Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 197 - Penyerang Alam Langit


Silakan Dibaca.


Alam Langit.


Sebelum Xiao Fan dan Shan Yuan tiba di Alam Langit. Orang-orang di Alam tersebut tengah bersiap-siap untuk berhadapan dengan sesuatu. Orang-orang bersayap putih tersebut tengah memegang tombak yang kuat.


(Orang-orang di Alam Langit : Malaikat.)


“Makhluk itu kembali lagi, apakah kita dapat mengatasinya kembali?” tanya seorang Malaikat kepada rekannya yang berada di sebelah.


“Kita pasti bisa mengatasinya, kita sekarang memiliki pemimpin baru. Meskipun kita belum mengetahui wajah dan sifat pemimpin baru, kita harus yakin bahwa pemimpin akan datang kali ini.” Malaikat lain memberikan jawaban yang dapat diyakini berbagai Malaikat lainnya.


Doom!


Para malaikat yang tengah berbicara sendiri-sendiri, dengan tajam menatap ke satu arah. Tatapan mereka fokus ke arah ledakan keras yang menggetarkan tempat mereka berpijak tersebut. Tombak yang berada di tangan mereka, mulai terangkat dan naluri perang malaikat mulai menyala.


Raungan dan teriakan makhluk terus terdengar di telinga para malaikat. Detik berikutnya, muncul retakan ruang tepat di depan mereka, jarak antara retakan dan para malaikat hanya sekitar satu kilometer.


Retakan terus menyebar, kemudian pecah dan berubah menjadi lingkaran hitam yang besar. Tak lama kemudian, satu tangan putih keluar dari lingkaran tersebut. Perlahan-lahan, mulai keluar dan terlihat makhluk yang sangat abnormal.


Kaki mereka ada empat dengan bentuk tangan manusia. Di atas empat kaki itu, terdapat satu kepala besar yang menatap para malaikat dengan mata terus melebar. Makhluk aneh itu satu persatu keluar, dan mereka menatap ke arah para malaikat.


Selepas Sepuluh makhluk itu keluar, mulailah keluar satu makhluk yang sama, namun memiliki bulu hitam yang lebat. Tubuh makhluk itu dua kali lebih besar dibandingkan makhluk lainnya.


Para malaikat yang melihat bentuk makhluk tersebut, tidak bisa untuk tidak serius. Makhluk di depan mereka adalah makhluk yang selalu menyerang lantai kedua dari Alam Langit. Makhluk itu tidak mudah, karena makhluk itu memiliki banyak trik dan keunggulan tubuh yang lebih besar.


Xiao Lian yang menjadi pengawas Xiao Fan sebelumnya, gemetar ketika melihat para makhluk tersebut. Meski ia mengetahui bahwa lantai dua masihlah tidak aman, karena lantai dualah ujian Xiao Fan baru dimulai.


Xiao Lian yang masih gemetar, menekan lambang yang berada di tangannya. Lambang itu adalah panggilan untuk tuannya, agar segera datang ke Alam Langit tersebut.


Namun, para makhluk itu bukanlah tipe makhluk yang sabar. Mata mereka seketika bercahaya, dan para malaikat menyadari apa yang akan dilakukan makhluk-makhluk tersebut.


“Semuanya, berpencar dan serang musuh kita!” salah satu malaikat berteriak dengan keras, ia menjadi orang yang akan memberikan instruksi kepada para malaikat lainnya sambil menunggu kedatangan pemimpin mereka.


Para malaikat mulai berpencar, mereka tidak menjadi rapat satu sama lain. Hal itu karena, mereka mengetahui apa serangan yang akan dilancarkan oleh makhluk di depan mereka tersebut.


Detik berikutnya, mata bersinar para makhluk mengembun dan berubah menjadi laser lurus ke arah para malaikat. Di saat laser mengenai tanah, para makhluk tersebut menggerakkan kepala mereka, sehingga laser bergerak menghancurkan sekitar area yang terkena laser.


Para malaikat terus menerus menghindar, mereka kemudian melesat ke arah para makhluk di depannya. Tombak bersinar dan seluruh malaikat melemparkan tombaknya dengan kuat ke arah para makhluk tersebut.


Para makhluk mengedipkan matanya, laser yang menyerang menghilang dalam sekejap. Mereka merasakan kehadiran tombak kuat tersebut. Namun, mereka tidak khawatir sama sekali.


Detik berikutnya, para makhluk menurunkan bagian tengah tubuhnya. Lalu, empat kaki menopang kekuatan dan selepas itu, mereka melompat ke atas. Lompatan mereka sangat tinggi, yang membuat tombak-tombak para malaikat tidak mengenai mereka sama sekali.


Para malaikat yang melihat makhluk tersebut melompat, menjadi lebih serius. Mereka melihat, para makhluk mengepalkan keempat kakinya. Kemudian, bagian tengah dari keempat kaki terlihat satu mata terbuka.


Sinar dingin terlihat di mata para makhluk tersebut, detik berikutnya mereka terjun dengan bebas ke arah para malaikat sambil melakukan pose mengayunkan pukulannya ke depan.


Para malaikat tidak bisa menghindar kembali, ruang untuk menghindari serangan tersebut sama sekali tidak ada. Para malaikat memunculkan kembali tombak mereka, detik berikutnya tombak mulai bercahaya.


Tak butuh waktu lama, para malaikat melemparkan tombak mereka sekuat-kuatnya menuju ke arah para makhluk yang sudah berada beberapa meter di atas mereka.


Tombak bersinar melesat dan menjadi satu, Qi mengembun kuat dan tombak besar melesat menuju para makhluk tersebut.


Para makhluk itu juga mulai bersatu, mereka bersepuluh tanpa tuannya sudah cukup untuk melawan para malaikat. Kesepuluh makhluk tersebut, mengayunkan empat tangan mereka masing-masing.


Detik berikutnya, serangan Qi menyerang ke arah tombak yang melesat ke arah mereka. Serangan Qi tersebut juga bersatu menjadi satu dan berubah bentuk menjadi kepalan tangan raksasa yang melebihi dari penyatuan tombak.


Booom!


Ledakan keras terdengar di telinga para malaikat. Kemudian, para malaikat mendongak melihat apakah tombak mereka menang atau tidak. Namun, saat mereka menatap ke atas, sinar kuat menerpa dan menerbangkan mereka masing-masing ke belakang.


Para malaikat terbaring lemah di tanah, sementara para makhluk yang menyerang mereka masih terjun bebas ke arah mereka dengan cepat. Para malaikat kali ini benar-benar kewalahan menghadapi para makhluk tersebut.


Mereka menatap ke langit, sinar matahari tertutup oleh bayangan para makhluk yang terjun ke arah mereka masing-masing. Para malaikat tersebut, sudah tidak bisa bergerak. Mereka sudah siap untuk mati kali ini.


Namun, di saat mereka menutup mata. Dua siluet bayangan hitam melesat ke arah para makhluk yang tengah terjun tersebut. Satu siluet orang tua tengah mengayunkan telapak tangannya ke depan dan proyektil telapak tangan kuat menyerang ke arah para makhluk tersebut.


Booom!


Para makhluk itu menyusutkan matanya, kemudian mereka melakukan putaran dan mendarat tepat di depan tuannya. Namun, ketika mereka mendarat, sosok siluet pemuda melayangkan dua tangannya ke atas.


Detik berikutnya, angin kuat mulai mengembun menjadi satu dan mulai terbentuk menjadi tebasan yang sangat kuat. Para makhluk tidak tinggal diam, mata mereka bersinar secara bersamaan. Detik berikutnya, Sinar laser besar menyerang ke arah proyektil tebasan besar tersebut.


Dua serangan kuat saling berhadapan, tak butuh waktu lama kedua serangan tiba tepat di tengah dan keduanya saling berbenturan satu sama lain.


Boooom!


Benturan itu keras, tanah awan tersingkir dan membentuk cekungan tak beraturan. Para malaikat yang terbaring putus asa, seketika membuka matanya. Mereka melihat awan yang masih mengambang di atas.


Kemudian, mereka berbalik dan melihat ke arah tempat para makhluk sebelumnya berada. Namun, cekungan tak berbentuk membuat mata mereka melebar. Lalu, mereka juga melihat dua siluet berdiri tak jauh dari cekungan tersebut.


Satu siluet orang tua dan satu siluet seorang pemuda, entah mengapa fokus mereka adalah siluet pemuda itu. Mereka merasakan kekuatan suci mengalir dari tubuh pemuda tersebut.


Pemuda yang melindungi para malaikat dari serangan makhluk aneh tersebut, menatap tajam ke arah para makhluk-makhluk itu.


“Beraninya kalian menyerang daerah kekuasaanku!” Pemuda itu berkata dengan jelas dan tegas. Sosok pemuda itu tak lain ialah..


Xiao Fan.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.