Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 249 - Lin Hua Terjebak


Silakan Dibaca.


Lantai mulai membeku dengan cepat. Lin Hua memandang ke arah depan dan kabut racun mulai menghantam pembekuan. Terlihat, kabut menghilang dan es mulai mencair.


Goliath tersulut amarah ketika serangan kabut racun terhalang oleh es Lin Hua. Ia dengan cepat melambaikan tangannya ke depan dan berbagai jaring putih melesat ke arah Lin Hua dengan cepat.


Lin Hua memperhatikan gerakan tersebut, ia mengangkat pedangnya yang menancap di tanah. Kemudian, ia melesat menuju ke arah Goliath. Jaring-jaring bagaikan jarum, ia lewati dengan mudah.


Tiba di dekat Goliath, Lin Hua mengayunkan pedangnya dengan kuat. Namun, saat pedang akan mengenai tubuh Goliath. Lin Hua melebarkan matanya ketika melihat serangannya menembus tubuh Goliath.


"Tipuan!"


Lin Hua segera bereaksi, ia dengan cepat mundur ke belakang. Namun, belum sempat ia bergerak. Sosok sabit melintas memukul tubuhnya dengan keras.


Lin Hua terkejut, ia terpental dan menabrak dinding ruang bawah tanah tersebut. Goliath selepas menyerang Lin Hua dengan kakinya, ia mulai menggerakkan berbagai jaring layaknya tombak ke arah Lin Hua berada.


Jaring melesat dengan cepat. Hal ini membuat Lin Hua yang masih di dinding, berusaha keras untuk keluar dan menghindari serangan jaring tersebut.


Tombak jaring membentur dinding, tetapi Lin Hua sudah keluar dan keberadaannya kini sangat dekat dengan jaring tersebut.


Lin Hua mengatur nafasnya, ia benar-benar ceroboh karena tidak mengenali lawannya terlebih dahulu. Hanya dalam dua detik, nafasnya kembali normal dan tombak jaring di sebelahnya terpotong seketika.


"Kekuatanku kembali seperti sebelumnya, juga pil yang diberikan Xiao Fan benar-benar meningkatkan kekuatanku tanpa sengaja."


Lin Hua menarik sudut mulutnya ke atas membentuk senyuman. Pedang biru yang ia pakai seketika memancarkan aura dingin. Suhu di sekitar pedang seketika menurun, lalu saat pedang terhunus ke bawah, lantai menunjukkan tanda-tanda membeku.


Goliath yang melihat tindakan Lin Hua sama sekali tidak terpengaruh, ia menggerakkan kedua tangannya ke depan dan berbagai tombak jaring mulai melesat menuju ke Lin Hua.


Melihat tombak jaring mendekat, Lin Hua tidak panik. Ia menekuk kakinya sedikit, kemudian dia menghilang dari tempat. Lin Hua terlihat seperti bayangan, bergerak dengan cepat menuju ke arah Goliath.


Xiao Fan yang melihat hal itu, ia mengangguk dan berkata dengan suara pelan. "Langkah bayangan ... Benar-benar terpakai sekarang."


Xiao Fan sendiri tidak terkejut melihat Lin Hua menggunakan langkah bayangan. Hal ini karena langkah bayangan bukanlah hal yang rahasia. Melainkan langkah tersebut sangatlah umum untuk dikenali.


Namun, karena persyaratan langkah bayangan harus tinggi, membuat banyak orang melupakan teknik langkah tersebut.


Syarat untuk dapat menggunakan langkah bayangan ialah, fisik yang sangat tinggi dan peka terhadap lingkungan sekitar.


Lin Hua memenuhi syarat keduanya, kemudian ia belajar langkah bayangan tersebut sampai akhirnya ia mahir dalam menggunakan langkah tersebut.


Kembali ke pertempuran.


Kini, Lin Hua tiba di atas kaki Goliath. Tebasan pedang diiringi dengan udara yang mengembun membentuk kristal es mulai bergerak ke arah tubuh Goliath.


Goliath tidak terlalu panik, ia bergerak ke kanan dan salah satu kakinya naik ke atas. Tangan kiri Goliath seketika memegang senjata layaknya tombak yang tajam.


Dentang!


Suara benturan dua logam terdengar, es yang mengembun di udara mulai tak terkendali. Kemudian, es meledak dengan keras. Namun, Goliath sudah menghindarinya ke belakang.


Lin Hua sendiri jatuh di lantai, di sekelilingnya kini berubah menjadi es akibat benturan pedang sebelumnya.


Hal ini membuat Lin Hua sedikit muram, kemudian ia menghela nafas pelan. "Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menggunakan bunga es."


Lin Hua mengangkat tangan kirinya. Ia mengeluarkan roh elemen bunga es seketika. Suhu di ruangan mulai menurun drastis, hal ini membuat Goliath meningkatkan kewaspadaannya.


"Area Es, taman bunga!"


Suara retakan es mulai terdengar. Lantai di bawah Lin Hua mulai membeku dan menyebar ke seluruh arah. Goliath tidak bisa bereaksi karena dalam satu detik, ruangan sudah berubah menjadi es. Bahkan jaring putih miliknya juga membeku.


Xiao Fan yang melihat ruangan berubah medan seketika menaikkan alisnya. Ia tidak menyangka bahwa Lin Hua akan menggunakan kemampuan area, kemudian ia berpikir apakah Lin Hua memiliki sedikit teknik tunggal? Hal inilah yang membuat Xiao Fan menghela nafas.


'Sepertinya aku harus memberikan dirinya teknik tunggal. Jika ia menggunakan teknik area terus-menerus, konsumsi qi di dalam tubuhnya akan sangat cepat. Memudahkan ia lelah dan terjebak dalam musuh'


Sebenarnya apa yang Xiao Fan pikirkan ialah benar. Lin Hua sendiri hanya memiliki gerakan area luas, ia tidak terlalu ahli dalam membuat teknik gerakan tunggal. Hal inilah yang menjadikan dirinya mudah terjebak, seperti saat melawan duo setan merah sebelumnya.


Kembali ke pertempuran, Lin Hua yang sudah menciptakan area es segera bergerak menuju ke Goliath. Gerakannya lebih cepat dibandingkan sebelumnya, hanya sekali hentakan kaki ia tiba di depan Goliath.


Dentang!


Goliath merasakan sakit di kaki depan. Namun, sebelum ia melihat apa penyebabnya. Rasa sakit kembali terasa di kaki belakangnya. Namun, saat dirinya ingin melihat ke belakang. Perasaan bahaya muncul seketika dan arah tersebut ialah belakang tubuhnya.


Dentang!


Benturan dua senjata terdengar sangat keras. Goliath sedikit bergerak beberapa langkah ke belakang. Ia dapat melihat bahwa penyerang sebelumnya ialah sosok perempuan yang bertarung dengannya.


Goliath memandang Lin Hua dengan marah, kemudian di saat Lin Hua menghilang. Goliath menggerakkan kakinya ke depan, belakang, kiri dan kanan. Hal ini bertujuan untuk membatasi ruang untuk Lin Hua bergerak.


"Manusia belaka, berani melawanku!" Goliath menghirup udara di sekitarnya, kemudian ia meludahkan bola-bola berwarna hijau cerah ke lantai secara memutar.


Lin Hua segera bertindak, ia tidak bisa menyerang yang membuat dirinya frustasi. Ditambah paksaan untuk mundur, rasa frustasinya semakin meningkat tajam.


Lin Hua muncul kembali dalam jarak seratus meter dari Goliath, nafasnya kini sedikit tidak beraturan. Butiran keringat mulai terlihat di wajahnya.


Lin Hua tidak menyangka bahwa lawannya benar-benar keras, bahkan roh elemennya sudah keluar. Namun, tetap saja ia tidak dapat menghancurkan cangkang kaki Goliath.


Sekarang jalur menuju ke Goliath sudah terhalang dengan berbagai racun. Hal ini membuat Lin Hua menatap dengan rumit, ia menenangkan pikirannya terlebih dahulu sebelum menyerang kembali.


Xiao Fan yang melihat keadaan Lin Hua, sudut mulutnya naik ke atas. Ia tersenyum penuh arti seolah-olah dirinya ingin melihat apa yang akan dilakukan Lin Hua ketika sudah terjebak seperti itu.


Yun Shie sendiri tidak terlalu khawatir, karena ia yakin bahwa saudarinya dapat mengatasi monster tersebut. Meskipun kemenangan yang didapat tipis.


Goliath melihat Lin Hua yang sedang berpikir, ia bukanlah lawan yang menunggu musuhnya. Goliath segera meludahkan bola hijau cerah ke arah Lin Hua.


Hal ini membuat Lin Hua segera bergerak kembali, akan tetapi langkahnya kini memutar. Senyum di wajahnya kini tampak dan ia berkata dengan nada rendah.


"Babak kedua, mari kita mulai!"


To be Continued.