Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 90 - Pertarungan


Silahkan Dibaca.


Hutan Kinan.


Xiao Mei melesat dengan cepat ke arah para pasukan. Dia menyeringai, tubuhnya seketika menghilang ketika ada dua serangan mengarah ke dirinya.


Boom.


Prajurit1 dan Prajurit2 melihat serangan mereka mengenai Xiao Mei, tetapi...


“Jleb...Jleb...”Mereka seketika merasa ada yang menyengat di leher. Kemudian, rasa sakit yang mengerikan membuat mereka berteriak kesakitan.


“Ahhhh.” Perlahan-lahan suara mereka berhenti dan jatuh mati di tanah. Xiao Mei menyerap energi kehidupan kedua prajurit tersebut.


Xiao Mei merasakan empat serangan normal ke arahnya. Dia dengan ringan mengentakkan kakinya ke tanah.


“Buk...” Seketika berbagai jaring berwarna putih keluar dari tanah dan menusuk jantung ke empat prajurit.


“Jleb..Jleb..Jleb..Jleb.” Empat prajurit mati seketika, Xiao Mei sendiri langsung menyerap kehidupan keempat prajurit tersebut dan melesat ke arah prajurit tersisa.


Shan Dha melihat hal itu, segera berteriak dengan keras. “Semuanya serang dan lumpuhkan perempuan itu!”


Pasukan1, Pasukan2, dan Pasukan3 melesat dengan cepat menuju ke arah Xiao Mei. Darah mereka mendidih penuh akan keinginan.


(Note : Dalam satu pasukan ada 30 Prajurit. Umumnya sih 32, tapi kubuat 30.)


Xiao Mei dengan ringan melesat dan mengubah tangannya menjadi senjata tajam. Kemudian, dia membunuh dengan cepat.


“Slash...Slash...” Xiao Mei menebas leher para prajurit dengan cepat. Satu pasukan seketika mati dengan kepala lepas dari tubuh.


Hanya tersisa dua pasukan, Xiao Mei tidak berhenti. Dia terus menebas dengan ringan, baginya kedua pasukan tidak ada yang menantang sama sekali.


Dia membunuh dan menyerap energi kehidupan mereka. Hal itu benar-benar mengerikan, prajurit yang sudah diambil energi kehidupannya seketika mengering.


Shen Da melihat pasukan miliknya di bunuh dengan mudah, dia tidak bisa tidak marah. Roh Elemen miliknya menyatu dengan dirinya.


Tubuhnya seketika memerah dan berbagai bulu tumbuh. Dia meraung dengan keras, pedang yang sebelumnya di pegangan miliknya seketika menyatu dengan tangannya.


“Roarrr..” Shen Da berubah menjadi beruang merah. Beruang yang hanya hidup di padang pasir. Beruang itu memiliki kekuatan teratas ke delapan di Benua Yuansu.


“Matilah, Jlang!” Shen Da berteriak dengan marah. Dia melesat maju ke arah Xiao Mei yang tengah membunuh berbagai prajurit miliknya.


Xiao Mei merasakan bahaya dari samping. Dia mengerutkan keningnya dan melompat dengan cepat ke atas dan menempel di pohon.


“Brukk...” Serangan Shen Da tepat mengenai pohon dan menghancurkan pohon. Bahkan dia juga mengenai prajurit miliknya.


Shen Da tidak peduli, dia mengalihkan perhatian ke arah Xiao Mei yang berada di atas. Kemudian, Shen Da berkata dengan ringan.


“Kemampuan kedua, nafas api.” Shen Da menghirup nafas besar-besar, sampai perutnya membesar.


Xiao Mei merasakan bahaya yang luas. Dia dengan cepat menggunakan kemampuan miliknya.


“Kemampuan kedua, Dinding Sarang.” Seketika berbagai jaring berwarna putih naik dari dalam tanah.


Dinding terbuat, kemudian Shen Da menyemburkan api dari mulutnya dengan area yang sangat luas.


“Brushhhh...” Api meledak dan mengenai dinding dari jaring tersebut.


“Boom...” Asap seketika menyelimuti tempat tersebut. Prajurit semuanya mati di lahap oleh api, mereka tidak ada kesempatan untuk melarikan diri sama sekali.


Asap perlahan menghilang dan menampilkan dinding yang meleleh. Namun, tidak tembus sama sekali.


Shen Da terkejut, dia tidak menyangka dinding dari Xiao Mei sangat kuat. Dia tidak tahu bahwa dinding tersebut di berikan Qi yang sudah dipadatkan oleh Xiao Mei.


“Swish..Swish..Swish..” berbagai jaring melesat dan mengikat Shen Da dengan kuat.


Shen Da terkejut dan berusaha dengan keras untuk lepas dari ikatan jaring dari Xiao Mei tersebut. Namun, sekuat apapun dirinya, dia tidak bisa lepas dari jaring tersebut.


“Percuma...” Xiao Mei keluar dari balik pohon. Dia kemudian, melihat Shen Da membuka mulutnya lebar-lebar, ingin berteriak dengan keras.


Xiao Mei melemparkan pil budak ke arah mulut Shen Da. Pil melesat dengan cepat, Shen Da menyadari hal itu dan tidak bisa menghindar.


“Glup...” Shen Da menelan dan seketika dirinya merasakan panas yang mengerikan. Dia memerah dan sebuah tanda laba-laba muncul di punggungnya.


Shen Da seketika merasakan ada sesuatu dalam pikirannya. Sebuah kata-kata yang harus dirinya ikuti.


Shen Da sekarang menyadari satu hal, bahwa dirinya menjadi budak seseorang.


“Jlang... Jangan bilang, kau memasukkan pil budak?” Xiao Mei yang mendengar pertanyaan tersebut, tersenyum menyeringai.


Shen Da akhirnya tahu bahwa dirinya sudah tidak bisa bergerak bebas. Xiao Mei melepaskan ikatan dan Shen Da tidak bisa melawan Xiao Mei kembali, karena ada satu kata yang tidak bisa di larang.


‘Jangan menyakiti teman sendiri, maupun membunuhnya.’


Xiao Mei sedikit terkejut, dia paham akhirnya bahwa pil bereaksi dengan cepat. Otak dari Shen Da sepenuhnya sudah diubah.


“Tuan kita hanya satu, yaitu...”


***


Desa Seren.


Xiao Fan merasakan bahwa Xiao Mei sudah selesai mengatasi Shen Da. Dia kemudian, melihat ke arah Xiao Xia yang selesai membungkam sepuluh pengintai tersebut.


Xiao Xia seketika muncul dengan sepuluh orang diikat tepat di belakang Xiao Fan. “Salam, Yang Mulia... Penyusup sudah Hamba ringkus.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian melambaikan tangannya ke arah para penyusup tersebut. Seketika 10 butir pil melesat ke arah mulut mereka.


Kesepuluh penyusup awalnya terkejut ketika melihat sosok Xiao Fan, mereka melebarkan mata dan membuka mulutnya sangat lebar.


Namun, seketika mereka sadar bahwa sudah menelan sesuatu yang dilemparkan oleh Xiao Fan.


Para penyusup merasa tubuhnya panas dan berbagai ingatan baru muncul, bahkan otak mereka benar-benar diubah kembali.


“Kalian bersepuluh kembalilah ke Kerajaan Ning. Laporkan setiap kejadian di sana, juga ingat hanya yang penting saja.”


Para penyusup menunduk, mereka kemudian berkata secara bersamaan. “Baik, Yang Mulia.”


Selepas itu, mereka menghilang dari tempat. Xiao Fan menatap ke arah Xiao Xia, sedangkan yang ditatap menunduk dengan gugup.


“Apakah kamu ada keinginan?” Xiao Fan menetapi janjinya. Xiao Xia menatap ke arah Xiao Fan dan menghela nafas panjang.


“Tuan, aku ingin Anda mengambil Mahkota yang kumiliki.” Xiao Fan yang mendengar itu, menyeringai sebentar. Kemudian, dia membuat array kedap suara.


“Kamu yakin?” Xiao Xia mengangguk, dia kemudian mencoba untuk membuka pakaian miliknya.


Namun, Xiao Fan dengan cepat mencium tepat bibir Xiao Xia. Dia dengan cepat mulai memainkan lidah perempuan tersebut.


Xiao Xia terkejut, dia ingin melepas pakaiannya tetapi, dia mulai menikmati permainan lidah dari Xiao Fan.


Xiao Fan kemudian mengangkat kedua kaki Xiao Xia dan berkata, “Selepas ini, kamu tidak akan bisa kembali lagi. Juga, kamu akan menikmatinya.”


Xiao Fan menyeringai, kemudian dengan ringan menggendong Xiao Xia ke arah kamarnya.


Dia melempar Xiao Xia ke arah tempat tidur, kemudian menekannya dan mulai membuka satu persatu pakaian.


Xiao Xia berteriak kesakitan, ketika Xiao Fan langsung memasukkan tanpa ada jeda. Dia terus merasa sakit dan akhirnya berubah menjadi kesenangan.


Xiao Fan tetap datar, dia sedikit menyeringai dan mulai bermain di tempat mana pun, tidak di tempat tidur saja.


Keduanya bermain sampai 4 jam. Xiao Xia sendiri pingsan dengan seluruh tubuh, terutama mulut dan tempat Mahkota penuh dengan air putih.


Xiao Fan sendiri hanya menghela nafas. Dia melihat bahwa Xiao Xia pingsan dan berpikir, ‘Dia benar-benar berteriak sekencang-kencangnya. Dia juga sudah keluar 40 kali, sementara aku hanya dua kali.’


Xiao Fan menggelengkan kepalanya dan melihat bahwa waktu sudah sore. Dia juga merasa bahwa Xiao Mei juga sudah tiba di Desa Seren.


Xiao Fan juga merasakan bahwa ada nafas baru, di dekat Xiao Mei. Namun, nafas itu terlihat ditinggalkan Xiao Mei yang sedang menuju ke arahnya.


Xiao Fan sendiri keluar dari kamar. Dia tidak memakai pakaian apapun.


Xiao Mei tiba tepat di dalam kediaman, dia kemudian melihat ke arah Xiao Fan tanpa pakaian sama sekali.


Xiao Mei melihat Naga yang perkasa yang tengah berdiri tegak, siap untuk berperang.


Xiao Mei meneguk ludahnya dan bergumam pelan. “Besar.”


Xiao Fan sendiri mendengar hal itu, dia tidak peduli dan berkata dengan ringan. “Selamat telah menyelesaikan misi...”


Xiao Fan sendiri merasa belum puas, selepas bermain dengan Xiao Xia. Dia menyeringai dan bertanya kepada Xiao Mei.


“Apakah ada yang kamu inginkan, sebagai imbalan dari misimu tersebut?”


Xiao Mei mendengar itu sedikit terkejut, dia mengetahui bahwa tuannya sudah bermain dengan Xiao Xia. Dia juga ingin merasakan Naga tersebut menjarah miliknya dan mengambil Mahkota yang berharga.


“Tuan, aku ingin...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.