Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1


Silakan Dibaca.


“Penyusup!” Teriakan prajurit membuat Xiao Fan dan Shan Yuan berdiri tanpa sadar, tatapan Xiao Fan tertuju ke arah pintu keluar ruangan.


“Pak Tua, bukankah berita kakek Han baru saja disebarkan?” Xiao Fan bertanya kepada Shan Yuan, sambil mengerutkan keningnya.


Shan Yuan yang mendengar hal itu, dia menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah jam dinding.


Xiao Fan mengikuti arah telunjuk Shan Yuan tersebut, matanya menyempit ketika melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam 4 pagi.


“Kamu mencerna isi dari gulungan merah selama 7 jam. Aku tidak mengetahui apa yang kamu dapatkan, namun pedang di tanganmu itu, sudah menjadi bukti bahwa kamu mengalami sesuatu yang rumit.”


Shan Yuan sudah memikirkannya sejak awal, ketika menatap pedang pendek yang berada di tangan Xiao Fan tersebut.


Pedang itu memancarkan niat membunuh dan penindasan yang sangat kuat. Pemilik pedang itu seharusnya seorang pendekar pedang kuat pada zamannya.


Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya, apa yang dibilang oleh Shan Yuan adalah benar. Bagaimana dia bisa melupakan adegan sebelumnya.


Sepuluh juta orang berada di tingkat Alam Elementasi, melawan satu orang pendekar pedang yang memiliki tingkat Alam Elementasi.


Tingkatan sama, namun kuantitas dan kualitas berbeda. Satu menang dalam kuantitas dan satu menang dalam kualitas.


“Nanti kita bahas, Pak Tua. Lebih baik, kita periksa siapa yang menyusup ke dalam kediaman Yun.”


Shan Yuan mengangguk, dia segera masuk ke dalam Alam Bawah Sadar Xiao Fan. Kemudian, Xiao Fan keluar dari ruangan dirinya berada.


***


Taman kecil kediaman Yun.


Terlihat dua puluh prajurit menghalangi sosok bayangan di depannya. Di belakang para prajurit terdapat dua orang yang tak lain ialah Yun Shi Han dan Fang Yin.


Keduanya kali ini memiliki garis hitam, ketika melihat sosok bayangan yang mencoba untuk membunuh mereka berdua.


“Yun Che, kau keterlaluan, Nak.”


Yun Shi Han menatap ke arah sosok bayangan di depannya tersebut. Ada lima sosok bayangan, namun yang paling dikenali Yun Shi Han hanyalah orang di tengah.


“Shi Han, jangan sebutkan namaku itu. Yun Che sudah mati, dan yang membunuhnya adalah kau dan keluarga Yun lainnya.”


Sosok bayangan itu berteriak dan perlahan-lahan menampakkan wajahnya. Dia memiliki mata hitam kecokelatan dan rambut berwarna hitam kemerahan.


Sosok itu ialah Yun Che, adik dari Yun Shi Han. Namun, dia menempuh jalan buruk. Dirinya hanya bisa menyalahkan keluarga Yun, terutama kakaknya tersebut.


“Kau hanyalah menyalahkan seseorang tanpa menyadari dirimu sendiri.”


Yun Shi Han memandang Yun Che dengan tegas. Meski sekarang tubuhnya lemah, dia tetap berdiri di tempat.


“Hahaha.. kau sungguh lucu, Shi Han. Racun yang kubuat khusus untuk dirimu, benar-benar dipatahkan oleh seseorang. Aku tidak menyangka akan hal itu.”


“Namun, tubuhmu tetaplah melemah karena kau tidak menggerakkan tubuhmu sangat lama.”


Apa yang dikatakan Yun Che, benar. Yun Shi Han memang sembuh, namun tubuhnya masih belum beradaptasi dengan benar. Kali ini dirinya sangatlah lemah dan mudah untuk dibunuh.


“Kakek!”


“Ayah!”


Yun Lanran, Ning Shie, Yun Ling’er, Yun Jinsan, dan orang-orang keluarga Yun muncul satu persatu.


Yun Jinsan menatap ke arah depan, dia melebarkan matanya dan menatap tajam ke arah pria yang berada di seberang.


“Paman, apa yang kau lakukan ini!”


Yun Che menyeringai, dia tidak menjawab. Melainkan mengangkat tangan kanannya dan mulai mengayunkan tangannya ke depan.


“Bunuh mereka semuanya.”


Keempat orang berjubah hitam memancarkan cahaya dingin di matanya. Detik berikutnya, keempat orang itu melesat ke arah barisan lawannya tersebut.


Dua puluh prajurit mulai mengepung keempat orang tersebut. Satu orang berjubah hitam melawan lima prajurit.


“Kami tidak akan membiarkanmu lewat.”


Prajurit menyatakan ketegasannya tersebut, dia mengayunkan pedangnya secara kejam ke arah pria berjubah hitam yang berada di kepungannya tersebut.


Dentang!


“Kau lambat.” Pria berjubah hitam, mengayunkan pedang miliknya dan menembus jantung prajurit yang menyerangnya itu.


Jleb!


Kemudian, pria itu dengan hitungan detik sudah membunuh empat prajurit sisanya. Selepas membunuh kelima prajurit, dia melesat ke arah Yun Shi Han.


Namun, sebelum dirinya melangkah sebuah kartu melesat ke arah dirinya. Refleks pria berjubah hitam sangatlah cepat, dia menghindari kartu itu.


Pria berjubah hitam yang melihat benda yang dihindari, dia tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya.


Boom!


Kartu meledak dengan keras dan mengenai pria berjubah hitam tersebut.


Yun Che terkejut melihat salah satu pengikutnya terbunuh. Dia ingat bahwa keempat pengikutnya sangatlah kuat, bahkan untuk mengalahkan Alam Setengah Pejuang, mereka tidak perlu waktu berjam-jam.


Yun Che beralih menatap asal serangan yang meledakkan pengikutnya tersebut. Dia melihat sosok perempuan dengan pakaian hanfu putih kebiruan tengah mengaktifkan Roh Elemennya yang berupa kartu biru.


“Jala*ng! Beraninya kau menghalangi kami!”


Yun Che marah, dia memadatkan qi di tangannya. Kemudian, sosok bola berwarna hitam muncul di tangannya.


“Makan ini, Jala*ng!”


Yun Che melesatkan bola hitam ke arah Ning Shie, dia juga melirik ke arah tiga pengikutnya yang dihalangi oleh para anak-anak dari Yun Shi Han.


Ning Shie merasakan bahaya di depannya, dia melihat bola hitam tengah melaju ke arahnya. Ning Shie melemparkan kartunya kembali, namun kartunya kali ini ada tiga.


Sou Sou Sou!


Tiga kartu melesat dengan cepat menuju ke bola hitam tersebut. Dua serangan berbenturan satu sama lain.


Boom!


Ledakan keras terjadi, Yun Che menatap ke arah ledakan tersebut. Dia melihat bahwa bola hitamnya di tahan oleh Ning Shie sendiri.


Yun Che menajamkan matanya. Dia memadatkan kembali qi miliknya. Namun, kali ini dirinya memadatkan qi ke dalam tangannya.


Ning Shie mengerutkan keningnya ketika melihat hal itu, dia melemparkan dua kartu biru miliknya dengan cepat ke arah Yun Che.


Sou Sou!


Yun Che mengarahkan tangannya ke depan, kartu yang melesat ke arahnya berbalik menuju ke Ning Shie dengan kecepatan dan kekuatan yang melebihi dari sebelumnya.


Ning Shie melebarkan matanya, dia tidak bisa menghindar dan dirinya hanya bisa bertahan.


Ning Shie dengan cepat melebarkan kartu biru di depannya, pelindung tebal terbentuk. Dua kartu yang melesat ke arahnya berbenturan dengan kartu pelindungnya.


Booom!


Ledakan keras terjadi, asap membungkus tempat Ning Shie. Hal ini, membuat Ning Shie tidak dapat melihat di mana lawannya berada.


Ning Shie mengaktifkan persepsinya segera. Namun, dia segera melebarkan matanya dan berbalik ke belakang.


Asap diterpa oleh angin dan terlihat Yun Che tiba di depan Yun Shi Han dan Fang Yin. Dia mengayunkan kedua tangannya ke arah dua orang tersebut.


Yun Shi Han dan Fang Yin terkejut, dia menatap ke arah Yun Che. Keduanya melihat Yun Che menyeringai.


“Mati kau, Shi Han!”


Semua orang yang telah mengalahkan pengikut Yun Che, berbalik dan mereka melebarkan mata mereka masing-masing.


“Ayah!”


“Kakek!”


Yun Shi Han membungkus Fang Yin dalam dekapannya. Dia tidak ingin istrinya terkena serangan tersebut maupun mencoba menahan serangan itu.


Serangan akan mengenai Yun Shi Han, namun sosok bayangan hitam melintas dan menendang Yun Che dengan keras.


Bam!


Yun Che terkejut dan terlempar dengan keras ke belakang. Semua orang melebarkan matanya melihat kejadian tersebut, mereka terduduk lemas melihat sosok yang melindungi Yun Shi Han dan Fang Yin.


Desis~


Bayangan hitam perlahan-lahan menampilkan sosok tubuh yang panjang. Debu yang menghalangi pandangan mulai menghilang.


Semuanya melebarkan matanya ketika melihat sosok yang menyelamatkan Yun Shi Han dan Fang Yin.


Yun Lanran menatap sosok tersebut sambil tersenyum, dia tahu siapa itu. Begitu juga dengan Yun Ling’er.


Sosok yang menyelamatkan Yun Shi Han dan Fang Yin ialah...


Shen Yu Ling.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.