Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 50


[Chapter 50.]


[Keluar Lembah Fengjian.]


[Silahkan Dibaca.]


Jurang Fengjian.


Xiao Fan tiba di luar gua. Dia tersenyum dan dengan ringan terbang menggunakan benang miliknya.


Xiao Fan menatap sekeliling jurang, dia mengangguk puas. Bagaimanapun juga hanya ada satu rahasia saja, ia juga melihat jalan yang terdapat asap fatamorgana.


“Di sana sepertinya ada sesuatu, tapi lebih baik naik saja. Mereka mungkin sudah melewati lembah Fengjian dan menunggu di dekat bukit.


***


Lin Hua, Ning Shui, Xiao Ren, Zhu Lin, dan Liu Kai berjalan di atas jembatan. Mereka telah selesai melewati Lembah Fengjian dan hampir tiba di dekat bukit.


“Selanjutnya kita tunggu, Fan’er di sini. Kemudian, kita semua pergi ke Desa Teng. Desa yang berada di balik bukit ini nantinya.”


Xiao Ren mendengar penjelasan Lin Hua, mengangkat tangannya. Dia lalu, bertanya, “Guru Hua, apa yang akan kita lakukan di Desa Teng tersebut?”


Lin Hua mendengar pertanyaan tersebut, menjawab sambil tersenyum. “Murid Ren, kita akan berhenti dan menginap tiga hari. Liu Kai dan Zhu Lin tengah melakukan misi di sana.”


Xiao Ren dan Ning Shui mengangguk paham. Kemudian, kelima orang tersebut tiba di sisi lain dari jembatan dekat dengan bukit.


Kelima orang itu menatap ke arah hamparan rumput yang memiliki angin sejuk, terdapat dua buah batu bulat dengan ukiran Lembah Fengjian. Mereka kemudian, berisitirahat sebentar sambil menunggu kehadiran Xiao Fan.


**


Xiao Fan berhasil keluar dari Jurang. Dia menatap ke arah Lembah Fengjian dan melihat berbagai ular angin yang sedang bergerak di lembah tersebut.


Xiao Fan tersenyum, dirinya dengan ringan bergerak menuju ke arah lembah Fengjian. Berbagai angin melesat ke arahnya, tujuan mereka adalah menjatuhkan Xiao Fan ke dalam Jurang.


Namun, Xiao Fan dengan cepat melewati hembusan angin tersebut. Dirinya bergerak sangat cepat, berbagai hembusan angin dihindari, ia bagaikan bermain di taman miliknya sendiri.


“Wush.. Wush..Wush..” Xiao Fan menatap ke arah depan, di mana sebuah garis yang menandai batas akhir lembah Fengjian. Dia semakin senang, dengan menambah kecepatan dirinya hanya terlihat siluet saja.


“Wushhh...” Xiao Fan seketika tiba di luar batas lembah Fengjian, ia kemudian memandang jembatan dan melihat teman-temannya yang sedang duduk di batu besar.


Xiao Fan dengan ringan melesat ke arah para kelompoknya tersebut. Namun, ketika tiba di jembatan. Dia melihat ke arah tanda peringatan di sana.


“Fan’er, jangan gunakan kekuatanmu!” Lin Hua yang menyadari kedatangan Xiao Fan, dengan cepat memberitahu akan hal itu. Beruntung Xiao Fan berhenti dan melihat peringatan tersebut.


Xiao Fan masih memandang ke arah papan peringatan tersebut. Dirinya sedikit mengerutkan keningnya, ketika melihat peringatan itu.


{Dilarang menggunakan kekuatan ketika melewati Jembatan Shenma.}


“Shenma? Seperti tidak asing... Lupakan, waktunya pergi menuju ke sana.” Xiao Fan berjalan di atas jembatan, dia dapat merasakan aura yang aneh dari jembatan tersebut.


“Aura ini terasa familiar, tapi apa?” Xiao Fan benar-benar tidak akan hal tersebut. Dirinya mengabaikan terlebih dahulu, bagaimanapun juga Lembah Fengjian benar-benar penuh akan misteri.


“Akan kutandai lokasi ini, sebagai lokasi yang perlu dicari.” Xiao Fan berjalan sambil memandang jembatan besi dengan ukiran pusaran dan simbol aneh lainnya.


Xiao Fan sedikit mengerut karena tahu akan simbol-simbol itu, dirinya pernah mempelajari simbol tersebut di suatu tempat. Namun, ia lupa tempatnya.


***


Xiao Fan tiba di ujung jembatan, dirinya segera merasa terkejut ketika tiba-tiba dipeluk oleh Lin Hua dan Ning Shui.


Xiao Fan sendiri sedikit terkejut akan Lin Hua tersebut. Dirinya tahu pasti ada yang diinginkan perempuan tersebut, sampai-sampai berani memeluknya.


“Sebaiknya akan kutanyakan nanti ketika berdua saja,” pikir Xiao Fan dengan anggukan ringan. Dia tidak masalah jika di peluk, tetapi ia juga waspada akan pengkhianat.


Xiao Fan paling membenci akan pengkhianat. Hanya karena pengkhianat, teman-temannya dulu terbunuh dengan kejam.


Xiao Fan juga mengambil kekuatan lemah karena dari pengalaman sebelumnya, bahwa kekuatan lemah dapat dibentuk ke tingkat kuat.


Akan tetapi, perlu yang namanya ilmu dan pengetahuan tinggi, maka dari itu Xiao Fan memulai eksperimen, alhasil menjadi kebiasaan dirinya dan hobi baginya.


Xiao Fan melepaskan pelukan kedua perempuan tersebut. Walaupun, salah satu sudah memiliki umur 30, dirinya tidak masalah.


Bagaimanapun, Dunia Kultivator adalah Dunia ajaib. Jika, kau menembus batas ketetapan dunia maka umurmu akan menjadi abadi dan tubuhmu akan dikembalikan ke wujud umur 21 tahun.


“Aku tidak apa-apa. Jadi, kita akan melanjutkan ke mana?” Xiao Fan bertanya sambil memiringkan kepalanya. Lin Hua tersenyum dan menjawab dengan mode guru.


“Kita akan pergi ke Desa Teng. Kita akan menginap di sana selama tiga hari. Hal itu karena Lin’er dan Kai’er akan melakukan misi di desa tersebut.”


Xiao Fan mengangguk, dia tidak masalah. Dirinya tersenyum dan berharap akan ada masalah baru di sana nantinya.


Lin Hua sedikit bingung dengan senyuman Xiao Fan tersebut. Hanya Ning Shui yang paham, akan hal itu. Dirinya menghela nafas panjang, hal itu menarik perhatian guru tersebut.


Lin Hua dengan siluet tajam menarik Ning Shui ke arah lain, Xiao Fan menatap hal itu sambil menaikkan bahunya. Dia berjalan ke arah Xiao Ren, Zhu Lin, dan Liu Kai.


“Bagaimana keadaan kalian, kedua senior?” Xiao Fan menyapa Zhu Lin dan Liu Kai sembari bertanya keadaan mereka. Kedua senior tersebut tersenyum, kemudian Liu Kai maju dan berkata dengan rasa terima kasih tinggi.


“Terima kasih, Junior Fan. Kau menyelamatkanku dan Lin’er. Kami berhutang budi kepadamu.” Liu Kai sedikit menundukkan kepalanya, begitu juga Zhu Lin.


Xiao Fan tersenyum dan menegakkan keduanya. “Sesama orang harus saling menolong apalagi sekarang kita berada di tempat yang sama, yaitu Akademi Yuen.”


Liu Kai dan Zhu Lin mengangguk, mereka benar-benar senang akan kerendahan hati Xiao Fan tersebut. Namun, mereka tidak tahu niat asli dari Xiao Fan tersebut.


“Pertama, naikkan prestise kepada orang yang berada di Akademi Yuen. Jika, ada yang menentang lawan dan selesaikan dengan cepat, jangan lupa sampai akar-akarnya.”


Xiao Fan berpikir hal tersebut. Dirinya benar-benar, belum menganggap keempat orang tersebut orang baik. Dia hanya yakin kepada Ning Shui saja, bagaimanapun juga ia sudah bersama dengan perempuan tersebut jauh lebih lama dari keempat lainnya.


Perjalanan mereka kembali lagi, tujuan sekarang adalah Desa Teng. Desa dengan penuh akan misteri dan rahasia tertentu nantinya.


***


Di sebuah hutan di dekat Desa yang begitu asri. Hutan itu terlihat berkabut menutupi sebuah reruntuhan yang sangat tua.


Sosok gadis kecil dengan pakaian putih polos tengah berdiri di atas reruntuhan. Matanya kosong tanpa alas kaki sama sekali, rambut hitam pendek berkibar ringan.


Gadis itu dalam sekejap menghilang dan muncul kembali, tujuan gadis kecil itu adalah sebuah desa yang berada di dekat hutan tersebut.


Bunga melati yang tengah di bawanya seketika melepaskan kelopak-kelopak bunga dan tangkai perlahan membusuk.


Hal apakah yang dihadapi Xiao Fan selanjutnya? Nantikan kelanjutannya...


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.