Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak


Silahkan Dibaca.


Beberapa hari kemudian.


Desa Seren mulai berkembang dan berubah menjadi Kota Kecil. Populasi penduduk masih sama, ketika penambahan beberapa budak saja.


(Note : Kuubah Desa menjadi Kota.)


Kota Seren terbagi menjadi tiga, untuk sekarang. Wilayah utama, Wilayah pemukiman, Wilayah pertanian.


Wilayah Utama adalah kediaman milik Xiao Fan seorang. Dia memiliki wilayah sendiri yaitu di tengah Wilayah Pemukiman.


Wilayah Pemukiman adalah wilayah bagi para warga. Mereka membuat sistem rumah melingkari Wilayah Utama. Ada delapan jalan dengan pusat Wilayah Utama.


Setiap sisi Jalan di pastikan ada rumah, tempat para warga tinggal. Kemudian, salah satu jalan memiliki arah menuju ke sebuah Pemukiman Pertanian.


Di mana banyak lahan sawah yang digunakan untuk bercocok tanam. Makanan yang dihasilkan adalah Padi.


***


Kediaman Utama.


Xiao Fan tengah memandang berbagai kertas tentang pembangunan dan perkembangan Kota Seren tersebut.


“Oh, sudah ada yang berada di tahap Elemen Penuh ternyata. Namun, masih bintang satu.” Xiao Fan sedikit puas. Dia kemudian, merasakan seseorang di ruangannya.


“Xia, selamat datang. Bagaimana keadaanmu dan Xiao Mei?” Xiao Fan sudah tahu, siapa yang berada di belakangnya.


Xiao Xia tersenyum, meskipun tampilan tuannya dingin dan datar. Namun, tuannya sangat baik di dalam hati.


“Salam, Yang Mulia. Hamba baik-baik saja, juga untuk Mei juga baik-baik saja.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian dia membakar seluruh kertas di hadapannya dan berdiri menatap ke arah Xiao Xia.


“Sekarang kau berada di Tahap Elemen Penuh bintang 5,” ucap Xiao Fan dengan ringan. Kemudian, dia mendekat dan mencium tepat bibir Xiao Xia.


“Yah, seperti biasa... Bibirmu manis, juga waktunya kau menjalankan misi baru.” Xiao Fan tersenyum menyeringai.


Xiao Xia memerah, tetapi melihat postur Xiao Fan, dia benar-benar tidak tahan untuk keluar. “Maaf, Tuan.”


Xiao Fan sendiri hanya menatap biasa. Dia sudah melihat bahwa celana milik Xiao Xia terlihat sangat basah deras.


Xiao Fan kemudian berbalik dan berkata, “Ning sepertinya mengirim sepuluh tikus kepada kita. Buat mereka pingsan dan minumkan pil budak kepada mereka.”


Xiao Xia yang selesai mengeluarkan seluruhnya. Dia menatap ke arah Xiao Fan, dengan gemetar dia berkata, “Di-Dimengerti, Yang Mulia.”


Xiao Fan mengangguk dan melambaikan tangannya. Seketika, pakaian Xiao Xia hancur dan menampilkan tubuhnya yang begitu indah.


Xiao Fan tak peduli, meskipun dia tertarik. Namun, dia bukan binatang yang kelaparan akan na*fsu.


Xiao Xia terkejut, dia berusaha ingin menutupi tubuhnya. Namun, Xiao Fan bergerak terlebih dahulu.


Dia mengayunkan tangannya dan Xiao Xia mulai memakai pakaian baru berwarna hitam. “Bau akan mudah dilacak jika kau masih memakai pakaian itu tadi.”


Xiao Xia sedikit terkejut, ketika dia memakai pakaian hitam yang baru. Dia merasa nyaman, tetapi di sisi lain. Dia sedikit merasa kecewa karena Tuannya tidak menidurinya.


Xiao Xia segera menghilangkan pikiran negatif tersebut, dia segera menatap ke arah Xiao Fan dan berkata, “Terima kasih, Yang Mulia.”


Xiao Fan tahu apa yang dipikirkan oleh Xiao Xia. Dia menggelengkan kepalanya, kemudian berkata, “Mulailah menjalankan misimu. Selesai itu, akan kuturuti apa keinginanmu. Namun, hanya sekali.”


Xiao Fan mulai berpikir, bahwa tidak perlu menunggu siapa yang tepat mendapatkan miliknya yang pertama.


‘Yah, pertama atau kedua bagiku sama saja. Selepas melakukan pun, tidak ada yang berubah dari diriku. Kemungkinan yang berubah adalah milik perempuan, mungkin sedikit melebar.’


Xiao Fan berpikir sebentar. Kemudian, mengangguk bahwa apa yang dirinya pikirkan adalah kebenaran.


Xiao Xia sendiri terkejut. ‘Apapun yang kau inginkan’ kata-kata Xiao Fan tersebut, mengisyaratkan baginya dapat melakukan hubungan badan nantinya.


Xiao Xia tidak bisa tidak senang. Dia tersenyum dan berkata, “Akan aku selesaikan segera, Yang Mulia.”


Dalam pikirannya sekarang, menyelesaikan misi dan melakukan hubungan badan dengan Tuannya.


Xiao Xia mulai serius dan fokus, dia kemudian menghilang dan mulai mencari penyusup yang akan memasuki Kota Seren.


***


Xiao Fan kemudian muncul di langit, tepatnya atas dari Kota Seren. Dia berada di ketinggian 1200 meter dari tanah.


Xiao Fan memandang ke sekitar, dia melihat Desa-desa tetangga. Juga, dia melihat Kota Linkuen.


“Oh, mereka akhirnya bergerak. Jika, dihitung... Ada sekitar 100 pasukan dengan satu jendral yang berada di tahap Elemen Penuh.”


“Namun, Level Roh dari mereka sangat buruk. Hanya berada di level sekitar 30. Sementara, para pasukan hanya berada di level 20.”


Xiao Fan menggelengkan kepalanya, bagaimanapun juga, Pasukan tersebut masih kalah dengan para penduduk Kota Seren sendiri.


“Yah, ini juga akan menjadi pelatihan Xiao Mei. Dia sudah berada di tahap Elemen Penuh puncak dan memiliki Level Roh 49.”


Xiao Fan sendiri, hanya menatap dengan datar. Dia terlalu bosan menonton pertarungan anak-anak. Seketika, dia terlintas sebuah pikiran.


“Sepertinya aku akan melakukan itu, selepas berhubungan badan dengan Xia.” Xiao Fan berkata dengan nada ringan.


Dia kemudian menghilang dan muncul kembali di Kediaman Utama. “Jika, dipikir ulang. Ini terlalu lama, sepertinya aku sendiri dan kelima anak buahku untuk menghancurkan Kerajaan Ning.”


Xiao Fan kemudian menunggu, Xiao Xia menyelesaikan misinya. Kemudian, mengubah rencana awal.


***


Di Hutan Kinan.


Berbagai pasukan dan satu Jendral tengah berjalan menuju ke arah Kota Seren. Mereka semua ingin menjadikan Kota tersebut sebagai tempat perlindungan senjata.


Jendral yang memimpin 100 pasukan tersebut adalah Shan Da. Dia memiliki kumis tebal, memakai zirah perang dengan pelindung kepala yang memiliki aksesoris tambahan.


“Apapun yang terjadi, kita harus mendapatkan Desa itu.” Jendral berkata dengan nada tegas. Meskipun terdengar pelan, tetapi di telinga pasukan masih terdengar.


“Siap, Jendral.” Para pasukan berteriak dengan lantang. Mereka benar-benar patuh akan Jendral tersebut.


Shan Da tersenyum, dia menyeringai dan berharap ada sesuatu yang menarik di desa, terutama seorang perempuan.


Namun, sebuah suara terdengar halus di depan mereka semua. Shan Da melebarkan matanya, dia terkejut dan menghentikan perjalanan.


“Fufufu~ aku tidak menyangka Kota busuk itu sudah mengirimkan pasukan.” Suara halus dan menusuk terdengar jelas oleh Shan Da dan pasukan.


Shan Da sendiri terkejut, bukan karena suara itu. Melainkan, bagaimana bisa ada seseorang yang lolos dari persepsi dirinya.


“Siapa kau? Keluarlah!” Shan Da berteriak dengan lantang. Kemudian, sosok perempuan cantik dengan pakaian hitam dan terdapat corak merah keemasan terlihat.


Shan Da dan berbagai pasukan menatap dengan mata melebar. Mereka benar-benar tidak menyangka ada perempuan yang cantik seperti di depan.


Perempuan itu ialah Xiao Mei. Dia mengetahui apa yang dipikirkan Shan Da dan para pasukan, tatapannya menjadi jijik ketika melihat ekspresi mereka.


“Hehe, Nona apakah kau tersesat... Bagaimana kalau kita bersama dan menghabiskan waktu di hutan sebentar, untuk melayani kita semua.”


Xiao Mei menjadi lebih jijik ketika mendengar ucapan dari Shan Da. Dia kemudian, berkata dengan nada dingin.


“Maaf, karena kalian akan mati di tempat ini.” Xiao Mei kemudian mengeluarkan Roh Elemen miliknya yaitu seekor laba-laba dengan warna putih.


Shan Da dan para pasukan terkejut, mereka di tolak. Hal itu, membuat mereka menjadi marah dan mulai bersiap untuk bertarung.


“Jlang, aku akan mengalahkanmu dan memainkanmu dengan kasar, bahkan tidak akan berhenti meskipun kau memohon.”


Xiao Mei sendiri menaikkan alisnya. Dia tidak peduli akan omongan yang menjijikkan tersebut. Baginya, hanya tuannya yang boleh berhubungan badan dengannya.


“Apakah itu kata-kata terakhirmu... Maka, matilah!”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.