda1 melihat hal itu terkejut, akan tetapi rasa terkejutnya menjadi lebih ketika kepalanya berputar menuju ke bawah.


“Khakk.” Birda1 bingung, akan tetapi dia tahu bahwa dirinya sudah mati. Hanya dengan melihat tubuhnya yang masih berdiri tanpa kepala, dia sudah memahaminya walaupun dirinya monster.


Brukkk.


Liu Kai memandang kedua Birda dan melihat ke arah yang lainnya.


***


Zhu Lin sudah berubah menjadi monster roh elemen miliknya. Dia membunuh Birda dengan mudah, karena hanya perlu menggunakan kemampuan pertamanya, kedua Birda tersebut tidak berkutik sama sekali.


Zhu Lin menatap ke arah Birda yang sudah terbaring tak bernyawa, dia kemudian berubah menjadi bentuk manusianya.


“Hukum tetaplah hukum, yang kuat pasti akan menginjak yang lemah. Semenjak dulu, hukum itu selalu ada.”


Zhu Lin menatap ke arah seluruh temannya, dia menatap ke arah Xiao Fan sambil tersenyum. Dalam matanya terlintas harapan untuk hidup.


“Semoga dia bisa membantuku agar tetap hidup.”


***


Xiao Ren berubah menjadi bentuk Elang Api. Dia menang banyak, karena elemen musuh berlawanan dengan dirinya.


Xiao Ren menggunakan kemampuan keduanya yaitu bulu bilah api. Dalam sekejap ribuan bulu api menerjang ke arah dua Birda yang menjadi lawannya.


Xiao Ren berubah ke mode manusianya. Dia menatap ke arah Birda yang tak bernyawa dan terbakar di mana pun tempatnya.


“Sejauh ini menurutku tidak ada kendala melawan monster roh. Namun, aku merasakan bahwa monster roh benar-benar layak dianggap monster.”


Xiao Ren selama bertarung selalu mengamati tingkah musuhnya terlebih dahulu. Dia selalu melihat bahwa monster roh memiliki kekuatan yang kuat, mereka juga memiliki pemikiran yang tajam.


“Pikiran tajam mereka melebihi manusia, apakah akan ada era di mana monster roh siap mengambil alih manusia?”


***


Ning Shui terus menghindari serangan dari kedua Birda di depannya. Dia paling lama dalam bertarung, karena elemen miliknya yang kalah melawan Birda.


Boom Boom Boom.


Ning Shui melirik ke arah dua Birda yang terus menyerang dengan tebasan angin. Dia sudah mengeluarkan roh elemen miliknya, akan tetapi dia masih berpikir bagaimana cara mengalahkan kedua Birda yang memiliki elemen unggul melawan dirinya.


“Kyakkk.” Berbagai rumput naik ke atas. Kemudian menyatu menjadi satu dan berubah menjadi lancip.


Ning Shui melihat hal itu melebarkan matanya. Dia terkejut, bahwa daun bisa dibuat seperti itu. Dirinya tersenyum dan mulai melesat ke arah Birda selepas menghindari berbagai tebasan angin.


“Elemenku memang kalah dari kalian. Namun, kekuatanku tidak akan kalah.” Ning Shui berkata sambil melapisi tangannya dengan Qi.


Birda melepaskan daun lancip ke arah Ning Shui dengan cepat. Daun tersebut berputar, menembus udara membuat sebuah torpedo angin.


Wushhhhhh.


Ning Shui melihat hal itu dengan tenang. Dia berhenti, telapak tangan kiri ke depan, tangan kanan mengepal di belakang. Posisi tersebut mirip dengan kuda-kuda Karate.


“Pukulan Penghancur Udara.” Ning Shui mengeluarkan teknik lain, ini adalah teknik yang diajari oleh Xiao Fan ketika ia dalam keadaan darurat nantinya.


Qi melebar membentuk lingkaran aura di kepalan tangan kanan Ning Shui. Dengan keras, kepalan tangan memukul tepat ke arah depan.


Boooommmmm.


Gelombang kejut menyebar dan menyerbu ke arah daun lancip tersebut. Daun lancip berhenti di tengah jalan.


Kedua serangan mengalami konfrontasi yang kuat. Namun, perlahan-lahan terdengar sebuah suara retakan dari serangan tersebut.


Krak Krak.


Sekarang terlihat, daun lancip perlahan-lahan mulai retak dan hancur berserakan dimana-mana.


Kedua Birda terkejut, akan tetapi mereka jauh terkejut ketika melihat sosok manusia tepat berdiri di depannya dengan sebuah pedang di tangan.


“Elemen bisa kalah, akan tetapi tubuh kalian bukan elemen asli.”


Ning Shui melapisi pedang air dengan Qi miliknya. Kemudian, dia melompat dan menebas tepat leher kedua Birda tersebut.


Slashhh Slashhhhh.


Dua kepala Birda berputar dan perlahan jatuh ke bawah. Ning Shui yang sudah mendarat di tanah, melihat mayat Birda dan tersenyum dengan senang.


“Akhirnya aku mengalahkan monster itu.”


***


Lin Hua melawan kedua Birda dengan mudah, bagaimanapun juga dia kuat, karena dia guru dan roh elemen tingkat delapan yang kuat.


Lin Hua melambaikan tangannya berbagai bunga es muncul dari tanah, kelopak mulai mekar dan menerjang ke arah kedua Birda tersebut.


Birda melepaskan serangannya, akan tetapi serangan tersebut terbelah dan hancur oleh kelopak-kelopak bunga es Lin Hua.


Jleb Jleb Jleb Jleb.


Kelopak-kelopak bunga es menancap ke seluruh tubuh Birda. Perlahan-lahan es menyebar dan membekukan Birda tersebut.


Namun, kelopak selanjutnya muncul dan menghancurkan tubuh Birda yang sudah membeku tersebut.


Lin Hua melihat hal itu tersenyum, dia menatap ke arah Xiao Fan dengan tawa kecil. “Hihihi~ aku akan meminta hadiah dari adik Fan nantinya.”


***


Xiao Fan sendiri menatap ke arah dua Birda yang telah terkunci oleh benang-benang miliknya. Dia hanya menggerakkan sedikit jari saja, kedua Birda terkunci.


“Tubuh kalian besar, pasti menyimpan banyak hal misteri. Maka dari itu, biarkan aku membedahnya dan mengungkap hal misterius itu.”


Xiao Fan benar-benar sudah terlihat seperti ilmuwan yang tergila akan hal baru. Tawa liarnya membuat kedua Birda bergidik ngeri.


“Baiklah, mari kumulai membunuh kalian berdua. Sebelum mengatasi semut-semut yang hanya bersembunyi saja.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.