Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling


Silakan Dibaca.


Lautan lepas.


Paus bertanduk memandang ke arah Xiao Fan penuh akan kebencian, ia masih merasakan rasa sakit di tubuhnya akibat ulah dari manusia di depannya itu.


Groo!


Paus bertanduk meraung, kemudian ia tenggelam jauh ke dasar laut. Selepas itu, ia menatap ke arah kapal Xiao Fan dan melesat dengan cepat menuju kapal tersebut.


Xiao Fan yang berada di atas pagar dek kapal mengerutkan keningnya ketika merasakan adanya serangan dari bawah. Ia mendengus ringan, kemudian melompat sebentar dan memasukkan kapal ke dalam cincin ruang kosong yang besar.


Kapal menghilang, namun paus bertanduk tetap melaju ke depan dan targetnya kali ini ialah manusia yang terbang di udara tersebut.


Xiao Fan menatap ke bawah, ia menunggu paus bertanduk muncul ke permukaan, karena ia akan menerbangkan paus bertanduk agar tidak dapat melarikan diri ke laut kembali.


Tak butuh waktu lama, bayangan hitam di laut muncul. Buritan air terus menerus terbentuk dan semakin meningkat dari waktu ke waktu.


Detik berikutnya, Paus bertanduk muncul di permukaan dan terbang menuju ke arah Xiao Fan sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


Xiao Fan dihadapkan hal seperti itu tidak panik, ia mengayunkan telapak tangannya ke depan dan mengenai tepat kepala dari paus bertanduk tersebut.


Boom!


Gro!


Paus bertanduk meraung, ia ingin terjun kembali ke laut. Namun, Xiao Fan mengendalikan angin di sekitar, ia membuat paus bertanduk tidak bisa lagi kembali ke lautan.


Paus bertanduk bergerak dengan kuat agar lepas dari cengkeraman angin Xiao Fan. Namun, sekuat apapun ia bergerak. Cengkeraman angin Xiao Fan semakin erat.


Grooo!


Raungan penuh kesakitan dan kemarahan paus bertanduk terdengar, Xiao Fan bukanlah orang yang memiliki hati baik. Siapa yang menyerang dan ingin membunuhnya, pantas mati di tempat.


Xiao Fan mengendalikan angin kembali, namun kali ini ia membuat berbagai tebasan angin melesat ke arah paus bertanduk.


Slash! Slash!


Paus bertanduk tak berdaya, ia perlahan-lahan berhenti bergerak. Kemudian, ekornya turun ke bawah disertai raungan kesedihan paus bertanduk.


Xiao Fan mengendalikan angin kembali, namun kali ini tebasan lebih besar dan kuat dari sebelumnya. Ia kemudian, memandang dingin ke arah paus bertanduk. “Matilah!”


Slash!


Paus bertanduk terbelah menjadi dua, darah memercik keluar dan bercampur dengan lautan di bawah. Dalam sekejap air di sekitar tempat Xiao Fan berada sudah berubah menjadi merah.


Xiao Fan kemudian, mengeluarkan seluruh darah paus bertanduk tersebut. Lalu menyimpan mayatnya untuk sesuatu hal yang penting lainnya.


Berikutnya, ia mengeluarkan kapal yang berada di cincin ruangnya. Lalu, Xiao Fan kembali ke kapal dan mulai menggerakkan kapal sedikit lebih cepat dari sebelumnya.


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan sudah berada satu kilometer dari tempat sebelumnya ia berada. Kemudian, ia memandang ke belakang dan melihat berbagai sirip atas mencuat keluar dari tempat ia sebelumnya berada.


“Insting makhluk itu sangatlah kuat. Indra penciuman akan darah benar-benar khusus di tubuhnya.” Kata Xiao Fan dengan pelan.


Shan Yuan yang berada di sebelahnya mengangguk, namun matanya tidak fokus di tempat Xiao Fan sebelumnya berada. Matanya fokus ke arah bawah laut, entah kenapa ia merasakan sesuatu di bawah laut.


“Bocah, apakah kau merasakannya?” tanya Shan Yuan, dengan penuh keseriusan. Xiao Fan juga mengalihkan pandangan ke arah Bawah Laut.


“Ya, aku memang merasakannya. Abaikan saja, selama sosok itu tidak mengganggu, kita tidak perlu bertindak.” Jawab Xiao Fan, kemudian ia berbalik dan mempercepat laju kapalnya.


Xiao Fan tidak terlalu peduli akan keberadaan makhluk di bawah sana, tujuannya sekarang ialah pergi ke daratan Longling sesegera mungkin.


***


Dasar laut.


Sosok hitam besar membuka matanya lebar-lebar, ia memandang ke arah permukaan dan mulutnya bergerak menimbulkan berbagai gelembung naik ke atas.


***


Beberapa menit kemudian.


Xiao Fan melihat bayangan hitam sebuah pulau di depannya. Ia memandang bayangan tersebut dengan sedikit rasa semangat.


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di pelabuhan daratan Longling. Lebih tepatnya pelabuhan tersebut milik dari Kerajaan Tian.


Xiao Fan turun ke pelabuhan, kemudian seorang prajurit berpakaian lengkap mendekati dirinya. Ia memandang ke arah Xiao Fan dan kemudian berkata dengan nada tegas.


“Selamat datang di Kerajaan Tian, mohon untuk menunjukkan identitas Anda terlebih dahulu.” Kata Prajurit tersebut, Xiao Fan mengangguk lalu menyerahkan identitas dirinya.


Prajurit mulai mengamati keaslian identitas Xiao Fan, kemudian ia mengangguk dan mengeluarkan bola kristal. Xiao Fan mengetahui itu dan meletakkan tangannya di bola kristal tersebut.


Cahaya putih bersinar, Prajurit mengangguk menandakan bahwa Xiao Fan bukan orang yang jahat.


“Terima kasih atas kerja samanya, jika kamu butuh bantuan, aku akan membantu sebisaku.” Tawar prajurit tersebut, Xiao Fan mengangguk dan menunjuk ke arah kapal.


“Kalau begitu, bisakah kamu jual ini kapal. Uangnya bisa kamu miliki, namun bisakah kamu tunjukkan lokasi penginapan terlebih dahulu?” tanya Xiao Fan.


Prajurit masih linglung, namun ia segera sadar dan mengangguk. “Kamu bisa belok ke kanan tepat di jalan itu.. lebih baik, bawa saja peta ini, sebagai ganti dari kapal yang kamu berikan.”


Prajurit itu mengeluarkan peta Kerajaan Tian, Xiao Fan berterima kasih kemudian ia mulai beranjak pergi dari pelabuhan untuk menyusuri kota pelabuhan tersebut.


Xiao Fan membuka peta yang ia terima, ia memindai satu tempat ke tempat lain dan akhirnya dirinya menemukan penginapan yang ia cari.


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di penginapan tujuannya, yaitu penginapan emas. Meskipun namanya adalah emas, tidak semua tempat dibuat oleh emas.


Xiao Fan memasuki penginapan tersebut, namun saat ia masuk dua sosok orang berjubah abu-abu keluar dari penginapan.


Xiao Fan melewati keduanya, namun detik berikutnya ia berhenti dan mengerutkan keningnya. Entah kenapa, angin yang berembus di dekat kedua orang itu menghilang seketika.


‘Penangkal angin.. kedua orang itu sepertinya bukan orang sembarangan.’ Batin Xiao Fan, ia kemudian berbalik dan berjalan menuju ke arah meja resepsionis.


Xiao Fan menyewa satu kamar selama satu malam. Ia memesan yang paling tertinggi dan menyerahkan koin emas yang melebihi dari harga sewa kamar tersebut.


“Tuan, ini kelebihan..” ucap Resepsionis, namun Xiao Fan melambaikan tangannya dan ia mulai berjalan menuju arah tangga lantai dua sambil berkata dengan ringan.


“Ambil saja untukmu, atau kalau kamu tidak ingin, buang saja.” Kata Xiao Fan, ia naik ke lantai dua dan berjalan menuju ke arah kamarnya.


Tiba di depan kamarnya, Xiao Fan masuk dan mulai mengunci pintu kamar. Lalu, ia mulai melakukan eksperimen yang belum sempurna sebelumnya.


“Hari ini harus selesai, besok mulai perjalanan menuju ke tempat Keluarga Bangsawan Yun berada.” Ucap Xiao Fan dengan jelas.


***


Tengah malam.


Tim patroli Kerajaan Tian mulai menjalankan tugasnya, mereka menyusuri jalan yang sepi dan jalan yang ramai.


Di gang yang sempit dan gelap, sosok bayangan hitam mulai bermunculan satu persatu.


Ada tiga prajurit yang berpatroli tepat di daerah gang tersebut, mereka menemukan sosok bayangan hitam. Namun, sebelum bergerak. Bayangan hitam tersebut melahap mereka dan hanya meninggalkan tulang para prajurit tersebut.


“Prajurit ini sangat lemah, aku harus bangkit cepat, agar pembalasan dendamku cepat terlaksana.”


“Tunggu pembalasanku nanti, Yun Shi Han.”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.