
Silakan Dibaca.
Di suatu tempat, terlihat terdapat delapan sosok tengah melingkari tiga sosok yang tengah bertarung. Dua sosok monster lahar dan satu sosok manusia.
Manusia itu ialah Xiao Fan. Ia kini tengah melawan dua monster yang memiliki kesamaan bentuk. Namun, berbeda kelemahan dan kelebihan.
Meski begitu, Xiao Fan sama sekali tidak gentar. Ia menghunuskan pedangnya kembali dan melihat ke arah Monster1 yang sudah kehilangan kedua tangannya.
“Monster ini memiliki waktu untuk menggunakan serangan sebelumnya.”
Xiao Fan menajamkan tatapannya. Kemudian, ia menginjak tanah kuat-kuat dan melesat ke arah kepala Monster1 berada.
Monster2 yang melihat hal itu tidak tinggal diam. Ia menghilang dari tempat dan mengayunkan kakinya menuju ke arah Xiao Fan.
Tendangan tersebut layaknya sabit. Dan Xiao Fan menyadari hal itu. Ia tidak menghindar, pedang yang dirinya bawa berayun kuat-kuat menebas ke arah tendangan Monster2.
Kaki melawan pedang. Dua kekuatan saling berbenturan, ledakan kuat terjadi begitu saja.
Boom!
Monster2 terdorong ke belakang. Kekuatannya tidak sekuat monster lainnya. Terutama tangan yang sudah terpotong, mempengaruhi kekuatan tersebut.
Xiao Fan melirik sekilas kemunduran Monster2, ia tahu bahwa monster tersebut tidak akan menghalangi lagi.
Dengan cepat, Xiao Fan menghilang dari tempat dan muncul kembali tepat di leher Monster1. Monster1 yang sudah mengumpulkan energi di mulutnya, siap untuk melepaskannya.
Xiao Fan tidak mundur, pedang berayun dengan indah layaknya bunga yang menari di udara. Dengan kecepatan yang tajam, Xiao Fan muncul di belakang Monster1 diikuti dengan meledaknya bola monster tersebut di tanah.
Boom!
Tepat leher Monster1 terdapat jejak pemotongan lurus. Berikutnya, kepala Monster1 terlepas dari tubuhnya dan berputar menjauh, lalu jatuh ke tanah.
Xiao Fan tidak mengendur. Ia memandang ke arah Monster2. Namun, tempat tersebut sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan monster itu.
Xiao Fan mengatur nafasnya, ia merasakan jejak kehadiran dari Monster2. Sampai akhirnya, ia berbalik dan mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Bang!
Pedang berbenturan dengan pukulan keras. Xiao Fan menyipit dan melihat bahwa penyerang tersebut ialah Monster2. Namun, hal yang berbeda kali ini ialah seluruh tubuh monster tersebut tidak ada bentuk magma sama sekali. Melainkan, mirip seperti api yang berkobar.
Xiao Fan menaikkan alisnya, jelas-jelas ia terkejut dengan perubahan tersebut. Namun, hanya butuh satu detik untuk kembali ke keadaan normal.
“Benar-benar Monster yang memiliki banyak perubahan...”
Pedang Xiao Fan seketika memerah. Membuat Xiao Fan mengerutkan keningnya dan segera mengambil langkah mundur.
Tepat ia sudah melangkah dua kali ke belakang, sosok Monster2 muncul di depannya. Ia mengayunkan lengannya dengan cepat.
Xiao Fan bereaksi dua kali lebih cepat dari biasanya. Ia mengangkat pedangnya dan menahan serangan itu.
Pedang kembali bertemu dengan pukulan. Namun, kali ini berbeda dari sebelumnya. Karena pedang sama sekali tidak memerah.
Xiao Fan menyeringai, ia dengan cepat menebas lengan Monster2 tersebut. Namun, belum sempat pedang menyentuh lengan Monster2.
Monster2 menghilang dari tempat. Pedang menebas udara dan Xiao Fan merasakan ancaman dari berbagai sudut.
‘Kanan, kiri, belakang, dan depan...’ Xiao Fan melirik seluruh arah tersebut. Ia dengan cepat melesat ke langit, dan memandang ke bawah melihat apa yang mengancamnya itu.
Terlihat, gelombang ombak lahar datang dari berbagai sudut tempat sebelumnya ia berada. Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia segera memandang ke arah monster lainnya dan mendapati bahwa delapan monster yang berdiri sebelumnya, telah menghilang.
Xiao Fan merasakan bahaya kembali, tepat di atasnya. Ia segera mengayunkan pedangnya ke atas. Dan suara benturan keras terdengar.
Bang!
Xiao Fan melihat tangan besar tengah berbenturan dengan pedangnya. Hal ini membuat Xiao Fan terkejut, sebelum ia merasakan bahaya kembali.
Xiao Fan terkejut, ia segera melepaskan benturan dengan lengan besar. Xiao Fan segera menghindar dan mendarat di tanah yang jauh.
Namun, saat Xiao Fan mendarat dengan mantap. Dua bayangan melintas ke arahnya dengan cepat. Xiao Fan merasakan bahaya kembali tepat di depannya.
Dua sosok lengan layaknya pisau melesat ke arah Xiao Fan. Xiao Fan yang melihat serangan tersebut, tidak tinggal diam.
Ia mengayunkan pedangnya ke depan, suara benturan logam terdengar sangat keras. Namun, Xiao Fan menghiraukan hal itu, karena ia merasakan bahaya kembali di belakang.
Sosok kaki besar melintas secara vertikal di atasnya. Xiao Fan segera berguling ke belakang dan tepat di tempat sebelumnya ia berada, ledakan keras terjadi.
Boom!
Xiao Fan memandang ke arah depan. Matanya berkilat cerah nan dingin, wajahnya menjadi serius. Ia tidak menyangka seluruh monster bergerak sekarang.
Xiao Fan berdiri tegak, pandangannya menyapu ke arah monster. Menghitung satu persatu, wajahnya semakin tenggelam.
“Dua monster tepatnya berada di mana?” gumam Xiao Fan.
Ia melirik ke kanan dan kiri, lalu ia akhirnya menemukan apa yang dirinya cari. Namun, saat melihat dua sosok monster itu, Xiao Fan mengerutkan keningnya.
Terlihat Monster2 yang kehilangan lengan kirinya. Kini telah pulih dan mencapai puncak kekuatannya kembali.
Xiao Fan memandang ke arah monster di sebelah Monster2.
“Begitu ternyata ... Monster ini harus dibunuh terlebih dahulu. Jika tidak, aku akan kalah nantinya.”
Xiao Fan menghirup nafas dalam-dalam. Ia melayang terbang ke atas, matanya terpejam dan perasaan alam di tempatnya berada mulai terasa di dalam dirinya.
Aliran energi aneh mulai memasuki tubuhnya, berkembang dan terus memenuhi seluruh organ dalamnya.
Xiao Fan sendiri baru merasakan ketika membunuh Monster1. Ada energi aneh yang perlu diekstrak agar menjadi lebih kuat.
Dan juga, Xiao Fan sudah menyempurnakan teknik penyerapan yang sangat kuat. Hal ini, membuat dirinya dapat menyerap energi di sekitar lebih cepat.
Di gunung dekat pertempuran tersebut. Sosok Naga yang melihat kejadian Xiao Fan. Tidak bisa untuk tidak terkejut, ia tidak menyangka manusia di depannya benar-benar memahami esensi yang terdapat di alam.
“Pewaris kali ini, benar-benar sesuatu,” kata Naga tersebut.
Xiao Fan tidak mengetahui sosok naga itu. Ia terus menyerap, sambil merasakan apakah ada pergerakan terhadap sembilan monster tersebut.
Apa yang ia lihat ialah, para monster itu sama sekali tidak bergerak. Mereka seolah-olah menunggu dirinya menyelesaikan penyerapan.
Xiao Fan tidak mencibir maupun mengejek. Ia tahu bahwa para monster tersebut ialah penguji tempat yang dirinya tempati tersebut.
Kesimpulan yang diambil Xiao Fan sangatlah sederhana. Semenjak ia berjalan sama sekali tidak ada monster dan ketika ia tiba di suatu tanah lebar. Sepuluh monster muncul dan yang bergerak hanya dua saja.
Ketika satu monster mati, monster lainnya mulai bergerak seolah-olah sudah dirancang untuk melakukan aksi tersebut.
Xiao Fan tidak peduli, karena sekarang ia terus menyerap dan hampir mencapai puncak penyerapan.
Cahaya perlahan-lahan mulai menyelimuti tubuhnya, tak butuh waktu lama untuk cahaya tersebut menghilang.
Ketika cahaya menghilang, sosok berpakaian perang terlihat. Rambutnya merah panjang, pakaiannya juga merah dengan simbol api di tengah-tengah.
Sosok itu tidak memakai pelindung kepala. Membuat rambutnya yang panjang berkibar bebas ke belakang.
Xiao Fan perlahan-lahan membuka matanya. Iris mata merah cerah bersinar dengan dingin. Entah mengapa, Xiao Fan merasakan kekuatan yang berbeda.
Ia menatap ke arah pakaiannya yang merah, sudut mulutnya seketika terangkat membentuk senyuman.
“Benar-benar menarik!”
To be Continued.