
Silakan Dibaca.
Luar ruangan kepala keluarga Yun.
Para keluarga Yun beserta dengan Fang Yin, Ning Shie, Lan Ling, dan An Er, mulai sedikit tidak sabar untuk masuk ke dalam ruangan. Hal ini karena, mereka khawatir akan terjadi sesuatu di dalam yang membuat keduanya berlama-lama di dalam ruangan.
Di saat mereka sudah mulai tidak sabar, pintu terbuka. Namun, yang keluar bukanlah Yun Shi Han dan Xiao Fan, melainkan Yun Lanran dan Yun Ling’er.
Fang Yin, Ning Shie, Lan Ling, An Er, dan seluruh keluarga Yun lainnya melebarkan matanya ketika melihat dua perempuan tersebut. Tubuh Ning Shie gemetar ketika melihat Yun Lanran.
“Ibu..” Ning Shie berkata dengan nada penuh kerinduan. Dia gemetar dan berjalan perlahan-lahan menuju ke arah ibunya tersebut.
Yun Lanran tersenyum dan membuka tangannya lebar-lebar untuk memeluk putrinya yang tengah menahan tangis tersebut.
Ning Shie segera berlari ke arah ibunya dan memeluknya dengan erat, seolah-olah dia tidak akan melepaskannya kembali.
“Aku merindukanmu, Ibu.”
Yun Lanran mengusap punggung putrinya secara perlahan-lahan. Dia melirik sebentar ke arah Yun Ling’er dan Yun Ling’er memahami lirikan tersebut.
“Shie’er, bagaimana kalau kita keluar terlebih dahulu. Mari kita ke taman, biarkan yang lainnya bersama dengan kakak Ling’er.”
Ning Shie mengangguk ringan, namun dirinya tidak melepaskan pelukannya tersebut. Cintanya kepada Ibu lebih dalam dibandingkan cinta kekasihnya.
Yun Lanran sedikit menghela nafas melihat Ning Shie bertingkah seperti bayi. Namun, dirinya tidak marah, melainkan mengangkat Ning Shie dan membawanya seperti bayi menuju ke taman.
Yun Ling’er menatap kepergian adiknya tersebut, dia kemudian beralih ke arah keluarga Yun lainnya dan teman masa kecilnya.
“Ling’er, bagaimana kamu bisa berada di dalam bersama dengan Lanran?”
Fang Yin segera memberikan pertanyaan tersebut, dia penasaran dan sekaligus terkejut akan kemunculan kedua putrinya itu. Dia senang dan penasaran karena takut keduanya hanya fatamorgana saja.
“Ibu, aku dibawa oleh Yang Mulia Fan kemari. Sejak awal, kami berdua berada di tempat lain di dekat Yang Mulia.”
Fang Yin dan yang lainnya akhirnya mengerti, mereka mengangguk dalam-dalam. Namun, seketika mereka mengerutkan keningnya ketika mendengar sebutan dari Xiao Fan itu.
“Ling’er, kenapa kamu memberinya embel-embel Yang Mulia?”
Yun Ling’er mendekat ke arah ibunya, kemudian memeluknya sambil mengangguk dengan senang.
Fang Yin dan seluruh orang yang hadir di tempat itu melebarkan mata mereka satu persatu. Mereka tidak menyangka pemuda yang terlihat baik dan lembut, ialah seorang Raja.
Lan Ling dan An Er sedikit gemetar, keduanya tidak menyangka selama dalam perjalanan, ditemani oleh seorang Raja. Mereka seketika memerah malu, karena sikapnya yang sembrono saat di kereta.
Fang Yin segera sadar dan membalas pelukan dari Ling’er tersebut. Dia mengusap punggung putrinya secara perlahan-lahan. Setiap kenangan bersama dengan putrinya tersebut mulai bermunculan satu persatu.
“Ibu, di mana kakak Lian?”
Yun Ling’er mengajukan pertanyaan tersebut, ketika melihat sekilas seluruh keluarga Yun berkumpul. Namun, tidak menemukan sosok suaminya di antara kerumunan tersebut.
Dia tidak bisa untuk tidak khawatir dan itu diketahui oleh Fang Yin. Tangan kanan Fang Yin dengan lembut mengusap putrinya itu, agar dapat tenang terlebih dahulu.
“Lian’er tengah bepergian untuk mencarimu. Dia khawatir, ketika melihatmu tidak pulang selama bertahun-tahun. Dia pergi menuju ke Benua Yuansu dengan cepat, beberapa hari yang lalu.”
Yun Ling’er melebarkan matanya, dia kemudian memandang ke arah ibunya untuk memastikan apakah ucapan tersebut benar dan dari tatapan mata Fang Yin yang lembut namun serius, dia tahu bahwa ibunya berkata dengan benar.
“Jika memang dia berangkat, seharusnya..”
Yun Ling’er segera mengingat kejadian saat di penginapan. Di mana seorang laki-laki tengah membawa seorang anak di punggungnya.
Xiao Fan dan Yun Shi Han keluar dari kamar, sorot mata seluruh keluarga Yun beralih menuju ke arah keduanya tersebut. Yun Ling’er juga menatap ke arah keduanya, namun fokusnya ke arah Xiao Fan.
“Yang Mulia Fan, bisakah aku bertemu dengan Jiang Hu?”
Xiao Fan mengerutkan keningnya dan mengangguk. Kemudian, di bawah tatapan banyak orang, sosok anak kecil tujuh tahun muncul di depan mereka semuanya.
“Ada-“ belum selesai Jiang Hu mengucapkan sepatah kata pun. Yun Ling’er segera membawanya ke suatu tempat. Dia mengabaikan keterkejutan seluruh orang.
Xiao Fan memiringkan kepalanya bingung dengan tingkah Yun Ling’er, namun dia segera mengabaikannya dan beralih menatap ke arah seluruh orang yang berada di sana.
“Karena tujuanku sudah terpenuhi, maka aku akan pergi terlebih dahulu. Terima kasih, Kakek Han.”
Yun Shi Han mengangguk sambil tersenyum damai. Namun, semua keluarga Yun menahan terlebih dahulu kepergian dari Xiao Fan tersebut.
“Yang Mulia, bagaimana kalau Anda menginap di sini terlebih dahulu? Mengingat hari ini sudah mulai malam.”
Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika mendengar panggilannya tersebut. Dia kemudian tahu bagaimana identitas rahasianya itu diketahui oleh keluarga Yun tersebut.
“Jangan panggil aku dengan formal seperti Yang Mulia. Panggil saja seperti orang biasa, sekarang aku bukan di Kerajaan milikku.”
Xiao Fan menegaskan hal itu, dia kurang suka akan keformalan di luar Kerajaan. Sebutan Yang Mulia sangatlah kurang nyaman bagi dirinya.
Ketegasan Xiao Fan membuat para keluarga Yun terkejut. Mereka kemudian mengingat bahwa, Xiao Fan sendiri datang tanpa mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Raja.
Hal ini membuat mereka menyadari bahwa Xiao Fan tidak terlalu tertarik dengan formal maupun sanjungan orang lain. Keegoisan yang dimiliki Xiao Fan tersebut sangatlah mirip dengan kepala keluarga mereka.
Tanpa sadar, tatapan keluarga Yun beralih ke Yun Shi Han. Hal ini membuat Yun Shi Han menaikkan alisnya.
“Ada apa?”
Para keluarga Yun segera sadar, sementara Fang Yin mendekat dan memeluk Yun Shi Han. Dia masih belum puas untuk memeluk suaminya tersebut.
“Jin san, bawa Xiao Fan ke ruangannya..” Yun Shi Han kemudian beralih menatap ke arah Xiao Fan, dia tersenyum dan berkata kepada Xiao Fan. “Nak, jika ada kebutuhan yang kamu inginkan, Jinsan akan selalu ada.”
Jinsan, anak pertama yang menjadi kepala keluarga sementara sebelumnya. Dia mengangguk dalam-dalam ketika mendengar perintah ayahnya.
Jinsan sendiri sangat menghormati ayahnya dan dia menatap ke arah Xiao Fan, kemudian menunjukkan jalan menuju ke ruangan untuk Xiao Fan beristirahat.
“Terima kasih, Kakek Han.” Xiao Fan kemudian beralih menatap ke arah Jinsan. “Maaf merepotkanmu, Saudara Jinsan.”
Jinsan tersenyum dia menggelengkan kepalanya dan mulai beranjak pergi di ikuti oleh Xiao Fan. Lan Ling dan An Er mengikuti keduanya pergi.
“Sebarkan berita bahwa aku telah sembuh.”
Yun Shi Han memberikan perintah kepada anggota keluarga sisanya tersebut, mereka tersenyum senang dan mengangguk menerima perintah dari Yun Shi Han.
Mereka dengan cepat bergerak untuk menyebarkan berita kesembuhan tersebut. Meski, berita itu akan menyebabkan kegemparan dan membuat musuh akan muncul, mereka tidak peduli.
Yun Shi Han dan Fang Yin berjalan bersama menuju ke taman yang lain, keduanya menikmati momen bersama tersebut, terutama Fang Yin yang telah merindukan suaminya tersebut.
Masing-masing orang di keluarga Yun, semuanya mulai sibuk kembali.
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.