Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 76 : Ni Shan Jian


[Chapter 76.]


[Ni Shan Jian.]


[Silahkan Dibaca.]


Akademi Yuen.


Ning Que dan Ning Shui saling berjalan satu sama lain. Keduanya berjalan-jalan sambil mencari keberadaan Xiao Fan.


Ning Shui khawatir akan keadaan Xiao Fan. Bagaimanapun juga dia adalah perempuan yang paling tulus untuk Xiao Fan. Dia menatap ke arah kakaknya tersebut, dia menemukan bahwa kakaknya juga terlihat khawatir.


“Kenapa, Kakak begitu terobsesi dengan Kak Fan? Bukankah dia sudah berkata bahwa, dia tidak akan pernah mengabdi kepada Kerajaan.” Ning Shui sedikit kesal dalam hatinya, tetapi di depannya adalah kakaknya.


Ning Que mendengar adiknya menyalahkannya dalam hati, dia mengerut dan marah terhadap adiknya tersebut. Namun, dalam permukaan, dia terlihat lebih sedih.


“Maafkan aku.” Ning Que berkata dengan rendah, Ning Shui menggelengkan kepalanya. Fokusnya sekarang mencari keberadaan Xiao Fan.


Ning Shui sendiri tanpa sadar mengikuti arah yang dituju oleh Ning Que, dia terlalu yakin bahwa kakaknya juga sedang mencari Xiao Fan.


Keduanya tiba di Barat Akademi, di mana tempat itu terhubung dengan hutan Clover dan sangat sepi.


Ning Que menatap ke arah langit, Ning Shui bingung dengan kakaknya tersebut. Lalu, dia menjadi serius ketika merasakan berbagai orang berjubah hitam tengah mengelilingi dia dan kakaknya.


“Siapa kalia—“ Ning Shui belum sempat menyelesaikan kalimatnya. Pandangannya menjadi hitam dan jatuh pingsan di tempat, begitu juga Ning Que.


“Kita pergi.” Kemudian, seluruh orang berjubah hitam mulai menghilang dan bergerak dengan cepat menuju ke arah hutan Clover.


***


Laboratorium Ni Shan Jian.


Xiao Fan memandang dengan kagum, kemudian dia berjalan ke arah tempat duduk yang berada di dekat Ni Shan Jian.


“Guru Ni, ini terlalu mengagumkan.” Xiao Fan memuji laboratorium tersebut. Sudah lama dia tidak melihat sebuah laboratorium yang begitu bagus.


“Terima kasih, Guru Fan. Hanya saja tempat ini milik Akademi.” Ni Shan Jian tersenyum senang, tetapi dia bukan orang yang haus akan pujian.


Xiao Fan mengangguk, dia paham sifat dari seorang peneliti. Tidak senang terlalu dipuji, lebih senang ketika menemukan sesuatu yang menarik.


Xiao Fan duduk dan menatap ke arah meja yang ada daging dari monster roh. Dia sedikit tertarik dengan apa yang dikerjakan oleh Ni Shan Jian.


“Guru Fan, bagaimana menurutmu tentang Roh Elemen Buatan?” Xiao Fan menaikkan alisnya, dia memahami sekarang arah pembicaraan dari Ni Shan Jian.


“Roh Elemen bangkit ketika kita berada di umur enam tahun. Di saat kebangkitan akan diukur tingkat Roh Elemen tersebut.”


“Hanya saja, Roh Elemen berdasar dari apa? Jika, orang bisa mengungkapkan dasar tersebut. Roh Elemen Buatan dapat terbentuk seketika.”


Ni Shan Jian melebarkan matanya, dia benar-benar tidak menyangka Xiao Fan memberikan informasi yang sama dengan pemikirannya.


“Menarik, Anda benar, Guru Fan. Kita harus mencari dasarnya terlebih dahulu. Selepas itu, membuat Roh Elemen Buatan.”


Ni Shan Jian kemudian mengeluarkan sebuah kristal berwarna hijau di dalam Monster Roh. “Monster ini masih baru, apakah Anda mengetahui Kristal Hijau ini?”


Xiao Fan berdiri dan melangkah ke samping Ni Shan Jian, dia melihat Kristal Hijau tersebut. Dia mengerutkan keningnya, selama dalam pembedahan Monster Roh sebelumnya, dia menemukan banyak Kristal tersebut.


“Aku juga memilikinya, tetapi aku tidak tahu kegunaannya.” Xiao Fan mengembalikan kristal tersebut ke meja.


Ni Shan Jian mengangguk, kemudian dia mengambil kristal tersebut dan menaruhnya ke dalam tabung kecil berisi air panas.


Xiao Fan hanya menatap yang dilakukan oleh Ni Shan Jian. Dia ingin melihat apa yang akan terjadi nantinya.


“Air mulai berubah menjadi Hijau. Lalu, masukkan daging yang berasal dari Monster Roh pemilik Kristal Hijau tersebut.”


Xiao Fan kemudian melihat reaksi dari daging tersebut. Dia kemudian melihat Ni Shan Jian memasukkan sebuah jarum kecil ke dalam tabung tersebut.


Seketika tabung bercahaya. Xiao Fan menggunakan Qi melapisi matanya, dia melebarkan matanya ketika melihat jarum menyerap seluruh cairan Hijau.


‘Tunggu... Di mana daging tadi?’ Xiao Fan terus mencari dan tidak menemukan sama sekali. Ni Shan Jian menatap tabung dengan seringai.


Terlihat jarum memiliki garis berwarna hijau. Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat jarum itu.


“Mari kita uji jarum ini, Guru Fan.” Ni Shan Jian berjalan terlebih dahulu menuju ke arah pintu yang berada di samping kanan laboratorium.


Xiao Fan mengikutinya, kemudian dia masuk selepas Ni Shan Jian. Dia menatap sekeliling tempat tersebut.


Terlihat lapangan seukuran laboratorium. Ada beberapa alat untuk uji coba, entah itu target atau hal lainnya.


Ni Shan Jian menatap ke arah target di ujung ruangan tersebut. Dia kemudian melemparkan jarum tersebut dengan normal menuju ke arah target yang berada jauh di depannya.


Jarum terlihat melesat normal, tetapi ketika garis hijau bersinar, jarum mulai melesat dengan sangat cepat dan membelah target yang dijadikan sasaran lemparan tersebut.


Xiao Fan sedikit melebarkan matanya, dia kembali sadar dan berpikir, ‘Bukankah itu mirip dengan pedang roh milikku?’


“Bagaimana, Guru Fan?” Ni Shan Jian menatap ke arah Xiao Fan dengan senyum di wajahnya.


Xiao Fan mengangguk, dia kemudian berkata, “Hebat, tetapi masih ada kekurangan. Itu hanya dapat digunakan sekali. Juga, seharusnya ada semacam reaksi agar senjata itu kembali ke diri kita.”


Ni Shan Jian kemudian mulai menunduk dan berpikir cepat, dia benar-benar merasa bahwa saran dari Xiao Fan tepat. Dia merenung, lalu melihat Xiao Fan mengeluarkan sebuah jarum.


“Lihat ini.” Xiao Fan kemudian melemparkan jarum dengan sangat cepat. Ni Shan Jian menatap ke arah target Xiao Fan.


Jarum milik Xiao Fan menebas target menjadi dua. Kemudian, jarum terlihat tertarik kembali ke arah Xiao Fan. Ni Shan Jian melebarkan matanya, lalu melihat siluet-siluet benang di antara Xiao Fan dan jarum.


‘Benang?’


Ni Shan Jian bertanya-tanya dalam pikirannya, tetapi seketika dia menyadari apa yang perlu ditambahkan nanti.


“Terima kasih, Guru Fan. Anda benar-benar membuka mataku.” Ni Shan Jian benar-benar memuji Xiao Fan, dia sangat mengagumi pemuda tersebut.


“Tidak apa-apa, mari kita kembali ke laboratorium. Aku sedikit tertarik dengan Kristal tadi.” Xiao Fan berkata dengan ringan, dia merasa bahwa Kristal sebelumnya bukan untuk mengubah senjata saja.


Ni Shan Jian tersenyum, dia benar-benar tidak menyangka Xiao Fan tertarik akan eksperimen miliknya. “Guru Fan, sepertinya aku akan mengikuti Anda saja.”


Xiao Fan yang akan keluar dari ruang uji coba, seketika berhenti. Dia kemudian bertanya tanpa menatap ke arah Ni Shan Jian. “Apakah kamu yakin?”


Ni Shan Jian tidak terlalu peduli akan Akademi, dia lebih mementingkan eksperimen dan penelitian. Dia merasa mengikuti Xiao Fan akan mendapatkan banyak pengetahuan baru.


“Pasti.” Ni Shan Jian sedikit membungkuk hormat kepada Xiao Fan.


Xiao Fan berbalik dan menatap ke arah Ni Shan Jian dengan serius. “Semisal satu benua adalah musuhku, apakah kamu akan tetap mengikutiku?”


Ni Shan Jian menatap ke arah Xiao Fan, dia tersenyum dan menjawab dengan serius. “Pasti, hanya saja berikan aku bahan eksperimen yang menarik.”


Xiao Fan menyeringai dan berkata dengan nada ringan. “Itu mudah, bagaimanapun juga... Alam itu sangat penuh akan misterius.”


Ni Shan Jian tersenyum lebar, inilah keinginannya. Dia sekarang menjadi pengikut Xiao Fan. Keduanya kembali ke Laboratorium, tetapi ketika mereka tiba. Seorang murid masuk ke dalam laboratorium.


Murid tersebut berlari ke arah Ni Shan Jian dan berkata dengan nada serius.


“Guru Ni... Seluruh Guru di minta oleh Kepala Akademi untuk pergi menuju ke arah Ruang Kepala Akademi.”


[Ilustrasi Karakter.]



Ning Que


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.