Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir


Silakan Dibaca.


Malam yang semakin mencekam, di halaman istana berbagai mayat prajurit Kerajaan Ning terbaring di tanah yang berwarna merah.


Kembali ke sisi Xiao Jun, ia kini memandang ke arah sepuluh Jendral Ning dengan ringan. Xiao Jun sama sekali tidak menempatkan kesepuluh Jendral ke dalam matanya.


Sepuluh Jendral yang mendapatkan tatapan merendahkan, mereka terbakar oleh amarah. Mereka sama sekali belum pernah dihina dan diremehkan serendah ini.


Pedang menghunus ke bawah, sepuluh tatapan mematikan mengarah ke Xiao Jun.


Sepuluh Jendral melesat ke arah Xiao Jun dengan cepat. Mereka tidak peduli, akan harga diri mengeroyok seorang diri.


Jendral1 tiba di dekat Xiao Jun, ia mengangkat pedangnya lurus ke atas. Selepas itu, menghunuskan pedang itu ke bawah.


Xiao Jun sebenarnya dapat membunuh Jendral1 dengan cepat. Namun, ia memilih bermain-main sebentar untuk menunjukkan bagaimana seharusnya mereka berada.


Xiao Jun menghadang pedang Jendral1 dengan pedang ekor miliknya. Selepas suara benturan logam, Xiao Jun mengibaskan ekornya tepat perut Jendral1.


Jendral1 terkejut akan serangan Xiao Jun, ia lalu melesat ke belakang dengan cepat. Tepat suara ledakan benturan, Jendral2 dan Jendral3 muncul di samping kanan dan kiri Xiao Jun.


“Mati!”


Teriakan penuh semangat dan amarah, dilontarkan oleh kedua Jendral itu. Namun, mereka terlalu meremehkan musuh.


Dalam bayang-bayang, ekor Xiao Jun menghempaskan kembali dua Jendral menuju ke arah dinding yang berada tepat di belakang dua Jendral masing-masing.


Jendral4, Jendral5, dan Jendral6 menggabungkan serangan mereka. Sementara Jendral7, Jendral8, Jendral9, dan Jendral10 mengepung Xiao Jun dengan cepat.


Serangan gabungan ketiga Jendral, melesat dengan cepat menuju ke arah bawah, tepatnya Xiao Jun yang sedang berdiri di atas tanah.


Jendral yang mengepung Xiao Jun, menyalurkan Qi mereka ke arah pedang. Mereka melompat bersama, kemudian mengayunkan pedang ke arah Xiao Jun.


“Ledakan Bunga Tulip.”


Ledakan!


Dengan suara yang memekakkan telinga terdengar di seluruh Penjuru Istana. Gambar bunga Tulip terlihat dalam ledakan itu.


Ketujuh Jendral mengeluarkan sedikit keringat, hal itu karena serangan gabungan benar-benar membuat mereka kelelahan dan kehilangan beberapa Qi mereka.


“Apakah orang itu mati?”


“Seharusnya mati...”


“Ayo kita bunuh yang lain—“


Tusukan!


Sosok ekor menusuk tepat kepala Jendral4. Enam Jendral lainnya terkejut, mereka tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat sekarang.


“Berpencar kembali!”


Teriakan Jendral5 membuat kelima Jendral segera sadar dan mereka dengan cepat menghilang dari tempat mereka berdiri.


Ekor Kalajengking perlahan-lahan menyeret Mayat Jendral4 menuju ke arah bekas ledakan serangan gabungan ketujuh Jendral sebelumnya.


Asap yang membumbung tinggi, perlahan-lahan mulai menghilang, menampilkan sosok pemuda dengan ekor Kalajengking. Pemuda itu ialah Xiao Jun.


Jendral1, Jendral2, dan Jendral3 tiba di lokasi pertempuran kembali. Namun, pemandangan Jendral4 yang perlahan-lahan mengering membuat mereka marah.


Keenam Jendral muncul dan bergabung dengan tiga Jendral lainnya. Mereka benar-benar marah ketika melihat Jendral4 mati dengan keadaan kering.


“Ayolah, kalian bersembilan... Majulah!”


Provokasi Xiao Jun membuat kesembilan Jendral terbakar amarah kembali. Mereka benar-benar impulsif dan egois. Mereka tidak mengetahui taktik provokasi Xiao Jun karena mereka terlalu lama bersembunyi dari Dunia Luar.


Kesembilan Jendral melesat kembali. Namun, kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Mereka sekarang terlihat maju bersama, tanpa berpisah seperti sebelumnya.


Xiao Jun menyeringai melihat perubahan tersebut. Ekor miliknya maju ke depan, ia mencabut kembali puncak ekor miliknya.


Dua bilah pedang berlumuran racun berada di genggaman tangannya sekarang. Puncak Ekor tetap tumbuh kembali sedia kala.


Melihat tindakan Xiao Jun, kesembilan Jendral sama sekali tidak peduli. Mereka mengeluarkan Qi masing-masing dan menyalurkan Qi mereka ke seluruh tubuh.


Jendral1 tiba di dekat Xiao Jun. Namun, sebelum dirinya menyerang, pedang hitam kemerahan menebas ke arahnya dengan cepat.


‘Sangat cepat!’


Pupil matanya melebar, Jendral1 benar-benar tidak bisa bereaksi akan serangan pedang Xiao Jun itu.


Namun, sebelum pedang berhasil membunuh Jendral1. Pedang putih biasa muncul di sebelah Jendral1 dan menahan pedang milik Xiao Jun.


Diiringi suara benturan logam, dua pedang melintas dan menghunus ke arah kepala Xiao Jun.


“Matilah, Monster!”


Teriakan penuh kekesalan dan kebencian terdengar oleh Xiao Jun, akan tetapi pedang yang melintas tepat di depan matanya tersebut, benar-benar tidak berarti baginya.


Dalam bayang-bayang, ekor Xiao Jun melintas dan menahan dua bilah pedang yang akan menyentuh wajahnya.


Dingg...


Suara benturan terjadi kembali. Namun, Xiao Jun tidak tinggal diam lagi, ia mengayunkan ekornya dengan cepat.


Jendral3 dan Jendral5 tidak bisa bereaksi dengan cepat. Mereka terhempas ke belakang dan diakhiri dengan suara ledakan.


Jendral1 dan Jendral2 melihat punggung Xiao Jun. Mereka tidak mau melepaskan kesempatan yang berada tepat di depan mata mereka.


Pedang terangkat dan membidik lurus punggung Xiao Jun. Dua Jendral melesat tanpa mengetahui, bahaya yang berada di sebelahnya tengah melintas.


Tusukan! Tusukan!


Jendral1 dan Jendral2 melebarkan matanya. Mereka merasakan rasa sakit yang begitu kuat di pinggang kiri dan menembus ke pinggang kanan.


Tujuh Jendral yang tersisa melebarkan matanya ketika melihat pemandangan tersebut. Jendral yang berada di depan Xiao Jun linglung dan tidak fokus dengan pertarungan.


Xiao Jun menyerap darah dari Jendral1 dan Jendral2. Selepas itu, tangan kanannya naik ke atas dan menghunuskan pedang miliknya ke arah Jendral6 yang belum sadar dari keterkejutan.


Tebasan!


Jendral6 terkejut kembali ketika merasakan sakit di tubuhnya. Darah merah segar menyembur keluar dengan sendirinya.


Xiao Jun menebas kembali Jendral6, dua tebasan membentuk silang. Namun, Jendral6 sudah tak kuasa menahan rasa sakit tebasan itu.


Pandangannya buram, ia jatuh di tanah dan mati menghitam karena racun yang terus menggerogoti tubuhnya.


Jendral3 yang tertabrak bangunan, berdiri kembali dengan luka yang parah. Namun, ia terkejut ketika jantungnya berdetak sangat keras.


Debar!


“Oghh...” Jendral3 menyemburkan darahnya keluar dari mulut dan hidungnya, ia terkejut dan terus merasakan sesuatu tengah menggerogoti tubuhnya.


Jendral3 akhirnya sadar bahwa ia sudah berada di ambang kematian. Jendral3 terhuyung-huyung dan jatuh ke tanah, kemudian menutup mata untuk selamanya.


Jendral5 juga bernasib sama dengan Jendral3, ia mati terbunuh oleh racun yang keluar dari ekor Xiao Jun.


Jendral7, Jendral8, Jendral9, dan Jendral10 yang ingin menyerang. Mereka membeku di tempat ketika melihat pemandangan kematian teman mereka.


Xiao Jun memandang ke arah empat Jendral dengan tatapan datar, ia tetap berdiri dan menunggu keempat Jendral itu menyerang.


Namun, Xiao Jun paham... Guncangan psikologi keempat Jendral itu mengharuskan mereka untuk melarikan diri darinya.


“Lari!!”


Teriakan Jendral7 membuat sadar tiga Jendral yang lain. Mereka berempat bergidik ngeri dan takut saat melihat kematian teman mereka.


Xiao Jun melihat keempat Jendral itu, benar-benar berbalik dan ingin melarikan diri darinya.


Melihat hal itu, Xiao Jun menyeringai dengan kejam. Ia berkedip sebentar, kemudian menghilang dari tempatnya dan mengejar keempat Jendral itu.


“Kalian kira, bisa lepas dari tanganku!”


Mendengar suara Xiao Jun, bulu kuduk empat Jendral seketika berdiri. Meski mereka takut, mereka tetap melarikan diri dan mengabaikan Xiao Jun.


Tusukan!


Jendral7 melebarkan matanya ketika, ia merasakan dingin tepat di dada kirinya. Namun, rasa kantuk yang hebat membuat dirinya tak kuasa untuk tidur selamanya.


Pandangan terakhir yang ia lihat adalah, puncak ekor Xiao Jun tepat melambai di depannya.


Tusukan! Tusukan!


Jendral8 dan Jendral9 tertusuk oleh dua pedang Xiao Jun. Mereka sudah tahu, bahwa ajal mereka sudah dekat dan tidak akan bisa melarikan diri sama sekali.


Jendral10 perlahan-lahan berhenti, ia berbalik dan melihat temannya yang terbunuh oleh Xiao Jun.


Kaki Jendral10 melemas, ia tak kuat berdiri dan akhirnya berlutut dengan keras.


Xiao Jun menatap Jendral10 yang sudah kosong, tidak ada semangat untuk hidup dan memilih untuk mati.


Xiao Jun memenuhi keinginan Jendral10 itu, ia mengangkat pedangnya dan melemparkan dengan lurus tepat dada Jendral10.


Tusukan!


Jendral10 terhuyung-huyung dan akhirnya terbaring mati di tanah, matanya perlahan-lahan menutup dan akhirnya mati.


Xiao Jun memandang dengan ringan, kemudian ia berbalik dan melihat tempat rekannya yang tengah membunuh.


“Misiku selesai, waktunya tidur...”


[To be Continued.]


Silakan Like Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.