
Silahkan Dibaca.
Ibukota Saint, Ibukota pusat dari Kerajaan Ning. Ibukota ini sangat luas dan dibagi menjadi lima wilayah. Populasi di Ibukota jauh lebih banyak dibandingkan di kota-kota lain, bangunan yang megah tersusun sangat rapi.
Wilayah Selatan, Wilayah ini terdapat berbagai rumah penduduk Ibukota Saint sendiri. Setiap rumah memiliki papan nama, agar di saat seseorang memasuki area tersebut, dapat mengetahui di mana rumah yang dicari.
Wilayah Utara, Wilayah ini adalah tempat untuk pasar. Berbagai item, pil, senjata dan masih banyak lagi barang yang langka dan berguna di sana. Juga, di Wilayah Utara tersebut, terdapat Rumah Lelang Saint.
Wilayah Barat, Wilayah ini adalah tempat bagi orang yang ingin memperjual belikan seorang budak. Baik, itu dari Ras terendah sampai Ras tertinggi. Juga, di Wilayah Barat, terdapat pasar gelap, pasar itu hanya bisa ditemukan melalui hal khusus.
Wilayah Timur, Wilayah ini hanya diisi pos penjaga, ada deretan beberapa rumah untuk para penjaga. Di Wilayah Timur sendiri adalah Gerbang masuk Ibukota Saint.
Wilayah Tengah, Wilayah ini ditempati oleh area anggota Kerajaan beserta dengan para bangsawan dan klan-klan terkenal. Wilayah Tengah, juga terdapat taman yang indah.
Kota Saint sangat makmur, hal itu karena lokasi yang strategis. Kota ini berada di jalur perdagangan Kerajaan, memudahkan Kota Saint untuk berkembang cukup pesat.
Kota Saint juga terdapat tembok yang kokoh setinggi 10 Meter dari tanah. Tembok ini mengelilingi seluruh Ibukota dan hanya ada satu gerbang untuk masuk ke dalam.
***
Xiao Fan tiba di kejauhan seratus meter dari Ibukota Saint. Dia menatap ke arah gerbang kota yang banyak orang tengah berbaris untuk masuk ke dalam Ibukota.
“Mari, kita berbaris terlebih dahulu... Xian Nan.”
Xian Nan yang berada di sebelah Xiao Fan mengangguk paham, keduanya melangkah bersama dengan menggunakan jubah berwarna abu-abu.
“Kau tahu, lusa adalah Festival ulang tahun Ibukota Saint. Kali ini, Raja menyelenggarakan Turnamen antar murid Jenius. Baik itu Alkemis maupun kekuatan...”
“Namun, sepertinya Turnamen untuk kekuatan yang kau bilang, harus tertunda terlebih dahulu...”
“Oh, apakah itu terkait Roh Elemen yang menghilang...”
“...”
Xiao Fan mendengarkan kerumunan orang yang berbaris tersebut. Dia mendapatkan informasi secara kasar tentang Kondisi Ibukota Saint, lebih tepatnya Kerajaan Ning keseluruhan.
Xian Nan sendiri menatap ke sekeliling, baru kali ini dirinya kembali menuju ke Ibukota setelah sekian lama. Banyak hal pahit yang dirinya lalui.
Xiao Fan sedikit menaikkan alisnya ketika Xian Nan terlihat gemetar dan tangannya memegang dengan erat. Xiao Fan membalas mengeratkan tangannya dan mengalirkan Qi ke dalam Xian Nan.
Seketika Xian Nan tersentak dan kembali ke dalam kesadarannya. Dia menatap ke arah Xiao Fan, kemudian menunduk merasa bersalah.
“Kita bahas, ketika di penginapan nanti...”
Hanya sebuah pesan Xiao Fan terhadap Xian Nan melalui bisikan angin pelan. Xian Nan mengangguk pelan, tetapi tetap masih menundukkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian, tibalah waktunya giliran Xiao Fan dan Xian Nan untuk diperiksa. Keduanya menunjukkan identitas, tetapi untuk Xiao Fan... Dia membuat tanda pengenal palsu.
Keduanya masuk dengan cepat, bagaimanapun penjaga tidak mendapatkan jejak kebohongan sama sekali dalam tanda pengenal keduanya tersebut.
Xiao Fan dan Xian Nan berjalan menuju ke arah peta yang berada di setiap belokan jalan. Xiao Fan memahami peta tersebut dan mengangguk karena sudah menemukan apa yang ingin dirinya cari.
“Ayo kita ke Wilayah Utara, di sana ada Penginapan Perak.”
Xian Nan mengangguk setuju, dia tidak akan menolak, apalagi sekarang tangannya selalu digandeng oleh Xiao Fan dan tidak ada tanda-tanda untuk dilepaskan.
Tak butuh waktu lama, Xiao Fan dan Xian Nan tiba di Wilayah Utara, tepat di depan Penginapan Perak tersebut. Keduanya memandang penginapan tersebut, sebelum masuk ke dalam.
Di saat mereka berdua masuk, Xiao Fan sedikit terkejut melihat kebersihan dan keindahan penginapan tersebut. Ada beberapa lantai, sementara lantai pertama dan kedua digunakan untuk tempat makan bagi yang ingin makan di tempat.
Xiao Fan berjalan ke arah tempat resepsionis berada, kemudian dia menyewa sebuah kamar VIP yang berharga 100 Koin Emas per Malam.
Xiao Fan mengangguk dan memberikan 100.000 Koin Emas, resepsionis yang tengah berjaga melebarkan matanya. Dia menatap ke arah Xiao Fan dengan terkejut.
“Tu-Tuan, Koin ini sangat banyak...” Xiao Fan mengibaskan tangannya, kemudian dia berkata dengan nada ringan.
“Hanya beberapa Koin Emas saja, cepat berikan kamarnya, agar aku bisa beristirahat.”
Resepsionis dengan cepat memberikan kunci emas dan memberitahu lantai mana kamar Xiao Fan berada. Xiao Fan mengangguk, kemudian berjalan menuju ke arah tangga yang menghubungkan lantai kedua dan seterusnya.
Berbagai orang sebelumnya berhenti, ketika melihat Resepsionis yang gemetar. Mereka mengira bahwa Xiao Fan menggertak Resepsionis tersebut. Namun, dilihat lebih dekat, semua orang seketika membeku.
“Astaga...”
“Orang kaya memang benar-benar tidak peduli dengan banyak Koin yang dikeluarkan...”
“VIP saja 100 Koin Emas, tetapi orang itu. 100.000 Koin Emas langsung ditaruh di meja resepsionis.”
“Apakah orang itu, Bangsawan tersembunyi?”
Berbagai pertanyaan dan rasa terkejut seluruh orang memasuki pikiran mereka. Resepsionis segera menghubungi Pemilik Penginapan Perak.
Resepsionis tidak bisa menerima terlebih dahulu dan diletakkan di tempat yang aman. 100.000 Koin Emas, itu sama saja membeli Penginapan Perak.
***
Xiao Fan sendiri tidak mengetahui keributan yang dia sebabkan. Fokusnya sekarang adalah seorang perempuan yang berada di depannya, yaitu Xian Nan.
Xiao Fan dan Xian Nan sudah memasuki kamar yang disewa, bahkan keduanya sekarang duduk dan saling menatap satu sama lain. Namun, Xian Nan masih menundukkan kepalanya.
“Kenapa kau begitu gemetar ketika tiba di Ibukota Saint, Xian Nan?”
Xiao Fan langsung bertanya ke intinya. Dia tidak ingin berbasa-basi. Hal itu, bukan keahliannya.
Xian Nan masih menunduk, emosinya penuh akan kebencian ketika tiba di Kota Saint. Xian Nan kemudian menenangkan dirinya dan menatap ke arah Xiao Fan.
“Tuan, apakah Anda yakin akan membantuku?”
Xiao Fan sedikit tidak suka ketika di ragukan tersebut. Dia kemudian menjentikkan jarinya dan dalam sekejap pakaian Xian Nan hancur.
Xian Nan terkejut, dia ingin menutup tubuhnya. Namun, Xiao Fan seketika mencubit puncak dadanya dengan erat. Hal itu membuatnya tersentak dan tidak bisa tenang.
“Kenapa, kau seperti meragukanku? Aku Tuanmu, bukan temanmu... Ingat satu hal, aku bukan orang yang akan membuang seseorang yang memiliki masalah.”
Xiao Fan semakin mengeratkan cubitannya, sampai akhirnya mengeluarkan air susu di dada Xian Nan tersebut.
“Namun, aku adalah orang yang suka akan masalah. Jika, kau memiliki masalah... Ceritakan kepadaku, karena aku adalah Tuanmu... Ingat itu!”
Xiao Fan menatap tajam ke dalam mata berair Xian Nan. Dia benar-benar mengintimidasi bawahannya, dia tidak ingin diremehkan, dia adalah orang yang mendominasi, bukan orang yang rendah.
Xian Nan sendiri mende*sah terus-menerus. Pikiran sekarang, siksaan dan ketakutan akan Tuannya yang marah tersebut. Namun, jauh dalam hatinya, dirinya sangat senang dan merasa enak.
Senang karena Tuannya baik dan mau menerima masalahnya dan akan membantunya. Enak, itu adalah istilah yang terjadi kepada kondisinya sekarang.
Xian Nan mengangguk dengan lemah, dia kalah dengan dominasi Tuannya tersebut. Xiao Fan mengangguk puas, kemudian menjentikkan jarinya dan Xian Nan memakai pakaian yang serba putih.
Pakaian itu basah akibat tubuh Xian Nan sendiri yang masih mengeluarkan cairan.
“Itu adalah hukumanmu, pakai pakaian yang seperti itu di dalam kamar. Juga, siapkan makanan, selepas makan ceritakan masalahmu.”
Xian Nan mengangguk dengan malu, bagaimanapun juga dia memakai pakaian yang tembus tanpa ada yang menghalangi.
Xian Nan kemudian berjalan ke arah dapur dan mulai masak, Xiao Fan sendiri duduk dan memikirkan rencana selanjutnya.
“Turnamen kah...”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.