
Silahkan Dibaca.
Lapangan Desa Shulai.
Sayembara telah di mulai, sebelum beberapa orang menyembuhkan anak kepala desa. Tetua pertama memberi peringatan terlebih dahulu.
“Ingat satu hal, bahwa penyakit yang di derita Putra Kepala Desa sangat berbahaya. Jika, kalian mati karena penyakit tersebut, bukan tanggung jawab kami.”
Seketika orang-orang berhenti, mereka tidak menyangka akan ada efek yang mengerikan seperti itu.
Tubuh mereka dalam sekejap merinding dan mundur dalam sekejap.
“Apakah kami bisa mengundurkan diri?”
“Kami tidak tahu efek yang akan terjadi seperti itu.”
Tetua pertama menghela nafas panjang ketika mendengar keluhan tersebut. Dia menatap dengan serius dan berkata, “Jika, kalian ingin mengundurkan diri, segera.”
Orang-orang mendengar hal itu segera berlari kembali ke tempat penonton. Ada beberapa orang termasuk Situ Heng dan Ma Dang yang masih berada di tempat.
“Dasar pecundang, hanya begitu saja menyerah.” Situ Heng mencibir jelek orang-orang itu. Dia benar-benar tidak peduli akan efek samping dari Sayembara tersebut.
Ma Dang sendiri tidak peduli, dia hanya mendengus ringan. Tatapannya terkunci ke arah putra kepala desa tersebut.
‘Pantas, harga yang di dapatkan juga besar.’ Ma Dang berpikir dengan ringan, dia sudah paham.
Selepas itu, seorang pria maju ke depan. Dia memeriksa tubuh dari putra kepala desa tersebut. Namun, di saat dia memegang tubuh putra kepala desa.
Pria itu melebarkan matanya dan menarik tangannya. Kemudian, dia melihat tangannya. Sebuah memar hitam terlihat, memar tersebut terus bergerak dan membuat seluruh tubuh pria itu terbungkus memar hitam.
Pria itu kemudian terlihat seakan-akan di telan oleh sesuatu. Seluruh orang melihat hal itu dengan ngeri, apalagi ketika melihat tulang pria itu yang berjatuhan.
Situ Heng dan Ma Dang melihat hal itu sedikit terkejut, keduanya mengerutkan keningnya. Mereka belum pernah melihat kejadian seperti itu. Ada jejak keraguan di hati mereka dalam sekejap.
***
Xiao Fan sendiri tidak terlalu terkejut. Dia sudah mengetahui sejak awal, bahwa itu adalah kutukan yang digunakan untuk pengorbanan.
***
“Apa itu tadi?” Situ Heng benar-benar sedikit gugup. Begitu juga dengan Ma Dang, dia benar-benar tidak menyangka akan efek dari mengobati hal itu.
Keduanya saling memandang, kemudian melihat beberapa orang yang sebelumnya tidak menyerah mulai menyerah sambil berlari kembali.
Situ Heng dan Ma Dang kemudian menenangkan diri mereka. Keduanya berjalan menuju ke tempat Putra dari Kepala Desa tersebut.
Tetua pertama melihat keduanya menunduk, dia hanya menghormati orang tertentu. “Salam, Master Ma dan Master Situ. Apakah keduanya sudah bersiap untuk menyembuhkan Putra Kepala Desa? Efek jika kalian gagal, seperti pria sebelumnya.”
“Apakah kedua Master masih mau mencoba?” Tetua pertama bertanya dengan nada sopan. Dia benar-benar pintar dalam mengambil siasat.
***
Xiao Fan yang melihat aksi Tetua pertama benar-benar menarik. “Tak aku sangka, Tetua itu benar-benar pintar bersilat lidah.”
Xiao Fan mengetahui rencana dari Tetua pertama tersebut. Pancing, kemudian tarik dan dapat.
Pancing emosi keduanya, buat mereka bangga kemudian tinggal menunggu umpan di dapat. Selepas itu, tarik dan mendapatkan apa yang diinginkan.
***
Sesuai dengan prediksi dari Xiao Fan. Situ Heng dan Ma Dang seketika menjadi lebih bangga. Situ Heng kemudian berkata dengan lembut. “Tenanglah, aku akan menyembuhkan Putra Kepala Desa itu.”
Ma Dang menatap ke arah Situ Heng, kemudian menatap ke arah Tetua pertama, dia juga mengangguk.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin, agar mengembalikan Putra Kepala Desa.” Ma Dang berkata dengan nada percaya diri.
Tetua pertama menunduk, kemudian berkata, “Terima kasih banyak, kedua Master.”
Tanpa ada yang sadar, bahwa Tetua pertama tersenyum menyeringai. Namun, sekejap menghilang digantikan tatapan sedih.
Situ Heng maju, dia menatap ke arah tubuh dari Putra Kepala Desa tersebut. Seluruh tubuh menghitam dan tidak ada yang aneh sama sekali.
Situ Heng memegang tangan dari Putra Kepala Desa tersebut. Dia merasakan vitalitas Putra Kepala Desa yang tak lain Sha Dam.
Situ Heng segera melepaskan tangannya, dia sedikit terkontaminasi oleh kutukan tersebut. Namun, dia dengan cepat menyalurkan Qi miliknya dan terlihat kutukan kecil di tangannya menghilang.
“Apa yang terjadi, Situ Heng?” Ma Dang maju dan bertanya dengan nada penasaran, dia baru kali ini melihat Situ Heng memiliki jejak panik.
Sebelum Situ Heng menjelaskan aslinya, dia terkejut ketika melihat Tetua pertama berada di belakang Ma Dang dan mendorongnya maju.
Situ Heng lengah, begitu juga Ma Dang. Keduanya jatuh dan menyentuh tubuh Sha Dam.
Situ Heng dan Ma Dang terkejut dan segera ingin melepaskan tangan dari tubuh Sha Dam. Namun, terlambat... Keduanya merasa bahwa tangannya sudah melekat dengan kuat di tubuh Sha Dam.
“Baj*ingan!” Situ Heng benar-benar marah, begitu juga Ma Dang. Perlahan keduanya di tarik ke dalam tubuh Sha Dam.
Tetua pertama tersenyum menyeringai, dia benar-benar merasa bahwa waktunya sudah dekat untuk menghancurkan segel yang berada di bawah Desa Shulai.
Seluruh penonton terkejut dengan tindakan Tetua pertama tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa Tetua mendorong keduanya mendekat dan memegang tubuh dari Sha Dam.
Tetua pertama kemudian tertawa dengan liar. “Hahahaha, akhirnya rencana yang sudah tersusun rapih berhasil. Waktunya untuk menguasai Duni-“
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, dia merasakan rasa sakit di bagian dada. Dia kemudian melihat sebuah pedang menembus tubuhnya.
“Dasar, Pion yang sangat berharga. Sekarang kau sudah tidak berguna lagi.” Suara Sha Man terdengar.
Tetua Pertama terkejut, tubuhnya seketika melemah dan matanya tampak berat. “Aku mati. Jadi, itu rencanamu sebenarnya, Sha Man.”
Para warga melihat hal itu benar-benar terkejut, mereka tidak menyangka Tetua pertama di bunuh oleh Kepala Desa sendiri.
Sha Man menarik pedangnya dan berjalan ke arah Sha Dam yang sudah terbaring dengan wajahnya hitam sepenuhnya.
“Denganmu, kau akan menjadi tumbal terakhir.” Sha Man menarik Tetua Pertama, dia kemudian membuang Tetua Pertama ke arah Sha Dam dan terhisap.
Tubuh Sha Dam seketika bercahaya, asap hitam keluar dari tubuhnya. Sha Man menyeringai ketika melihat hal itu.
Namun, dia mengerutkan keningnya ketika melihat pertumbuhan energi berhenti. Dia bingung, sampai akhirnya merasakan sesuatu rasa sakit di belakang.
Sha Man terbang menuju ke arah asap hitam tersebut. Dia melebarkan matanya ketika melihat siapa yang menendang dirinya.
Terlihat seorang perempuan cantik dengan rambut hitam panjang. Dia tersenyum penuh kemenangan.
“Cai Ruyan...”
Sha Man tertelan dengan ekspresi terkejut. Dia tidak menyangka Istrinya akan membunuhnya.
“Hihihi, Sha Man. Hubungan kita sudah berakhir, karena kebangkitan Tuan adalah hal penting dibandingkan kekuatan yang kamu dapatkan.”
***
Dasar Sungai Desa Shulai.
Terlihat sebuah batu bulat besar dengan sebuah tulisan yang tidak bisa dipahami. Batu itu perlahan-lahan retak.
“Krakk..Krak..Boomm.” Batu bulat tersebut seketika hancur. Seketika keluar raungan yang sangat kuat dan menggetarkan Desa Shulai.
“Roaaaarrrr.”
***
Xiao Fan menonton drama yang membosankan, kemudian dia merasakan energi besar di bawah Sungai.
Xiao Fan berdiri, dia memandang ke arah Sungai. Kemudian, dia berkata dengan suara rendah.
“Sudah waktunya membantai, Desa Shulai.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya (tip bisa berupa menonton iklan di Hadiah.)
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.