
Silakan Dibaca.
Hutan Monster.
Xiao Fan, Ni Shan Jian, dan Yan Han memandang ke arah Kereta yang tengah dikejar berbagai pasukan berkuda. Mereka memandang dengan penasaran, apa yang tengah terjadi di depannya.
Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya, dalam pikirannya seketika melintas, bahwa ada konflik yang tengah terjadi di Kerajaan Dong.
Menyadari hal itu, sudut mulut Xiao Fan naik membentuk seringai. Ia kemudian menaikkan tangannya.
Ni Shan Jian dan Yan Han mengangguk, mereka paham apa yang harus dilakukan selepas mendapatkan informasi dari pikiran mereka.
Mereka berdua menghilang dari tempat dan muncul tepat di atas gerbong kereta yang melaju dengan cepat.
Kusir yang merasakan seseorang di atas kereta. Ia menjadi ketakutan dan gelisah, namun saat melihat orang-orang itu beraksi menyerang pasukan yang mengejar dirinya, ia perlahan-lahan menghentikan laju kereta.
Kusir dengan cepat menatap ke arah belakang, ia terpana ketika melihat Ni Shan Jian dan Yan Han melesat dengan cepat menuju ke para Pasukan yang mengejar mereka.
“Siapa kalian! Berani menghalangi tugas dari Kerajaan, sama saja berkhianat!” teriak lantang pria di depan sendiri.
Ni Shan Jian dan Yan Han sama sekali tidak berekspresi, mereka berdua mengayunkan tendangan tepat ke arah pria itu.
“Jendral!” teriak para pasukan yang berada di belakang pria itu.
Mereka melihat Jendral ditendang dan terbang ke arah mereka dengan cepat. Prajurit yang di dekat Jendral melompat dan ingin mencegah Jendral.
Namun, ia terdorong ke belakang sampai akhirnya menabrak pohon besar. Prajurit lainnya dengan cepat menghentikan kuda mereka dan turun.
Ni Shan Jian dan Yan Han berdiri tak jauh dari mereka. Ekspedisi mereka acuh tak acuh ketika menatap para pasukan dan Jendral itu.
Semua mata prajurit langsung menajam ke arah Ni Shan Jian dan Yan Han, mereka mengeluarkan pedang mereka masing-masing.
“Kepung mereka!” teriak salah satu prajurit dengan keras.
Ni Shan Jian dan Yan Han tetap berdiri dengan kokoh, ketika melihat posisi mereka yang sekarang tengah di kelilingi oleh para prajurit.
“Siapa kalian!” bentak dengan keras seorang prajurit.
Ni Shan Jian memandang ke arah prajurit itu, sementara Yan Han memandang ke seluruh prajurit.
“Saudara Ni, seluruhnya ada dua puluh orang. Aku tidak menyangka bahwa hanya untuk mengejar dua orang butuh dua puluh orang pengejar.” Ucap Yan Han dengan nada mengejek.
Ni Shan Jian menyeringai, ia kemudian mengangguk dan mulai menyerang prajurit yang sebelumnya menanyai namanya.
Yan Han juga mulai menyerang para prajurit lainnya, ia sangat cepat membuat para prajurit linglung sebentar.
“Serang!” teriak dengan marah salah satu prajurit.
Dua puluh orang bertarung dengan dua orang. Mereka membagi prajurit menjadi dua kelompok dan menyerang secara terpisah.
Ni Shan Jian dan Yan Han tersenyum tipis. Mereka berdua tidak menyangka bahwa lawannya mempermudah mereka untuk membantai.
Ni Shan Jian dengan cepat melesat, ia mengeluarkan cakar miliknya yang sangat tajam. Dan mulai menyerang para prajurit.
Yan Han sendiri juga melesat ke arah lawannya. Tangan kanannya memerah, ia benar-benar beruntung sekarang memilih menjadi anak buah dari Xiao Fan.
Yan Han mendapatkan sebuah kemampuan teknik yang menurutnya sangat kuat dan tidak perlu memasuki mode monsternya.
Yan Han tiba di depan para prajurit, ia menyerang dengan tenang. Berbagai pedang mengarah kepadanya, namun di bawah kendali tangan kanannya, pedang tersebut meleleh dalam sekejap.
Tangan lahar, kemampuan yang Yan Han dapatkan selepas mengikuti Xiao Fan. Ia merasa bersyukur mengikuti Xiao Fan, berkatnya Yan Han dapat mengontrol Roh Elemen menjadi lebih baik.
Yan Han membenci para organisasi semenjak dulu. Namun, simbol pengekangan memaksa dirinya harus tunduk. Ia juga diberikan Roh Elemen aneh bersama dengan orang-orang yang dipilih.
Setiap dalam misi, kebencian akan selalu menyelimuti Yan Han membuat dirinya tidak sadarkan diri kembali. Yan Han terus membunuh tanpa sadar, ia sudah dikendalikan sepenuhnya oleh organisasi.
Namun, sekarang ia sadar kembali, dan mengikuti Xiao Fan. Roh Elemen yang belum sempurna miliknya, sekarang sudah sangat sempurna di bawah pelatihan Xiao Fan.
Yan Han semakin paham, bahwa menjadi anak buah Xiao Fan, tidak akan pernah melakukan hal menyimpang. Adapun alasan untuk simbol budak, Yan Han mengetahui kisah nyata Xiao Fan.
Di sisi Ni Shan Jian, ia sama sekali tidak menghindari pedang yang menyerang tubuhnya. Ia hanya menerkam dan membunuh para prajurit dengan pelan-pelan.
Ni Shan Jian sangat yakin akan tubuhnya, hanya sebongkah besi apakah bisa melukai tubuhnya? Tentu saja, tidak.
Tubuh Ni Shan Jian sangat spesial, di saat ia bergabung dengan Roh Elemen. Fisiknya meningkat mengubah fisik lunak menjadi fisik sekeras emas.
Maka dari itu, Ni Shan Jian sangatlah yakin akan fisiknya. Sementara para prajurit yang berhasil mengayunkan pedangnya tepat tubuh Ni Shan Jian, mereka segera senang, namun di detik berikutnya.
Mereka bagaikan manusia yang bahagia akan mimpinya, namun ditampar oleh kenyataan. Wajah mereka syok berat, mata mereka melebar ketika melihat hal itu.
Ni Shan Jian memanfaatkan keadaan linglung para prajurit, ia menerkam prajurit dengan kejam, bagaikan seekor Harimau yang dibangunkan tidurnya.
Di sisi Kereta.
“Paman, kenapa berhenti?” tanya seorang perempuan yang mengeluarkan kepalanya menghadap ke arah Kusir yang membawanya pergi.
“Tuan Putri, mohon lihat ke belakang.” Jawab Kusir dengan ekspresi wajah terkejut dan syukur.
Perempuan itu penasaran, ia kemudian menatap ke arah belakang dan matanya melebar seketika, melihat para prajurit yang mengejar dirinya di bantai habis oleh dua orang.
‘Siapa mereka berdua? Kenapa mereka melindungiku?’ batin perempuan itu dengan penasaran dan ada rasa waspada.
Detik berikutnya, Perempuan dan kusir itu mendengar suara seseorang turun dari atas langit dan mendarat tepat di sisi kiri kereta.
“Siapa!” teriak perempuan dan kusir secara bersamaan. Mereka juga mundur ke belakang tanpa sadar.
Orang yang tak lain Xiao Fan sama sekali tidak menanggapi tingkah keduanya. Ia melirik ke arah Kusir yang mengendarai Kereta sebelumnya.
“Ceritakan apa yang terjadi dengan Kerajaan Dong?” tanya Xiao Fan dengan sorot matanya yang menajam.
Kusir sedikit tercekik, ia benar-benar kesulitan bernafas. Ia berpikir untuk memberitahu dan tidak, jika memberitahu keadaan, sama saja mengkhianati Tuan Putri. Jika, tidak memberitahu, kemungkinan besar orang di depannya akan membunuh dirinya dan Tuan Putri.
Namun, sebelum Kusir menjawab. Perempuan yang berada di gerbong kereta berteriak, “Lepaskan dirinya, aku akan memberitahu keadaan Kerajaan Dong!”
Xiao Fan menatap ke arah Perempuan itu, sementara Kusir terduduk lemah di tanah, nafasnya benar-benar berantakan.
“Ceritalah!” perintah Xiao Fan dengan suara dalam.
Perempuan itu menghirup nafas dalam-dalam, tatapan Xiao Fan benar-benar membuat dirinya ketakutan dan tubuhnya bergetar.
“Kerajaan Dong, tepatnya di Ibukota tengah terjadi peperangan antara Bangsawan dan Orang Istana. Lebih tepatnya, Pangeran mereka menginginkan seluruh perempuan dan wanita Bangsawan menjadi budak mereka.” Ucap Perempuan itu dengan gemetar.
Xiao Fan sedikit memahami alurnya, dan ia tahu bahwa perempuan di depannya tengah melarikan diri dan bertemu dengan dirinya. Mereka mengira, dirinya adalah seseorang penting dari Kerajaan Dong.
“Oh, menarik.. jadi, Kerajaan Dong mengalami hal ini.” Xiao Fan menyeringai, ia menatap ke arah kedua anak buahnya dan melihat bahwa keduanya telah selesai membunuh para prajurit.
“Baguslah, kalau begitu kalian berdua pergilah. Kalian sudah tidak berguna.” Ucap Xiao Fan sambil berjalan menuju ke arah dua anak buahnya.
Perempuan itu dan Kusirnya tertegun, mereka menatap ke arah Xiao Fan dengan rumit dan terkejut.
Xiao Fan sendiri tidak peduli, ia berjalan ke arah kedua anak buahnya dan berkata, “Ayo lanjutkan perjalanan, tujuan menghancurkan Kerajaan Dong akan sangat cepat kali ini..”
“Dimengerti, Yang Mulia..” kata Ni Shan Jian dan Yan Han secara bersamaan.
Ketiganya menghilang pergi menuju ke Kerajaan Dong, meninggalkan Perempuan dan Kusir yang tengah terkejut akan ucapan Xiao Fan.
“Siapa.. Mereka?”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.