Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking


Silahkan Dibaca.


......................


Desa Seren, Malam hari.


Para penduduk tidak tidur. Mereka semua duduk dan melakukan penyerapan energi malam hari. Xiao Xia mengawasi keseluruhan penyerapan tersebut.


Han Yusi juga ikut dalam penyerapan, dia benar-benar bertekad untuk menjadi kuat dan membalaskan dendamnya.


Xiao Fan sendiri duduk dengan tatapan datar. Dia menatap ke arah seluruh Desa Seren, dia tidak menyangka bahwa Desa tersebut terdapat rata-rata semuanya adalah laki-laki.


“Jika, ingin mengembangkan mereka. Harus memberikan perempuan, apakah ada cara lebih cepat untuk memberikan mereka perempuan?”


Xiao Fan berpikir dengan ringan, dia memejamkan matanya untuk berpikir. Tak butuh waktu lama, dia membuka matanya dan menyeringai.


“Rumah Bordil dan Rumah Budak. Dua tempat ini, cocok untuk mencari perempuan para penduduk di sini.” Xiao Fan kemudian menghirup angin malam, wajahnya seketika berubah dingin.


“Selangkah demi Selangkah menuju pembalasan. Selepas itu pergi ke Benua kedua.” Xiao Fan kemudian, menatap ke arah Desa Seren.


Dia tidak habis pikir, bahwa dalam setengah hari Desa kembali pulih. Bangunan sudah berdiri dengan kokoh, bahkan angin malam tidak bisa merobohkan dinding rumah.


Dinding Desa sendiri sudah berdiri mengelilingi Desa dengan kokoh, bahkan lebih kuat dari sebelumnya.


Xiao Fan sendiri dapat merasakan bahwa para penduduk memiliki makanan di setiap rumah. Dia mengangguk dan memejamkan untuk tidur.


Namun, sebelum dirinya tidur. Sosok perempuan muncul di sebelahnya, perempuan itu adalah Xiao Xia. Dia selesai melakukan pengawasan dalam penyerapan.


“Jadi, bagaimana?” Xiao Fan bertanya kepada Xiao Xia. Dia sendiri sudah tahu detailnya, tetapi perlu mendapatkan laporan dari anak buahnya tersebut.


“Semuanya mengalami kemajuan tinggi, Tuan. Namun, mereka harus mengendalikan kekuatannya dan membuat fondasi lebih kokoh kembali.”


Xiao Fan mengangguk, dia kemudian menyebarkan indra miliknya dan merasakan berbagai nafas di Benua Yuansu tersebut. Dia sedikit mengerutkan keningnya ketika merasakan ada berbagai energi tengah bergerak cepat ke arah Desa Seren.


“Xiao Xia, sepertinya akan ada Tikus yang datang ke sini.” Xiao Fan berkata dan matanya kembali terbuka, siluet cahaya terlihat di matanya. Ekspresi Xiao Fan berubah menjadi tajam dan dingin.


Xiao Xia yang mendengar hal itu, seketika menjadi dingin dan menyeringai sebentar. Keduanya menatap ke arah Timur.


Keduanya menghilang dan muncul di atas gerbang desa. Mereka menatap ke arah padang pasir yang luas. Beberapa penduduk juga keluar ketika merasakan aura milik Xiao Fan.


Li Mo naik ke atas gerbang kota. Kemudian, menunduk dan berkata, “Salam, Yang Mulia.”


Xiao Fan tanpa melirik Li Mo, dia mengangguk dan berkata, “Sepertinya Bandit Kalajengking menuju ke Desa Seren.”


Li Mo yang mendengar hal itu, seketika wajahnya memerah karena marah. Dia menatap ke arah padang pasir yang luas tersebut.


“Tuan, biarkan Saya dan para penduduk yang melawan mereka.” Li Mo memohon dengan tatapan tegas dan serius.


Xiao Fan yang melihat itu, tidak perlu berpikir. Dia mengangguk dan berkata, “Ingat, jangan sampai ada yang mati. Jika, kalian terluka berat, segera kembali!”


Li Mo menatap ke arah Xiao Fan, dia tidak menyangka ada seorang pemimpin yang peduli akan keselamatan anak buahnya.


Kesan Xiao Fan dalam hati Li Mo naik, dia mengangguk dan berkata, “Dimengerti, Yang Mulia.”


Xiao Fan tidak ingin mereka mati, hal itu karena mereka masih berguna dan bermanfaat untuk membuat Kerajaan miliknya nanti.


Dia hanya peduli dengan tujuannya, meskipun harus mengorbankan para penduduk. Dia tidak peduli akan hidup dari penduduk tersebut.


Xiao Fan hanya peduli kepada beberapa orang dan orang tuanya saja. Dia bukan orang naif yang sembarangan percaya dan langsung menempatkan seseorang dalam hatinya.


Baginya sekarang, istri yang setia dan patuh terhadapnya tanpa ada perlawanan, itu lebih baik. Dibandingkan berbagai istri tetapi susah di kontrol.


Sekarang, Xiao Fan merasakan bahwa Bandit Kalajengking telah hampir tiba. Dia menatap depan dan melihat siluet seekor Kalajengking besar.


Xiao Fan merasakan berbagai nafas dan energi di atas Kalajengking tersebut. “Oh, jadi Kalajengking itu adalah kendaraan di Padang Pasir.”


Xiao Xia kemudian melirik ke arah Xiao Fan dan bertanya, “Apakah tidak masalah mengirim mereka? Ketua Bandit itu memiliki tingkat Kultivasi Elemen penuh.”


Xiao Fan tanpa melirik ke arah Xiao Xia, dia menjawab, “Tenang saja, mata mereka adalah mata balas dendam. Entah memakai cara licik apa, terpenting bisa membunuh musuhnya.”


“Ingat, dalam pertarungan hidup dan mati. Gunakan seluruh cara untuk menang, bahkan dengan cara yang tidak etis pun.”


“Kita bertarung bukan untuk gelar kehormatan, tetapi untuk bertahan hidup. Kehormatan ataupun Duel Kesatria, itu bukan Rimba, melainkan Pertarungan anak-anak yang sedang menginginkan posisi tertinggi.”


Xiao Xia mendengar hal itu, mengangguk. Dia benar-benar tidak menyangka akan hal tersebut. Kesatria, Kehormatan, apa itu? Hanya sebuah omong kosong.


Xiao Xia sekarang benar-benar terbuka, dia menatap dan mengetahui bahwa Li Mo dan seluruh penduduk memiliki rencana untuk membunuh para bandit.


Han Yusi yang berada di belakang Xiao Fan, dia merenung. Apa yang diucapkan oleh Xiao Fan adalah kebenaran dunia. Dia benar-benar terbuka sekarang dan memandang Xiao Fan lebih tinggi.


Xiao Fan sendiri tidak peduli akan tatapan kagum dari Han Yusi, dia tidak terlalu peduli dengan pertarungan yang sudah jelas siapa pemenangnya.


***


Di sisi Bandit Kalajengking.


Para Bandit dan Ketua Bandit terkejut ketika melihat Desa Seren yang berbeda dari sebelumnya.


“Ketua, apakah itu masih Desa Seren?” Bandit1 bertanya dengan nada penasaran. Ketua Bandit segera sadar dan menyeringai.


“Aku tidak tahu, apa yang terjadi dengan Desa itu. Tetapi, semuanya adalah milik kita. Mari kita hancurkan mereka!” Ketua Bandit berseru memerintahkan para anak buahnya.


“Ou!” Teriakan para bandit penuh dengan semangat. Sementara itu, Kalajengking yang ditumpangi oleh mereka, seketika berkeringat ketika melihat sosok yang tengah duduk di atas gerbang.


Kalajengking tidak tahu siapa itu, tetapi matanya tidak bisa tidak menipu. Apa yang dirinya lihat adalah, sebuah aura yang besar dan di tengah aura muncul mata merah yang mengerikan.


Kalajengking berhenti seketika, dia benar-benar ketakutan ketika di tatap seperti itu. Dia tidak peduli akan para Bandit dan Ketua Bandit tersebut.


Ketua Bandit dan para bandit terkejut ketika Kalajengking besar berhenti mendadak. Alhasil mereka terlempar ke arah padang pasir.


Kalajengking besar tidak bisa bergerak. Dia benar-benar kaku dan terduduk di tempat. Ketua Bandit marah ketika terlempar.


“Oi, Makhluk Sial*an. Apa maksudmu melemparkan kita, Hah!” Ketua Bandit berteriak dengan marah.


Namun, Kalajengking tidak merespons sama sekali. Hal itu membuat Ketua Bandit marah, tetapi dia tidak peduli dan menatap ke arah Desa Seren.


Dia dan para bandit lainnya melihat Li Mo dan para penduduk menatap dengan tajam. Hal itu, membuat dirinya marah dan menyeringai dengan liar.


“Wah, sudah lama tidak bertemu dan ini tatapan kalian! Sungguh berani, kalian. Maka dari itu, mari kita siksa mereka, semuanya!” Ketua Bandit dan para Bandit melesat ke arah Li Mo dan para penduduk.


***


Li Mo dan para penduduk menutup matanya dan membuka kembali, ekspresi mereka menjadi serius dan tajam.


“Semuanya, Maju!” Li Mo dan para penduduk melesat maju melawan Ketua Bandit dan Para Bandit.


***


Xiao Fan yang berada di atas, hanya berkata dengan nada dalam.


“Sudah dimulai ternyata. Tunjukkan perkembangan kalian sehari ini, pada orang lemah itu, Budakku!”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.