Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius


Silakan Dibaca.


Xiao Xia dan Yu Lin saling melindungi punggung mereka masing-masing. Penyerang yang tak lain Tetua pertama dan Tetua kedua menatap dengan dingin ke arah kedua perempuan tersebut.


Tetua pertama dan Tetua kedua mundur beberapa langkah, mereka masih diliputi amarah ketika melihat kedelapan teman mereka mati tepat di depan mata.


“Tetua pertama, kamu lawan saja Yu Lin... Aku akan melawan perempuan ini!”


Tetua pertama mengangguk, ia merasa bahwa pengaturan Tetua kedua tepat. Keduanya ingin memisahkan kedua perempuan tersebut.


Yu Lin dan Xiao Xia sendiri, saling mengangguk satu sama lain. Yu Lin mengangkat pedangnya, Qi miliknya mengembun dan Yu Lin mengayunkan pedangnya secara vertikal.


“Dinding Beku...”


Seketika berbagai es muncul dari depan kaki Yu Lin menuju ke arah dinding kediaman Ko tersebut.


Tetua pertama dan Tetua kedua merasakan gerakan tersebut, keduanya paham bahwa Yu Lin ingin memisahkan mereka berdua.


Kedua Tetua bergerak ke masing-masing sisi. Keduanya sekarang terpisah dengan dinding es yang menjulang tinggi tersebut.


Yu Lin melesat ke arah Tetua pertama, Xiao Xia dengan senang melesat ke arah Tetua kedua. Mereka berdua melakukan pertempuran dan melupakan satu orang yang tengah melarikan diri.


***


Xiao Xia melesat ke arah Tetua kedua, baginya Tetua kedua tersebut sama dengan yang lainnya. Tidak ada kekuatan yang kuat, hanya beberapa keterampilan naik.


Xiao Xia memahami hal itu, dengan lambaian tangannya. Sosok belati melintas menuju ke arah Tetua kedua dengan liar.


Tetua kedua menatap hal itu, ia mengangkat tangannya dan pedang berwarna putih muncul dari udara. Kemudian, Tetua kedua mengayunkan pedang tersebut ke arah belati yang melesat ke arahnya.


Dingg...


Dalam sekejap, Xiao Xia muncul di samping Tetua kedua sambil mengayunkan belati miliknya tepat ke arah tangan kanan milik Tetua kedua tersebut.


Namun, serangan Xiao Xia tersebut di tepis dengan pedang Tetua kedua tersebut.


Ding...


Xiao Xia menyusutkan matanya, dirinya sedikit menaikkan sudut mulutnya dan bergumam pelan. “Menarik.”


***


Di sisi Yu Lin, ia melesat dan dalam sekejap tiba di dekat Tetua pertama sambil mengayunkan pedang miliknya secara vertikal.


Tetua pertama yang dihadapkan serangan tersebut. Melambaikan tangan kanannya dan menukar pedang menjadi tombak hitam.


Dinggg...


Tetua pertama menahan serangan Yu Lin dengan sekuat tenaganya. Dirinya tidak menyangka bahwa Yu Lin memiliki kekuatan setara dengannya.


Yu Lin mundur dan memperlambat turunnya sambil melambaikan tangan kirinya ke depan.


Crack.. Crack...


Berbagai es terbentuk di udara dan membentuk lancip dengan ujung tajamnya mengarah ke arah Tetua pertama.


“Maju!”


Es yang terbentuk tersebut melesat ke arah Tetua pertama dengan cepat. Es tersebut tidak hanya melesat, serangan tersebut juga berputar dengan cepat.


Tetua pertama tidak mundur, ia memutar tombak miliknya. Dalam sekejap, ia bergerak menghancurkan serangan Yu Lin, ketika memasuki bidang miliknya.


Crash.. Crash...


Tetua pertama dengan tenangnya menghancurkan berbagai serangan Yu Lin tersebut. Dirinya tidak terlalu takut akan serangan tersebut.


Yu Lin benar-benar sedikit terkejut, ia akhirnya paham. Kenapa keluarga Ko sangat ditakuti oleh keluarganya? Hal itu, karena kekuatan Tetua pertama yang begitu kuat.


Namun, Yu Lin yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Definisi kuat untuk Tetua pertama, itu dulu. Namun, untuk sekarang, Tetua pertama tidak lebih dari seekor kancil yang mencoba terbaik untuk melarikan diri dari Singa.


***


Di saat kedua perempuan sedang bertarung dengan dua Tetua. Sosok orang melintas pergi dari kediaman Ko. Sosok itu tak lain tak bukan ialah, Patriark keluarga Ko, Ko Ling.


“Sial... Sial... Semuanya dibunuh, awas saja nanti... Kubuat dua perempuan itu tunduk di bawah kakiku dan kuhancurkan mental mereka agar menjadi budak pemuas na*fsuku nanti!”


“Langkah pertama yang harus kulakukan ialah, pergi ke Istana dan melaporkan kejadian tersebut!”


Siluet cahaya melintas di matanya, ia harus cepat melaporkan kejadian tersebut. Jika, tidak... Kedua perempuan yang menyerang akan pergi dari Kediaman Ko.


Namun, Ko Ling benar-benar tidak menyadari satu hal. Sosok bayangan hitam tengah mengintai tepat di belakangnya, sosok yang akan merenggut nyawanya dalam sekejap.


***


Istana Kerajaan Ning, terlihat di dalam Istana sekarang benar-benar kacau. Hal itu karena, dua puluh orang berjubah hitam telah membunuh beberapa orang yang dekat dengan Raja Ning tersebut.


Brukk..


Raja Ning yang tak berdaya terdorong dan menabrak ke dinding Aula Istana. Dirinya benar-benar tak berdaya sekarang, ia menggertakkan giginya ketika melihat berbagai orangnya dibunuh di tempat.


“Katakan... Di mana pecahan itu kau simpan?”


Ning Zhingren bingung dengan apa yang ditanyakan dari salah satu orang berjubah hitam tersebut. Dirinya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.


Namun, apakah kedua puluh orang tersebut percaya... Tentu saja tidak, dalam sekejap salah satu dari mereka maju dan mulai mengikat Ning Zhingren ke dinding.


“Katakan, jika tidak... Semua informasi burukmu akan kusebarkan ke seluruh Kerajaan.”


Ning Zhingren memucat, ia benar-benar tidak tahu apapun. Namun, di hadapan dengan ancaman yang bisa mempengaruhi posisinya, ia juga tidak berdaya.


“Aku benar-benar tidak tahu... Apa maksud pecahan itu? Jelaskan?”


Orang yang berjubah hitam menatap ke arah salah satu temannya, kemudian temannya tersebut mengangguk.


“Jadi, kau tidak tahu... Pernahkah kau melihat ini...”


Orang berjubah hitam menunjukkan gambar sebuah pecahan piringan yang mirip dengan apa yang diambil Xiao Fan sebelumnya di reruntuhan kuno.


Ning Zhingren menyipitkan matanya, ia kembali mengingat dengan benar. Dalam sekejap, ia akhirnya tahu yang dicari oleh dua puluh orang berjubah hitam tersebut.


“Aku memang mengambilnya dan itu, berada di ruang harta bawah tanah.”


Orang berjubah hitam menatap ke arah temannya yang di dekat Ning Zhingren. Temannya tersebut mengangguk dan mengangkat Ning Zhingren untuk berdiri dan menekuk kedua lengannya.


Ning Zhingren yang dipaksa berdiri, hanya bisa menuruti. Ia benar-benar tidak berdaya sekarang.


Orang berjubah hitam menatap ke arah sepuluh temannya dan berkata dengan nada dingin dan serius.


“Kalian bersepuluh, musnahkan semut yang tengah mengintai kita!”


Dalam bayang-bayang, Xiao Jun dan Xiao Jian tidak menyangka mereka akan ditemukan dengan cepat. Mereka berdua dalam sekejap merasakan berbagai pisau melesat ke mereka.


Wush... Wush... Wush...


Xiao Jun dan Xiao Jian melompat turun dan mendarat di dekat singgasana, ia menatap ke arah sepuluh orang berjubah hitam yang menghalangi pintu Aula tersebut.


Sepuluh sisanya pergi sambil membawa Ning Zhingren menuju ke ruang harta yang berada di bawah tanah.


“Kalian berdua...”


“Bersiaplah untuk mati...”


Xiao Jun dan Xiao Jian saling memandang, keduanya tersenyum menyeringai dan mengeluarkan pedang pendek dari punggungnya.


“Nah, Saudara Jun... Kita bagi lima:lima...”


“Aku menurut... Saudara Jian, hati-hati orang-orang ini memiliki Roh Elemen...”


Xiao Jian mengangguk paham, keduanya bersiap bertarung melawan sepuluh orang berjubah hitam tersebut.


“Mari...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.