Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 172 - Alam Langit


Silakan Dibaca.


Tengah malam hari.


Xiao Fan dan kedua pengikutnya diberikan tempat istirahat oleh para penduduk Desa Wu. Mereka meminta pada para Juru selamat untuk menginap di kediaman kepala desa yang relatif bagus.


Xiao Fan tidak menolak, ia menerimanya dan sekarang ia berada di ruang tidur yang cukup luas. Xiao Fan sendiri sedikit tidak menyangka, ketika melihat ruangan di tempat kepala desa hampir menyamai luasnya ruang tidur Penginapan tingkat tinggi.


“Benar-benar Desa yang aneh. Kekayaan mereka sama sekali tidak habis, bahkan rumah-rumah penduduk benar-benar sudah berlantai semuanya.” Gumam Xiao Fan.


Ia sedikit kagum dengan penduduk Desa Wu. Tanpa harta tertanam di bawah tanah, mereka benar-benar bisa mencari sendiri dengan cepat.


“Seharusnya mereka sudah diangkat menjadi Kota, bukan Desa.. namun, sayangnya ini Kerajaan Dong.. Kerajaan yang tidak terlalu peduli dengan uang dan fokus kepada kekuatan.” Lanjut Xiao Fan sambil menggelengkan kepalanya.


Kemudian, Xiao Fan mengeluarkan tiga gulungan yang dirinya dapatkan sebelumnya. Ia mengamati sekilas, dan mulai mengambil yang pertama kali dirinya dapatkan.


Shan Yuan juga keluar, ia sebenarnya penasaran akan harta yang tersimpan di bawah tanah Desa Wu. Ia sama sekali belum pernah menemukan harta yang begitu mencolok dan aneh.


Xiao Fan membuka gulungan abu-abu terlebih dahulu. Ia melihat bahwa gulungan itu kosong, tanpa ada noda sama sekali.


Xiao Fan mengetahui akan hal itu, ia segera mengaktifkan mata Qi miliknya dan terlihat berbagai huruf dan gerakan aneh terlihat di gulungan tersebut.


Seketika, Xiao Fan merasakan berbagai informasi memasuki pikirannya. Ia segera memejamkan matanya dan mulai memasuki alam bawah sadarnya.


***


Alam bawah sadar.


Xiao Fan memandang ke arah sekitar, kemudian ia melihat jauh dari tempatnya berada terdapat sebuah pintu yang tengah tertutup dan berbagai awan melindunginya.


Xiao Fan mengetahui pintu apa itu, ia memandang alam bawah sadarnya sebentar, hanya dataran hijau luas dengan beberapa bangunan yang berdiri.


Kemudian, ia berjalan menuju ke pintu yang dikelilingi oleh awan. Namun, saat ia sudah dekat dengan pintu awan tersebut, dirinya seketika ditelan masuk ke dalam pintu awan.


***


Alam Langit.


Xiao Fan membuka matanya, ia melebarkan matanya ketika melihat seluruh tempat di sekitarnya semuanya awan.


Xiao Fan melihat sekelilingnya, pintu masih ada tepat di belakangnya. Xiao Fan mengetahui bahwa itu adalah pintu keluar dari tempat berawan tersebut.


Xiao Fan kemudian memejamkan matanya dan mencerna keseluruhan informasi yang dirinya dapatkan, tak butuh waktu lama untuk menyerap informasi tersebut.


Xiao Fan membuka matanya dan berkata pelan. “Alam Langit.”


Alam Langit, suatu Alam yang terbentuk oleh para Dewa. Alam ini memiliki tujuh lantai menjulang ke atas, setiap lantai memiliki tugas masing-masing dan kemampuan masing-masing.


Xiao Fan sekarang berada di lantai pertama, ia melihat sekelilingnya sekali lagi dan hanya awan putih tanpa ada noda sama sekali.


“Kekuatan yang diberikan Alam ini kuat, namun masih perlu dikembangkan. Juga, baru kali ini aku menemukan hal seperti ini.” Ucap Xiao Fan.


Ia sendiri selama hidupnya, belum pernah mendengar yang namanya Alam Langit. Xiao Fan sekarang benar-benar tertarik akan penemuannya kali ini.


Ia melangkah maju, sesuai informasi yang ia dapatkan. Ia perlu menuju ke arah tangga langit, di sana dirinya akan mendapatkan ujian dan kekuatan lantai pertama.


Xiao Fan masih mengingat Ujian lantai pertama adalah pertarungan dengan dua manusia yang memiliki Roh Elemen Malaikat Suci.


Sementara hadiahnya, Xiao Fan tidak mengetahuinya. Informasi hanya memberikan tentang ujian saja, sementara hadiah.. sama sekali tidak diberitahukan.


Tiba di tangga menuju ke lantai dua, Xiao Fan melihat seorang wanita dengan sayap putih lebar di belakangnya.


“Selamat datang di Alam Langit, Tuan.” Wanita itu berkata sambil tersenyum tulus penuh akan kemuliaan.


Xiao Fan tertegun, ia sedikit linglung dan segera kesadarannya kembali pulih. Ia memandang ke arah wanita itu dan bertanya, “Kamu siapa?”


“Saya adalah pelayan Anda, Tuan. Alam Langit telah memilih Anda, maka Saya akan melayani Anda di Alam Langit ini.” Jelas Wanita tersebut masih sambil tersenyum tulus.


“Alam Langit akan menjadi milik Tuan sepenuhnya, jika Tuan dapat naik ke lantai selanjutnya, yaitu lantai kedua.” Kata wanita tersebut.


Xiao Fan paham, ia perlu naik ke lantai dua dan mendapatkan Alam Langit sepenuhnya.


“Sebelum itu, namamu siapa?” tanya Xiao Fan, namun wanita itu menggelengkan kepalanya kembali dan berkata dengan nada sedih.


“Tuan, Saya belum memiliki nama..” kemudian wanita itu menatap ke arah Xiao Fan dan memohon. “Bisakah, Tuan memberikan Saya nama?”


Xiao Fan tertegun, kemudian ia memegang dagunya memikirkan nama yang cocok untuk wanita yang mirip dengan bidadari surga.


“Xiao Lian, nama margamu kubuat sama denganku..” kata Xiao Fan dengan ringan, ia sebenarnya tidak ahli dalam memberikan nama.


Wanita itu tertegun, ia kemudian tersenyum lebar dan berkata, “Terima kasih, Tuan.. atas nama yang Anda berikan.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian ia berkata, “Kalau begitu, jelaskan tentang ujian lantai pertama ini.”


Xiao Lian kemudian menjelaskan hal yang sama dengan informasi yang didapatkan oleh Xiao Fan sendiri.


Tak butuh waktu lama, Xiao Lian mengakhiri penjelasannya. Ia kemudian bertanya kepada Xiao Fan. “Apakah sudah mengerti, Tuan?”


“Aku mengerti, Lian’er. Lalu, di mana tempat ujiannya dilakukan?” tanya Xiao Fan, namun ia tidak menyadari bahwa Xiao Lian memerah karena dipanggil ‘Lian’er.’


Xiao Lian segera sadar, ia kemudian mengayunkan tangannya dan sebuah lingkaran berwarna putih muncul tak jauh dari keduanya.


“Tuan, memasuki tempat itu. Di sana akan ada dua orang yang perlu Tuan kalahkan untuk naik ke lantai kedua.” Kata Xiao Lian dengan jelas.


Xiao Fan mengangguk, kemudian ia berjalan masuk ke dalam lubang putih tersebut dan menghilang dari tempat sebelumnya.


***


Suatu tempat.


Xiao Fan memandang sekitar, ia melihat seluruh tempatnya berwarna putih bersih tanpa ada warna apa pun.


Ia kemudian memandang ke depan, di sana terlihat dua pemuda menggunakan tombak berwarna putih dan seekor tunggangan kuda bersayap.


“Jadi, merekakah yang perlu kulawan..” kata Xiao Fan sambil mengeluarkan pedang pendek miliknya.


Kedua orang di depannya mulai mendekat ke arah Xiao Fan dengan berjalan ringan. Namun, gerakannya perlahan-lahan meningkat, sampai akhirnya melesat sambil mengayunkan tombaknya ke depan.


Xiao Fan sudah mengetahui trik seperti itu, ia menghunuskan pedangnya ke samping. Qi miliknya mulai keluar dan menyelimuti pedangnya.


Detik berikutnya, Xiao Fan melesat ke arah dua orang yang menunggang kuda tersebut.


Tiba di tengah, Xiao melihat tombak lawan tepat di depan matanya. Namun, Xiao Fan segera menunduk dan menebas salah satu kaki dari kuda bersayap.


Slash!


Orang yang menunggang kuda terjatuh ke lantai, namun.. orang itu segera berdiri dengan stabil.


Xiao Fan memandang ke arah kedua orang di depannya, satu masih berkuda, sementara yang lainnya mengayunkan tombaknya ke belakang.


Xiao Fan menatap ke arah kuda yang ia lukai, ia melihat bahwa kuda tersebut perlahan-lahan mulai berubah menjadi butiran cahaya putih dan menghilang.


“Jadi begitu..”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.