Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 109 - Pembantaian


Silahkan Dibaca.


Xiao Fan keluar dari kamar, dia selesai memasang segel pelindung untuk melindungi Xian Nan yang sekarang terbaring tidur di dalam kamar tersebut.


Shan Yuan keluar dari Alam Bawah Sadar Xiao Fan. Dia sendiri tidak melihat dan mendengarkan pertempuran antara Xiao Fan dan Xian Nan, dia lebih memilih membuat sesuatu dan tidur.


Xiao Fan sendiri mengetahui hal itu, tetapi dia tetap menonaktifkan keterikatan Alam Bawah Sadar untuk beberapa waktu, ketika dia bermain dengan Xian Nan.


“Nak, Perompak kali ini sepertinya sesuai dengan apa yang kuduga.”


Xiao Fan memperlambat jalannya, dia melakukan hal itu agar dapat berbicara dengan leluasa dan tidak terburu-buru.


“Yah, aku tahu akan hal itu. Namun, kelompok mananya kita belum mengetahuinya.”


Shan Yuan mengangguk, kemudian keduanya keluar dari penginapan dan melihat berbagai orang berkuda tengah memasuki Desa Numa tersebut.


Kesan awal Xiao Fan adalah buruk.


Xiao Fan menggunakan mata Qi miliknya dan mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa para perompak tersebut bukan perompak asli, melainkan seorang prajurit dengan satu kapten.


‘Jadi, inikah cara Ning untuk mengusir dan menghancurkan sebuah Desa maupun tempat yang berada di bawahnya... Sepertinya, aku perlu membuat masalah di Ibukota nantinya.’


Shan Yuan juga mendengarkan isi pikiran Xiao Fan tersebut. Bagaimanapun juga, dia sudah menyatu dengan Xiao Fan dan hidupnya hanya berada di Alam Bawah Sadar Xiao Fan.


“Semuanya ambil barang berharga mereka... Jika ada, ambil juga perempuan muda!”


Pemimpin perompak menyeringai mesum, begitu juga para anak buahnya. Namun, sebelum mereka bertindak. Xiao Fan sedang berjalan ke arah mereka.


Pemimpin perompak mengangkat tangannya, tanda bahwa untuk menghentikan aksi para anak buahnya tersebut. Seluruh bawahan berhenti dan mereka semua menatap ke arah Xiao Fan yang tengah berjalan ke arah mereka.


“Siapa kau, Bocah!” Pemimpin perompak berteriak dengan keras. Dia tidak pernah bertemu dengan orang yang memiliki ciri-ciri seperti Xiao Fan di Desa Numa tersebut.


Xiao Fan yang tengah berjalan, seketika berhenti. Pandangan miliknya tegak menatap ke arah para perompak tersebut. Tatapan tajam dan dingin menerpa tubuh mereka, sampai akhirnya membuat para perompak merinding tanpa sadar.


“Aku tidak menyangka Kerajaan Ning akan berbuat sejauh ini, hanya untuk seukuran desa kecil... Sungguh menggelikan.”


Pemimpin dan para perompak lainnya terkejut, mereka tidak menyangka pemuda di depannya mengetahui rahasia besar tersebut. Pemimpin perompak atau bisa dibilang Kapten Prajurit, wajahnya menghitam.


“Apa maksudmu, Nak... Kami adalah perompak bukan pasukan dari Kerajaan Ning.”


Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya mendengar hal itu. “Siapa yang bilang pasukan? Aku hanya berkata Kerajaan Ning hanya bisa menindas desa kecil saja...”


Kapten prajurit tersebut tambah gelap, dia menggertakkan giginya dan benar-benar marah karena dipermainkan oleh sosok pemuda yang tidak dia kenal.


“Kamu...”


“Semuanya, bunuh Bocah itu untukku!”


Seluruh prajurit mengerahkan kuda mereka untuk melaju dengan cepat menuju ke arah Xiao Fan yang tengah berdiri dengan santai menatap mereka semuanya.


Xiao Fan menghitung jumlah keseluruhan prajurit, selepas itu tangan miliknya lurus ke bawah dan memejamkan matanya untuk sementara waktu.


Qi mengalir ke seluruh tubuh, kemudian Qi berubah menjadi Elemen Tulang dan Besi. Detik berikutnya, Xiao Fan membuka matanya dan tepat sebilah pedang melayang dengan cepat ke arahnya.


Para prajurit yang melihat pedang mereka akan mengenai Xiao Fan, seketika menyeringai. Namun, ketika mendengar suara benturan logam, mereka melebarkan matanya terkejut.


Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya, kemudian melompat dan melihat ke bawah, berbagai prajurit berkuda tersebut terlihat berkumpul menjadi satu.


Xiao Fan kemudian menatap ke arah prajurit belakang dan detik berikutnya menghilang. Dan muncul di tanah dengan tangan kanan miliknya berlumuran darah.


Selepas itu, terlihat prajurit dan kuda yang berada di formasi paling belakang tengah terbelah menjadi dua. Darah menyembur keluar dengan deras.


“Jangan berhenti, bunuh Monster itu!” teriakan salah satu prajurit menyadarkan keseluruhan prajurit. Mereka dengan cepat melesat ke arah Xiao Fan.


Sementara itu, Xiao Fan sendiri juga melesat ke arah mereka. Dia mulai membantai dengan cepat, bahkan lebih cepat daripada dirinya menggunakan pedang sebelumnya.


Xiao Fan terus memotong para prajurit hanya dengan tangan miliknya yang jarinya lurus dan rapat membentuk sebuah pedang.


Berbagai prajurit, akhirnya mengerti apa itu kengerian sesungguhnya. Mereka tidak berkutik ketika Xiao Fan mulai menyerang dan membantai mereka semuanya.


Kapten prajurit yang melihat prajuritnya di bantai seketika naik pitam. Dia benar-benar marah sekarang.


“Baji*ngan! Berhenti...”


Kapten memacu kudanya dengan cepat, prajuritnya hanya sisa tiga saja. Hal itu, membuatnya semakin mempercepat gerakannya.


Namun, percuma... Xiao Fan sudah membunuh ketiga prajurit tersebut. Kapten prajurit perlahan-lahan melambat, dia menatap kosong ke arah tumpukan mayat orang dan kuda di bawah kaki Xiao Fan tersebut.


Para warga yang melihat pertarungan sejak awal, benar-benar terkejut ketika melihat seluruh prajurit dibantai sampai habis oleh sosok pemuda. Mereka benar-benar senang ketika akan melihat kebebasan yang akan datang.


Namun, di saat mereka memikirkan bahwa perompak sebelumnya adalah utusan dari Kerajaan Ning. Mereka seketika marah. Seorang kalangan atas, seharusnya melindungi mereka, tetapi sama sekali tidak melindungi, melainkan ingin menghancurkan.


“Ning...”


“Kita harus melakukan Kudeta..”


“Namun, kita rakyat kecil... Hanya bisa marah saja...”


Berbagai pembicaraan para warga, benar-benar semakin menjadi. Mereka tidak menyangka akan fakta tersebut, jika bukan karena Xiao Fan mereka semua akan dihancurkan detik berikutnya.


***


Kembali ke pertarungan... Xiao Fan kali ini menatap ke arah Kapten Prajurit. Dia sedikit menyeringai ketika melihat tampilan kosong dari Kapten Prajurit tersebut.


“Seorang Kapten yang tidak bisa melindungi prajuritnya tengah meratapi kematian prajuritnya... Ternyata Kapten Ning sangat lemah.”


Xiao Fan mulai memprovokasi Kapten Prajurit. Dia benar-benar senang memancing emosi seseorang.


Kapten prajurit yang mendengar nada mengejek dari Xiao Fan seketika menggertakkan giginya, matanya melotot menatap ke arah Xiao Fan.


“Kamu... Beraninya membunuh pasukanku...” Kapten Prajurit turun dari kudanya. Kemudian, tubuhnya membesar dan otot-otot miliknya berkontraksi.


Xiao Fan melihat itu, sedikit menaikkan alisnya. Kemudian, dia menyeringai lebar. “Menarik, aku tidak menyangka ada orang yang bisa berubah lagi.”


Perlahan-lahan tubuh Kapten Prajurit membengkak, kemudian tumbuh bulu berwarna cokelat di seluruh tubuhnya. Tangan miliknya seketika tumbuh tiga cakar yang besar.


Tatapan miliknya menjadi buas dan tak terkendali, sekarang terlihat wujud penggabungan Kapten Prajurit tersebut. Wujudnya ialah seekor Beruang Pemarah.


Xiao Fan menatap dengan datar, senyum tipis di wajahnya masih terlihat. Dia sedikit tertarik dengan Beruang di depannya tersebut.


“Majulah! Aku ingin memotong seekor beruang hari ini!”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.