
Silakan Dibaca.
Dentang!
Yun Shie menahan serangan kapak yang melintas tersebut. Dia sedikit menarik sudut mulutnya, kemudian menguatkan tangannya dan mengembalikan dampak serangan tersebut.
Lin Hua yang diselamatkan tertegun, akan tetapi segera sadar dan tersenyum penuh arti.
"Terima kasih, Adik Shie." Ungkapan terima kasih Lin Hua begitu tulus dan lembut.
"Tidak apa-apa, Kak Hua! Apakah kamu masih bisa bertarung lagi?" tanya Yun Shie selepas menjawab rasa terima kasih Lin Hua.
"Belum sepenuhnya, akibat pertempuran dengan dua setan kemarin. Kekuatanku belum benar-benar pulih. Seharusnya monster itu mudah untuk dikalahkan!" Lin Hua menjawab dengan jujur.
Dia sedikit sedih karena tidak bisa melawan dan mengalahkan Mino tersebut. Hal ini karena dirinya sudah bertarung sebelumnya.
"Kalau begitu, istirahatlah!" Yun Shie memberikan saran kepada Lin Hua agar mengistirahatkan tubuhnya tersebut.
Lin Hua mengangguk dan perlahan-lahan mundur ke belakang. Namun, tepat setelah beberapa langkah. Seutas benang segera menariknya ke belakang dengan kuat.
Xiao Fan segera menangkap Lin Hua, kemudian mengeluarkan pil yang dia buat. Dirinya lupa bahwa Lin Hua belum sembuh sepenuhnya.
"Maaf, aku tidak mengetahui. Jika aku mengetahuinya, pasti akan kuberikan pil ini sebelum masuk ke makam kuno."
Xiao Fan meminta maaf terlebih dahulu, bagaimanapun juga. Karena keegoisannya, perempuan yang masih dalam perawatan, terluka kembali.
"Tidak apa-apa, aku juga membutuhkan kekuatan. Jadi, maaf sebelumnya tidak memberitahukan kondisiku!"
Lin Hua juga meminta maaf karena tidak memberitahukan kondisinya terlebih dahulu. Dia sudah terlalu bersemangat untuk menambah kekuatan di Makam Kuno, sehingga tidak memperhatikan kondisinya.
Xiao Fan mengangguk dan Lin Hua menelan pil yang sudah diberikan oleh Xiao Fan tersebut. Seketika tubuhnya kembali membaik dan dirinya duduk di dekat Xiao Fan sambil memandang tubuhnya lagi.
"Kekuatanku sebelum bertempur dengan dua setan itu kembali!" Lin Hua melebarkan matanya terkejut dengan keadaan tubuhnya tersebut.
"Adik Fan, apakah itu ...." Lin Hua menghentikan ucapannya dan memandang ke arah Xiao Fan yang menatap pertarungan Mino dengan Yun Shie.
Lin Hua tersenyum tipis, dia seketika sadar bahwa tidak perlu bertanya tentang berharga atau tidaknya pil tersebut. Karena Lin Hua tahu apa yang paling berharga bagi Xiao Fan.
Lin Hua kemudian mendekat ke arah Xiao Fan dan memandang pertarungan Mino melawan Yun Shie.
Xiao Fan sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan Lin Hua tersebut, dia hanya memeluknya lebih dekat sambil memandang pertempuran Yun Shie.
***
Dentang!
Kapak dan pedang saling berbenturan satu sama lain. Meski ukuran kapak lebih besar daripada pedang, akan tetapi kekuatan dua senjata sama kuatnya.
Hal ini menyebabkan dua senjata terbanting mundur.
Yun Shie yang melangkah mundur beberapa kali, segera menstabilkan tubuhnya. Pandangannya menyapu ke arah Mino di depannya.
Kemudian, Yun Shie mengayunkan pedangnya menebas ke arah Mino tersebut. Proyektil tebasan biru muncul dari udara kosong dan melesat lurus, mengunci posisi Mino berada.
Mino juga bereaksi, dia menggenggam erat kapaknya dan aura hitam menyebar ke seluruh kapak. Dengan hembusan udara yang keluar dari hidungnya, kapak melambai ke arah serangan tersebut.
Boom!
Ledakan keras terdengar, Mino terdorong mundur beberapa langkah. Hal ini membuatnya sedikit terpana, dirinya tidak menyangka akan kalah dengan tebasan tersebut.
Sinar cahaya dingin melintas di matanya, tatapan tajam terarah ke depan. Di mana Yun Shie berada.
Namun, saat melihat tempat Yun Shie. Matanya tanpa sadar menyusut, dia melihat Yun Shie tidak ada di tempat tersebut.
Seketika Mino merasakan krisis bahaya dalam sekejap. Dia segera berbalik dan melambaikan kapaknya dengan cepat.
Boom!
Mino yang sudah mendarat di tanah, segera menstabilkan tubuhnya. Dia memandang ke arah depan, akan tetapi terkejut ketika melihat Yun Shie sudah berada di hadapannya.
"Naga Laut Melintas!"
Yun Shie mengayunkan pedangnya dan proyektil naga biru, melesat ke arah Mino dengan cepat.
Mino merespons, akan tetapi langkahnya berhenti dalam sekejap. Ketika dia mengayunkan kapaknya, tidak ada tenaga sama sekali.
Naga biru melintas dan menerpa Mino dengan kejam. Mino terbang ke belakang kuat-kuat, berikutnya menabrak dinding ruangan.
Brukk!
Yun Shie memandang ke arah jatuhnya Mino tersebut, dia masih merasakan nafas dari Mino. Hal ini membuatnya sedikit terkejut, tanpa disadari serangannya belum bisa membunuh lawan.
"Ketahanan yang ulet, aku tidak menyangka akan bertemu monster seperti ini." Yun Shie memuji sedikit ketahanan Mino.
Berikutnya, Yun Shie memandang dengan serius. Tangan kirinya melambai dan bayangan naga biru kecil melilit tangannya tersebut.
Xiao Fan dan Lin Hua benar-benar terpana dengan serangan naga laut Yun Shie. Lin Hua terutama, dia tidak menyangka bahwa Yun Shie menjadi lebih kuat.
"Naga laut, aku tidak menyangka kekuatan Adik Shie begitu kuat!" Lin Hua mengungkapkan rasa terkejutnya.
"Aku sendiri baru melihat hal itu," kata Xiao Fan dengan senyum diwajahnya.
Dia sebenarnya sudah mengetahui keterikatan Naga Laut kepada Yun Shie. Namun, dirinya tidak tahu bahwa perkembangan kekuatannya sudah sejauh itu.
***
Yun Shie menghentakkan kakinya dan melesat dengan cepat ke arah Mino berada. Dia melambaikan tangan kirinya dan naga kecil meluncur dengan cepat ke arah Mino berada.
Mino yang masih tenggelam di dinding. Segera membuka matanya kembali, tatapannya menjadi marah dan tangan kanannya melambaikan kapak dengan kejam.
Boom!
Naga kecil seketika terpecah menjadi beberapa bagian, Mino sendiri mundur tiga langkah. Kemudian, pandangannya mengunci ke arah Yun Shie yang melesat ke arahnya.
Mino bereaksi, dia berguling ke kanan dan serangan Yun Shie menabrak dinding di belakang Mino. Berikutnya, Mino membalas dengan mengayunkan kapak ke arah Yun Shie berada.
Yun Shie sama sekali tidak peduli, wajahnya tetap tenang dan pedang naga birunya menebas ke arah kapak tersebut.
Boom!
Ledakan besar terjadi, Mino mundur beberapa meter. Yun Shie sendiri tetap berada di tempat, kesenjangan kekuatan itu benar-benar terlihat semakin jelas.
Yun Shie memandang ke arah Mino, senyum indah terukir diwajahnya. Namun, bagi Mino, senyuman tersebut pertanda tidaklah baik.
Firasatnya benar, detik berikutnya, Yun Shie menghilang tanpa jejak. Tindakan tersebut membuat Mino menjadi lebih waspada, tatapannya menyapu ke seluruh ruangan.
Sampai akhirnya krisis bahaya muncul tepat di depannya. Mino segera menggenggam erat kapaknya. Namun sayang sekali, serangan Yun Shie kali ini lebih cepat.
Slash!!
Yun Shie menebas dalam-dalam. Mulai dari bahu kanan sampai perut Mino, terlihat adanya luka tebasan yang besar.
Mino terkejut dan mundur beberapa langkah sebelum terduduk. Darah hijau mengalir dari tubuhnya dan Mino menyadari bahwa dirinya sudah berakhir.
Yun Shie mendarat ke bawah, dia melangkah menuju tempat Mino berada. Langkah kakinya santai, akan tetapi setiap langkah mengeluarkan gelombang tekanan baru.
"Kamu kalah!" Pernyataan Yun Shie ketika tiba di depan Mino terdengar di seluruh ruangan.
Mino tidak melawan, dia menunduk dan siap untuk dibunuh oleh Yun Shie tersebut. Namun, pernyataan selanjutnya, membuat dirinya terpana.
"Selanjutnya kamu menjadi pengawalku!"
To be Continued.