Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara


Silahkan Dibaca.


Pagi hari.


Desa Shulai, penginapan Kejora.


Terlihat dalam sebuah ruangan, terdapat dua orang berbeda jenis tengah berada di tempat tidur. Satu orang berbaring tidur, sedangkan satunya lagi tengah duduk dalam posisi lotus.


Orang yang berbaring tidur adalah pelayan cantik yang melayani pengguna ruang atas. Sedangkan, orang yang duduk lotus ialah Xiao Fan.


Keduanya tidak melakukan hal hubungan badan atau lainnya. Xiao Fan meminta pelayan cantik itu untuk diam dan berbaring di tempat tidur. Dia juga membuat pelayan cantik itu pingsan, agar tidak mengetahui apa yang dia lakukan.


Xiao Fan sendiri sudah menduga, akan kejadian tersebut. Dia bukan orang bodoh, meskipun pelayan itu terlihat polos. Namun, terlihat bahwa pelayan itu dimanipulasi seseorang.


Xiao Fan membuka matanya, ada jejak siluet di iris matanya tersebut. Dia berdiri dan menatap ke arah pelayan cantik yang tengah pulas dalam tidurnya.


Xiao Fan hanya memandang dengan dingin. Dia keluar dari ruangan dan berkata dengan pelan. “Pelayan polos yang tidak mengetahui apapun. Dia tidak sadar bahwa sudah dimanipulasi oleh seseorang.”


Xiao Fan memandang ke arah kereta makan sebelumnya, dia mendengus ringan. “Kau kira racun lemah seperti itu, bisa membunuhku.”


Xiao Fan sendiri keluar dari kamar yang ia sewa. Kemudian, dia berjalan menuju keluar dari penginapan dengan lancar.


***


Xiao Fan sekarang tengah berjalan menuju ke arah Sayembara di lakukan. Dia mendengar beberapa orang berbicara.


“Sayembara akan dimulai.”


“Ayo, segera lihat... Siapa yang dapat membangunkan Anak Kepala Desa.”


Xiao Fan tidak terlalu peduli. Dia memandang ke arah tempat Sayembara akan di lakukan. Dia mengerutkan keningnya, hal itu karena ia menemukan aura gelap di tempat tersebut.


“Menarik, sesuai dengan dugaanku. Ada yang sedang melakukan budidaya Iblis. Namun, di lihat dari auranya, itu seperti ingin menghancurkan segel.”


Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya sebentar, kemudian dia dengan ekspresi dingin menghilang dari kerumunan para warga.


***


Dalam sebuah rumah.


Terlihat sosok dengan rambut panjang berwarna merah, tengah menatap ke arah luar jendela. Apa yang berada di luar jendela adalah suasana lapangan sekarang.


“Master Situ, ada sesuatu yang salah.”


Sosok orang itu ialah Situ Heng. Tuan muda kedua Klan Situ yang berada di Kota Linkuen.


Situ Heng menatap ke arah belakang dan bertanya dengan penasaran. “Apa yang salah?”


Seorang pelayan kemudian menunduk dan berkata dengan nada gugup. “Salah satu ulat merah yang kita tanam, telah hilang dalam sekejap.”


Situ Heng menyusutkan matanya, dia benar-benar tidak menyangka ada orang yang dapat menghilangkan salah satu racun miliknya.


“Mustahil... Jangan mengada-ada, ulat merah adalah racun yang tidak bisa dihilangkan, bahkan Ahli Alkemis tingkat ke-empat pun tidak bisa.”


Situ Heng geram, dia berbalik dan melihat ke arah lapangan yang begitu ramai. Hal itu, mengartikan bahwa sudah waktunya sayembara di mulai.


Situ Heng sendiri menekan amarahnya dan berkata, “Kita urus itu nanti.”


Pelayan yang berada di belakangnya menunduk dan menjawab dengan sopan. “Dimengerti, Master Situ.”


Ada identitas lain dari Situ Heng. Dia adalah seorang Master Alkemis tingkat tiga, di mana namanya di kenal Master Situ atau Tabib Situ.


(Note : Alkemis dan Ahli Obat apakah beda? Tulis di kolom komentar.)


***


Lapangan Desa Shulai.


Terlihat berbagai orang tengah mengelilingi tempat tersebut. Di pusat sendiri, terdapat sebuah batu yang lebar dengan alas yang halus.


Di atas batu itu terlihat ada seseorang tengah berbaring tak berdaya. Seolah-olah hidupnya berada di ambang kematian.


“Nak, semoga kau sembuh. Ibu, sangat ingin melihat senyum bahagiamu kembali.” Pasangan itu tak lain adalah orang tua dari pemuda yang berbaring di batu besar tersebut.


Ayah dari pemuda tersebut memiliki identitas yang terkenal di Desa. Ayah pemuda itu adalah Kepala Desa Shulai, Sha Man.


Perempuan yang tengah berada di pelukan Sha Man tersebut, ialah istrinya yang tak lain, Cai Ruyan.


Sementara, pemuda yang tengah berbaring di batu, ialah putranya yang dikabarkan koma dan keadaan semakin memburuk, Sha Dam.


“Ayah yakin kamu bisa bertahan dan selamat, Sha Dam.”


Sha Man kemudian menatap ke arah salah satu tetua dan berkata dengan tegas. “Segera mulai acara Sayembaranya.”


Tetua tersebut mengangguk, kemudian dia menatap ke arah berbagai orang yang tengah berada di lapangan tersebut.


“Baiklah, Para hadirin semuanya. Saya akan mengumumkan kembali. Bagi siapa yang dapat menyembuhkan penyakit yang di derita Putra dari Kepala Desa. Maka, orang itu berhak mendapatkan Desa Shulai sepenuhnya.”


“Hal itu sudah disepakati dengan seluruh orang desa. Juga, Sayembara ini di mulai. Bagi siapa yang ingin mencoba, silakan membariskan diri.”


***


Xiao Fan yang berada di pohon acak di lapangan tersebut, dia duduk sambil menonton pertunjukan orang yang tengah menuju ke kematian.


‘Sayembara... Dasar orang-orang bodoh.’ Xiao Fan menggelengkan kepalanya dan menatap dengan hinaan ketika mendengar kata sayembara.


Dia sendiri sudah tahu tujuan dari Kepala Desa dan anggotanya. Ini bukan sayembara kembali, melainkan undangan masuk dalam mulut harimau.


Xiao Fan sendiri menatap ke arah dua orang yang dikatakan seorang Master. Dia ingin sekali menginjak wajah orang itu dan meludahi sampai mukanya tertutup air ludah semuanya.


Xiao Fan benar-benar tidak senang ketika ada orang yanh rendah menyebut dirinya adalah master.


Xiao Fan kemudian menatap ke arah sekelilingnya. Dia ingin melihat kerumunan orang yang berada di tempat tersebut. Sampai akhirnya, matanya tertuju kepada orang berjubah abu-abu yang berada di antara kerumunan.


Xiao Fan melihat orang berjubah abu-abu, berdiri pada jarak yang sama dan melingkari lapangan tersebut.


‘Oh, mereka benar-benar cepat ternyata.’ Xiao Fan berpikir dengan ringan. Dia tidak peduli dan menatap ke arah para orang bodoh yang mendaftar menuju kematian.


***


Di barisan.


“Lihat saja, aku akan memenangkan taruhan ini, apalagi Sayembara ini.” Situ Heng berkata dengan nada bangga.


“Heh, hanya Tuan Muda Klan lemah saja berani menantangku.” Orang yang memiliki rambut panjang berwarna ungu berkata dengan nada mengejek.


Situ Heng mengerutkan keningnya dan berkata, “Oh, Tuan Muda dari Klan Ma ternyata... Kukira tadi ada anjing lepas yang sedang menggonggong.”


Ma Dang, seorang Tuan Muda ketiga dari Klan Ma. Dia juga dijuluki Tabib Ma atau Master Ma.


“Kamu...” Ma Dang marah, dia menatap tajam ke arah Situ Heng. Begitu juga sebaliknya, keduanya terlihat saling bermusuhan satu sama lain.


***


Kepala Desa dan istrinya saling memandang, ekspresi mereka benar-benar terlihat sedih di luar. Namun, dalam hati mereka berdua benar-benar senang dan tertawa dengan gila.


‘Hahaha, dengan orang-orang bodoh ini... Kebangkitan kekuatanku akan melesat dengan cepat.’


‘Selepas menjadi kuat, waktunya mendominasi Benua Yuansu.’


Namun, hal yang tidak diketahui oleh Sha Man dan Cai Ruyan, ialah rencana mereka akan digagalkan oleh sosok pemuda yang dikenal penghancur segalanya.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya (tip bisa berupa menonton iklan di Hadiah.)


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.