
Silakan Dibaca.
Provokasi Xiao Fan terdengar di telinganya. Zhou Dan hanya mengatupkan bibirnya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa ada manusia yang dapat mengalahkan dirinya yang sudah menjadi salah satu Raja Iblis.
Xiao Fan tidak ingin berlama-lama, ia menghela nafas tenang. Sampai akhirnya, kilatan cahaya melintas di matanya. Zhou Dan merasakan bahaya dari depannya, ia ingin menghindari. Namun, lintasan pedang terlihat melewati tubuhnya.
Zhou Dan membeku, detik berikutnya suara robekan daging terdengar. Darah biru menyembur keluar bagaikan air mancur. Zhou Dan melebarkan matanya, ketika ia tidak bisa merasakan koneksi antara tangan kiri.
Xiao Fan yang muncul di belakang Zhou Dan. Memiliki ekspresi dingin, pedang hitam di tangan kanan, dilumuri oleh darah biru. Xiao Fan tidak tinggal diam saja, selepas menebas tangan kiri Zhou Dan, ia mengincar leher raja iblis tersebut.
Namun, belum sempat Xiao Fan melintas. Dua sosok iblis besar menghalangi dirinya, Xiao Fan tentu tidak menghentikan serangan. Ia terus bergerak, sampai akhirnya bilah pedang mencapai salah satu sosok iblis besar tersebut.
Ding!
Suara benturan keras terdengar, Xiao Fan tentu mendengar suara tersebut. Ia menyusutkan matanya dan melihat bahwa sosok yang ia tebas ialah iblis yang memiliki kekuatan roh logam yang keras.
“Rajaku, sembuhkan dirimu terlebih dahulu! Orang ini serahkan kepada diriku!”
Zhou Dan segera sadar, ia melirik dua pelayan yang telah setia kepada dirinya selama bertahun-tahun. Zhou Dan dengan cepat melebarkan sayapnya dan bergerak untuk pergi menuju ke barisan akhir para iblis.
“Siapa yang memberikan kau izin untuk pergi!”
Suara Xiao Fan terdengar dingin. Dua pelayan Zhou Dan belum sempat bereaksi. Mereka melihat sosok Xiao Fan yang menghilang dari tempat, lalu dengan cepat beralih menatap ke atas, di mana raja mereka terbang.
Zhou Dan merasakan perasaan bahaya dalam sekejap, ia berbalik dan mengeluarkan pedang miliknya. Tangan kanan melambai dan pedang berayun dengan cepat ke arah belakang.
Ding!
Dua pedang berbenturan satu sama lain. Namun, detik berikutnya Zhou Dan terlempar jatuh ke bawah. Ia membentur tanah yang padat dan hitam dengan keras. Ledakan kecil terdengar, debu menutupi ekspresi Zhou Dan yang kesakitan.
“Rajaku!” teriak dua pelayan Zhou Dan. Tangan mereka mengepal, detik berikutnya melesat menuju ke arah Xiao Fan. Mereka saling bergerak menyilang, mencoba membuat bingung Xiao Fan.
Namun, kedua pelayan tersebut benar-benar katak dalam sumur. Keduanya sama sekali tidak mengetahui jauhnya perbedaan kekuatan antara mereka dan Xiao Fan. Xiao Fan sendiri mencibir dengan rendah.
“Dasar tidak tahu tingginya langit!”
Dua pelayan tiba di depan Xiao Fan, mereka mengayunkan kepalan tangan dengan cepat ke arah Xiao Fan. Mata mereka dingin dan jejak niat membunuh terus terpancar. Xiao Fan sendiri relatif tenang, dengan sapuan pedang rendah, dua pukulan tertahan seketika.
“Bo-Doh!” Zhou Dan mengutuk keras kepada dua pelayannya. Ia merasakan perihnya tebasan Xiao Fan, ekspresinya benar-benar penuh akan emosi. Marah, benci, kesal dan banyak emosi negatif terus terkumpul di dalam dirinya.
Xiao Fan merasakan niat membunuh dari Zhou Dan tersebut. Namun, ia mengabaikannya karena tahu bahwa iblis tersebut tidak dapat bergerak kembali. Fokus Xiao Fan sekarang ialah, dua pelayan raja iblis di depannya tersebut.
Dua pelayan melangkah mundur beberapa kali, lalu melesat menuju ke arah Xiao Fan dengan cepat. Satu pelayan mengeraskan tubuhnya dan pelayan lainnya melapisi tubuhnya dengan armor berwarna putih.
‘Satu pengerasan melebihi logam dan lainnya tulang yang sangat keras dan kuat.’ Xiao Fan sedikit kagum, namun berikutnya ia tidak peduli sama sekali. Pedang miliknya bersinar dan dilapisi dengan qi merah kehitaman.
Xiao Fan melambaikan pedangnya ke depan bertepatan dengan dua pukulan yang melayang ke arahnya. Xiao Fan dan dua pelayan saling bertukar serangan satu sama lain. Xiao Fan sama sekali tidak kesulitan, ia hanya bermain sebentar dan memikirkan apakah menyerap kekuatan lawan atau tidak.
Xiao Fan menahan sampai akhirnya dua pelayan raja iblis kelelahan. Keduanya memandang ke arah Xiao Fan dengan tatapan tak percaya, seperti Zhou Dan. Manusia yang seharusnya makhluk terlemah, kini beradu dengan mereka tanpa ada rasa kelelahan sama sekali.
“Apakah kau bukan manusia?” Pelayan1 bertanya tanpa sadar.
Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia kemudian melihat keduanya sudah lelah. Dan satu pikiran melintas di benaknya. Xiao Fan menyeringai, ia lalu melambaikan pedangnya kembali, sehingga dua pelayan menjadi panik.
Pelayan1 dan Pelayan2 segera menghindari tebasan itu, namun mereka sedikit telat. Sehingga tebasan mengenai tepat pergelangan kaki mereka berdua.
Kedua pelayan menatap ngeri melihat dua kaki yang terlepas dari tubuh mereka. Xiao Fan sendiri tidak terlalu peduli, wajahnya tetap datar dan ia melambaikan pedangnya kembali ke arah kedua pelayan tersebut.
Para prajurit yang menyaksikan dua pelayan raja iblis. Entah mengapa, mereka merasa sedikit kasihan. Namun, mereka tidak memiliki keinginan untuk menyelamatkan atau melindungi keduanya.
Para iblis sendiri terkejut dan mata mereka melebar. Sosok yang mereka banggakan kini menjadi cacing kepanasan di depan manusia. Ekspresi mereka ngeri dan takut, dengan cepat para iblis berlari ke belakang penuh rasa putus asa.
Para prajurit sendiri, menatap larinya para iblis dengan pandangan kosong. Namun, seruan sosok dari belakang, membuat mereka sadar kembali.
“Kejar para iblis! Musnahkan seluruhnya!” teriakan Tianheng bergema dengan keras.
Para prajurit sadar kembali, tatapan mereka menjadi lebih tajam. Dalam sekejap, pedang mereka angkat dan teriakan mereka bergema di seluruh medan perang.
“Bunuh para iblis!”
“Hidup Kerajaan Tian!”
Para prajurit melesat menuju ke arah para iblis, mata mereka penuh akan rasa semangat untuk membunuh para iblis tersebut. Nafas Tianheng naik turun selepas berteriak dengan keras. Ia sendiri tidak bertindak, karena kekuatannya belum pulih kembali.
Xiao Fan hanya melirik sebentar, lalu pandangannya terarah ke dua pelayan yang terbaring sekarat di tempat. Namun, detik berikutnya Xiao Fan merasakan bahaya dari arah samping, lebih tepatnya tempat Zhou Dan berada.
Ding!
Xiao Fan menahan serangan tersebut, kemudian ia melihat sosok Zhou Dan turun cepat ke arah dua pelayannya. Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat Zhou Dan tersebut. Entah mengapa, raja iblis tersebut berbeda dari sebelumnya.
Zhou Dan menyeringai, dua tangannya menyentuh kedua pelayannya tersebut. Detik berikutnya, kedua pelayan itu terhisap oleh tangan Zhou Dan. Xiao Fan yang melihat itu, memiliki ekspresi tertarik dan seringai di wajahnya tidak bisa untuk tidak melebar.
“Sepertinya, selanjutnya akan menarik...”
To be Continued.