Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam


Silakan Dibaca.


Ruang Harta Ning.


Booom!


Ledakan besar terdengar begitu kuat. Ruang Harta seketika bergetar tak terkendali. Asap menutupi seluruh Ruangan Harta tersebut.


Beberapa menit kemudian...


Terlihat asap mulai menghilang, menampilkan empat sosok yang masih memandang satu sosok yang berdiri dengan tegap.


Keempat sosok itu ialah orang berjubah hitam yang sudah bergabung dengan Roh Elemen mereka masing-masing.


Sementara sosok yang berdiri tegap ialah, Xiao Fan. Ia memandang ke arah keempat orang berjubah hitam dengan datar. Senyum ejekan terlihat di wajahnya.


“Apakah ini saja kekuatan kalian?”


Keempat orang berjubah hitam seketika terbakar amarah. Mereka baru kali ini di hina begitu dalam, tatapan mereka menajam dan aura kuat meletus dari tubuh mereka.


Xiao Fan memandang dengan ringan. Namun, dalam hati, ia sangat senang ketika bertemu musuh yang kuat. Meskipun mereka masih di bawahnya, Xiao Fan mengakui. Jika keempatnya menyerang bersama, kekuatannya hampir mendekatinya.


Keempat orang berjubah hitam bangkit dari duduknya, mereka berempat mengeluarkan Elemen mereka masing-masing.


Xiao Fan masih tetap memakai pedang pendek miliknya, ia hanya mengalirkan api dan kegelapan di pedang tersebut.


“Berani meremehkan kami! Matilah, Bocah!”


Hitam1 melesat dengan cepat, ia melapisi tangannya dengan Qi. Selepas itu, percikan petir hitam keluar dari tangannya tersebut.


Hitam2 juga melakukan hal yang sama dengan Hitam1. Keduanya melesat dan tiba di masing-masing sisi Xiao Fan. Mereka meraung dan mengayunkan kepalan tangan ke arah Xiao Fan.


Xiao Fan menyadari serangan itu. Ia berkedip dan menghilang dari tempat. Kecepatannya masih melebihi dari kedua orang yang menyerangnya.


Boom!


Hitam1 dan Hitam2 saling memukul tangan mereka masing-masing. Keduanya tertegun, akan tetapi segera sadar ketika mereka merasakan bahaya dari atas.


Xiao Fan yang berada di udara, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Sorot matanya mengeluarkan cahaya sebentar, kemudian pedang terhunus secara vertikal.


Kobaran api emas semakin membesar. Hitam1 dan Hitam2 mendongak ke atas dan mereka berdua terkejut.


“Matilah!”


Boom!


Hitam1 dan Hitam2 terpental ke belakang dan menabrak dinding ruang harta.


“Ugh!” keduanya mengeluarkan seteguk darah segar. Mereka berdua memegang bagian yang sakit akibat serangan Xiao Fan. Mata mereka masih tetap terpaku ke arah Xiao Fan yang turun ke bawah.


Hitam3 dan Hitam4 meraung, mereka menghunuskan pedang ke bawah. Kobaran api hitam seketika muncul tepat pedang mereka berdua.


Keduanya melesat dengan cepat, meninggalkan retakan tepat tanah yang mereka pijak.


Xiao Fan sudah mengetahui langkah Hitam3 dan Hitam4. Ia hanya menekuk kakinya sedikit, kemudian pedang miliknya dia turunkan sedikit.


“Matilah!”


Kedua orang berjubah hitam tiba di depan Xiao Fan, mereka mengayunkan pedang secara vertikal. Xiao Fan menatap dengan ringan, pedang miliknya menahan kedua serangan pedang tersebut.


Boom!


Kedua orang berjubah hitam terpental ke belakang dan mengenai dua orang berjubah hitam lainnya. Mereka berempat terus meluncur ke belakang dan menghancurkan dinding Ruang Harta.


Xiao Fan berdiri dengan tenang, matanya menajam. “Cih, waktunya bermain telah selesai. Kalian berempat, waktunya menemui Yama.”


Xiao Fan berkedip dan menghilang dari tempat. Kemudian, ia muncul tepat di depan Hitam4. Xiao Fan mengayunkan pedangnya lebih cepat dari biasanya.


Hitam4 terkejut, ia merasakan pandangannya menghitam dan jatuh ke tanah. Hitam4 mati dalam sekejap. Kematian Hitam4 membuat Hitam1, Hitam2, dan Hitam3 melebarkan matanya.


Xiao Fan tidak peduli akan rasa terkejut ketiganya. Ia menghilang dan muncul tepat di belakang Hitam3. Xiao Fan mengarahkan pedangnya ke bawah dan kepala Hitam3 berputar, kemudian jatuh ke tanah.


Hitam1 dan Hitam2 segera tersadar. Mereka ingin marah dan menghancurkan Xiao Fan. Namun, Xiao Fan melemparkan Belati Hitam tepat di kedua kaki mereka masing-masing.


Hitam1 dan Hitam2 tidak bisa berdiri dengan stabil, keduanya terduduk sambil meringis kesakitan.


Xiao Fan dalam sekejap menghilang dan muncul di belakang Hitam1 dan Hitam2. Detik berikutnya, kedua orang berjubah hitam itu terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


Xiao Fan tidak memandang keempat orang berjubah hitam, tatapannya fokus ke arah orang yang turun dari Altar dengan melompat dari ketinggian Altar menuju ke tanah.


Boom!


Orang berjubah hitam yang tak lain Ketua dari orang berjubah hitam turun dan menghantam tanah. Membuat berbagai debu bertebaran.


Ketua jubah hitam memandang ke arah Xiao Fan dengan wajah gelapnya. Ia melirik sebentar ke arah enam anak buahnya yang mati terbunuh dengan buruk.


“Nak, kau terlalu berlebihan, Bukan!”


Aura Ketua jubah hitam meletus keluar, aura tersebut menyerbu ke arah Xiao Fan dengan keras.


Xiao Fan merasakan Aura Ketua jubah hitam, sedikit mengerutkan keningnya. Ia merasa ada tekanan. Namun, tekanan itu sama sekali tidak mempengaruhinya.


Ketua jubah hitam paham bahwa Xiao Fan bisa menangani aura penuhnya. Ia sedikit terkejut, akan tetapi di permukaan ia tetap datar.


Ketua jubah hitam merentangkan tangan kanannya ke samping. Kemudian pedang berwarna hitam muncul di tangannya.


Ketua jubah hitam mulai bergabung dengan Roh Elemen miliknya. Tubuhnya membengkak, terus membengkak. Dua gading terbentuk tajam di dekat hidungnya.


Ketua jubah hitam akhirnya selesai berubah, ia sekarang terlihat Manusia Setengah makhluk kuno padang pasir, Mammoth.


Xiao Fan sedikit terkejut, ia hanya mengangguk ringan. Kemudian, seluruh tubuhnya terlapisi dengan tulang putih yang sudah ia keraskan.


Ketua jubah hitam menyipitkan matanya ketika melihat Xiao Fan berubah. Namun, detik berikutnya ia melebarkan matanya. Ketua jubah hitam benar-benar terkejut akan apa yang ia lihat.


“Ka-Kamu, bagaimana bisa memiliki Roh Elemen Tulang?”


Xiao Fan menaikkan salah satu sudut mulutnya, ia tersenyum remeh terhadap Ketua Jubah Hitam itu.


“Ada yang memberikanku kemarin. Namun, saat kulihat ulang. Orang yang memberikannya ternyata sudah mati.”


Ketua jubah hitam menggelap, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Xiao Fan akan bermain kata seperti itu.


‘Memberikanmu, jelas-jelas kau membunuhnya sialan!’ Ketua jubah hitam mengepalkan tangannya, ia memandang ke arah Xiao Fan.


“Nak, karena kau sudah mengambil Roh Elemen berharga kami. Maka kau, ditakdirkan untuk mati!”


Ketua jubah hitam mengibaskan tangannya, ia berkedip sebentar dan melesat ke arah Xiao Fan dengan cepat. Pedang di tangannya sudah siap untuk menebas sosok Xiao Fan.


Xiao Fan sendiri menatap dengan serius. Bagaimanapun juga, ini adalah pertarungan dengan orang yang hampir sana kuatnya dengan dirinya.


Xiao Fan bersemangat, ia mengayunkan tangannya dengan cepat. Kemudian, pedang putih pendek muncul di tangan Xiao Fan dalam sekejap.


Xiao Fan sangat menyukai pedang pendek karena lebih efisien dalam membunuh dan bertahan. Beratnya tidak terlalu, membuat Xiao Fan lebih cepat dari siapa pun.


Sekarang, Xiao Fan melihat Ketua Jubah Hitam muncul tepat di depannya sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat.


Xiao Fan juga melakukan hal sama, ia mengayunkan pedang pendeknya untuk menahan serangan Ketua Jubah Hitam itu.


Booom!


Keduanya terpental ke belakang, Xiao Fan dengan cepat menstabilkan kondisi dengan cepat. Sementara Ketua Jubah Hitam terlihat baik-baik saja. Ia dengan cepat menstabilkan pendaratannya.


Keduanya saling memandang, pedang mereka terangkat siap untuk bertarung putaran kedua.


Keduanya berkedip dan muncul di tengah-tengah jalur lintas mereka berdua. Keduanya dengan cepat mengayunkan pedangnya.


Boom!


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.