Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 259 - Puncak Pertempuran


Silakan Dibaca.


Xiao memandang ke arah delapan monster di depannya, ia turun ke bawah. Bertepatan dengan Monster7 dan Monster8 muncul.


Xiao Fan mengatur nafasnya dan dua serangan monster melintas ke arahnya. Xiao Fan belum mengambil tindakan, tepat saat serangan berada kurang dari satu meter. Mata Xiao Fan bersinar dingin dan ia melambaikan pedangnya dengan cepat.


Monster7 dan Monster8 muncul di belakang Xiao Fan. Tangan keduanya seketika memunculkan garis putih, sampai akhirnya tangan tersebut terpotong dan lepas dari tubuh mereka.


Xiao Fan acuh tak acuh melihat kedua monster masih membeku. Ia tahu bahwa keduanya ialah ahli dalam bayangan. Namun, ketika kekuatan berkurang. Mereka tidak akan bisa memasuki bayangan kembali.


Xiao Fan ingin menebas leher kedua monster tersebut. Namun, belum sempat mengayunkan pedangnya. Sosok monster lain melintas dan melancarkan tendangan ke arahnya kuat-kuat.


Xiao Fan menyadari akan hal itu. Dia tahu bahwa tendangan tersebut lebih kuat dibandingkan tendangan Monster2 sebelumnya.


Xiao Fan melintas dengan cepat, ia muncul di atas langit dan melihat tendangan mengenai tanah.


Boom!


Ledakan keras terdengar, lahar yang berada di sekitar mulai terciprat ke segala arah. Tanah dihancurkan membentuk kawah yang lebar.


Xiao Fan memandang ke arah Monster9 yang berspesialis dalam tendangan. Ia mulai mengayunkan pedangnya kembali, kali ini targetnya ialah monster di depannya itu.


Pedang berayun mengeluarkan suara siulan di udara. Tebasan merah terlihat melesat ke arah Monster9 dengan cepat.


Monster9 merespons serangan tersebut. Ia mengayunkan kakinya kuat-kuat ke arah tebasan.


Dua serangan saling berbenturan, gelombang kejut mengakibatkan angin panas menyebar ke seluruh arah.


Monster9 terdorong ke belakang beberapa langkah. Sementara Xiao Fan menghilang dari tempat, lalu muncul bersamaan dengan jatuhnya kepala Monster7 dan Monster8.


Monster2 dan Monster3 tidak bisa melakukan apa pun. Satu kehilangan keseimbangan dan satu lainnya kehilangan efektivitas pertempuran.


Hanya tersisa Monster4, Monster5, Monster6, dan Monster9.


Xiao Fan masih berdiri tegak memandang keempat monster tersebut. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, nafas Xiao Fan tidak beraturan dan mulai menurun.


Xiao Fan kehabisan Qi miliknya. Ia sekarang hanya memiliki 3% Qi di tubuh. Roh elemen miliknya tidak bisa dipanggil, hal inilah yang mengakibatkan Qi menurun secara drastis.


Xiao Fan hanya dapat mengerahkan satu kali serangan. Namun, di serangan berikutnya. Ia hanya mengandalkan fisik yang sudah menipis.


‘Jika aku menyerang, hanya bisa membuat dua monster mati. Namun, untuk dua lainnya akan segera membunuhku.’


Inilah kesimpulan Xiao Fan. Ia harus menentukan pilihan yang mustahil keluar dengan selamat.


Seluruh tubuhnya kini telah berubah ke wujud semula. Qi Ilahi sudah menghilang semenjak tadi. Namun, Xiao Fan tidak peduli karena ia dapat mengisi kembali.


Xiao Fan tidak bergerak. Hal ini ia manfaatkan untuk mengisi Qi. Namun, apakah para monster diam dan menunggu? Tentu saja, tidak.


Monster4 dan Monster5 mengangkat kedua tangannya. Lahar panas seketika naik ke atas membentuk ombak yang sangat kuat.


Hal ini membuat Xiao Fan waspada dan mulai naik ke atas langit. Namun, ketika ia setengah jalan menuju puncak. Monster6 muncul sambil mengarahkan tangannya layaknya tombak.


Xiao Fan tertangkap basah. Ia segera menghindari serangan tersebut. Kemudian, mengirim tebasan pedang ke arah Monster6.


Melihat tebasan melesat ke arahnya, Monster6 sama sekali tidak menunjukkan reaksi. Ia hanya melambaikan tangannya dengan kuat, sehingga tebasan hancur tanpa sisa.


Xiao Fan terperangah melihat kejadian tersebut. Ia tidak menyangka bahwa tebasan miliknya dihancurkan dengan mudahnya.


Ekspresi Xiao Fan menjadi jelek, ia segera mendengus ringan dan mulai menghilang kembali.


Deru ombak di bawah mulai memenuhi seluruh tanah, berikutnya Monster4 dan Monster5 memancarkan sinar dingin di matanya.


Xiao Fan merasakan bahaya dari bawah, ia melihat lahar berputar dengan cepat. Kemudian, lahar menyembur kuat-kuat ke atas.


Xiao Fan segera menghindari lahar tersebut. Ia melirik sekilas dan tahu penyebabnya ialah dua monster yang berspesialis dalam sihir.


Xiao Fan merasakan serangan Monster9. Ia berbalik dan mengayunkan pedangnya kuat-kuat.


Tendangan bertemu dengan pedang. Mereka saling berbenturan satu sama lain. Lahar yang berada di kaki Monster9 terciprat ke mana-mana.


Xiao Fan terkena sedikit. Namun, ia tetap merasakan panas lahar tersebut. Efek kebal terhadap api dan lahar sudah menghilang ketika Qi Ilahi habis terpakai.


Xiao Fan segera menghindar kembali. Ia tidak ingin berlama-lama menahan tendangan kaki Monster9. Tepat saat Xiao Fan menghindar, Monster6 muncul di depannya.


“Sial!”


Xiao Fan mengutuk kehadiran Monster6 tersebut. Ia melihat monster itu mengangkat tangannya dan menyerang dengan cepat.


Xiao Fan mengayunkan pedangnya. Benturan logam terdengar sangat keras. Namun, Xiao Fan tidak ingin berlama-lama menahan serangan Monster6.


Xiao Fan segera menghilang dan menyalurkan Qi miliknya ke dalam pedang bulan darah. Ia dalam sekejap muncul di belakang Monster6.


“Matilah!” kata Xiao Fan dengan tegas.


Ia mengayunkan pedangnya dengan kuat dan cepat ke arah Monster6. Kecepatannya membuat Monster6 sama sekali tidak dapat merespons.


Garis lurus terlihat dikepalanya, detik berikutnya Xiao Fan muncul di depan Monster6 diikuti dengan lepasnya kepala Monster6.


Monster4, Monster4, dan Monster9 melihat itu. Seketika ekspresi mereka menjadi lebih dingin. Tubuh mereka terbakar mirip dengan keadaan Monster2 sebelumnya.


Xiao Fan sudah mengantisipasi hal itu. Ia sudah mengetahui tentang kemampuan tersebut. Xiao Fan segera menjadi serius kembali, nafasnya memburu dan tidak teratur seperti sebelumnya.


Monster4 dan Monster5 mengangkat tangan kanannya. Monster9 bersinar dengan terang. Ia diselimuti oleh aura berwarna merah cerah.


Xiao Fan seketika berubah. Ia menyadari bahwa Monster9 telah diperkuat oleh dua Monster di bawah. Dan dalam sekejap, insting bahayanya berbunyi keras.


Xiao Fan tidak sempat untuk menghindar, namun ia mengangkat pedangnya dan pukulan berat diluncurkan kuat-kuat.


Boom!


Xiao Fan terpental ke belakang, ia membentur tanah yang panas selepas terkena lahar sebelumnya. Xiao Fan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


Xiao Fan segera berdiri kembali. Namun, perasaan bahaya muncul kembali. Ia tidak dapat merespons dengan cepat.


Tendangan Vertikal Monster9 tepat mengenai tubuh Xiao Fan dengan cepat. Ia terkejut, mencoba untuk melawan namun belum sempat mengayunkan pedangnya. Serangan Monster9 tiba tepat di depan matanya.


“Berhenti!”


Xiao Fan melebarkan matanya ketika mendengar suara misterius tersebut. Monster9 juga berhenti tepat satu meter dari Xiao Fan berada.


Monster9 segera menghilang dan Xiao Fan terbaring lelah di tanah. Ia juga memandang ke arah tiga monster yang ia lawan. Namun, pemandangan selanjutnya membuat dirinya tercengang.


Terlihat, tujuh monster yang sudah ia kalahkan. Kini bangkit dan tubuh mereka sepenuhnya pulih tanpa ada luka apa pun.


Mereka menyebar dan kembali ke posisi sebelumnya berdiri. Para monster melingkari tanah besar tersebut, pandangan mereka kosong dalam sekejap.


Xiao Fan terkejut, namun ia segera paham bahwa lawannya tersebut hanya untuk menguji kemampuannya.


“Aku tidak menyangka, manusia sepertimu benar-benar menarik!”


Suara rendah terdengar di telinga Xiao Fan. Matanya dengan cepat menatap ke arah asal suara tersebut. Ia sedikit menyipitkan matanya dan akhirnya melihat sosok yang mengendalikan sepuluh monster lahar sebelumnya.


Terlihat sosok besar dengan empat kaki tengah melayang di udara. Ia panjang penuh dengan sisik berwarna merah. Kumisnya panjang dan dua tanduk bercabang terdapat di kepalanya.


“Naga...”


To be Continued.