
Silakan Dibaca.
Pertempuran Xiao Fan dan Zhou Dan terus berlanjut, keduanya menggunakan pedang satu sama lain. Satu menahan satu menyerang, tidak ada yang menyerah sama sekali. Ledakan demi ledakan terus terdengar di medan perang.
Para penonton mundur menjaga jarak aman, iblis yang tersisa sedikit juga mulai mundur. Prajurit juga mulai mundur bahkan mereka naik ke atas tembok perbatasan. Kedua kubu takut terkena pengaruh serangan dua makhluk tersebut.
Xiao Fan mengayunkan pedangnya dan tebasan qi melesat ke arah Zhou Dan. Zhou Dan menyadari hal itu, ia mengayunkan pedang besarnya ke arah tebasan qi tersebut. Ketika tebasan qi menyentuh pedang berat Zhou Dan, tebasan tersebut hancur berkeping-keping.
“Seranganmu tidak berguna, manusia!” ungkap Zhou Dan dengan gila. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, kemudian ujung bilah bersandar di telapak tangan satunya. Lalu kegelapan dalam sekejap menyelimuti pedang tersebut.
“Terima ini manusia! Sword Magness!” Zhou Dan mengayunkan pedangnya kuat-kuat ke arah Xiao Fan. Seketika ruang di depannya berhenti dan tebasan melingkar bergerak sangat cepat. Tebasan sendiri terus berputar tanpa henti.
Xiao Fan yang melihat itu sedikit mengernyitkan dahinya. Ia tahu bahwa serangan tersebut kuat, namun itu masih jauh di bawahnya. Xiao Fan dengan tenang mengayunkan pelan pedangnya ke arah samping bawah. Berikutnya, seberkas sinar putih menyelimuti pedang tersebut.
Banyak iblis merasakan tekanan dari pedang tersebut. Bahkan raja iblis merasakan tekanan tersebut. Ia melebarkan matanya dan ekspresi bangga dan sombongnya, kini berubah menjadi muram. Ia kemudian bergumam dengan pelan penuh akan kebencian.
“Energi suci!”
Itu benar, energi suci ialah energi yang paling dibenci oleh para iblis. Xiao Fan sendiri memilikinya ketika melatih elemen cahayanya ke tingkat kedua. Ia sendiri sebenarnya tidak terlalu ingin menggunakannya. Karena, energi suci sendiri hanya berlaku melawan iblis.
“Lantas apa! Bahkan dengan energi suci pun, kau tetap tidak akan bisa mengalahkan diriku yang sekarang, Manusia!” raung keras Zhou Dan. Ia sebenarnya mencoba menguatkan dirinya sendiri, jika tidak begitu. Ia akan merasa bahwa dirinya dapat dikalahkan dengan mudah.
Xiao Fan sama sekali tidak terpengaruh, ia menatap tebasan berputar yang sudah tiba tepat di depan matanya. Xiao Fan mengayunkan pedangnya dengan cepat, energi suci merambah keluar dan menghantam serangan Zhou Dan.
Tidak ada ledakan sama sekali, karena keduanya saling menyerap satu sama lain. Kegelapan mencoba melahap cahaya, sementara cahaya terus menghisap kegelapan, mengubahnya menjadi energi suci.
Keduanya saling menyerap sampai akhirnya benda bulat hitam terbentuk, Xiao Fan sudah menyadari akan hal itu. Ia mengayunkan pedangnya kembali, namun kali ini pedangnya bersinar hijau, tanda sudah dililit elemen angin.
Zhou Dan mengerutkan keningnya dengan tindakan Xiao Fan. Detik berikutnya, ia merasakan bahaya tanpa sebab di depan. Zhou Dan segera menghindar ke belakang, namun percuma. Rasa krisis dan bahaya terus menyelimuti dirinya.
Pandangannya segera terarah ke depan, di mana Xiao Fan mengayunkan pedangnya. Bola hitam melesat dengan cepat ke arahnya dengan siulan angin yang begitu kuat. Zhou Dan melebarkan matanya dan berkata, “Mustahil!”
Bola tiba di depan Zhou Dan, tepat bola berkontak dengan tubuh Zhou Dan. Seketika, bola hitam tersebut pecah dan berubah menjadi gumpalan hitam. Tak memberikan Zhou Dan memahami situasinya, gumpalan tersebut segera memakan Zhou Dan.
“Ahhhh!” teriak Zhou Dan dengan keras. Perlahan-lahan ia tertelan, meski berusaha keras untuk lepas. Zhou Dan sama sekali tidak dapat bergerak sama sekali. Selepas Zhou Dan tertelan sepenuhnya, bola tersebut mengecil dan akhirnya lenyap.
Para iblis linglung melihat keadaan tersebut. Mereka segera sadar ketika angin berembus ke arah mereka. Pandangan seluruh iblis terarah kepada Xiao Fan yang terbang rendah di udara. Namun, berikutnya ekspresi para iblis berubah ngeri.
“Lari, raja telah hilang. Kita harus melapor!” teriak salah satu iblis, membuat seluruh iblis terbang menuju ke benua mereka. Namun, para iblis tidak menyadari bahwa sepasang mata telah mengawasinya.
Xiao Fan yang berada di udara menatap iblis yang berhamburan. Ia mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Kubah tanah!”
Tanah dalam sekejap bergetar hebat. Kemudian, tanah melaju cepat ke atas. Mulai dari tanah yang berada di depan para iblis, lalu beralih secara melingkar. Para iblis panik melihat jalur mereka kabur telah ditutup sepenuhnya.
“Hancurkan kubah ini!” teriak satu persatu iblis sambil mengerahkan seluruh energi mereka untuk memadatkan serangan. Namun, ketika serangan menghantam kubah tanah. Dalam sekejap, serangan menghilang tanpa jejak.
“Kelemahannya ialah kubah dapat hancur jika lawan tersebut lebih kuat dari diriku!” Xiao Fan mengungkapkan hal tersebut. Namun, ia mengungkapkannya pelan dan tidak ada yang mendengarnya sama sekali.
Selepas kubah dipasang, Xiao Fan mendekat ke arah kubah tersebut dan menyentuhnya dengan lembut. Selanjutnya, sudut mulut Xiao Fan naik membentuk seringai lebar. “Terimalah hukuman dariku, para iblis!”
“Tusukan Ribuan Kematian!”
Tanah di dinding dalam kubah seketika memadat membentuk lancip. Para iblis menyaksikan tersebut dengan tatapan horor. Mereka tahu, bahwa tidak ada cara untuk mereka kabur dari kubah tanah tersebut.
Detik berikutnya, tanah runcing melesat ke arah tanah dengan cepat. Namun, Xiao Fan membuat sebuah permainan. Di mana setiap sekali serangan, jumlah tanah lancip yang menyerang mulai bertambah.
Para iblis yang melihat hanya satu tanah lancip yang melesat, seketika menghela nafas. Namun, selanjutnya dua tanah lancip melesat. Tiga, empat, tanah lancip terus-menerus menghujani para iblis tersebut.
Tak butuh waktu lama, untuk Xiao Fan membunuh seluruh iblis tersebut. Ia yang sudah selesai membunuh para iblis, menghilangkan kubah tanah. Pemandangan yang ia lihat kali ini adalah mayat iblis yang berserakan di mana-mana.
Para prajurit sendiri terkejut dan takut dengan kekuatan Xiao Fan. Mereka bersumpah dalam hati bahwa, tidak akan mencari masalah dengan Xiao Fan. Jika tidak, mereka sudah paham konsekuensinya.
Kemenangan tersebut bukanlah kemenangan biasa. Karena dengan kemenangan itu, sejarah dunia di catat kembali. Hal ini karena, semenjak dahulu kala. Iblis dapat dikalahkan dengan berbagai ras, namun sekarang hanya cukup satu manusia untuk membunuh berbagai iblis.
Tiga hari kemudian...
Peperangan telah berakhir. Namun, itu hanya peperangan yang terjadi di tanah Longling. Sementara perang dunia atau dikenal perang puncak, masih berada di depan mata mereka masing-masing.
Xiao Fan yang kembali ke kediaman Yun. Dirinya ingin memberitahu kepada dua perempuannya bahwa perang telah usai. Waktunya kembali melatih diri masing-masing mempersiapkan perang yang akan diadakan dalam waktu dekat.
To be Continued.
Note : Akhir Guys, ini adalah halaman terakhir untuk Reinkarnasi Dewa Angin.
Juga ini adalah awal dari novel bertema fantasi timur. Juga, selepas aku renungkan kembali. Aku kurang memahami tentang fantasi timur. Mungkin masih perlu banyak untuk membaca fantasi timur dan menguatkan minat di genre tersebut.
Next novel sesuai dengan sebelumnya. Yaitu Sistem kekayaan Penguasa, lanjutan dari 10 detik.
Dan, aku sendiri ingin mencoba terjun ke romance. Jadi, mohon dukungannya untuk hari kedepannya.
System world dan Pendekar Pedang Dunia Lain mulai kuendkan. Bulan depan, bulan baru dan novel baru.
Salam dari author pemula, Khusayni.
Nantikan novel barunya.