Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 44


[Chapter 44.]


[Kedatangan bandit.]


[Silahkan Dibaca.]


Lembah Fengjian.


Xiao Fan dan kelompoknya tengah beristirahat. Liu Kai dan Zhu Lin masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Lin Hua sudah memastikan keselamatan kedua muridnya tersebut. Juga, berkat Ning Shui, dia bisa cepat dalam pengobatan Zhu Lin dan Liu Kai.


Xiao Ren sendiri memandang ke arah sekitar, dia mengawasi dengan keahlian mata elangnya. Di bantu dengan Xiao Fan yang memiliki persepsi luas, membuat daerah sekitar tidak ada yang lepas dari keduanya.


“Adik Fan, Murid Ren, istirahatlah.” Lin Hua berkata dengan lembut. Dia mengeluarkan dua botol air minum dan memberikan kepada kedua pemuda tersebut.


“Terimakasih, Kakak / Guru.” Xiao Fan dan Xiao Ren berterima kasih secara bersamaan. Mereka berdua membuka botol minum dan mulai meminum air yang segar tersebut.


Xiao Fan selesai meminum airnya begitu juga Xiao Ren, keduanya menyimpan botol itu untuk nanti.


“Bagaimana kondisi kedua Senior?” Xiao Fan bertanya dengan nada penasaran. Dia juga khawatir, akan tetapi dirinya tekan karena tahu bahwa setiap orang harus mengalami yang namanya luka dan sakit.


Lin Hua menatap ke arah Xiao Fan dan tersenyum ringan. “Keduanya baik-baik saja. Hanya menunggu mereka siuman.”


Xiao Fan mengangguk, dia paham. Kemudian, menatap bahwa hari mulai malam. Dirinya mengalihkan tatapan ke arah Xiao Ren.


Xiao Ren merasakan tatapan tersebut dan mengangguk, dia berubah menjadi Elang Api dan pergi ke arah hutan dekat lembah.


“Kakak, kita akan bermalam di sini. Besok kita akan menuju ke sana.” Xiao Fan berkata dengan tangan menunjuk ke arah lembah Fengjian bagian terdalam.


Lin Hua mengangguk, dia tahu bahwa waktu sudah malam. Jika melanjutkan perjalanan yang ada hanya mereka akan diserang oleh monster roh yang sangat agresif.


Tak butuh waktu lama, Xiao Ren tiba dengan membawa kayu yang lumayan besar. Xiao Fan melihat hal itu tersenyum, kemudian menggerakkan jarinya.


Xiao Ren membuang pohon itu ke bawah, di sambut oleh berbagai benang Xiao Fan. Pohon terbelah halus membentuk apa yang diinginkan oleh Xiao Fan.


Bruk Bruk Bruk.


Rumah kecil, tempat duduk dan set api unggun siap. Xiao Fan benar-benar ahli dalam membuat kerajinan tersebut.


Xiao Ren turun dengan menukik, kemudian di saat dekat dengan tanah dia menstabilkan tubuhnya sebelum berubah kembali menjadi manusia.


Xiao Fan menatap ke arah Lin Hua dan berkata, “Istirahatlah, kami akan melindungi dari musuh yang akan datang nantinya.”


Lin Hua sedikit merasa tidak enak, entah kenapa dia merasa seperti beban. Apalagi Ning Shui, dia juga berpikir hal yang sama dengan Lin Hua.


Xiao Fan tidak tahu apa yang dipikirkan keduanya, akan tetapi dia melanjutkan perkataannya. “Kalian sudah terlalu berjuang, bagaimanapun mengobati orang lebih keras di banding orang bertarung.”


“Profesi ahli obat maupun pengobatan itu paling keras di Dunia Kultivator. Tanpa mereka, manusia pasti akan mati dengan kebodohan.”


Xiao Fan menjelaskan tentang hal itu. Sebenarnya itu adalah pengalaman dirinya di dunia sebelumnya. Namun, dalam mata kedua perempuan itu terkejut akan keagungan seorang ahli obat.


Lin Hua dan Ning Shui kemudian mengangguk, mereka menuruti Xiao Fan. Lin Hua tidak seperti guru lainnya, dia memiliki dua kepribadian. Satu, seperti anak kecil. Dua, dingin dan kejam.


Kedua perempuan itu berjalan masuk ke dalam rumah kecil tersebut. Xiao Fan mengikat Zhu Lin dan Liu Kai. Keduanya di angkat dan di bawa masuk ke dalam rumah kecil tersebut.


Selesai melakukan hal itu, Xiao Ren menyalakan api kecil di dalam rumah untuk penerangan sekaligus penghangat ruangan.


Xiao Fan dan Xiao Ren duduk di tempat api unggun. Kemudian, Xiao Ren menyalakan api unggun tersebut untuk penghangat.


“Menurutmu, siapa orang-orang memakai pakaian hitam dengan lambang tengkorak tersebut?” Xiao Ren membuka obrolan terlebih dahulu.


Xiao Fan yang mendengar pertanyaan dari Xiao Ren, dia menjawab, “Kemungkinan Bandit. Jika, itu adalah Sekte, sangat tidak mungkin. Bagaimanapun juga untuk apa Sekte berada di Lembah Fengjian.”


Xiao Ren mendengar itu, sedikit termenung kemudian berkata, “Sepertinya ada sedikit hal menarik. Bagaimanapun mereka bandit, jika terus berada di sini, Roh mereka tidak mungkin sama, bukan?”


Xiao Fan seketika terkejut. Dia melupakan fakta roh elemen musuhnya. Dirinya memegang dagunya sambil berpikir.


“Apa yang dibilang Xiao Ren benar. Jika, itu adalah bandit biasa, bukankah seharusnya roh elemen mereka acak karena berada di wilayah Ning.” Xiao Fan berpikir dengan cepat.


Xiao Ren melihat hal itu, senyum kecil miliknya terlihat. “Bagaimana kalau, mereka menjadi pengikut Sekte tersebut. Para bandit di bawa ke area luar Kerajaan Ning. Kemudian, mendapatkan roh elemen yang sama, bagaimana menurutmu?”


Siluet mata Xiao Fan terlihat. Apa yang dibicarakan, Xiao Ren benar. “Sepertinya masalahnya tidak sesederhana biasanya.”


Tajam dan penalaran yang tepat, Xiao Fan benar-benar mengakui bahwa Xiao Ren pintar. Apa yang diucapkan benar, pasti ada sesuatu di lembah Fengjian. Dirinya sudah tahu akan hal itu, bagaimanapun angin sudah memberitahunya.


Namun, pikiran mereka berdua berhenti ketika merasakan ada berbagai nafas di suatu tempat, keduanya mengerutkan keningnya dan berdiri.


“Sepertinya, para Bandit itu benar-benar ingin membalaskan dendam teman mereka.” Xiao Fan menatap dengan dingin dan tajam.


Xiao Ren tahu akan hal itu, dirinya menatap ke arah gerombolan para Bandit. Dia juga melihat orang yang sangat besar dan kekar di depan seluruh bandit tersebut.


Xiao Fan dan Xiao Ren tahu bahwa orang besar tersebut adalah ketua dari bandit tersebut.


“Kamu atau aku yang pergi?” Xiao Fan memberikan pilihan kepada Xiao Ren. Dia bukan orang egois yang memikirkan dirinya sendiri.


“Aku akan berjaga, mereka sepertinya lebih cocok untukmu.” Xiao Ren menjawab sambil tersenyum tipis. Bagaimanapun musuhnya terlihat ada sekitar 250.


Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk mengatasinya. Xiao Fan tersenyum dan mengangguk, dia memang dari awal sudah tidak sabar untuk membunuh seorang manusia.


“Kalau begitu, jaga tempat ini!” Xiao Fan memberikan perintah, Xiao Ren mengangguk mengerti.


Mengantisipasi dengan hal yang tidak diinginkan. Xiao Fan menciptakan sangkar burung untuk melindungi tempat istirahat mereka.


“Aku pergi.” Xiao Fan kemudian melesat menuju ke arah gerombolan para bandit tersebut.


***


Sisi bandit.


Salah satu bandit menatap ke arah langit, dia melihat seorang pemuda melesat ke arah rombongannya.


“Ketua, ada yang datang.” Orang itu memberikan sinyal kepada ketuanya. Bandit lainnya juga berhenti di tempat.


Ketua bandit menatap ke arah langit, di mana sosok pemuda melesat ke arah tempatnya berada.


“Siapkan, Roh Elemen kalian.” Ketua bandit berteriak dengan keras. Dia menyadari bahwa pihak lain bertujuan untuk menyerang mereka.


Wush Wush Wush Wush.


Tulang Hitam muncul di tangan mereka, sedangkan ketua bandit tertutupi oleh sebuah armor hitam dengan keunguan.


“Mode : Avila.”


Seluruh tubuhnya tertutupi oleh pelindung yang memiliki kobaran api berwarna ungu dan hitam. Tanduk ke belakang dengan tajam, dia benar-benar terlihat memakai Zirah Iblis.


***


Xiao Fan tiba di tempat. Dia melihat perubahan ketua bandit tersebut. Dirinya menatap dengan ringan, ia tidak pernah menganggap musuhnya kuat.


Sring Sring Sring Sring.


Benang-benang hijau keluar dari tangan kanannya. Kemudian, masuk ke seluruh tubuh Xiao Fan.


“Sepertinya aku harus mencoba, kemampuan keempat ku.” Xiao Fan berkata dengan ringan. Dia memang ingin mengetes kemampuan miliknya tersebut.


Wushhhh.


Benang menyelimuti seluruh tubuh Xiao Fan, kemudian perlahan pakaiannya berubah menjadi warna hijau dengan garis angin emas. Jubah hijau cerah berkibar dengan hebat. Rambut Xiao Fan memanjang warnanya hitam. Iris matanya berubah menjadi hijau.


Xiao Fan menatap ke arah para bandit dengan tatapan merendahkan, dia mengungkapkan kemampuan keempatnya sekarang.


“Mode : Setengah Dewa Angin.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.