Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1


Silakan Dibaca.


“Sialan, beraninya kalian mengabaikan kami!” teriak salah satu sosok yang berada di atap rumah dengan penuh akan amarah. Keempat temannya juga marah, ketika posisi mereka diabaikan.


Mereka belum pernah diabaikan dan bertindak sebagai orang tinggi, namun kali ini seorang pemuda dan dua orang pria benar-benar mengabaikan mereka, bahkan sama sekali tidak menempatkan mereka di matanya.


“Bunuh, mereka!” teriak sosok orang itu, kemudian mereka berlima melesat menuju ke arah Xiao Fan dan kedua anak buahnya. Mereka ingin menunjukkan apa itu kematian terhadap Xiao Fan dan kedua anak buahnya.


Xiao Fan sendiri memandang dengan datar. Baginya, semut tetaplah semut.. mereka tidak akan pernah bisa bertransformasi menjadi Phoenix.


“Ni Shan Jian, bunuh mereka. Ingat jangan main-main!” perintah Xiao Fan lugas dan jelas. Ni Shan Jian menyeringai dan mengangguk sebentar, kemudian menghilang dari tempat.


Lima sosok yang tak lain orang berjubah hitam tertegun ketika melihat Ni Shan Jian melesat ke arah mereka dengan cepat. Mereka benar-benar terkejut akan kecepatan Ni Shan Jian.


‘Cepat.’ Batin kelimanya, namun sebelum mereka bereaksi, mereka ditendang dengan keras menuju ke arah bawah.


Boom!


Kelima orang berjubah hitam meluncur dan menabrak berbagai rumah di belakang mereka. Ni Shan Jian menatap kelimanya dengan santai, kemudian melesat kembali ke arah kelima orang itu.


Kelimanya berdiri dengan cepat dan mengeluarkan pedang mereka masing-masing. Ni Shan Jian tidak peduli dan mereka bertarung dengan singkat.


Boom! Boom!


Kelimanya ditekan terus-menerus oleh Ni Shan Jian, kemudian salah satu dari kelimanya terbunuh dengan cepat. Keempat lainnya terkejut, namun mereka melupakan keadaan mereka sekarang.


“Lengah saat bertarung adalah dosa.” Suara Ni Shan Jian tidak keras dan tidak kurang. Suara itu masuk ke dalam telinga keempat orang berjubah hitam, membuat mereka berempat sadar.


Namun, sudah terlambat.. Ni Shan Jian dengan sekali berkedip, mereka berempat kehilangan kepala dalam sekejap.


Kuku Ni Shan Jian mengeluarkan darah, namun itu bukan darahnya melainkan darah dari kelima orang berjubah hitam tersebut.


Ni Shan Jian menatap ke arah mayat kelimanya dengan dingin, selepas itu menghilang dan kembali ke tempat tuannya berada.


***


Xiao Fan dan Yan Han memandang ke arah pertarungan Ni Shan Jian dan kelima orang berjubah hitam. Di saat pertarungan selesai, Ni Shan Jian muncul di sebelah Xiao Fan.


“Perintah sudah dilaksanakan, Yang Mulia.” Kata Ni Shan Jian dengan hormat. Xiao Fan mengangguk dan berbalik menatap ke arah patung kelinci.


“Kerja bagus, Ni Shan Jian. Juga, Yan Han.. apakah kamu mengetahui, tepatnya organisasi apa mereka?” Xiao Fan memuji ke arah Ni Shan Jian dan bertanya kepada Yan Han sekaligus.


Yan Han yang diberikan pertanyaan, mencoba mengingat berbagai orang yang berada di organisasi. Ia sebenarnya sudah tidak mengingat beberapa dari mereka.


“Maaf, Yang Mulia. Saya belum pernah mendengar tentang beberapa gerakan Organisasi. Apalagi operasi tentang kebangkitan Iblis, Saya belum pernah mendengar.” Jelas Yan Han secara rinci.


Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia mengira satu organisasi dengan Yan Han. Namun, yang tidak disangka adalah, mereka berasal dari organisasi berbeda.


‘Atau Organisasi yang sama, namun Yan Han tidak mengetahuinya. Ia sudah mengakui bahwa belum mendengar operasi kebangkitan Iblis, kemungkinan besar.. operasi ini baru dijalankan.’ Batin Xiao Fan.


Ia mencoba menarik kesimpulan dengan penalarannya, dan hanya dua kemungkinan tentang organisasi yang bergerak di bawah tanah Desa Wu tersebut.


“Yah, siapa pun mereka, kita akan membunuh mereka cepat atau lambat.” Ucap Xiao Fan dengan ringan, sementara Ni Shan Jian dan Yan Han membalas dengan anggukan.


“Mari kita serap energi Qi nyata ini kembali.” Xiao Fan tidak menunggu jawaban dari kedua anak buahnya. Ia langsung duduk lotus dan mulai menyerap Qi tersebut.


Ni Shan Jian dan Yan Han saling memandang, kemudian mengikuti Xiao Fan. Mereka duduk dalam posisi lotus dan mulai menyerap Qi nyata.


***


Para iblis meraung dengan keras, mereka benar-benar terlihat tersiksa dengan energi suci yang dikeluarkan oleh Enkripsi milik Xiao Fan itu.


Sedangkan untuk orang-orang berjubah hitam semakin muram. Mereka sama sekali tidak bisa memulai ritual dan teman mereka yang keluar belum kembali dan mematahkan penyebab Energi Suci tersebut.


“Sial, ke mana mereka pergi!” teriak marah dari orang berjubah hitam yang membawa buku. Ia menatap satu persatu anak buahnya, lalu jatuh ke arah para penduduk.


“Cih.. Ayo kita keluar, jika kita bertemu dengan mereka berlima. Apa pun yang terjadi, hukum mereka dengan keras.”


Orang berjubah hitam membawa buku melayang terbang dan melesat keluar dari ruang bawah tanah, diikuti oleh dua puluh anak buahnya.


“Berani menghalangi rencana Tuan kami, awas saja kalian.. akanku siksa kalian sampai merasakan sakit yang melebihi dari kematian.” Ucap Ketua berjubah hitam dengan penuh aura membunuh.


Dua puluh anak buah yang mengikuti Ketua berjubah hitam menggigil ketakutan ketika mendengar amarah dari Ketua mereka. Kedua puluh orang itu benar-benar tidak pernah melihat kemarahan tuannya tersebut.


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di jalan keluar. Namun, Ketua jubah hitam mengerutkan keningnya ketika melihat pintu jalan keluar ditutup. Ia mencibir dengan jijik melihat pintu keluar di tutup.


“Kau kira penutup seperti ini menghalangi diriku.” Cibir Ketua jubah hitam, kemudian tangan kanannya mengeluarkan energi Qi dan membentuk bola sebesar bola basket.


Energi Qi itu melesat menuju ke arah penutup pintu keluar, detik berikutnya Energi Qi berbenturan dengan penutup pintu tersebut.


Boom!


Ledakan keras terjadi, orang berjubah hitam semuanya terdorong ke belakang dengan keras. Debu menyebar dan perlahan-lahan menghilang.


Ketua jubah hitam memandang ke arah penutup pintu keluar dengan mata melebar. Ia sama sekali tidak menyangka, penutup itu sama sekali tidak terpengaruh.


“Bagaimana bisa.. cih, kita ambil jalan keluar lainnya!” Ketua jubah hitam melesat terlebih dahulu, ia semakin geram dengan orang yang menjebak dirinya dan anak buahnya.


Dua puluh orang berjubah hitam dengan cepat mengikuti tuannya. Mereka juga merasakan kemarahan besar dari tuannya tersebut.


***


Xiao Fan yang sedang menyerap Qi nyata, perlahan-lahan membuka matanya. Siluet cahaya melintas di iris matanya, kemudian sudut mulutnya naik membentuk seringai kecil.


“Tikus besar keluar akhirnya.. Shan Jian, Yan Han kalian urus dua puluh Tikus kecil itu. Aku akan melawan Tikus besarnya!” Xiao Fan mengatur dengan cepat.


Ni Shan Jian dan Yan Han yang sedang menyerap Qi, perlahan-lahan membuka matanya. Mereka mendengar perintah tuannya dan mengangguk dengan senang hati.


“Dimengerti, Yang Mulia.” Jawab Ni Shan Jian dan Yan Han dengan tegas. Mereka benar-benar menunggu untuk pertarungan besar-besaran kembali.


Ketiganya berdiri, kemudian berbalik menatap ke arah berbagai sosok yang tak lain orang-orang berjubah hitam yang tengah keluar dari jalan keluar ruang bawah tanah.


“Bajingan! Siapa yang mengganggu rencana tuan ini!” raung marah sosok orang yang berada di depan para orang-orang berjubah hitam lainnya.


Sosok itu seorang pria dengan pakaian putih dan berjubah hitam. Sorot matanya tajam dan siap untuk membunuh. Buku dengan pola aneh berada di tangannya dalam keadaan terbuka.


Xiao Fan memandang dengan santai, kemudian ia menjawab pertanyaan orang itu dengan nada yang sangat datar dan penuh akan hinaan


“Itu aku, Sampah!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share,, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.