Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 258 - Qi Ilahi


Silakan Dibaca.


Xiao Fan memandang dirinya dengan saksama. Ia tidak menyangka bahwa energi misterius yang dirinya serap dapat mengubah penampilannya kini.


Tampan dan kuat. Dua kata ini menggambarkan tentang keadaan Xiao Fan sendiri. Ia mengepalkan tangannya dan perasaan bermandikan banyak kekuatan benar-benar hebat.


Berbagai informasi terkait energi tersebut memasuki tubuh Xiao Fan. Senyum di wajahnya dalam sekejap terukir.


“Qi Ilahi...”


Sebutan energi tersebut membuat Xiao Fan semangat. Ada tiga jenis Qi di dunia sekarang baik itu di Alam rendah, menengah, maupun tinggi.


Qi awal ialah Qi normal. Di mana energi tersebut memiliki kemurnian yang rendah. Energi ini adalah energi yang dipakai banyak orang.


Qi Ilahi ialah Qi tingkat kedua. Di mana energi ini memiliki kemurnian lebih tinggi di bandingkan Qi normal. Nyala kekuatan yang dihasilkan Qi Ilahi benar-benar kuat.


Ibarat serangan bola api. Qi normal dapat membakar rumput, sementara Qi Ilahi dapat membakar hutan. Inilah perbedaan kualitas kekuatannya.


Dan terakhir, Qi Asal. Energi ini hanya dimiliki seseorang yang berada di tingkat Dewa. Mereka harus memiliki Qi Asal sebelum mendapatkan gelar Dewa bernama.


Di kehidupan sebelumnya, Xiao Fan belum mengenal istilah tiga Qi tersebut. Karena dulu, Qi masihlah murni tanpa ada kekacauan apa pun.


Xiao Fan menyeringai, ia memandang ke arah sembilan monster di depannya itu. Xiao Fan tahu bahwa meski memiliki Qi Ilahi, ia tidak mungkin dapat mengalahkan sembilan monster tersebut.


Hal ini karena ia belum memiliki Qi Ilahi yang melimpah dibandingkan lawannya tersebut. Namun, jika untuk mengurangi jumlah musuh. Xiao Fan masihlah sanggup.


Perlahan-lahan dengan pasti, Xiao Fan turun dari langit. Selepas berubah, ia benar-benar berbeda. Entah penampilan maupun aura ia berbeda dari sebelumnya.


Embusan angin panas menerpa rambut merah Xiao Fan. Tepat saat ia menyentuh tanah, perasaan bahaya segera terasa.


Xiao Fan tidak menghindar, pedang bulan darah bersinar merah gelap. Xiao Fan dengan ringan mengayunkan pedang ke depan.


Dentang!


Benturan logam terdengar begitu keras. Xiao Fan sedikit terdorong ke belakang, angin terasa di kanan dan kirinya. Sosok duo monster melintas dan menyerang kembali.


Xiao Fan menahan dua serangan dengan cepat. Benturan logam terus terdengar tanda bahwa mereka saling bertukar serangan satu sama lain.


Namun, serangan kedua belah pihak segera dihentikan ketika, Monster9 mengayunkan kakinya dengan keras tepat ke arah Xiao Fan berhenti.


Momentum kekuatan tendangan itu sangatlah kuat. Membuat Xiao Fan segera melakukan putaran ke belakang dengan cepat.


Boom!


Tanah di tempat Xiao Fan sebelumnya hancur. Dan Xiao Fan sendiri memandang ke arah sisi lain, di mana Monster10 berada.


Xiao Fan menargetkan monster tersebut karena, jika tidak dihancurkan sesegera mungkin. Semua usahanya dalam menghancurkan lawan nantinya akan sirna.


Karena Monster10 ialah monster yang berspesialis dalam penyembahan. Hal inilah yang menjadi target utama dari Xiao Fan terlebih dahulu.


Xiao Fan merentangkan tangan kirinya. Tepat di telapak tangan terkumpul energi yang membentuk bola kecil. Tepat saat energi sudah memadat, Xiao Fan meluncurkan bola tersebut ke arah Monster10.


Monster10 menyadari akan serangan tersebut, ia tidak khawatir karena Monster2 dan Monster3 melindunginya dengan ketat.


Bola kecil tiba di depan ketiga monster tersebut. Monster3 menahan bola dengan telapak tangannya yang lebar. Kemudian, Monster2 menendang bola ke atas dengan keras.


Xiao Fan melihat serangannya tidak mengenai Monster10, ia mengerutkan keningnya. Kemudian, di saat ia mendarat tepat di tanah.


Dua sosok bayangan yang tak lain Monster7 dan Monster8 melintas dengan tangan yang begitu tajam. Satu mencoba menebas atas dan yang lainnya menebas bawah.


Xiao Fan melihat dua serangan tersebut, ia melompat rendah dan berputar di tengah-tengah dua tangan tajam tersebut. Matanya dalam sekejap menyala dan ia menyentuh tanah kembali.


Monster2 dan Monster3 tidak tinggal diam ketika melihat Xiao Fan melesat ke arah Monster10. Mereka menghalanginya dan mempersiapkan serangan.


Xiao Fan dalam sekejap tiba di depan kedua monster itu. Ia mengayunkan pedangnya tepat ke arah leher Monster2. Namun, belum sempat menyentuh Monster2. Monster3 sudah menghalangi dengan telapak tangannya yang besar.


Boom!


Xiao Fan mundur beberapa langkah, ia memandang ke arah Monster3 dan dirinya paham bahwa lawannya tersebut mengandalkan kekerasan tubuh.


Xiao Fan merasakan bahaya dari samping kanan dan kiri. Ia mengabaikannya, lalu melesat ke arah Monster3.


Deru ombak lahar terdengar sangat kuat. Monster4 dan Monster5 menggunakan sihir mereka untuk menenggelamkan Xiao Fan.


Namun, usaha mereka gagal karena Xiao Fan kini tiba di depan Monster3.


Pedang berayun dengan cepat, suara desisan angin panas terdengar sangat kasar. Monster3 memandang ke arah Xiao Fan, ia menahan serangan pedang tersebut.


Namun, sayang sekali. Serangan tersebut bukanlah Qi normal. Melainkan Qi Ilahi, sehingga pada saat pedang bertemu dengan telapak tangan Monster3.


Hanya suara robekan keras terdengar. Pedang bulan darah menebas jari Monster3. Xiao Fan sendiri tidak berhenti, ia melesat dan mulai menebas lengan Monster3 sehingga tidak dapat digunakan lagi.


Monster10 ingin segera bergerak menyembuhkan Monster3. Namun, Xiao Fan bergerak cepat dan mengayunkan pedangnya ke arah Monster10.


Ketika pedang akan jatuh, sosok siluet Monster2 muncul di depan Xiao Fan sambil mengayunkan kakinya ke arah Xiao Fan.


Ia menyerang Xiao Fan, bukan pedangnya karena jika ia menyerang pedang tersebut. Kakinya akan hancur seketika.


Namun, apakah Xiao Fan diam dan menerima serangan tersebut? Tentu saja, tidak. Ia menghilang dalam sekejap dan muncul di belakang Monster2.


Monster2 sudah mengetahui kehadiran Xiao Fan tersebut. Ia ingin berputar dan menyerang tepat Xiao Fan. Namun, kecepatannya kalah dari ayunan pedang Xiao Fan.


Pedang melintas dengan cepat. Monster2 membeku dan garis putih samar terlihat di kakinya.


Detik berikutnya, kaki Monster2 terbelah dan hancur. Monster2 jatuh ke tanah, ia tidak bisa menstabilkan tubuhnya kembali.


Monster10 mulai membaca mantra, ia harus cepat agar Monster2 dan Monster3 dapat bertempur kembali.


Sementara monster lainnya yang tidak memiliki kecepatan hanya diam, kecuali dua monster yang berspesialis dalam bayangan.


Namun, meski mereka bergerak cepat. Mereka tetaplah kalah dengan Xiao Fan yang mulai menyerang Monster10.


Monster10 yang diserang terus menerus gagal merapal mantra. Monster4 dan Monster5 segera membantu dengan mengganggu Xiao Fan menggunakan sihir penyerang.


Namun, semua itu percuma. Karena Xiao Fan jauh lebih cepat dan kebal terhadap api dan lahar.


Xiao Fan tidak peduli dengan serangan yang diluncurkan Monster4 dan Monster5. Ia terus melesat dan pedang bulan darah mulai bersinar.


Monster10 kewalahan. Ia mengangkat kedua tangannya, mencoba untuk langsung menyembuhkan kedua monster di dekatnya.


Namun, Xiao Fan bergerak cepat dan memotong kedua tangan Monster10 yang terbuka lebar.


Xiao Fan tidak berhenti begitu saja, ia menghilang dan tiba di depan Monster10. Kemudian, dalam sekejap seluruh area berhenti dan Xiao Fan muncul di belakang Monster10.


Garis putih terlihat dan detik berikutnya, kepala Monster10 terlepas dari tubuhnya.


Xiao Fan memandang sejenak, ia sedikit terengah-engah karena pemakaian Qi Ilahi benar-benar membebani tubuhnya.


“Aku berhasil... Namun,” kata Xiao Fan berhenti, pandangannya terarah ke delapan monster di depannya. “Pertarungan asli baru saja dimulai!”


To be Continued.