Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan


[Chapter 64.]


[Pertarungan di jembatan.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan Siken.


Xiao Fan dan kelompoknya berjalan menuju ke arah jembatan dua tebing. Mereka selesai mengalahkan monster roh tipe tanah. Mereka juga masih menyimpan banyak tenaga dan energi untuk pertarungan selanjutnya.


Tak butuh waktu lama, keenam orang itu tiba di jembatan. Mereka tidak melangkah masuk ke dalam jembatan, karena sudah waktunya untuk menarik tikus keluar.


“Keluarlah, Kalian!” Xiao Fan berteriak dengan lantang. Dia dan seluruh anggota kelompoknya sudah menyadari sejak memasuki Hutan Siken. Mereka hanya diam dan mengikuti permainan para musuhnya.


Selepas teriakan Xiao Fan tersebut, berbagai orang keluar dengan memakai senjata dan perlengkapan lengkap mereka.


Xiao Fan menatap dan merasakan ada sekitar 360 orang tengah mengepung dirinya dan kelompoknya.


“Hahahaha, aku tidak menyangka kau menemukan kami semua.” Orang bertubuh besar tertawa dengan liar, di sampingnya terdapat sepuluh orang yang tak lain, ialah para tetua Desa Teng.


“Nak, serahkan kepada kami harta yang dimiliki oleh Teng Jian!” Tetua1 berkata dengan nada memerintah. Dia benar-benar ingin harta dari kepala desa terdahulu.


Xiao Fan hanya tersenyum, kemudian berkata, “Satu orang melawan enam puluh orang. Apakah kalian bisa?” Dia bertanya kepada anggotanya.


Lin Hua dan yang lainnya di tanya seperti itu, hanya mengangguk ringan. Xiao Ren menjawab dengan nada sedikit meninggi. “Jangan remehkan kita, Saudara Fan!”


Xiao Fan tersenyum, ia mengangguk kemudian berkata dengan lantang. “Majulah, sebelum kalian mendapatkan harta itu akan kubunuh dengan tragis.”


Seluruh musuh tertegun, sedangkan orang yang besar segera sadar dan marah. Dia meraung dengan keras. “Semuanya bunuh mereka, siksa saja para perempuan itu!”


Seketika para musuh melesat dengan cepat ke arah Xiao Fan dan kelompoknya. Mereka mengeluarkan berbagai roh elemen. Namun, terlihat itu hanya satu jenis, yaitu Senjata saja.


Xiao Fan menggunakan banyak benang dan membuat domain benang seluas jembatan tersebut. Lin Hua dan yang lainnya Melesat maju melawan seluruh musuh di depannya.


Kedua sisi mulai saling menyerang satu sama lain. Xiao Fan membunuh dengan cepat, ia paling malas melawan orang lemah berlama-lama.


Lin Hua melempar berbagai macam kartu ke arah musuh dan membekukan mereka dengan cepat. Dia tidak peduli, bahwa telah membunuh manusia.


Ning Shui mengeluarkan kelopak bunga dan mengiris musuh yang berada di hadapannya. Dia tersenyum, bagaimanapun juga baginya musuh adalah binatang jalanan yang perlu dibunuh.


Xiao Ren melepaskan berbagai bulunya, dia juga tidak peduli dengan nasib manusia-manusia di depannya. Meskipun baru kali ini, dirinya kejam. Dia tidak peduli, terpenting dirinya hidup dan selamat.


Liu Kai sendiri menebas dengan ringan, ia berhasil membunuh banyak musuhnya. Dia tetap mempertahankan ekspresi miliknya yaitu datar.


Zhu Lin sendiri terus meluncurkan duri ke arah para musuh. Dia sedikit menahan rasa tidak enak, bagaimanapun juga ini baru pertama kalinya melihat pembunuhan kejam.


Xiao Fan melihat seluruhnya, dia sudah membunuh berbagai orang. Fokusnya, sekarang adalah Zhu Lin yang tidak terbiasa dengan pemandangan kejam di depannya.


“Sepertinya mental miliknya, belum benar-benar terbentuk.” Xiao Fan kemudian melihat Pemimpin dan Sepuluh Tetua mulai melesat ke arah Zhu Lin.


Xiao Fan melihat itu, sedikit terkejut. Dirinya dengan cepat berteriak, “Senior Lin, hati-hati!”


Zhu Lin yang mendengar hal itu, dirinya segera sadar. Namun, ia terlambat dan terpukul terbang jatuh menuju ke arah jurang.


“Matilah kalian!” suara dingin Xiao Fan terdengar di belakang mereka. Tanpa kesebelas orang itu sadari, jantung mereka sudah dikeluarkan oleh Xiao Fan.


“Jress..Jress..Jress..” Xiao Fan menghancurkan jantung tersebut, dia dengan cepat turun ke arah jurang, prioritasnya sekarang adalah menyelamatkan Zhu Lin.


“Semuanya, bunuh musuh jangan sampai tersisa. Aku akan menyelamatkan, Senior Lin.” Xiao Fan terjun dengan cepat, tanpa menunggu balasan dari teman-temannya.


***


Di jembatan.


Lin Hua, Ning Shui, Xiao Ren, dan Liu Kai mendengar teriakan Xiao Fan tersebut. Mereka paham dan mulai membunuh dengan cepat, mereka tidak akan menyisakan satu pun orang hidup.


***


“Wushh..” Xiao Fan melesat turun dan menemukan Zhu Lin yang masih di udara. Dia dengan cepat menggendong Zhu Lin dan terjun ke dasar jurang tersebut.


Xiao Fan tiba di bawah, Zhu Lin sendiri membuka matanya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Xiao Fan menolong dirinya.


“Kau tidak apa-apa, Senior?” Xiao Fan bertanya sambil menurunkan Zhu Lin dari gendongannya.


Zhu Lin mengangguk, kemudian dia menjawab, “Aku tidak apa-apa, terima kasih Junior Fan.”


Xiao Fan mengangguk, dirinya melihat bahwa tangan Zhu Lin terluka. “Kita sembuhkan terlebih dahulu luka di tanganmu tersebut, Senior.”


Zhu Lin ingin menolak, tetapi Xiao Fan menariknya ke arah sebuah gua yang terdapat di jurang tersebut.


Xiao Fan tidak tahu, apakah gua tersebut ada yang menempati atau tidak. Prioritasnya sekarang menyembuhkan Zhu Lin tersebut.


Namun, ketika Xiao Fan akan menyembuhkan luka dari Zhu Lin, ia merasakan ada bahaya di area terdalam dari gua tersebut.


Xiao Fan mengerutkan keningnya, ketika melihat sosok yang perlahan-lahan mendekat ke arahnya dan Zhu Lin.


Zhu Lin juga menyadari hal itu, dia peka terhadap suara maupun keadaan lingkungan sekitar.


Keduanya seketika melihat sosok panjang dengan lidah yang sering keluar. Tatapan predator kuat sedang mengarah ke Xiao Fan dan Zhu Lin.


Zhu Lin melihat hal itu, seketika melebarkan matanya. Dia tidak menyangka monster yang seharusnya tidak ada di Benua Yuansu, berada tepat di depannya sekarang.


“Bagaimana bisa...”


[To be Continued.]


Note : Selanjutnya aku up 500-1000 kata dengan 3 bab, guys.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.