Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir


Silakan Dibaca.


Kediaman Yun.


Shen Yu Ling menghantam tubuh Yun Che dengan keras. Hal ini membuat Yun Che terbang ke belakang dan menabrak dinding batu di belakangnya tersebut.


Para keluarga Yun terkejut, mereka menatap ular hitam dengan penuh kewaspadaan. Namun, berbeda dengan Yun Lanran dan Yun Ling’er. Keduanya tersenyum lega melihat kehadiran ular hitam itu.


“Kalian berdua, kenapa tersenyum melihat ular hitam itu hadir, apakah kalian mengenali ular itu?” Yun Jinsan melihat kedua adiknya yang tersenyum, dia merasakan keanehan dari keduanya itu.


“Tenanglah, Ular itu bukan sekedar ular biasa. Dia adalah Kak Yu Ling, seorang manusia ular yang bersama dengan Tuan Fan.” Yun Lanran menjelaskan secara singkat.


Para keluarga Yun menghela nafas lega, kemudian mereka mendengar ular hitam itu mengatakan sesuatu kepada mereka.


“Lanran, Ling’er, bawa kedua orang tua ini pergi ke dalam. Aku pribadi yang akan mengatasi orang itu.”


“Baik, Kak Yu Ling.” Kedua perempuan Yun mendekat ke arah Shen Yu Ling. Mereka memapah Yun Shi Han dan Fang Yin yang masih lemah untuk berjalan.


“Kalian berdua, bantu Fang Yin untuk berdiri. Aku akan berjalan selepas kalian pergi dari tempat ini.” Yun Shi Han memerintahkan kedua anak perempuannya untuk membantu istrinya yang pingsan masuk ke dalam rumah.


Kedua perempuan Yun hanya mengangguk dalam-dalam dan membawa Fang Yin masuk ke dalam rumah. Yun Che melihat kepergian Fang Yin dan Yun Shi Han, dia meraung dengan keras.


“Siapa yang mengizinkan kalian pergi dari sini!”


Yun Che berubah menjadi bayangan dan melesat ke arah Yun Shi Han dan Fang Yin. Namun, belum sempat dirinya mengayunkan serangan ke arah dua orang tua itu, sebuah suara terdengar di telinganya.


“Siapa yang mengizinkanmu menyerang mereka berdua!”


Ekor Shen Yu Ling bergerak sangat cepat dan menampar Yun Che dengan keras. Yun Che terkena serangan ekor itu dan terbang kembali ke belakang.


“Puh!” Darah menyembur dari mulut Yun Che, dia benar-benar melupakan keberadaan Ular Hitam tersebut. Dia bernafas berat kali ini, matanya menatap ke arah Yun Shi Han dan Fang Yin yang dibawa oleh Yun Lanran dan Yun Ling’er ke dalam rumah.


“Sial.. kalian benar-benar ingin mati!” Yun Che berteriak dengan keras, dia mengalihkan pandangannya ke arah Ular Hitam yang tengah menatapnya dengan dingin dan tajam.


Yun Che merasakan krisis bahaya dari tatapan Ular Hitam tersebut. Namun, dia tidak peduli. Tangannya terulur ke samping dan qi menyelimuti tangannya tersebut.


Kemudian, qi yang sudah memadat berubah menjadi atribut elemen kegelapan. Mata Yun Che mulai memerah, dia mengatupkan giginya dan melesat ke arah Ular Hitam.


“Mati!” Yun Che muncul di depan Ular Hitam. Shen Yu Ling menatap ke arah Yun Che dengan dingin, dia menggerakkan tubuhnya ke belakang dan ekornya sekali lagi menampar Yun Che dengan keras.


Namun, tamparan ekor itu tidak membuat Yun Che ke belakang, melainkan tamparan itu mengarah ke bawah dan menenggelamkan Yun Che ke tanah.


Bam!


Suara ledakan keras itu terdengar di telinga para keluarga Yun. Mereka bergidik ketika melihat adegan pertempuran seperti itu.


“Kalian, pergilah ke dalam. Biar sisanya kuurus.” Yun Jinsan segera sadar ketika mendengar ucapan dari Shen Yu Ling. Dia segera mengangguk.


“Ayo kita pergi!” Yun Jinsan memimpin para keluarga Yun menuju ke dalam rumah. Dia juga sedikit melirik ke arah pertempuran dan paham bahwa kekuatannya sangat lemah.


Tangannya terkepal erat, Yun Jinsan bersumpah pada dirinya sendiri untuk menjadi lebih kuat, agar suatu hari nanti dirinya dapat menghindari bencana seperti ini.


Yun Jinsan dan para keluarga Yun masuk ke dalam rumah. Shen Yu Ling yang sudah menampar Yun Che, mulai berubah menjadi manusia. Dia kemudian, melayang di tempatnya dan menatap ke arah Yun Che yang berpura-pura terbaring di tanah.


“Sampai kapan, kamu akan berbaring di sana?” Yun Che yang mendengar pertanyaan itu, seketika menyeringai. Dia perlahan-lahan bangkit dan melesat ke arah Shen Yu Ling.


Shen Yu Ling menyusutkan matanya dan pandangannya berubah menjadi gelap. Dia tidak tahu, dirinya sekarang berada di mana. Namun, yang pasti ada sesuatu yang terjadi sebelumnya.


‘Cincin hitam? Cincin apa itu?’ Shen Yu Ling berpikir dengan keras, namun dia sama sekali tidak menemukan jawabannya.


Shen Yu Ling kemudian mengetuk cincin yang berada di tangannya dan pandangannya kembali ke tempat dirinya berada.


Yun Che membeku ketika ingin melewati Shen Yu Ling, dia tidak menyangka bahwa Shen Yu Ling dapat bebas dari cincin hitamnya tersebut.


Shen Yu Ling akhirnya paham, apa itu cincin hitam sebelumnya? Ternyata, cincin tersebut hanyalah cincin yang digunakan untuk menciptakan ilusi ruang.


Namun, kali ini Shen Yu Ling beruntung. Hal ini karena cincin yang diberikan tuannya, dapat menangkal segala jenis ilusi yang ada.


Jika, dia tidak memiliki cincin tersebut. Dia akan dijebak, entah berapa lama di dalam ilusi cincin hitam tersebut.


Shen Yu Ling tahu, bahwa cincin hitam yang digunakan Yun Che sangatlah kuat. Efek ilusi yang dirinya terima juga besar, beberapa qi di dalam tubuhnya terkuras.


“Bagaimana bisa kamu lepas dari cincin hitamku?” Shen Yu Ling tidak menjawab, melainkan wajahnya kini menjadi lebih dingin, dia menghilang dari tempat dan muncul di belakang Yun Che.


Kali ini, dia melampiaskan amarahnya kepada Yun Che. Shen Yu Ling mengayunkan kakinya ke arah Yun Che dengan kuat.


Boom!


Yun Che terpental sampai keluar dari halaman kediaman Yun. Namun, Yun Che tidak berhenti begitu saja. Dia menabrak jalan di bawah dan bergeser terus ke belakang.


Keributan itu menarik perhatian para prajurit. Mereka ingin datang, namun gerakan mereka berhenti ketika melihat sosok perempuan melayang turun ke bawah, menuju ke tempat ledakan sebelumnya berada.


“Segera amankan kediaman Yun.” Ketua prajurit memerintahkan anak buahnya segera.


Dia tahu bahwa, kali ini terdapat penyusup yang mencoba membunuh kepala keluarga Yun. Hal ini tidak bisa, dia terima begitu saja.


Segera para prajurit, mulai bergerak dan memasang berbagai perlindungan di kediaman Yun. Gerakan para prajurit sangatlah cepat dan teratur. Mereka benar-benar sudah terlatih dan terbiasa akan situasi bahaya.


Yun Che yang terbaring di jalan, menatap ke arah kediaman Yun yang sudah diberi penghalang. Dia tahu bahwa rencananya kali ini telah gagal.


Yun Che menggertakkan giginya dan dia berusaha untuk bangkit dari posisinya kali ini. Namun, sebuah tekanan kuat menerpa dirinya.


Yun Che tidak kuat dan dia terbaring kembali ke tanah, tatapannya menyapu ke depan, dan dia melihat sosok perempuan yang telah mengalahkan dirinya tadi.


Kebencian, dan kemarahan Yun Che terarah ke perempuan itu, semua rencananya gagal karena perempuan di depannya itu.


Shen Yu Ling sama sekali tidak peduli dengan tatapan Yun Che. Dia sudah berkali-kali menerima tatapan tersebut dari berbagai lawannya,


Shen Yu Ling mengangkat tangannya, kemudian qi miliknya mengembun dan siap untuk membunuh Yun Che yang masih terbaring di tanah tersebut.


“Ada kata-kata terakhir?”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.