Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 266 - Perang 3


Silakan Dibaca.


Xiao Fan dan Long Yuyin tiba di perbatasan. Pandangan mereka tertuju ke arah medan perang yang begitu mengerikan. Banyak tubuh orang berceceran di sana. Tanah yang menghitam kini terdapat warna merah darah.


Xiao Fan yang melihat pemandangan tersebut, sama sekali tidak bereaksi. Pengalaman dirinya yang telah bertempur di medan perang, sudah tidak terhitung jumlahnya. Xiao Fan menganggap kematian para prajurit tersebut ialah suatu pengorbanan untuk masa depan anak-anak nantinya.


Berbeda dengan Long Yuyin, ia baru pertama kali melihat perang yang begitu megah. Dari dulu, ia selalu dibimbing di Alam tertentu sebelum dikirim ke Alam Merapi. Perang maupun penduduk kota, sama sekali belum pernah ia rasakan.


Dunia Long Yuyin sendiri hanya dipenuhi kobaran api dan letusan magma. Hanya itu saja, tidak ada yang lain. Ia sendiri bersyukur karena bertemu dengan Xiao Fan, yang akhirnya membawa dirinya keluar dari Alam tersebut.


“Sepertinya kita sedikit telat,” kata Xiao Fan melihat prajurit yang berjuang untuk menekan para iblis.


Xiao Fan semenjak awal sudah mengetahuinya. Meski bertambah banyak, untuk melawan satu iblis diperlukan dua prajurit setara. Tingkatan Alam mereka memang sama, namun tenaga dan energi di dalam tubuh, jauh lebih besar iblis.


“Yin’er, aku akan mengatasi iblis sebelah kanan. Kamu akan pergi ke kiri, usahakan membunuh mereka dan jangan terlalu memaksakan dirimu!”


Xiao Fan memberikan pengaturan dengan cepat. Ia memahami situasi prajurit meski hanya sekilas saja. Long Yuyin yang mendengar pengaturan Xiao Fan, sama sekali tidak memiliki masalah. Ia benar-benar senang, karena dibutuhkan dalam perang kali ini.


Keduanya saling mengangguk dan pergi ke sisi kanan dan kiri pasukan iblis. Ketika mereka berdua memasuki medan perang. Semua prajurit melihat dengan jelas mereka berdua, sedangkan Tianheng yang melihat keduanya, hanya tersenyum menyeringai.


“Akhirnya mereka tiba. Meski awalnya para prajurit gabungan tiba, aku sedikit kurang yakin untuk menang. Namun, jika mereka tiba... Kali ini perang dapat kumenangkan!” ucap Tianheng pelan.


Namun, meski itu pelan, Zhou Dan dapat mendengarnya. Ia mengernyitkan dahinya karena tidak senang dengan ucapan dari Tianheng tersebut. Pedang miliknya menebas ke arah Xiao Fan melaju, ia ingin melihat seberapa kuat bantuan lawan.


Xiao Fan merasakan serangan mendekat, ia melirik sekilas. Kemudian mengabaikannya begitu saja. Tepat saat tebasan akan mengenai Xiao Fan, ia pecah begitu saja di udara. Hal ini membuat Zhou Dan muram.


“Bajingan, manusia rendahan seperti kalian memang menyebalkan!” Zhou Dan meraung dengan keras. Aura miliknya terlepas dengan liar, ia mengayunkan pedangnya kembali menuju ke arah Xiao Fan.


Namun, sebelum Zhou Dan bertindak. Tianheng berkedip begitu saja dan muncul di depan Zhou Dan sambil mengayunkan pedangnya kuat-kuat.


“Lawanmu adalah aku!” tegas Tianheng ketika kedua pedang saling berbenturan dan menghancurkan lingkungan sekitar.


Xiao Fan melihat sekilas kembali, namun ia tidak peduli. Pedang pendek miliknya keluar dari cincin ruang. Ia sama sekali tidak perlu untuk menggunakan pedang bulan darah. Karena, iblis yang ia lawan hanya tingkat rendah.


Tiba di sisi kanan, Xiao Fan mulai menyerbu dengan cepat. Satu langkah cepat, ia menebas dua puluh iblis dalam sekejap. Prajurit yang melihat itu seketika membeku, mereka terkejut dengan kecepatan Xiao Fan.


Tak berhenti di situ saja, Xiao Fan mulai melangkah lebih jauh. Ia terus menebas, layaknya seorang dewa perang tengah menari di medan perang. Banyak prajurit bergidik ngeri ketika melihat Xiao Fan tersenyum lebar ketika membunuh iblis.


“Sebenarnya siapa yang iblis?”


“Kau benar, orang ini lebih mengerikan dibanding dengan iblis-iblis yang kita lawan.”


Para prajurit berdiskusi ringan sebentar, mereka juga bersyukur ketika melihat Xiao Fan berdiri di kubu mereka. Dengan bantuan Xiao Fan, para prajurit semakin tenang dan dapat membunuh iblis rendah tanpa ada rasa khawatir apa pun.


Zhou Dan yang melihat pembantaian tersebut, tidak bisa untuk tetap tenang. Ia ingin pergi membantu, namun dihalangi oleh Tianheng terus-menerus. Semakin ia dihalangi, semakin kesal dirinya terhadap Tianheng.


“Bajingan, menyingkirlah dariku!” raung marah Zhou Dan. Ia terus mengayunkan pedangnya untuk membunuh Tianheng, namun Tianheng bukanlah anak kecil yang baru memegang pedang. Tianheng dengan cepat menahan dan membalas serangan Zhou Dan dengan cepat.


‘Aku tidak menyangka Raja Fan benar-benar menikmati pembunuhan. Ia seperti berjalan di taman, ketika membunuh. Apakah ini tidak masalah? Namun, melihat energi qi yang stabil. Seharusnya tidak akan ada apa-apa!’


Tianheng sendiri terkejut dengan momentum yang dibawa oleh Xiao Fan. Ia tidak menyangka bahwa raja yang sebelumnya begitu tenang dan pandai. Kini berubah menjadi Dewa Perang dalam sekejap.


Di sisi kiri sendiri, Long Yuyin tiba di sana. Ia memandang ke arah para iblis dengan mata datar, ia sama sekali tidak menganggap iblis tingkat rendah tersebut di matanya. Dirinya juga tidak ingin berlama-lama, tangan kanan terangkat dan terarah ke tempat iblis berada.


“Lautan Lahar!” Dengan satu tarikan nafas. Tanah bergejolak dengan keras. Para prajurit terkejut dan mundur ke belakang. Di saat mereka sudah tiba di belakang, tanah di depan Long Yuyin terbelah, lalu cairan merah panas seketika menyembur keluar.


Entah itu tanah biasa maupun tanah kutukan, semuanya terendam dalam lahar. Iblis yang melihat lahar tersebut, melebarkan matanya. Mereka jelas ketakutan, melihat lahar itu.


Iblis ingin melarikan diri, namun ombak lahar segera menerpa tubuh mereka. Para iblis berteriak putus asa, ketika merasakan panas yang begitu mengerikan. Mereka meminta pertolongan, namun belum sempat melangkah jauh, tubuh iblis menjadi abu dalam sekejap.


Para prajurit melihat pemandangan tersebut, seketika bergidik ngeri. Mereka tidak menyangka bahwa para iblis yang susah mereka lawan, terbunuh dalam sekejap hanya dengan satu teknik.


Long Yuyin sendiri menatap ke depan kembali. Tekniknya hanya menenggelamkan beberapa ratus iblis. Sementara lawan sendiri memiliki jutaan iblis. Long Yuyin mendengus ringan, ia mulai berubah menjadi setengah naga dan melesat ke arah iblis berada.


Para prajurit sendiri segera bergegas maju, membantu Long Yuyin dalam membunuh iblis. Mereka merasa lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Hanya dalam sekejap, pasukan Iblis telah berkurang setengah dari jumlah aslinya.


Zhou Dan yang ditahan Tianheng benar-benar marah. Ia menguatkan seluruh kekuatannya. Kemudian, mulai menyerang Tianheng dengan cara brutal. Tianheng terkejut dengan perubahan Zhou Dan, ia yang sebelumnya dapat menyerang. Kini berubah pasif bertahan.


“Mati, Mati, Mati!” Zhou Dan meneriakkan kata mati kepada Tianheng. Kekuatan miliknya semakin membesar, membuat Tianheng kewalahan dan terdorong terbang ke belakang kuat-kuat.


“Ugh, sial!” Tianheng berlutut satu kaki, nafasnya memburu. Wajahnya penuh dengan keringat. Ia segera menatap ke arah Zhou Dan. Namun, apa yang ia lihat benar-benar membuat dirinya pucat.


Terlihat Zhou Dan mengangkat pedangnya tepat di depan mata Tianheng. Ia mengayunkan pedang tersebut dengan cepat, sehingga Tianheng sama sekali tidak dapat bereaksi.


Namun, saat pedang akan menyentuh Tianheng. Sosok bayangan hitam melintas dan berikutnya, suara benturan logam terdengar sangat keras.


Dentang!


“Kau benar-benar menyedihkan, Raja Tianheng!”


To be Continued.