Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut


Silakan Dibaca.


Malam berangsur pergi, digantikan oleh sinar matahari yang mulai naik memberikan kehidupan baru bagi para makhluk di seluruh dunia.


Di salah satu ruangan kediaman Yun, terdapat dua orang berjenis kelamin beda tengah saling berpelukan satu sama lain.


Mereka menikmati waktu yang berharga, demi saling menguatkan hati mereka masing-masing.


Xiao Fan yang tengah memeluk Yu Ling dalam tidurnya, perlahan-lahan mulai membuka matanya. Pertama yang dilihat saat membuka mata, ialah sosok perempuan cantik yang tengah tidur di sampingnya.


Xiao Fan perlahan mulai duduk, menstabilkan diri dan pikirannya yang tengah kacau selama satu malam. Dua tangannya meregang ke atas, melepaskan beban berat yang selama ini dirinya pikul.


Xiao Fan melengkungkan bibirnya. Hati dan pikiran, semuanya berada di kondisi normal. Semenjak dirinya mengungkapkan isi hati kepada Kakek Han, dia mulai merasakan betapa ringan tubuhnya kali ini.


“Perjalanan kali ini, menuju ke arah Kediaman Lan.”


Mata Xiao Fan bersinar sekilas, namun perlahan mulai redup kembali. Jelas dirinya semangat, namun dia menekannya agar tidak terlampaui batas.


Yu Ling yang tengah tidur, perlahan-lahan mulai terbangun. Dia membuka matanya, dan berkedip beberapa kali.


Pandangannya berangsur membaik. Kemudian, dia duduk dan memandang ke arah sosok laki-laki yang tengah membelakanginya.


Yu Ling mengetahui siapa laki-laki itu. Dia bergerak mendekat dan memeluknya dari belakang dengan erat.


“Ayah..”


Suara lembut Yu Ling memasuki telinga Xiao Fan. Hal ini membuatnya tanpa sadar melirik ke belakang, di mana Yu Ling kali ini berada.


“Ternyata kamu sudah bangun? Bagaimana kondisimu kali ini?”


Yu Ling memeluk erat tubuh laki-laki di depannya. Dia membenamkan wajahnya ke arah punggung laki-laki itu. Perasaan hangat, nyaman, dan aman, dapat dia rasakan berkali-kali.


“Aku baik-baik saja, Ayah. Namun, ketika berada di dekat Ayah kali ini. Aku bisa merasakan perasaan yang berbeda dari sebelumnya.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian dia menggerakkan tangannya dan angin yang telah memadat menutupi tubuh Yu Ling. Setelah itu, Yu Ling terangkat dan di dudukkan di pangkuannya.


Yu Ling sedikit terkejut, namun dia tidak masalah. Melainkan dirinya senang ketika berada di pangkuan ayahnya.


Yu Ling segera memeluknya kembali, dia ingin menikmati momen memeluk ayahnya terlebih dahulu. Sebelum melakukan aktivitas nantinya.


“Aku akan memanggil yang lainnya, sudah waktunya untuk membuat mereka menentukan pilihannya masing-masing.”


Xiao Fan mengangkat tangannya, kemudian para pengikutnya mulai bermunculan satu persatu.


Mulai dari Xiao Xia, Xiao Juan, Xiao Jun, Xiao Mei, Xian Nan, Yu Lin, Lan Shi An, Ni Shan Jian, Yan Han, Lin Tian San, Lin Tian Hu, dan Lin Tian Ren. Mereka semua keluar, ketika mendapatkan perintah tuannya untuk keluar.


“Aku memanggil kalian di sini, hanya ingin membuat kalian bebas.”


Kedua belas pengikut Xiao Fan melebarkan matanya, dia menatap ke arah tuannya dengan terkejut. Namun, mereka tidak berbicara terlebih dahulu, karena melihat tuannya belum menyelesaikan kalimatnya.


“Aku akan melepaskan segel budak di dalam diri kalian. Seharusnya kalian mengingatnya bukan, di mana Yun Lanran dan Yun Ling’er yang terbebaskan dari segel budak yang kutanam.”


“Kali ini, giliran kalian. Tentukan jalan kalian masing-masing. Tetap menjadi pengikutku, atau pergi dan berhenti mengikutiku.”


Kedua belas pengikut Xiao Fan memahami maksud tuannya. Mereka masih menunduk, tidak ada yang mengucapkan sepatah kata apapun. Tuannya telah memutuskan, tinggal hati mereka kali ini.


Xiao Fan mengibaskan tangannya, lalu botol yang berisi satu pil muncul di depan mereka masing-masing.


“Minumlah pil itu dan mulailah menentukan pilihanmu.”


Kedua belas pengikut Xiao Fan tidak ragu-ragu. Mereka membuka penutup botol pil, kemudian mengambil pil hitam kemerahan dan langsung menelan pil itu dalam sekejap.


Arus hangat mengalir dalam tubuh mereka. Tanda budak mulai menghilang. Perasaan yang terbelenggu memudar. Pikiran dan hati dua belas orang itu, mulai jernih.


Kedua belas pengikut Xiao Fan seketika tersadar, mereka masih duduk. Mencerna semua yang mereka rasakan itu. Memang tampak baru, dan lebih menyegarkan dari sebelumnya.


“Aku akan keluar, bersama dengan Yu Ling. Kalian pikirkanlah kembali, sebelum memutuskan langkah selanjutnya.”


Xiao Fan beranjak pergi, dia menggendong Yu Ling, keluar dari ruangannya. Xiao Fan melirik sekilas ke arah dua belas pengikutnya, kemudian dirinya melangkah keluar dari ruang tidurnya.


Merasakan tuannya telah pergi, mereka berdua belas saling memandang dan mengangguk bersama-sama. Kedua belas orang ini membentuk lingkaran dan Yan Han memulai bercakapan.


“Aku mantan orang organisasi hitam, meski awalnya kurang suka diperbudak oleh Yang Mulia Fan. Namun, perlakuan Yang Mulia, sangatlah baik. Meski itu kepada budak pun.”


Yan Han mengungkapkan isi hatinya, dia menyadari perbedaan mana baik dan buruk kali ini. Dia berubah menjadi baik, tanpa Xiao Fan. Yan Han akan terus berjalan dalam kegelapan dan berakhir kehilangan dirinya sendiri.


“Aku, Mei, Jun, dan Xia.. kami sebelumnya adalah budak, beruntung kami dibeli oleh Yang Mulia Fan. Kami berempat sudah mengabdikan hidup kami kepada Yang Mulia Fan.”


Ketegasan keempat budak sebelumnya benar-benar kuat. Mereka beruntung sekaligus senang, diperlakukan baik oleh Xiao Fan. Jika sejak awal, mereka tidak dibeli oleh Xiao Fan. Entah bagaimana, kehidupan mereka nantinya.


“Aku adalah mantan guru Akademi Yuen. Aku tidak terlalu peduli menjadi pengikut siapa, namun perasaan dan dedikasiku tetaplah setia kepada Yang Mulia Fan.”


Ni Shan Jian tidak terlalu peduli menjadi pengikut siapa. Dia lebih mementingkan penelitian, dan yang kedua ialah materi dan pengajaran dari seseorang.


Xiao Fan sendiri adalah panutannya. Membuka pintu dunia baru baginya, hal inilah yang membuat dirinya lebih senang berada di bawah Xiao Fan.


Juga, dia sudah bersumpah dalam dirinya sendiri semenjak mendapatkan roh elemennya.


“Aku tetap mengikuti, Yang Mulia Fan.”


Yu Lin mengatakan sesuai pikirannya. Dia tidak peduli hal lainnya, kali ini yang dirinya inginkan ialah berada di dekat Xiao Fan.


Mengingat kehidupannya telah berubah, dia tidak bisa untuk pergi dari Xiao Fan. Tanpa Xiao Fan, kehidupannya akan berada di tangan orang yang tidak disukainya.


“Aku tetap mengikutinya. Yang Mulia Fan telah mengeluarkan diriku dari Hutan Kegelapan.”


Lan Shi An sudah jelas. Dirinya paling menyukai berada di dekat Xiao Fan, seseorang yang menjadi mataharinya. Dia harus dekat dengan orang itu.


“Aku muridnya, Yang Mulia Fan telah mengubah hidupku. Jadi, aku akan mengikutinya ke mana pun dia pergi.”


Xian Nan tersenyum, dia ingat bahwa dirinya di bantu oleh Xiao Fan. Meski satu hari, kesan pengajaran Xiao Fan sangat membekas di hatinya. Membuat dirinya tidak ingin lepas dari Xiao Fan.


“Kami tiga bersaudara.. dan kami akan selalu mengikuti Yang Mulia Fan ke mana pun dia pergi.”


Lin Tian Hu, Lin Tian San, Lin Tian Ren, benar-benar senang dengan sikap dan tindakan Xiao Fan sebagai raja. Tegas dan kuat, kepada prajurit. Lembut dan bersahabat, kepada para penduduk.


Jarang ada seseorang yang seperti itu, mereka salut dan sudah mengabdikan hidup mereka untuk Xiao Fan. Alasan mereka lainnya ialah keluarga yang diselamatkan oleh Xiao Fan sendiri.


Kedua belas pengikut Xiao Fan sudah membuka simpul hati mereka masing-masing. Berada di bawah kepemimpinan Xiao Fan, membuat mereka senang dan siap mengabdikan hidup mereka kepada Xiao Fan.


***


Xiao Fan sendiri tidak tahu perundingan apa yang tengah terjadi terhadap pengikutnya. Kali ini, dirinya mendapati masalah yang lain.


Di depannya kini berdiri seorang pria kekar, tatapannya tajam ke arah Xiao Fan. Niat membunuh juga keluar.


Di belakang pria kekar itu terdapat Lan Ling dan An Er. Keduanya memandang dengan cemas kali ini.


Itu benar, pria kekar yang berada di depan Lan Ling dan An Er ialah..


Ayah mereka berdua, Lan Yansho.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.