
Silakan Dibaca.
Pintu terbuka, terlihat ruangan luas dengan cahaya yang sedikit redup. Ada banyak jaring putih mengkilap memenuhi isi ruangan tersebut.
Tepat di tengah ruangan, terdapat semacam bola yang besar terbuat dari jaring putih tersebut. Bola itu berdenyut layaknya jantung yang dimiliki makhluk hidup.
Xiao Fan mengamati sekitar ketika ia memasuki ruangan. Mata qinya yang aktif menambah wawasan akan ruangan tersebut. Baik jaring maupun denyutan bola, Xiao Fan dapat melihat arus kekuatan yang mengalir di kedua hal tersebut.
"Jaring laba-laba, lalu di mana laba-laba itu berada?"
Lin Hua yang melihat ruangan tersebut, mulai mencari di mana letak dari monster laba-laba yang menempati ruangan tersebut. Persepsinya terus aktif dan jatuh di bola besar yang tertutup oleh berbagai jaring.
"Kemungkinan besar, monster itu berada tepat di depan kita!" Xiao Fan berkata dengan tegas, sambil menatap tajam ke arah bola besar yang berada di tengah ruangan.
Bola besar semakin berdenyut dengan keras. Selanjutnya, suara retak terdengar di seluruh ruangan. Hal ini membuat Xiao Fan dan kedua perempuan di belakangnya menjadi lebih waspada.
Berikutnya bola mulai hancur berkeping-keping, menampilkan sosok delapan kaki berwarna hitam keunguan. Kemudian di atas kaki tersebut terlihat bagian atas manusia. Kulit manusia itu putih, diikuti beberapa pola garis aneh di sekitarnya.
"Grahh!!"
Makhluk itu ialah laba-laba setengah manusia. Ia meraung keras dan berbagai jaring putih mulai melambai-lambai, seolah jaring tersebut hidup dan dapat bergerak bebas.
Hal ini mengejutkan Lin Hua dan Yun Shie. Sementara Xiao Fan sendiri tidak terlalu terkejut karena di kehidupan sebelumnya, ia sudah pernah bertarung dengan makhluk yang sama dengan makhluk di depannya.
"Aku tidak menyangka, lawan kali ini ialah Raja Iblis Hewani yang lain, Goliath!"
Itu benar monster di depan Xiao Fan dan yang lainnya ialah Goliath, laba-laba yang dikenal laba-laba terbesar seluruh dunia. Hal ini bukanlah ungkapan biasa, melainkan fakta yang benar.
Di kehidupan sebelumnya, Xiao Fan telah melawan laba-laba tersebut. Dia sebenarnya dapat mengalahkan laba-laba itu dengan mudah. Hal ini karena Xiao Fan mengetahui kelemahan monster tersebut.
Namun, saat ini matanya melirik sebentar ke arah Lin Hua yang di mana, perempuan tersebut menunjukkan senyum penuh semangat. Xiao Fan secara kasar mengetahuinya dan memilih untuk melangkah mundur.
Lin Hua menyadari hal itu, ia memandang ke arah Xiao Fan, kemudian bertanya dengan penuh rasa penasaran. "Mengapa kamu melangkah mundur, Adik Fan?"
"Kamu ingin melawannya, bukan? Jadi, aku memilih untuk mundur dan memberikan ruang untukmu bertarung!"
Xiao Fan memandang Lin Hua sambil tersenyum lembut, baginya tidak masalah menyerahkan lawan yang sedikit tangguh untuk perempuan di sekitarnya.
Xiao Fan sudah memikirkan suatu saat mereka perlu memiliki pertarungan yang besar. Pertarungan melawan monster tangguh ini hanyalah rintangan awal sebelum melangkah perang nantinya.
Mendengar pernyataan Xiao Fan, Lin Hua seketika senang di dalam hati. Namun, ia segera menekannya dan memandang ke arah Yun Shie. Namun, sebelum mengatakan apapun. Keempatnya merasakan bahaya mendekat sangat cepat.
Xiao Fan melangkah ke depan dan pedang pendek miliknya keluar dari cincin ruang. Selanjutnya, qi menyelimuti pedang, mengubah pedang normal menjadi pedang berapi emas.
Xiao Fan menebas ringan ke depan dan jaring putih yang menyerang sebelumnya menghilang. Hal ini membuat manusia setengah laba-laba menjadi tidak senang, ia memandang Xiao Fan penuh dengan kebencian.
"Manusia, beraninya kau memasuki wilayah Raja Iblis!"
Raungan Goliath menjadi lebih keras, ia mengayunkan kedua tangannya ke depan dan berbagai jaring hidup melesat ke arah Xiao Fan.
Lin Hua yang melihat serangan tersebut, tidak bisa untuk tetap tenang. Ia segera menghunuskan pedangnya dan lantai di bawah kakinya mulai membeku.
"Adik Fan mundur, biarkan aku melawannya!"
Xiao Fan memasang wajah tenang, hal ini karena ia merasakan dingin di kakinya. Tanda bahwa ia sudah memasuki domain Lin Hua.
Jaring hidup melesat, saat hampir menyentuh dada Xiao Fan. Sebilah pedang menebas jaring hidup tersebut. Selanjutnya, jaring hidup berhenti dan perlahan-lahan mulai membeku.
Goliath memandang ke arah perempuan yang menghalangi serangannya. Ia menatap perempuan itu penuh dengan amarah dan kebencian. Niat membunuh yang terpendang seketika meletus dan menyebar ke seluruh ruangan.
Yun Shie tersentak, niat membunuh tersebut sangatlah kuat. Namun, tepat di belakangnya ialah Mino. Monster itu mendengus ringan dan memberikan pelindung niat membunuh di depan Yun Shie.
Tindakan tersebut membuat Yun Shie memandang ke arah belakang. Ia seketika menghilangkan perasaan takut, lalu berubah menjadi senyum cerah yang membuat Mino juga tersenyum bebas.
Lin Hua yang merasakan niat membunuh tersebut sama sekali tidak mengganggunya. Pedang ia arahkan ke bawah, suhu di lantai bawah kakinya menurun kembali.
"Langkah Es!"
Lin Hua menghilang dalam sekejap, ia melesat ke arah Goliath sambil menatapnya dengan tajam. Setiap hentakkan kaki Lin Hua, lantai di bawah kakinya membeku seketika.
Langkah ini sebenarnya mematikan. Disebut langkah es bukan hanya melangkah dan menghasilkan es saja, melainkan kecepatan melesat pengguna akan semakin meningkat setiap hentakkan kaki.
Xiao Fan sendiri dapat melihat jelas kecepatan tersebut, ia mengangguk dalam diam dan benar-benar memuji langkah es Lin Hua tersebut.
'Langkah es ini apakah ia kembangkan sendiri. Melihat setiap langkah yang dapat meningkatkan kecepatan, ini adalah teknik baru dikembangkan mungkin.'
Xiao Fan memikirkan langkah es tersebut, ia kemudian melihat di mana Lin Hua sudah tiba kurang dari dua meter dari Goliath. Selanjutnya, serangan yang dikeluarkan Lin Hua membuat Xiao Fan terpana.
"Elang Es!"
Lin Hua mengayunkan pedangnya ke depan, seketika es mulai muncul di udara kosong dan mulai membentuk seekor elang yang mendominasi.
Elang tersebut seluruh tubuhnya terbuat dari es dan matanya merah menyala. Elang itu melesat ke arah Goliath, teriakannya yang penuh semangat mengguncang tubuh Goliath.
Elang menabrak bahu Goliath, kemudian meledak dengan kuat dan seluruh bagian atas Goliath membeku seketika.
Hal ini benar-benar mengejutkan Yun Shie dan Mino. Namun, Xiao Fan sendiri mengerutkan keningnya karena Goliath tidaklah semudah itu membunuhnya.
Benar, intuisi Xiao Fan tepat. Patung es Goliath seketika bergetar. Berikutnya, es yang menyelimuti tubuh Goliath mulai meleleh oleh cairan ungu yang keluar dari tubuh Goliath.
Lin Hua tidak bereaksi, ia sudah menebak bahwa Goliath tidak mudah untuk dibunuh. Bagaimanapun juga, lawannya ialah lantai dua di mana pastinya lebih kuat daripada lantai pertama.
Goliath yang sudah keluar dari es, memandang ke arah Lin Hua dengan dingin. Kemudian, Goliath membuka mulutnya sedikit dan menghirup udara di sekitarnya.
"Penyebaran Wabah!"
Goliath mengeluarkan kabut ungu dari mulutnya. Xiao segera bereaksi ia sedikit menyingkir dari jangkauan kabut tersebut.
Yun Shie dan Mino juga mundur, menjaga jarak dari kabut ungu tersebut. Sementara Lin Hua, sama sekali tidak menghindar. Ia mengangkat pedangnya dan menancapkan di lantai.
"Domain Penjara Es!"
To be Continued.