Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 247 - Menuju Lantai 2


Silakan Dibaca.


Mino mengangkat kepalanya, tatapannya tertuju ke arah perempuan yang menjadikan dirinya pengawal. Namun, Mino segera menanggapi ajakan perempuan tersebut.


Mino mengangguk sekali dan Yun Shie tersenyum senang atas persetujuan dari Mino tersebut. Dia segera memeluk monster itu dengan erat-erat.


Mino kewalahan, dirinya bingung dengan tingkah tuannya itu. Seingatnya sifat manusia ialah kejam dan menindas, akan tetapi perempuan yang menjadi tuannya kini memiliki sifat yang berbeda.


Xiao Fan menghela nafas tak berdaya, ia sudah tahu keinginan Yun Shie tersebut. Bagaimanapun juga, semenjak dulu keinginan perempuan itu ialah memiliki pengawal kuat meskipun itu harus monster.


"Apakah tidak apa-apa?"


Lin Hua memandang ke arah Xiao Fan, sambil menunjuk ke arah Mino yang dipeluk oleh Yun Shie. Jawaban Xiao Fan jelas, dia mengangguk tanda bahwa tidak masalah.


"Keinginan Shie'er semenjak dahulu adalah itu. Jadi, tidak ada masalah sama sekali. Juga dengan adanya tambahan kekuatan, selanjutnya mungkin lebih mudah."


Xiao Fan menyerukan alasannya mengapa dirinya setuju. Lin Hua mengangguk dalam-dalam, jika itu adalah keinginan Yun Shie, dia sama sekali tidak masalah. Bagaimanapun perempuan itu ialah saudarinya sendiri kelak.


"Kalau begitu, mari kita lanjutkan turun ke bawah. Lebih cepat lebih baik, aku takutnya Iblis mulai menyerang Kerajaan Tian nantinya!" Xiao Fan berdiri dan mulai berjalan ke arah pintu batu yang terbuka.


Yun Shie melepaskan pelukannya dan memandang ke arah Mino, lalu tatapannya tertuju ke arah Xiao Fan yang melangkah menuju ke pintu batu tak jauh dari tempatnya berada.


"Lukamu sedikit sembuh, mari ikut aku! Kakak Fan pasti memiliki sesuatu yang dapat memulihkan seluruh luka di tubuhmu."


Mino tertegun, dia mengangguk dan mengikuti Yun Shie yang sedang berjalan menuju ke arah Xiao Fan berada. Tak butuh waktu lama, untuk keduanya tiba di depan Xiao Fan.


"Kakak Fan, bisakah kamu menyembuhkan luka yang diderita oleh Mino?" tanya Yun Shie ketika sudah dekat dengan Xiao Fan.


Xiao Fan yang mendengar pertanyaan Yun Shie, segera memandang ke arah Mino yang berada di sebelah perempuan iitu. Berikutnya, sebuah botol pil muncul dari kekosongan dan dia serahkan kepada Yun Shie.


"Rawat Mino itu, kita akan memasuki lantai bawah kedua!"


Yun Shie tertegun ketika menerima botol tersebut. Dia segera menganggukkan kepalanya dan mulai memberikan perawatan kepada Mino yang tengah menderita luka akibat pertarungan.


Lin Hua yang sudah menyusul Xiao Fan, berbalik memandang ke arah Mino dan Yun Shie. Melihat perawatan Yun Shie yang begitu rapih dan bagus, Lin Hua hanya dapat tersenyum tipis.


'Benar-benar menyukai monster yang kuat.' Lin Hua berpikir dalam hatinya, entah mengapa melihat kebersamaan Yun Shie dengan Mino, dia tidak bisa untuk tidak iri.


Dirinya ingin memiliki monster yang dapat menjadi pengawalnya. Lin Hua menggelengkan kepalanya, ia bertekad untuk mendapatkan monster nantinya.


Xiao Fan sendiri sudah menyadari akan keinginan Lin Hua tersebut. Dia tidak ikut campur dan hanya tersenyum tipis. Baginya keinginan kecil seperti itu, biarkan mereka atasi sendiri.


Inilah yang Xiao Fan terapkan, dia tidak ingin perempuan miliknya terlalu bergantung. Xiao Fan ingin perempuannya tersebut dapat mengatasi masalah sendiri tanpa bantuannya.


Bukan Xiao Fan tidak ingin membantu, melainkan keduanya akan rugi. Jika ketergantungannya semakin menguat, sama saja menciptakan bangsawan gemuk yang tidak ingin melakukan apapun.


Xiao Fan melangkah memasuki pintu batu tersebut. Apa yang dirinya lihat ialah tangga yang menuju ke bawah. Xiao Fan hanya bisa mengangguk dan tahu bahwa tempat di bawah adalah lantai kedua.


"Kalian berdua, tetaplah di dekatku!"


Lin Hua dan Yun Shie segera menatap ke arah Xiao Fan. Keduanya melihat tatapan pemuda tersebut serius, seakan-akan sesuatu yang buruk akan tiba jika tidak menurutinya.


Xiao Fan melirik ke arah monster yang sudah dijinakkan oleh Yun Shie. Monster itu mendengar pertanyaan Xiao Fan, dia mengangguk dalam-dalam tanda bahwa dirinya masih memiliki kekuatan.


Bukan hanya sisa melainkan kekuatan penuh, pil yang diberikan Xiao Fan sendiri ialah pil pemulihan tingkat tinggi. Di mana luka dan energi akan kembali ke puncak lagi.


Xiao Fan sendiri mengangguk, sebelumnya dia lupa bahwa barusan memberikan pil pemulihan. Dirinya mengira memberikan pil pengobatan saja, awalnya dia sedikit kurang yakin dengan penerimaan Mino.


Namun, dia seketika mengingat dalam buku lampau. Bahwa monster maupun binatang iblis, sekalipun kalah mereka hanya punya dua pilihan. Mati atau menjadi budak, hal ini sudah menjadi hukum yang sudah diterapkan.


'Mungkin aku terlalu khawatir sebelumnya.' Xiao Fan menghela nafas sebentar, kemudian pandangannya tertuju ke arah bawah.


Tepat melewati pintu batu, api biru mulai menyala di kedua sisi jalan. Xiao Fan dan yang lainnya tidak terkejut, mereka sudah mengalami sebelumnya, jadi bagi mereka kejadian tersebut ialah hal biasa.


Api biru menyala menuju ke bawah dan Xiao Fan melihat ujung dari tangga tersebut. Seperti sebelumnya, ujung bawah ialah sebuah pintu aneh.


Xiao Fan melangkah turun ke bawah, diikuti oleh semuanya. Setiap langkah menuruni tangga, Xiao Fan merasakan perasaan berat di dasar lantai tersebut.


"Sepertinya monster di dalam lebih kuat dibandingkan sebelumnya!"


"Apakah benar begitu?"


Yun Shie terkejut, dia sama sekali tidak merasakan nafas yang dirasakan Xiao Fan tersebut. Begitu juga dengan Lin Hua, dia tidak mengetahui nafas kuat sama sekali.


Xiao Fan hanya membalas mengangguk, dirinya tahu bahwa keduanya belum dapat merasakan nafas dalam jarak jauh. Mungkin selepas dari makam kuno, Xiao Fan akan mengajari keduanya terkait deteksi nafas tersebut.


Tak butuh waktu lama, untuk keempatnya tiba di dasar lantai. Yun Shie dan Lin Hua akhirnya menyadari nafas kuat tersebut, keduanya menjadi lebih serius dari sebelumnya.


Mino sendiri tidak tahu tentang lantai dua, dia sendiri tidak mengetahui tempatnya berada. Mino sebelum dikirim ke makam kuno, ia merasakan pusing dan pingsan di tempat.


Ketika dirinya bangun, Mino menyadari bahwa telah dibawa oleh seseorang. Hal inilah yang membuat dia marah sampai harus membunuh berbagai manusia yang masuk ke makam kuno.


Tekniknya sendiri ialah menjadi batu, kemudian selepas seseorang membaca informasinya. Dia akan menghilangkan kondisi batunya.


Hal ini sering Mino lakukan dan menurutnya itu adalah teknik terbaik dalam menakuti lawannya.


Tepat di depan Xiao Fan dan yang lainnya, ialah sebuah pintu terbuat dari batu berwarna hijau kehitaman. Di tengah-tengah pintu terdapat ukiran sosok manusia setengah laba-laba.


Xiao Fan yang melihat hal itu seketika mengerutkan keningnya, dia berpikir apakah waktunya untuk mengeluarkan Xiao Mei? Namun, ide tersebut segera dirinya tepis.


Jika memungkinkan, Xiao Fan akan mengalahkannya dan mempertemukan Xiao Mei dengan monster di dalam.


"Apakah kalian siap?"


"Kami siap!"


"Kalau begitu, mari kita masuk!"


Pintu terbuka....


To be Continued.