
Silahkan Dibaca.
Desa Shulai, Toko Zhulan.
Penjaga toko terkejut ketika mendengar perkataan dari Xiao Fan. Dia tidak menyangka pemuda di depannya mengetahui akan kutukan.
Xiao Fan sendiri sudah mengetahuinya, dia kemudian menatap ke arah penjaga toko dan berkata, “Aku akan membelinya.”
Xiao Fan mengeluarkan kantong dan meletakkan di konter. Kantong itu memiliki isi 50 koin emas.
Penjaga toko tertegun, dia ingin menolak dengan tegas. Namun, dia berhenti dan tidak mengatakan apapun ketika melihat tatapan seseorang yang menginginkan hal tersebut.
Penjaga toko hanya menghela nafas panjang, kemudian dia menunduk. Tanpa sadar, tatapannya berhenti di barang yang dia ambil sebelumnya.
“Oh ya, pelanggan. Apakah kamu tertarik dengan barang ini?”
Xiao Fan melirik ke arah barang yang ditunjuk oleh penjaga toko. Dia menyipitkan matanya ketika melihat barang tersebut.
Terlihat sebuah batu dengan bentuk tak beraturan yang memiliki ukuran sebesar bola basket.
Xiao Fan menyimpan besi terkutuk, dia mendekat ke arah batu yang menarik tersebut.
Tepat di dekat batu, Xiao Fan mengulurkan tangannya dan memegang batu tersebut. Dia merasakan permukaan batu tersebut.
Xiao Fan mengerutkan keningnya dan menatap ke arah penjaga toko. “Batu ini berasal dari ruang angkasa kan?”
Penjaga toko terkejut, dia tidak menyangka bahwa Xiao Fan mengetahui asal batu itu. Dia mengangguk dan menjawab, “Itu benar, tetapi aku sendiri tidak tahu manfaatnya. Bahkan, aku sudah memberikan batu itu ke pandai besi terkenal.”
“Namun, percuma saja... Mereka juga tidak bisa melebur batu tersebut.” Penjaga toko mengakhiri jawabannya dengan menghela nafas panjang.
Dia benar-benar tak berdaya, banyak orang yang mengatakan batu ruang angkasa sangat langka. Namun, meski batu tersebut langka... Batu itu sama saja tidak berguna.
Xiao Fan merasa heran, dia sebenarnya bisa melebur batu angkasa. Namun, batu angkasa adalah batu yang berasal dari pecahan bintang.
Xiao Fan tidak bisa sembarangan mengambil batu angkasa, dia perlu mengidentifikasi dari bintang mana batu itu berasal.
Bintang tidak ada satu, ada berbagai bintang di luar angkasa. Jumlah dari bintang melebihi dari miliaran, bahkan triliunan.
Bintang sendiri sangat panas, tetapi ada yang sangat dingin. Juga, ada yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal suatu makhluk.
Xiao Fan sendiri belum mengetahui sistem Alam Semesta miliknya berada. Dia merasa ada tiga lapis sebelum keluar dari Planet yang dirinya tempati.
“Berapa harga batu ini?” Xiao Fan bertanya dengan nada ringan. Penjaga toko terkejut, dia menatap ke arah Xiao Fan.
“Apakah kamu yakin ingin membeli batu ini?” Xiao Fan mengerutkan keningnya dan berkata dengan nada datar.
“Sebutkan saja terlebih dahulu.” Penjaga toko mengangguk, kemudian dia menjadi serius ketika membahas pasal harga.
“Tidak banyak, hanya 200 Koin Emas.” Penjaga toko berkata dengan jelas. Xiao Fan sendiri menaruh kantung yang berisi 500 Koin Emas.
“Aku ambil, juga terima kasih atas barang-barangnya.” Xiao Fan berbalik dan batu sudah menghilang dari tempat.
Xiao Fan berjalan keluar dari toko tersebut meninggalkan Penjaga toko yang menatap dengan terkejut. Namun, dia segera sadar dan menaikkan sudut mulutnya.
“Benar-benar, pemuda yang menarik.”
***
Xiao Fan tidak peduli dengan ucapan dari Penjaga toko. Dia hanya berjalan ringan mencari penginapan yang nyaman untuk dirinya tinggali untuk sementara waktu.
Xiao Fan terus berjalan dan akhirnya menemukan sebuah penginapan dengan nama penginapan Kejora.
Xiao Fan masuk ke dalam penginapan dan memesan sebuah kamar hanya untuk satu hari dan beberapa makanan.
Xiao Fan tidak lapar, tetapi dia memiliki hobi lain yaitu kuliner atau mencicipi makanan baru. Hal itu, juga termasuk keinginan lainnya. Bagaimanapun juga, makan-makanan berbeda itu sangat memuaskan.
Xiao Fan berjalan ke arah kamarnya, dia memesan kamar kelas atas. Dia benar-benar tidak ingin ada yang mengganggu dirinya.
Xiao Fan masuk, dia melihat interior dalam kamar benar-benar mewah. Dinding berwarna putih dengan berbagai dekorasi yang sangat indah terlihat.
“Lumayan.” Xiao Fan mengangguk normal. Dia bukan maniak dekorasi, jadi apapun dekorasi yang di buat di ruangan tertinggi, hanya di nilai lumayan bagi Xiao Fan.
Xiao Fan berjalan ke arah kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya dan membuang pakaian yang telah dipakainya.
Rambut milik Xiao Fan panjang. Dia mengikat dengan ikatan satu ekor kuda. Dia mengambil pakaian handuk yang tersedia di sana.
Xiao Fan memakainya dan tepat bunyi pintu diketuk terdengar.
Xiao Fan kemudian berjalan ke arah pintu dan membukanya. Dia melihat pelayan cantik dengan membawa kereta dorong yang berisi makanan.
Pelayan cantik itu terkejut ketika melihat Xiao Fan, dia benar-benar tidak menyangka dengan tubuh Xiao Fan yang menggoda dan membuat tubuhnya panas.
“Tu-tuan, Sa-saya mengantarkan makanan untuk Anda.” Xiao Fan menyadari tatapan dari pelayan itu. Dia mengangguk dan berkata sambil membuka pintu lebih lebar.
“Masuklah dan taruh makanan itu di Meja.” Xiao Fan beranjak pergi masuk, diikuti oleh pelayan cantik sambil membawa kereta makan.
Ketika, pelayan masuk... Dalam sekejap pintu menutup dengan rapat. Pelayan terkejut, jantungnya berdebar-debar, pikiran yang tidak-tidak masuk ke dalam otaknya.
‘Apakah Tuan ini akan memakanku juga?’ pikiran itu terus berputar di otak pelayan cantik tersebut.
Xiao Fan sendiri tidak tahu akan pikiran pelayan cantik, dia hanya menutup karena kebiasaannya saat dalam Kediaman sebelumnya.
Pelayan cantik meletakkan berbagai makan di meja makan yang berada di ruangan tersebut. Dia mempersiapkan makanan sambil memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pelayan itu sebenarnya takut akan dilecehkan dan ditinggal pergi seperti baj*ingan pada umumnya.
Namun, melihat Xiao Fan keluar dari kamar tidur. Dia menghela nafas lega, hal itu karena Xiao Fan memakai pakaian santai dan tidak menunjukkan ekspresi ingin memakan dirinya.
Xiao Fan berjalan ke arah tempat makan, dia duduk dan menatap ke arah makanan yang tersedia di meja makan. Dia kemudian menatap ke arah pelayan cantik.
“Apakah kau sudah makan?”
Pelayan cantik itu sedikit terkejut, kemudian dengan cepat menjawab, “Belum, Tuan. Saya baru tiba di penginapan, kemudian diminta untuk melayani kebutuhan, Tuan.”
Xiao Fan mengangguk paham. “Kalau begitu, duduklah di sana. Kita makan bersama.”
Pelayan cantik terkejut, dia segera menolak. Namun, sebuah benang hitam melilit perutnya. Kemudian, dia mendengar suara Xiao Fan yang sangat berat tanda seakan dia marah.
“Turuti perintahku!”
Pelayan cantik itu seketika ketakutan. Dia menggigil ketika dihadapkan dengan niat membunuh yang sangat kuat tersebut.
Dia pasrah dan duduk di kursi makan, Xiao Fan hanya mengangguk dan mulai mengambil makanan sambil berkata, “Ayo, ambillah dan mulai makan.”
Pelayan cantik mengangguk, dia tidak ingin membuat Xiao Fan benar-benar marah. Dia dengan cepat mengambil nasi dan beberapa lauk.
Keduanya makan bersama tanpa ada suara, selain tabrakan antara sendok dan piring tersebut.
***
Beberapa menit kemudian.
Keduanya telah menyelesaikan makan makanan yang berada di meja makan. Pelayan cantik mengumpulkan piring dan menaruh di kereta makan.
Pelayan cantik kemudian berdiri dan belum mendorong keretanya. Xiao Fan sendiri segera menatap ke arah pelayan cantik tersebut.
Xiao Fan mengerutkan keningnya, kemudian dia ingat bahwa pelayan cantik di depannya ditugaskan untuk melayani seluruh kebutuhannya.
“Aku akan tidur. Lakukan sesukamu, juga kamu bisa tidak melakukan hal yang mengenai pelayanan ranjang.”
Xiao Fan berjalan ke arah kamar, dia kemudian berbaring di tempat tidur.
Sementara itu, Pelayan cantik bingung harus memilih apa. Di sisi lain, jika keluar... Dia akan di marahi oleh pemilik. Namun, jika dia mengikuti Xiao Fan, dia takut bahwa Xiao Fan adalah seorang baj*ingan yang tidak bertanggung jawab.
“Aku harus memilih yang mana?”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya (tip bisa berupa menonton iklan di Hadiah.)
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.