
[Chapter 54.]
[Informasi Aneh.]
[Silahkan Dibaca.]
Desa Teng, terlihat di tengah jalan Desa terdapat seorang gadis kecil tengah memandang makhluk berbentuk burung besar berwarna ungu. Makhluk itu terlihat terbuat dari angin berwarna ungu.
Gadis kecil memandang dengan tatapan kosong. Tangannya terangkat dan berbagai cahaya putih melesat ke arah makhluk tersebut.
Xiao Fan melihat hal itu benar-benar terkejut, dia tidak menyangka akan ada Makhluk yang berjenis angin tersebut. “Angin Ungu, benar-benar tipe aneh.”
Ning Shui yang melihat Xiao Fan terkejut, ia dengan cepat berdiri dan ikut menatap ke arah luar. Seketika dirinya melebarkan matanya saat melihat sosok gadis kecil melawan Makhluk Ungu tersebut.
***
Lin Hua, Zhu Lin, Liu Kai, dan Xiao Ren masuk ke dalam kamar Xiao Fan, mereka mengerutkan keningnya ketika melihat Xiao Fan dan Ning Shui menatap ke arah luar jendela.
Lin Hua dan kedua muridnya melebarkan matanya dan segera bergegas menuju ke arah Xiao Fan dan Ning Shui. Mereka tiba di dekat keduanya dan memandang ke arah luar.
“Rumor itu ternyata benar...” Lin Hua tanpa sadar mengungkapkan sesuatu, ia benar-benar terkejut ketika melihat gadis kecil tengah bertarung dengan Makhluk Angin ungu tersebut.
“Guru, kita harus memb---“ sebelum Liu Kai selesai berbicara, Xiao Fan memotongnya dengan cepat.
“Tidak, Senior. Jika, kamu ikut ke bawah, kamu akan mati... Makhluk itu bukan Makhluk normal. Dilihat dari matanya, ia benar-benar tidak bisa dikendalikan.”
Xiao Fan benar-benar mengamati dengan cermat. Dirinya mengetahui bahwa Makhluk itu bukan hal yang bisa ditanganinya untuk sekarang.
‘Makhluk itu, entah kenapa aku merasa dia mengamuk akan sesuatu.’ Xiao Fan berpikir dengan cepat, ia terus mengamati perihal makhluk tersebut.
***
“Boom..Wush..” Makhluk Ungu itu meledak dan angin ungu besar menyebar ke arah jalanan. Gadis itu juga menghilang seketika.
Sama sekali tidak ada orang yang keluar selepas itu. Bagaimanapun juga, semuanya kalau sudah masuk ke dalam rumah. Mereka akan tidur dan tidak peduli akan luar, itu adalah aturan yang sudah ditetapkan.
***
Xiao Fan selesai mengamati pertarungan tersebut. Dia menghela nafas dan berjalan ke arah tempat tidurnya. Dirinya duduk di tepi sambil berpikir, langkahnya tersebut diperhatikan oleh kelima orang di rruangan
‘Gadis itu siapa? Angin ungu? Rahasia apa yang terdapat di Desa Teng ini?’ Otaknya terus berputar, Xiao Fan benar-benar memasuki mode berpikir keras, tetapi semuanya menghilang ketika Lin Hua memanggilnya.
“Adik Fan, jangan terlalu dipikirkan. Aku akan bercerita terkait yang kamu lihat itu. Hal ini juga berkaitan dengan misi Zhu Lin dan Liu Kai.” Lin Hua berkata dengan lembut.
Xiao Fan menatap ke arah Lin Hua, dia mengangguk dan menciptakan kembali sebuah kursi benang. Kursi itu terdapat enam dengan melingkar di meja yang terbuat dari benang.
Keenam orang termasuk Xiao Fan berjalan dan duduk di kursi tersebut. Lin Hua mengatur nafasnya sebelum mulai bercerita.
“Baiklah, dengarkan ceritaku ini...” Lin Hua kemudian memasang ekspresi serius dan mulai bercerita.
“Dahulu, Desa ini sangat kumuh dan buruk. Banyak orang yang melewati tempat ini namun mereka tidak berhenti dan hanya lewat saja.”
“Kepala Desa ingin melakukan pertukaran, tetapi tidak ada yang menanggapinya. Alhasil, ia menjadi frustrasi dan tidak bisa berpikir jernih kembali.”
“Kepala Desa kemudian pergi menuju ke sebuah reruntuhan di hutan dekat dengan Desa Teng ini. Dirinya ingin menemukan sesuatu hal yang berharga agar dapat keluar dari Desa.”
“Kepala Desa itu akhirnya menemukan sebuah ruangan, di mana ruangan itu dimiliki seorang Dewa. Barang siapa yang mengambil barang Dewa maka siap menerima hukuman.”
“Kepala Desa tidak peduli akan hal itu, dirinya mengambil sebuah kristal berwarna hitam. Seketika bola itu bersinar dan merasuki tubuhnya.”
“Bola itu memberikan kutukan kepada Kepala Desa, di mana nantinya anaknya akan terus menjadi mirip seperti hantu dan harus melindungi Desa Teng dari serangan Angin Malam.”
“Namun, imbalannya adalah Desa Teng menjadi lebih baik dan baik.”
Lin Hua menjeda sebentar, kemudian melanjutkan kembali. “Gadis yang kalian lihat itu adalah putri dari Kepala Desa dulu.”
Lin Hua kemudian memberitahu tentang misi dari Zhu Lin dan dan Liu Kai. “Lalu, tujuan kedua muridku itu sekarang adalah menyelidiki lebih dalam terkait kasus ini.”
Xiao Fan mengerutkan keningnya dan mengangkat tangannya. “Bisakah aku bertanya? Kenapa kalian menyelidiki ulang?”
Lin Hua tersenyum, tetapi selanjutnya wajahnya menjadi serius. “Itu karena Sekte sesat seperti tengah merencanakan sesuatu akan kekuatan terpendam yang berada di Desa Teng ini.”
Xiao Fan masih berpikir, tetapi Lin Hua menatap jam dan berkata, “Kami akan kembali dulu, besok kita akan cari bersama-sama di tempat hutan misterius itu.”
Xiao Fan mengangguk, dirinya paham akan masalah tersebut. Dia sedikit tersenyum dalam hati, ia paham sekarang dalang di balik hal ini. Akan tetapi, ia belum menemukan kekuatan apa yang terkubur di Desa Teng ini.
Kelima orang berdiri dan berjalan keluar dari kamar Xiao Fan, sementara pemilik kamar duduk di tempat tidur dengan ekspresi sedikit serius.
Xiao Fan sekarang duduk dalam posisi lotus, dirinya mencerna informasi dari Lin Hua dan juga dia menstabilkan nafasnya selepas mencerna hal itu.
“Aku tidak menyangka, gadis itu benar-benar dikutuk oleh Dewa. Dia akan selalu dalam bentuk hantu, tidak akan pernah bereinkarnasi sama sekali.” Xiao Fan kemudian mulai mengingat kembali identitas dari gadis tersebut.
“Informasi mengatakan gadis itu putri dari Kepala Desa, tetapi kenapa tidak dijelaskan namanya dan marga keluarganya?” Xiao Fan benar-benar bingung akan hal itu.
Xiao Fan merasa ada yang janggal selepas di pikirkan kembali. Dia menghela napas, ia ingin melepaskan beban yang membuatnya selalu berpikir keras.
“Lebih baik, aku berlatih Pandai Besi... 1500 pedang biasa, aku akan mulai eksperimen terlebih dahulu.” Xiao Fan kemudian mulai menutup matanya dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
***
Kamar Lin Hua.
Lin Hua tengah memandang ke arah luar jendela, dia menatap ke arah Bulan yang bersinar di malam hari. Dirinya memiliki pikiran lain tentang masalah Desa Teng.
“Sepertinya Xiao Fan mengerti sesuatu. Huff, misi ini sebenarnya sangat sulit. Bagaimanapun musuhnya sekarang adalah Dew—tunggu, kenapa aku bisa percaya bahwa Dewa turun ke bawah?”
Lin Hua berpikir keras juga. Dirinya benar-benar merasa janggal akan informasi yang diberikan oleh Klien. “Dewa..Dewa.. Klien meminta untuk menyelidiki keseluruhan dari Gadi—tunggu bagaimana jika sebaliknya?”
Lin Hua melebarkan matanya, ia akhirnya menemukan titik terang dari masalahnya sekarang. Namun, dia perlu berkonsultasi kembali dengan yang lainnya, walaupun dirinya guru, ia tidak boleh seenaknya.
“Besok, akan kudiskusikan dengan yang lainnya.” Lin Hua berjalan menuju ke tempat tidur, dirinya menutup matanya dan memasuki alam mimpi.
***
Hutan.
Gadis kecil muncul di salah satu pohon. Dirinya menatap ke arah Desa, kemudian mengucapkan sebuah kata pelan.
“Semua manusia benar-benar serakah, tapi pemuda itu... Tatapannya berbeda dari siapa pun. Semoga ini semua cepat berakhir, aku benar-benar lelah.”
Gadis kecil itu menghilang kembali. Akan tetapi, butiran air mata terlihat terbang di udara tempat Gadis kecil sebelumnya berada.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.