Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun


Silakan Dibaca.


“Tuan, terima kasih atas bantuan sebelumnya. Kebaikan ini akan aku balas jasa ini, suatu hari nanti.”


Ketua prajurit memandang ke arah Xiao Fan dengan tegas. Tanpa orang di depannya, dirinya akan mati dan dua perempuan akan dimanfaatkan untuk sandera dan pemuas na*fsu mereka.


Jika hal itu terjadi, dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Tuan besar atau kepala keluarga Lan, telah memberikan kehidupan. Nyawa putrinya diserahkan kepadanya untuk dijaga, namun dirinya gagal.


Hal ini sama saja mengingkari janji dengan Kepala Keluarga yang telah baik kepadanya. Dosa ini sangatlah tidak bisa dirinya maafkan kelak.


Xiao Fan memandang ke arah ketua prajurit tersebut, dia tahu tanggung jawab orang di depannya. Namun, tidak banyak ketua prajurit yang seperti orang di depannya.


Rata-rata ketua prajurit akan berpaling, jarang seorang ketua prajurit tetap setia sampai darah penghabisan. Orang yang memiliki ketua prajurit seperti di depannya, sangatlah beruntung.


“Tidak apa-apa. Aku melindungi kalian, hanya dari seorang teman.”


Pernyataan ini jelas, Xiao Fan sebenarnya tidak peduli. Namun, karena pengikutnya adalah teman dari orang-orang ini. Dirinya akhirnya memilih untuk membantu mereka menuju ke arah Kediaman Yun.


Ketua prajurit sedikit tertegun, namun dia tahu bahwa tuan di depannya tidak sesederhana seperti itu. Mungkin teman yang dimaksud tuan di depannya itu adalah seorang teman jauh dari dua nonanya.


Meski pihak lain tidak ingin mengakui, namun kenyataannya jelas. Bahwa Xiao Fan adalah penolong keluarga Lan kali ini.


“Siapapun teman Anda tersebut, Saya sebagai ketua prajurit sangatlah berterima kasih!”


Ketegasan ketua prajurit tetap, hal ini membuat Xiao Fan mengangguk tak berdaya. Dia tidak menyangka bahwa ketua prajurit begitu tegas dan serius dengan masalah seperti sebelumnya.


“Kalau begitu, maaf Tuan. Saya akan pergi menuju ke tempat prajurit, memastikan mereka benar-benar aman.”


Xiao Fan mengangguk, dan ketua prajurit berlalu begitu saja.


Malam hari semakin dingin, dan semakin sunyi. Banyak suara binatang malam terdengar, burung hantu yang paling terkenal tengah memata-matai daerah sekitar.


***


Beberapa jam ke depan.


Malam telah larut, digantikan dengan Matahari terbit dari timur, menyambut pagi hari yang baru.


Xiao Fan yang sedang berkultivasi, mulai membuka matanya dan menatap lurus ke arah timur, di mana dirinya dapat dengan jelas melihat matahari yang bersinar terang.


“Sudah waktunya untuk berangkat.”


Xiao Fan melirik ke arah Kereta, dia melihat bahwa semua prajurit dan ketua prajurit telah bersiap untuk pergi. Lan Ling keluar dari kereta tanpa An Er, kemudian dia melambai ke arah Xiao Fan.


“Kakak Fan, kereta sudah siap. Kita akan melanjutkan perjalanan menuju ke kediaman Yun.”


Xiao Fan melayang di udara dan menghilang di tempat. Kemudian, dirinya muncul di dekat Lan Ling.


Hal ini, mengejutkan Lan Ling, tebakan kasarnya benar. Bahwa Xiao Fan berada di Alam Elementasi. Di mana, seseorang yang berada di Alam tersebut dapat mengubah tubuhnya menjadi Elemen.


“Kalau begitu, mari kita pergi.”


Lan Ling segera sadar dari lamunannya, kemudian dia mengangguk dan keduanya berjalan masuk ke dalam kereta.


Hal pertama yang dilihat dari Xiao Fan adalah, An Er yang tengah membersihkan tempat tidur. Dirinya akhirnya tahu, kenapa Lan Ling keluar sendirian.


“Pengawal, jalankan kudanya!” Lan Ling sangat tegas. Pengawal yang mengendarai kuda kereta segera menggerakkannya. Rombongan yang menuju ke kediaman Yun, akhirnya bergerak.


Dalam perjalanan kali ini, mereka sama sekali tidak menghadapi keadaan yang serius seperti sebelumnya. Perjalanan mereka lancar, dan menyenangkan.


Xiao Fan sendiri menghabiskan waktu berbicara dengan Lan Ling dan An Er, mereka bertiga berbicara satu sama lain, hal ini membuat waktu berjalan lebih cepat tanpa mereka sadari.


***


Siang hari.


Rombongan akhirnya tiba di kediaman Yun, sebuah kota yang berdiri dengan indah. Desain tembok yang elegan dengan air mengelilingi setiap benteng kota. Hanya ada satu jalur, yaitu jalur depan kota.


Bunga-bunga ditanam di dekat benteng, menambahkan citra yang jelas. Namun, suasana kota sangatlah berbeda dengan lingkungannya.


Selepas rombongan masuk, kota yang seharusnya senang dan bahagia, berubah menjadi sedih dan termenung.


Hal ini menarik perhatian Xiao Fan, dia mengamati sekilas dan mendengar ucapan dari tuan angin yang lewat.


“Cepatlah sembuh, kepala keluarga.”


Berbagai ucapan doa terdengar dari nafas para warga. Hal ini membuat pandangan Xiao Fan terbuka, tanpa segel budak, para warga sangat menantikan kesembuhan kepala keluarga Yun sendiri.


‘Kesetiaan mutlak seperti ini, benar-benar membuatku terkejut. Memang dari dulu aku selalu melihatnya, namun itu hanya permukaan saja.’


Xiao Fan masih bergulat dengan pikirannya sendiri, dia benar-benar berpikir dengan keras. Apakah menggunakan segel budak adalah kesalahan?


Hal ini membuat otaknya bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Shan Yuan sendiri merasakan tekanan yang dialami Xiao Fan.


Dirinya ingin membantu, namun dia paham. Hal inilah yang harus dilalui oleh Xiao Fan, agar dapat memimpin dengan benar suatu hari nanti.


‘Ini adalah hidupmu, Nak. Ini adalah ujianmu, selama kamu bisa lulus, takdirmu terkait Raja Sejati akan terlihat.’


Shan Yuan sendiri menutup kembali matanya, dia tidak ingin ikut campur dalam pemikiran Xiao Fan tersebut.


Xiao Fan yang masih dalam keadaan berpikir, tersadar ketika kereta sudah memasuki kediaman keluarga Yun.


“Kita sudah sampai di kediaman Yun, Kakak Fan. Mari kita turun, selepas kereta berhenti.”


Lan Ling memancarkan sinar semangat di matanya. Xiao Fan hanya tersenyum tak berdaya, ketika melihat tampilan Lan Ling yang begitu semangat.


Kereta berhenti, ada beberapa orang yang menyambut kereta tersebut. Prajurit Kediaman Yun tetap berbaris dengan rapi.


Meski anggota keluarga tidak lengkap, namun itu anggota keluarga yang pergi jauh dari kediaman. Sementara anggota yang menyambut kedatangan Lan Ling, kepala keluarga pengganti, dan istri dari kepala keluarga asli.


Di sebelah kedua orang ini ada tiga anak kecil, tiga orang dewasa lainnya yang memiliki jenis kelamin berbeda. Dua perempuan elegan dan seorang pemuda yang kekar dan tegas.


Namun, salah satu perempuan itu sangatlah dikenal oleh Xiao Fan, seorang yang dirinya cari-cari selama ini.


“Selamat datang di kediaman Yun, Adik Lan Ling dan rombongan keluarga Lan.”


Lan Ling tersenyum menatap ke arah wanita yang menyambutnya, dia turun dan mendekat ke arah wanita itu. Kemudian, keduanya saling berpelukan.


An Er turun selanjutnya, dia memandang ke arah laki-laki yang tegas dan laki-laki tersebut mengambangkan senyum kepada An Er.


Cerita romansa kecil, namun sedikit berkelas. An Er melakukan salam tuan putri, laki-laki itu menyambutnya. Kemudian, An Er berjalan ke arah Wanita yang selesai memeluk Lan Ling.


“Adik An Er yang manis, kini sudah dewasa.” Wanita itu menutup mulutnya tersenyum bercanda kepada An Er.


“Kakak bisa saja.” An Er membalas dengan senyuman dan sedikit tersipu ketika dipuji seperti itu.


Keduanya berpelukan dengan erat, seolah-olah rindu keduanya terlepas hari ini.


Perempuan yang memakai hanfu putih kebiruan menatap ke arah kereta. Dirinya merasakan ada seseorang yang paling dirinya kenal di dalam.


Matanya menyusut dan jejak aura yang paling dirinya kenal terlihat. Perempuan itu sedikit mengerutkan keningnya, namun saat orang di dalam kereta itu keluar, dirinya melebarkan matanya.


Orang lainnya beralih menatap ke arah laki-laki tersebut. Mereka semua tidak menyadari akan orang itu, dan seluruh keluarga Yun menjadi sedikit waspada.


Lan Ling menyadari hal itu, dia mengangkat tangannya tanda tidak masalah. Kemudian dirinya mulai mengatakan siapa laki-laki tersebut.


“Kakak..”


Namun, sebelum Lan Ling menyelesaikan kata-katanya. Sosok perempuan hanfu putih kebiruan melesat menuju ke arah laki-laki tersebut.


Gerakan perempuan itu membuat semua keluarga Yun terkejut dan Wanita yang sudah melepaskan pelukan An Er tidak bisa untuk tidak tenang.


“Shui’er!”


Wanita itu menyebut nama perempuan itu, namun panggilan tersebut, diabaikan oleh perempuan itu, karena sekarang tatapan perempuan itu hanyalah kerinduan dan air mata kerinduan terus mengalir.


Xiao Fan memandang perempuan yang melesat ke arahnya, dia tersenyum dan membuka tangannya lebar-lebar. Perempuan itu melompat dan memeluk erat Xiao Fan tersebut.


Hal ini membuat seluruh orang keluarga Yun melebarkan matanya, tercengang dengan apa yang dilihat. Lan Ling dan An Er juga terkejut dengan pemandangan tersebut.


“Kakak Fan, akhirnya.. akhirnya kita bertemu!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.