Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3


Silakan Dibaca.


Hong Yan menatap ke arah Xiao Fan dengan penuh kemarahan. Tangan kanannya terentang ke atas, kemudian tombak mata satu muncul di tangannya tersebut.


“Bajin*gan! Aku tidak tahu kau siapa? Tapi, kau mencari masalah denganku! Jangan harap bisa kabur dari kediaman Hong!”


Hong Yan melesat menuju ke arah Xiao Fan dengan cepat, dalam sekejap dia sudah tiba di dekat Xiap Fan sambil mengayunkan tombak miliknya tersebut.


Siluet dalam iris mata Xiao Fan terlihat, dia sedikit terkejut dan paham bahwa Hong Yan menggunakan elemen angin sebagai pemercepatan laju miliknya.


Di hadapan tombak yang siap menebasnya, Xiao Fan sama sekali tidak khawatir. Tangan kanan memegang pedang pendek melintas ke depan dan bertemu dengan tombak tersebut.


Ding.


Udara di sekitar Xiao Fan dan Hong Yan menjadi berat. Mayat yang diduduki oleh Xiao Fan terbang ke belakang dan ke samping.


Xiao Fan dan Hong Yan menguatkan kekuatan senjata mereka. Keduanya segera terdorong ke belakang, akibat dari benturan tersebut.


Keduanya langsung melesat ke arah satu sama lain. Mereka melakukan pertukaran serangan yang sengit, bahkan Hong Tu membeku di tempat ketika melihat keduanya berada di kecepatan yang tinggi.


Xiao Fan menebas dan Hong Yan menahan, kemudian membalas serangan Xiao Fan dengan tombaknya. Xiao Fan tidak panik, dia menghindar ke samping.


Selepas itu, melepaskan Qi dan melapisi pedang dengan Qi tersebut. Detik berikutnya, Qi berubah menjadi api emas.


Xiao Fan mengayunkan pedangnya ke arah Hong Yan. Kemudian, proyektil tebasan api melesat ke arah Pria tersebut.


Hong Yan melihat serangan Xiao Fan. Dia memutar tombak ke kanan dan kiri membentuk dua gelombang angin yang berbentuk seperti roda.


Hong Yan melesatkan kedua serangan miliknya, kemudian serangan tunggal Xiao Fan bertemu dengan serangan ganda Hong Yan.


Woshh.


Tabrakan serangan seketika berubah menjadi pusaran angin api yang lumayan besar. Xiao Fan memandang datar, sementara Hong Yan memutar tombaknya kembali di sisi kanan.


“Teknik Tombak Pertama, Hembusan Angin.”


Hong Yan menghentikan putaran dan angin yang sudah memadat melesat dengan menuju ke arah pusaran angin api tersebut.


Hal itu membuat pusaran angin api melaju dengan cepat menuju ke arah Xiao Fan.


Xiao Fan sendiri tenang, dia tidak panik sama sekali. Baginya musuh di depan hanyalah semut dan biasa.


Pedang pendek lurus ke kanan, Xiao Fan memejamkan matanya. Selepas itu, mata terbuka dan perlahan-lahan terdapat sedikit cahaya yang menyala di mata tersebut.


Xiao Fan melompat dan melakukan sekali putaran di udara dan tangan menggenggam gagang pedang dengan erat. Sejumlah Qi seketika membesar dan dalam sekejap berubah menjadi api emas.


“Teknik Pedang pertama, Tebasan api.”


Xiao Fan menebas ke depan dengan cepat. Siluet proyektil api lebih besar dari sebelumnya, membelah pusaran angin api yang berada tepat di depannya tersebut.


Hong Yan tertegun melihat aksi dari Xiao Fan itu. ‘Bagaimana bisa semudah itu menebas pusaran sebesar itu?’


Xiao Fan menatap ke arah Hong Yan, dia menyipitkan matanya dan melesat ke arah Hong Yan yang masih tertegun dan belum pulih sama sekali.


Hong Tu yang melihat Xiao Fan melesat di kala Tuannya linglung, tidak bisa tidak serius. Dia membuka telapak tangan kanannya, pedang berwarna biru muncul di tangannya.


“Tak akan kubiarkan!” Hong Tu melesat dengan cepat, Xiao Fan tak peduli dan mengayunkan pedang pendek miliknya tepat saat Hong Yan sadar dari lingkungnya.


Ding.


Hong Tu menangkis tebasan Xiao Fan tersebut. Hal itu, membuat mata Xiao Fan menyusut. Dia melihat semacam kilat tertinggal di belakang lelaki yang menahan serangannya tersebut.


“Aku tidak menyangka, akan ada penghalang yang lebih kuat. Seorang pengguna Elemen Petir.” Xiao Fan berkata dengan nada dingin. Pedang miliknya ia genggam dengan erat, kemudian Qi meletus di pedangnya tersebut.


“Terima ini, kalian!” Xiao Fan mengayunkan pedangnya ke bawah dan meledakkan tanah yang berada tepat di bawahnya tersebut.


Tanah yang meledak, membuat berbagai rumput beterbangan di udara terbuka. Meskipun angin malam yang sedikit kuat, rumput tersebut tetap terbang di udara dengan tenang.


“Seni Pedang kedua, Ayunan Daun!”


Xiao Fan mengayunkan pedangnya ke depan dengan kuat, seketika berbagai rumput menyatu menjadi satu membentuk berbagai pedang. Selepas itu, rumput yang berubah menjadi pedang melesat dengan cepat menuju ke arah Hong Yan dan Hong Tu.


Kedua orang Hong tersebut melebarkan matanya. Mereka berdua merasakan bahaya dari para pedang daun tersebut. Keduanya waspada dan mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya.


“Elemen Daun, ini sedikit merepotkan...” Hong Yan menyalurkan seluruh Qi miliknya ke dalam pedang, kemudian Qi berubah menjadi elemen angin yang kuat.


“Hati-hati, Tuan. Sepertinya dia masih ada kartu truf lainnya...” Hong Tu memperingati Hong Yan. Dia sendiri juga mulai mengubah Qi dalam tubuhnya menjadi elemen petir.


Pedang daun tiba di dekat keduanya. Mereka berdua dengan cepat menebas pedang yang berada di dekat mereka. Namun, ketika pedang mereka berdua bertemu dengan salah satu pedang daun. Mereka merasakan berat yang tidak bisa mereka atasi.


Xiao Fan sendiri yang melihat pedang daunnya ingin dihancurkan, tidak bisa tidak memandang dengan lucu. “Sepertinya mereka berdua sangat bodoh...”


Berbagai pedang lolos dan menusuk di tanah dan beberapa menusuk tepat tubuh kedua orang tersebut.


Hong Yan dan Hong Tu tak menyangka bahwa kekuatan dari Elemen Daun begitu kuat. Jika, mereka mengetahui bahwa Elemen Daun sekeras dan seberat itu, mereka tidak akan ceroboh menahan serangan tersebut.


Xiao Fan berjalan ke arah kedua orang tersebut. Tatapannya dingin dan siap untuk membunuh mereka berdua. Hong Yan dan Hong Tu sendiri tidak kuat untuk berdiri, mereka berlutut dan berdiam di tempat.


Pedang mereka berdua terlempar jauh ketika saling bertanding dengan pedang daun sebelumnya.


Hong Yan dan Hong Tu menatap ke arah Xiao Fan dengan tatapan tak berdaya. Mereka kalah dan siap untuk dipenggal mati.


“Kami kalah, bunuh saja aku dan lepaskan Hong Tu...”


Hong Tu terkejut, dia tidak menyangka Tuannya ingin dirinya hidup. Dia ingin memandang Tuannya. Namun, tubuhnya benar-benar tidak kuat untuk melihat Tuannya tersebut.


Xiao Fan mendengar hal itu, dia hanya menaikkan salah satu alis miliknya. “Kenapa aku harus menurutimu?”


Pertanyaan sederhana Xiao Fan benar-benar mengguncang hati Hong Yan dan Hong Tu. Keduanya hanya tertunduk tak berdaya dan hanya bisa menunggu kematian saja.


Xiao Fan mengeluarkan pil budak, kemudian dia memasukkan pil tersebut ke arah mulut Hong Yan dan Hong Tu.


“Kalian berdua masih ada nilai guna... Jadi, aku tidak akan merenggut nyawa kalian.” Xiao Fan berkata dengan jelas, hal itu membuat Hong Yan dan Hong Tu terkejut. Namun, karena hal itu keduanya secara bersamaan menelan pil tersebut.


“Ini... Adalah tugas kalian, serta kedua pil ini akan menyembuhkan kalian.” Xiao Fan meletakkan tepat di depan kedua orang tersebut.


“Aku akan pergi dan sisanya tergantung kalian berdua.” Xiao Fan perlahan-lahan menghilang berubah menjadi angin.


Hong Yan dan Hong Tu merasakan tubuh mereka bisa bergerak. Kemudian, mengambil pil penyembuhan tersebut dan Hong Yan melihat daftar tugas tersebut.


“Melancarkan kudeta ke Kerajaan Ning, serta menyelamatkan Ratu...”


Keduanya membaca ke seluruh tugas, mereka benar-benar terkejut. Namun, mereka segera sadar. Bagaimanapun itu misi mereka dan segera mengurus hal itu.


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.