
Silakan Dibaca.
Medan perang.
Ledakan keras terjadi ketika Lin Tian San terkena serangan api yang begitu kuat. Para prajurit yang berada di dekat Komandan ketujuh tetap diam, mereka tidak heboh dengan hal tersebut.
Detik berikutnya, debu yang menutupi Lin Tian San mulai menghilang. Terlihat sosok Lin Tian San memandang datar ke arah komandan ketujuh dan prajurit lainnya.
Komandan ketujuh dan prajurit di sekitarnya sudah menduga akan hal itu, mereka tidak terkejut. Namun, wajah mereka semakin gelap.
Lin Tian San mengibaskan tangannya, kemudian berbagai bola api seukuran bola basket melayang di udara di dekat Lin Tian San.
“Sinar Api!”
Detik berikutnya, bola api tersebut memancarkan sinar merah dan melesat lurus menuju ke arah para prajurit yang berada di dekat Komandan ketujuh.
Para prajurit tertegun, mereka tidak bisa bereaksi dan berakhir terkena sinar cahaya merah tersebut.
Komandan ketujuh melihat hal itu, benar-benar terkejut. Ia ingin menghalau seluruh sinar merah tersebut, namun gerakannya sangatlah lambat.
Alhasil, ketika ia melihat ke prajurit, ia hanya melihat api yang membakar prajuritnya dengan kuat dan perlahan-lahan api menghilang berubah menjadi abu-abu.
Komandan ketujuh tertegun, ia perlahan melambat dan akhirnya terdiam sebentar. Pikirannya kosong melihat prajuritnya menjadi abu.
Komandan ketujuh memandang ke arah Lin Tian San dengan linglung, namun ia segera sadar ketika Lin Tian San muncul di depannya.
“Matilah.” Ucap Lin Tian San dengan nada suara yang begitu dalam, komandan ketujuh tertegun. Namun, segera percikan api muncul di telapak tangan Lin Tian San yang mengarah menuju ke komandan ketujuh.
Booom!
Komandan ketujuh terlempar begitu keras dan cepat ke belakang, ia meluncurkan dan menghancurkan berbagai prajurit yang berada di belakang.
Lin Tian San memandang ke segala arah, ia dengan cepat melesat dan mulai membantai para prajurit kembali.
***
Sisi kiri Yan Han.
Anak buah Yan Han membantai satu persatu para prajurit yang berada di depannya. Ia mengayunkan pedangnya dan setiap tebasan miliknya darah akan memercik keluar.
Lin Tian Hu, ia adalah anak buah Yan Han tersebut. Kecepatan kakinya sangat cepat, para prajurit hanya melihat siluet dari Lin Tian Hu.
Kecepatan dan ketepatan dalam membunuh benar-benar ahli, ekspresinya tenang dan serangannya begitu mendominasi.
Komandan keenam yang melihat hal itu, melesat dan ingin menghentikan Lin Tian Hu. Ia benar-benar ingin menghentikannya dan membunuhnya seketika.
Komandan keenam tiba di depan Lin Tian Hu, ia mengayunkan pedangnya yang berat ke arah pemuda di depannya.
Lin Tian Hu mengetahui sekilas tentang serangan tersebut, ia tidak menghentikan segera. Hal itu karena, visi miliknya berbeda dengan visi orang lain.
Lin Tian Hu hanya melihat lintasan pedang yang begitu lambat dan tidak ada kecepatan sama sekali.
Tepat saat pedang akan mencapai dirinya, Lin Tian Hu melambaikan tangannya. Pedang yang berada di tangannya, berayun dengan santai dan mendorong pedang milik Komandan keenam.
Dentang!
Di bawah mata terkejut berbagai prajurit, Lin Tian Hu menyerang pedang komandan keenam layaknya lebah yang telah menemukan seseorang yang mengganggu dirinya.
Dentang! Dentang!
Komandan keenam sendiri terkejut, ia tidak bisa bereaksi ketika pedangnya terus bergerak. Bahkan tangannya sendiri tidak bisa mengendalikan pedang miliknya.
Lin Tian Hu melihat celah yang begitu besar yang terdapat di komandan keenam. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, kemudian pedang melambai dengan cepat.
Slash!
Komandan keenam tertebas, tanpa ampun oleh Lin Tian Hu, kemudian ia melirik mayat-mayat yang sudah dirinya bunuh.
Lin Tian Hu yang sudah mengumpulkan mayat begitu banyaknya, ia mengeluarkan kertas dan menghancurkannya dalam sekejap.
Kemudian, 1000 mayat bercahaya dalam sekejap. Lalu, penghalang tak kasat mata muncul di area mayat dan area tempat Lin Tian Hu berada.
Detik berikutnya, di bawah mata terkejut dan penasaran para prajurit. Lin Tian Hu melayang ke udara dengan kilatan cahaya biru membungkus dirinya.
Benar, ia adalah salah satu pemilik tubuh elemental yang begitu arogan dan kuat.
Tubuh Petir.
Tubuh yang memiliki kerusakan yang parah dan kecepatan yang berada di luar nalar. Kecepatan miliknya hampir sama dengan kecepatan cahaya, namun jika tubuh tidak diolah dengan benar kecepatannya akan sama terus-menerus.
Sekarang, cahaya biru perlahan-lahan meredup, kemudian kilatan-kilatan petir biru kecil menempel dalam tubuh Lin Tian Hu.
Penampilannya benar-benar berbeda, ia memiliki rambut panjang berwarna biru, kemudian iris mata yang berwarna biru gelap, dan pakaian berwarna putih dan biru, disertai simbol lambang petir kecil di dadanya.
Para prajurit terkejut, mereka tidak menyangka bahwa lawan mereka akan berubah menjadi begitu mengerikan.
Komandan kelima yang berada di dekat Lin Tian Hu mulai berubah menjadi burung elang berkaki empat, ia memandang ke arah Lin Tian Hu dengan tajam dan terdapat getaran emosi, serta aura membunuh yang kuat.
“Hanya petir kecil, kalian mundurlah sebentar. Aku akan mengatasi bocah ini.” Tegas komandan kelima.
Ia benar-benar tidak senang akan keberadaan Lin Tian Hu. Dirinya benar-benar tidak senang karena seorang prajurit di depannya mengkhianati kerajaan.
Bagi yang mengkhianati kerajaan, hanya satu hukuman untuk orang seperti itu.
Hukum itu ialah hukum mati.
Lin Tian Hu memandang ke arah komandan kelima, ia tidak terlalu peduli akan perasaan seseorang. Baginya semua lawannya sekarang, lebih dari sampah.
Penghalang tak kasat mata perlahan menghilang, namun saat penghalang sepenuhnya menghilang.
Lin Tian Hu juga menghilang dari tempat, komandan kelima yang melihat hal itu, sedikit mengerutkan keningnya.
Namun, detik berikutnya rasa sakit yang begitu kuat terasa di punggungnya. Ia segera menatap ke belakang dan matanya melebar ketika melihat hal yang terjadi di punggungnya.
Terlihat, Lin Tian Hu memotong kedua sayapnya dan darah di sayap masih menetes mengenai punggungnya. Pemandangan tersebut, membuat para prajurit membeku.
“Arhhh!” raung komandan kelima penuh akan rasa sakit, ia melompat dan berguling-guling di tanah supaya luka di tubuhnya segera mereda.
Lin Tian Hu sendiri menghilang dan mulai membantai para prajurit yang tengah linglung karena pemandangan pemotongan sayap komandan kelima tersebut.
Lin Tian Hu membantai dengan sekali gerakan, ia hanya menyentuh mereka dan mengalirkan sedikit listrik, namun sangat kuat.
Para prajurit terkejut, namun segera pandangan mereka kosong dan jatuh dalam sekejap di tanah. Mereka mati tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Komandan kelima yang tengah berjuang untuk berdiri, menatap ke arah Lin Tian Hu dengan penuh kebencian. Ia marah, bukan saja terluka, namun prajuritnya tengah terbantai dengan cepat.
“Baji*ngan!” raung komandan lima, namun segera ia melebarkan matanya ketika melihat Lin Tian Hu tepat di depannya dengan jari telunjuk mengarah ke keningnya.
“Berisik, matilah!” ucap Lin Tian Hu dengan datar, kemudian cahaya biru muncul dari jarinya dan melesat dengan cepat mengenai tepat kening komandan kelima.
Komandan kelima matanya memutih, ia jatuh dan berubah kembali menjadi manusia dengan tubuhnya yang berlubang.
Lin Tian Hu menghilang kembali dan mulai membantai para prajurit yang tepat berada di dekatnya.
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.